
Rini pulang kerumahnya dalam keadaan pusing tujuh keliling karena keinginan Ibunya.Satu sisi ia merasa kasian dengan Ibunya juga Kakaknya, satu sisi ia juga tidak mungkin terus-terusan menopang hidup Ibu dan Kakaknya karena dia sama sekali tidak bekerja.Ia sadar betul jika ia mengiyakan keiginan Ibunya bukan mustahil Ibunya akan meminta uang lebih dan lebih lagi.
"Bagaimana ini, Arggghhh....rasanya kepalaku mau pecah" batin Rini.
"Mama Arka mau makan" pinta Arka anak Rini yang membuyarkan lamunanya.
"Ya sayang, sebentar ya Mama ambilkan"
Tak lama kemudian Rini kembali ke teras dengan membawa nasi beserta lauk pauk untuk anaknya.
"Mama, sekarang Papa jarang pulang ya"
"Papa kan lagi kerja sayang, buat beli mainan, susu dan buat masa depan Arka" ucap Rini sambil menyuapi anaknya.
"Kata teman Arka, kalau Papanya jarang pulang belalti Papanya punya istli lagi" ucap Arka polos.
"Hush...nggak boleh ngomong kaya gitu,Papa nggak seperti itu kok sayang, Ayo sarapanya lekas dihabiskan, setelah itu Mama antar kamu kesekolah" pinta Rini
"Iya Ma, ucap Arka patuh"
Setelah selesai sarapan Rini langsung mengantarkan anaknya sekolah.
"Dari pada pusing mending aku ke sanggar kebugaran, biar sedikit relax" guman Rini, ia melajukan mobilnya di salah satu pusat kebugaran ternama.
Saat sedang ganti pakaian ia bertemu dengan salah satu member baru.
"Siang mb, boleh kenalan saya Wina member baru" ucap perempuan itu memperkenalkan diri.
"Oh, aku Rini. Aku juga baru setahun kok disini, dulu keuangan suamiku agak seret jadi aku nggak pernah kesini"
__ADS_1
"Oh, begitu ya Mbak! Suaminya kerja dimana?"
"Suamiku sering keluar kota, biasalah beban hidup makin banyak.Mbak sendiri sudah nikah belum?" tanya Rini
"Sudah Mbak, setahun yang lalu.Tadi kesini juga dianter suami tapi sekarang dia pergi langsung kerja dia"
"Wah, romantis banget! Sudah punya anak?" tanya Rini
"Belum mbak, suami maunya nunda dulu.Sebagai istri aku sih ikut aja apa mau suami"
Keduanya langsung akrab, hingga waktu senam selesai, Wina langsung berpamitan duluan karena sudah dijemput suaminya.
"Itu mobil suami Wina, kenapa seperti mobil Mas Boni.Ahh...mobil kaya gitu kan banyak, tapi kenapa aku penasaran gini mana platnya nggak kelihatan lagi" batin Rini.Ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Boni suaminya, namun sayangnya ponsel sang suami tak aktive sama sekali.
"Mungkin dia lagi sibuk, nanti malam dia pasti menghubungi anak-anaknya" guman Rini menyemangati diri sendiri.
Hari yang ditunggu telah tiba, Boni pulang kerumah, suasana rumah menjadi hangat kembali, anak-anak Rini juga sangat merindukan Papanya.Seharian waktu Boni dihabiskan dengan bermain bersama anak-anaknya.Malam harinya Rini sudah berdandan sexy untuk menyambut suaminya.Ia juga sangat merindukan suaminya seharian suaminya dimonopoli anak-anaknya. Malam hari tinggal giliranya pikir Rini.Saat suaminya masuk kamar Rini langsung rebahan di kasur dengan posisi menantang.Boni hanya melirik sekilas bukan ia tak tau apa yang diinginkan istrinya.Tapi ia sudah tidak bernafsu melihat istrinya.
"Besuk aja ya Ma, Papa capek banget" ucap Boni menolak halus
"Yakin Papa nggak pingin, sudah lama loh Papa puasa karena Papa kan jarang pulang" ucap Rini.
