Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Sah


__ADS_3

Ibunya Hendra dibuat kalang kabut kembali, dengan berita penangkapan putranya.Ia sungguh tak mengerti jalan pikiran putranya hanya demi Sita mantan istrinya ia rela babak belur bahkan, masuk penjara. Wiwik kerumah Desy untuk meminta bantuan guna mengeluarkan Hendra dari penjara, bukanya bantuan yang ia dapat, Desy malah menyumpah serapahi Hendra di depan Ibunya.


"Dasar menantu nggak berguna, tau suaminya masuk penjara bukanya bantuin, malah nyumpah serapahin suaminya"


"Ibu nggak terima?, silahkan susul putra kesayanganmu itu mendekam dipenjara" ucap Desy.


"Dasar perempuan nggak punya sopan santun" ucap Ibunya Hendra sambil mengayunkan tangan hendak menampar Desy.


"Ayo tampar!, biar sekalian aku laporin karena tindak kekerasan" Ancam Desy.


Seketika Ibunya Hendra mundur teratur, tentu saja ia tak ingin menghabiskan sisa umurnya dipenjara.Ia memutuskan untuk menemui temanya guna meminta bantuan.


"Sebaiknya aku hubungi jeng Ine aja, dia pasti bisa bantu"


Tak lama kemudian Wiwik menghubungi temanya untuk meminta bantuan, tapi sayangnya temanya juga tidak punya uang, lalu ia mengajak Wiwik ke rumah salah seorang temanya yang kaya untuk meminjam uang.Dengan bermodal air mata palsu Wiwik mendatangi sebuah rumah mewah yang diduga teman yang dimaksud oleh temanya yang akan dipinjami uang.


"Selamat siang jeng Heny?" sapa Ine temanya Wiwik


"Siang jeng Ine, Mari masuk!" ucap Henny ramah.


Setelah berbasa basi sebentar Ine mengutarakan maksud kedatanganya untuk meminjamkan uang pada Wiwik yang sedang kena musibah, tentu saja dengan versinya yang sudah dibuat sedramatis mungkin.


"Kok, mantan keluarga besan itu jahat banget ye jeng.Aku jadi kasihan dengan anakmu yang sudah dijahatin sekarang malah difitnah dan masuk penjara" ucap Heny yang sudah terpedaya dengan cerita karangan wiwik.Setelah itu karena merasa kasihan Henny meminjamkan uang 300 juta pada Wiwik Ine sebagai jaminanya.


"Makasih loh jeng bantuanya, aku nggak tau lagi kemana mau pinjam. Denger sendirikan bagaimana terdzoliminya keluarga jeng wiwik ini" ucap Ine.


"Sama-sama semoga putranya bu Wiwik bisa segera keluar penjara kasihan dia nggak salah" ucap Heny.


Setelah mendapatkan uang Wiwik dan Ine berpamitan dihalaman depan mereka bertemu Rizal namun baik Rizal dan Wiwik tidak saling mengenal.

__ADS_1


"Siapa Ma?" tanya Rizal setelah sampai dirumah


"Itu temenya jeng Ine, lagi kena musibah kasian anaknya lagi diserang keluarga mantan besanya karena tidak terima anaknya temenya jeng Ine tadi menceraikan istrinya"


"Masa sih, ada orang sejahat itu?" tanya Rizal heran


"Iya, lha wong anaknya jeng Wiwik itu sampai di penjara karena difitnah keluarga mantan besanya, makanya dia tadi nangis-nangis mau pinjam uang sama Mama. Mama jadi nggak tega ya Mama pinjami aja"


"Oh...gitu" ucap Rizal cuek


"Mama jadi ingat kejadian kamu diserang mantan suaminya Sita, ngeri juga untung mantan suaminya Sita itu sudah kamu laporin polisi, besuk kamu bisa menikah dengan tenang" ujar Mamanya Rizal.Andai Mamanya Rizal tau kalau uang yang ia pinjamkan adalah uang untuk menebus laki-laki yang menghajar anaknya entah apa yang akan ia lakukan.


