Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Masih tentang Desy


__ADS_3

Pov Desy.


Namaku Desy Ratnadumilah, Aku berasal dari keluarga sederhana.Aku lima bersaudara, Ayah dan Ibuku banting tulang demi bisa menyekolahkanku.Usaah mereka tidak sia-sia, aku berhasil menjadi guru PNS, suatu prestasi yang sangat mrmbanggakan kedua orang tuaku.Aku dikarunia wajah yang cantik dan body yang aduhai. Banyak laki-laki yang ingin menpersuntingku tapi semua aku seleksi dari bibit, bobot dan bebetnya. Aku tidak mau hidup susah seperti masa keciku, untuk jajan saja kami tidak ada uang. Mulai sekarang, aku harus memastikan kehidupanku kedepanya harus lebih baik, jika punya suami pendapatanya harus lebih besar dari pada aku.Pilihanku jatuh pada Mas Yoga. Dia tampan dan yang paling penting ia Mapan, Suatu hari ia mengenalkanku pada keluarganya.


"Ma, kenalin ini Desy wanita pilihanku" ucapnya sangat yakin.


Kulihat Mamanya hanya melirikku sekilas, tampak sekali kalau dia tidak menyukaiku.Setelah berbasa basi sebentar aku langsumg diantar pulang oleh Mas Yoga, setelah kejadian dia mengenalkan aku pada keluarganya Mas Yoga seperti menjahuiku.


"Ini tidak bisa dibiarkan, tambang mas sudah didepan mata, aku nggak boleh ngelepasin Mas Yoga begitu saja" batinku kala itu.


Akhirnya aku berpikir untuk menjerat Mas Yoga selamanya.Malam itu, mas Yoga mengajakku ketemuan untuk membicarakan tentang hubungan kami.Tapi dia malah memutuskanku, tapi aku sudah menyiapkan rencana yang tak pernah ia duga. Otak pintarku segera bekerja aku menaruh obat per******g kedalam minumannya, malam itu dia menyentuhku, selama ini aku selalu gagal merayunya mungkin karena imannya cukup kuat tapi malam itu, dia tak bisa mengendalikan diri.Begitu kami selesai berhubungan aku bangun dan pura-pura menangis untuk menarik simpatinya.


"Hiks...hiksss..., kenapa kamu lakukan ini mas, padahal semalam kau memutuskanku.Kau mau merusak masa depanku?. Aku sudah kotor hiks...hikss...kalau sudah begini siapa yang mau sama aku" aku terus berakting agar dia merasa bersalah.


"Maafkan aku dek, semua terjadi begitu saja. Aku juga tidak tau kenapa bisa begini? Aku tak dapat mengendalikan diriku sendiri, badanku panas ada sesuatu yang mendesak yang terus mendesak dan aku tidak bisa menahanya" ucap Mas Yoga penuh penyesalan.


"Kamu enak, nggak ada bekasnya apa-apa, tapi bagaimana kalau perbuatanmu membuahkan hasil, sementara orang tuamu tidak pernah menyetujui kita" ucapku memojokkan dia, Mas Yoga tampak sangat frustasi.

__ADS_1


Sebulan setelah kejadian itu, aku hamil rasanya hatiku bersorak kegirangan.Itu artinya mas Yoga tidak bisa lagi mengelak dari tanggung jawab.Aku memberitau pada Ayah dan Ibuku kalau aku hamil. Mereka sangat murka, tapi setelah itu kami berbicara dari hati ke hati, hingga kedua orang tuaku mendatangi keluarga mas Yoga untuk meminta pertangung jawaban.


"Apa benar ini rumah Yoga?" tanya Ayah


"Benar Yah, aku sudah pernah kemari. Kan aku sudah bilang kalau mas Yoga itu orang berada, dia juga seorang pelayar, kenapa?, Ayah kaget ya lihat calon mantunya sekaya ini?" ucapku bangga.


"Mata kamu nggak lihat, didepan rumahnya ada tenda segede ini, berarti di dalam sedang ada acara"


"Ayah benar, kenapa aku malah nggak ngeh dari tadi karena saking antusiasnya" ucapku.