"Papa benaran capek Ma, besuk aja ya" ucap Boni.
Rini mendelik sebal, bagaimana bisa suaminya bilang capek, padahal menyentuh dia aja belum.Rini tak kurang akal ia mendekat lalu ia duduk dipangkuan suaminya tanganya bergerilya, membuat Boni terbuai selanjutnya terjadilah apa yang diiginkan Rini, namun ditengan permainan mereka tiba-tiba Boni menghentikan permainanya.
"Sudahlah Ma, hambar rasanya" ucap Boni.Rini yang mendengar ucapan suaminya sangat kecewa disaat nafsunya sudah diubun-ubun suaminya menghentikanya begitu saja tanpa perasaan.
"Papa ini aneh deh, dulu aja Papa selalu nambah, ini jangankan nambah satu kali aja nggak selesai, ada apa sih Pa? Atah jangan-jangan Papa sudah punya cem-ceman cewek lain sehingga Papa bisa bilang begitu"tuduh Rini.
__ADS_1
"Mama ini ngomong apa sih, Papa nggak ngerti, dari awal Papakan udah bilang kalau Papa itu lagi capek, tapi Mama maksain ya begini jadinya" runtuk Boni.
"Hallah alasan!, Papa pasti punya selingkuhan diluar sana, hayo ngaku Pa" cecar Rini.
"Inilah yang membuat aku muak setiap kali pulang, kamu selalu menuduhku yang bukan-bukan, selalu saja nethink" ucap Boni memunguti pakaianya dan mengenakanya kembali, lalu meninggalkan kamar mereka dan tidur dikamar anak-anak, rasanya malas sekali jika harus berdebat dengan Rini.
"Mau kemana kamu Mas?, urusan kita belum selesai, jangan bilang kamu mau menemui gundikmu itu" tuduh Rini.Secepat kilat Rini memakai piyama dan membuntuti suaminya ternyata benar suaminya ke kamar anak-anaknya, ada rasa lega setidaknya kecurigaanya tidak terbukti.
Pagi mulai menyapa Bumi mengantikan tugas sang malam hari, matahari mengintip dari balik dedaunan.Pagi ini sangat cerah secerah anak-anak Rini dan Boni.
"Pagi jagoan Papa, Cepetan habiskan sarapan paginya nanti Papa antar kesekolah"
"Horee...kita diantar Papa" teriak Arka anak sulung mereka.
"Papa belangkat keljanya macih lama kan?" tanya Dista si bungsu.
"Sebenarnya Papa masih kangen dengan kalian tapi Papa harus cari uang lagi buat kalian,Papa janji nanti kalau Papa pulang lagi Papa belikan mainan yang Banyak" janji Boni pada anak-anaknya.
"Pa, kamu udah mau berangkat lagi? Padahal baru sehari dirumah kok udah mau pergi aja" protes Rini.
"Ma, Papa kerja buat kalian juga.Nanti Papa usahakan agar segera bisa kembali menemani kalian.Tapi kali ini Papa harus benar-benar pergi.Papa sudah transfer uang bulanan buat Mama itu udah plus buat beli skincare" ucap Boni.
Rini langsung tersenyum begitu mendengar Boni sudah mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya.Walaupun hatinya masih curiga pada suaminya, ia berusaha baik-baik saja didepan suaminya.Pagi itu ia mengikuti suminya karena pensaran kemana sebenarnya suaminya dan kenapa kesanya buru-buru.Pagi tadi ia sempat melihat suaminya gelisah seusai menerima panggilan di ponselnya, wajahnya nampak panik.Perlahan namun pasti ia mengikuti kemana arah mobil itu.
"Ini bukan jalan kemana Mas Boni kerja, tapi ini ke sebuah perumahan.Ia dia belok ke salah satu rumah" guman Rini hatinya semakin tidak tenang.
Tbc
Jangan lupa, like, comment dan favorite ya men temen
__ADS_1