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, disebuah ballroom mewah nampak seorang laki-laki gagah dan tampan menggunakan tuxedonya sedang menantikan wanita yang ia cintai muncul dihadapanya.Hatinya berdegub kencang karena akan bertemu dengan pujaan hatinya.Setalah akad tadi ia sudah tidak sabar bertemu dengan Sita. Akad dilakukan terpisah pengantin perempuanya tidak dihadirkan dalam ruangan yang sama, setelah ijab selesai pengantin perempuan baru dipertemukan.Dengan balutan dress pengantin warna putih Sita semakin nampak cantik, aura kecantikanya makin menguar membuat jantung Rizal bedetak lima kali lebih cepat.Dengan senyum mengembang Rizal menghampiri pengantinya dan mengapitnya menuju pelaminan.Suasana tampak meriah Rizal mengundang semua teman kantornya demikian juga Sita.Nampak juga Erwin datang dengan putri semata wayangnya.


"Tante cantik, kenapa nggak mau jadi Mamanya Elena?" tanya gadis cilik itu dengan polosnya.


"Maafkan anak saya ya!" ujar Erwin tidak enak


"Mau jadi Mamanya Elene atau tidak tante tetep sayang kok sama Elena" ucap Sita sambil mencium pipi gembul anak itu.


Satu persatu tamu undangan datang dan memberi ucapan selamat, serta doa-doa pada kedua mempelai, tak lupa juga kedua orang tua mempelai juga memberi doa restu dan wejangan-wejanganya.


"Nak Rizal, Ibu titipkan Sita padamu.Kuserahkan tanggung jawabku padamu, jangan pernah sakiti dia jika suatu saat kau sudah tidak berkenan kembalikan pada Mama baik-baik, jangan pernah kau sakiti permata hati Mama" ucap Mamanya Sita sambil menangis melepas Sita untuk kedua kalinya.


"Mama, saya tidak bisa menjanjikan apa-apa pada dek Sita, tapi saya akan sekuat tenaga untuk mencintai,menyayangi,melindungi dan membahagiakanya" ucap Rizal dengan penuh ketulusan.Kini giliran Doni memberi selamat pada kedua mempelai.


"Kak, aku serahkan kakaku yang paling aku sayangi ini padamu, sayangi dan cintai dia jangan pernah sakiti dia.Menyakiti dia sama saja dengan menyakitiku" ucap Doni sambil memeluk Rizal yang kini sudah menjadi Iparnya.


Hari terus berganti kini Sita sudah pindah dikediaman Rizal, kini Sita memutuskan untuk tidak bekerja ia membantu mertuanya mengurus kafe, Mamanya sangat sayang pada Sita, ia mengangap Sita seperti anak kandung sendiri.Hari ini Mamanya Sita mengajak sang menantu ke pusat perbelanjaan untuk membeli keperluan bulanan mereka.

__ADS_1


"Sayang, kita ke supermarket dulu baru kemudian ke shooping terus makan, nyalon baru pulang" ujar Mama mertuanya Sita.Ia sangat beruntung mempunyai mertua seperti Mamanya Rizal sifatnya sangat bertolak belakang dengan mangan mertuanya yang dahulu.


"Sita ngikut aja, apa kata Mama" ujar Sita.


"Kamu memang anak Mama yang penurut, kenapa nggak dari dulu kamu jadi menantu Mama, jadi kemana-mana Mama ada teman. Rizal itu kalau suruh nemeni Mama suka nggak sabaran" curhat Mama mertua Sita.


Sita hanya tersenyum menangapi curhatan mertuanya.


"Sayang, Mama ketoilet bentar ya. Nanti Mama kesini lagi" pamit Mama mertua Sita.Kini Sita sedang berbelanja sendiri, tanpa sengaja Sita menabrak Wiwik mantan mertuanya.


"Jalan itu pake mata!" maki Wiwik


"Maaf, bu" ujar Sita


"Kamu!"


"Ibu!"


"Aku bukan Ibumu!,perempuan mandul, dasar perempuan nggak guna, aku denger kamu sudah kawin lagi ya, kawin sama siapa?, aki-aki tua bangkotan?" ejek Wiwik.


Tak ingin berdebat dengan mantan mertuanya Sita langsung pergi dari tempat itu, namun dengan cepat Wiwik menarik tangan Sita.


"Plak.." ia menampar mantan menantunya itu.


"Ke..kenapa Ibu manamparku"


"Ini peringatan buat kamu agar kamu tidak pernah mengoda anak saya lagi, najis saya punya menantu kaya kamu.Sudah miskin mandul lagi, cuih" ucapnya


"Ohh...ini mantan menantumu yang mandul itu?" tanya Ine teman Wiwik

__ADS_1


Tbc


Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen


__ADS_2