Perlahan namun pasti kami melangkah mendekati rumah Mas Yoga.


"Ah, nggak mungkin Yah. Nuna masih SMA kalau mas Yoga bila nikah pasti dirumah mempelai perempuan juga, bukan disini" ucapku menenangkan Ayah. Jujur hatiku juga tidak tenang saat itu. Aku takut, bagaimana kalau didalam bener ada pernikahan, secara Mas Yoga tidak tau kalau aku hamil.


"Assalamualaikum" ucap Ayah ketika memasuki rumah itu.Begitu aku masuk rumah itu rasanya jantungku mau copot, karena aku melihat dengan mata kepala sendiri, Mas Yoga sedang menjabat tangan seorang penghulu dan disampingya juga duduk seorang wanita cantik yang aku yakini pasti itu calon istri Mas Yoga.


"Saya terima nikah dan kawinya" belum sempat Mas Yoga menyelesaikan ijab kobulnya, aku langsung menghentikanya.Ini tidak boleh terjadi kalaupun ada pernikahan harusnya aku uang menikah.

__ADS_1


"Stop!" ucapku lantang, semua mata tertuju padaku.Mas yoga spontan mengehentikan ikrar ijab kobulnya.


"Hentikan!, kalian semua lihat, hari ini Mas Yoga mau menikah, sementara dalam perutku sedang tumbuh benihnya, hiks...hikss" ucapku memprovokasi semua hadirin. Kuraih simpati mereka agar mendukungku.


"Kami sudah lama berpacaran, hanya karena aku lahir dari keluarga miskin.Keluarga ini tidak merestuiku, Apa salahku? Aku juga tidak bisa menolak jika Tuhan mentakdirkanku lahir dari keluarga miskin.Aku sudah menjauhi Mas Yoga seperti yang diminta Mamanya, tapi apa? malam itu Mas Yoga merampas sesuatu yang paling berharga dalam diriku, bisa kalian bayangkan bagaimana posisiku saat ini. Siapa yang mau menikah dengan wanita Miskin dan sekarang aku hamil dari seorang laki-laki yang tidak bertanggung jawab, hiks...hikss" aku menangis. Semua merasa simpati padaku, aku terus mendramatisir keadaan, sehingga semua orang meminta untuk membatalkan pernikahanya dengan wanita itu lalu menikahiku.


Awalnya Mamanya Mas Yoga tidak setuju, tapi semua orang memojokkannya hingga ia menyerah juga.Hari itu aku akhirnya menikah juga dengan Mas Yoga.


"Ah...pada akhirnya akulah pemenanganya" batinku bersorak gembira.


Sejak saat itu aku tinggal dirumah mertua, jujur aku tidak bisa mengahadapi sikab mamanya yang cerewet itu.Dengan segala bujuk rayu aku pindah dari rumah itu.Sebulan setalah pernikahan kami aku mengalami keguguran mungkin karena terlalu semangatnya kami memadu kasih.Mertuku menyalahkanku atas hilangnya janin dalam perutku, tapi aku tetap di posisi yang tidak bisa disingkarkan begitu saja, karena aku istri sah mas Yoga.


Setahun berlalu pernikahanku berjalan dengan lancar meskipun aku belum hamil lagi tapi Mas Yoga tidak pernah menuntutku. Sampai suatu ketika aku dimutasi ke salah satu SD yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan rumah kami.Mas Yoga yang mengusahakan mutasiku agar aku tidak kecapaean, karena tempat mengajar yang lama jaraknya terlalu jauh. Ah, aku sangat beruntung memiliki suami seperti mas Yoga, walaupun ia jarang dirumah tapi duit tak pernah ada habisnya. Aku bisa melakukan perawatan tubuh sesuai dengan keiginanku, tanpa harus merogoh kocekku, gajiku utuh tak pernah tersentuh. Uang bulanan dari mas Yoga lebih dari cukup, malah sisa banyak.


Hari pertama aku bekerja ditempat yang baru berjalan dengan lancar, guru-guru lainya juga sangat ramah dan bersikab baik padaku. Ada satu guru laki-laki yang menarik perhatianku. Aku lihat dia sering melamun.


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like comment dan favorite ya men temen


__ADS_2