Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Susah move on (Sumo)


__ADS_3

Usaha Sita,Doni juga amel membuahkan hasil, teman-teman mereka banyak yang memesan makanan lewat Sita, Doni juga Amel. Kini Sita memasarkan dagangan Mamanya lewat online, meskipun orang-orang sekitar mereka belum lagi kembali kewarung mereka,tetapi Wati tidak kekurangan order lagi.Kini ia menambah tenaga kerja tiga orang tetangganya diajak kerja dirumah Mamanya Sita.Mereka sangat menyesal mempercayai kabar burung yang beredar, nyatanya masakan Ibu Wati, tetep higienis dan segar.


"Bu Ani, Bu Mila dan Bu Mirna, kalian dari mana?" tanya Ibu-ibu yang melihat karyawan Wati pulang kerja.


"Biasa habis cari cuan dari pada bergosip tak ada manfaatnya"


"Kerja dimana?"


"Ditempat Bu Wati"


"Bukanya warungnya tutup ya? Karena nggak laku"


"Siapa bilang?, warungnya itu makin jaya cuma sekarang, mereka belinya secara online, kami sampai kewalahan. Ibu Wati membatasi order hanya sampai jam lima sore aja"


"Apa mereka nggak takut perutnya sakit?, kabar yang beredar bukanya makanan itu dari sayur-sayur busuk?"


"Itu fitnah bu, kami lihat sendiri makanannya higienis. Bu Wati sangat menjaga kualitas, ini saya ada foto-foto dan bahan-bahan yang digunakan"ucap Ani


"Saya juga ada vidionya" ucap yang lainya


"Kalau masih ragu, bisa dicek sendiri, soal sayur sisa itu, Ibu Wati membagikan pada kami karyawanya jadi kami ngirit nggak usah beli lauk pauk dan sayur, dulu sebelum ada kami, sisa sayur malamnya dikasih anak-anak jalanan sama Mas Doni, Pas warungnya sepi Mbak Sita, Mas Doni dan Amel membagi-bagikan ke orang-orang yang membutuhkan, anak-anak Bu Wati memang jempolan" ujar Ani lagi


Karena penasaran apa yang diucapkan ketiga tetangganya itu, Perempuan tadi mengecek sendiri tempat masak di rumah Ibu Wati, setelah itu ia memberitau yang lainya, serempak mereka kembali berbelanja di warung Ibu Wati, Melihat hal itu Wiwik menjadi geram, ia terlanjur masak banyak, naasnya tak ada satupun dari mereka yang berkunjung.Tak mau rugi ia menghangatkan kembali semua masakanya dan dijual esuk pagi. Ia sengaja mendiskon masakanya agar segera habis, namun hanya sedikit warga yang mau membelinya, esuknya ia jajakan kembali daganganya.


"Bu, kok nasi sama sayurnya rasanya begini?, kaya basi gitu" ujar pelanggan


"Ah enggak,mungkin Ibu sedang terjangkit Virus corona yang dulu pernah viral itu, kan disitu cirinya salah satunya yaitu indra perasanya tidak berfungsi dengan baik, jadi saya sarankan Ibu periksa saja sebelum parah, nggak ada yang salah dengan masakan saya ini" ucap Wiwik. Setelah pelangan pergi Hendra mendekat.


"Ibu, sudah tiga hari masak kita makan-makanan itu lagi, bisa sakit perut bu"


"Diam kamu!, kamu harusnya bersyukur penganguran masih Ibu kasih makan" ujar Wiwik.

__ADS_1


Tanpa sengaja ada seorang pembeli datang dan mendengar percakapan Hendra dan Ibunya.


"Jadi selama ini yang Ibu jual masakan basi, Ibu kejam banget jadi orang, barang nggak layak konsumsi masih dijual" maki Ibu-Ibu tadi yang ingin membeli makanan.


"Heh, jangan ngarang kamu. Kamu bisa saya laporkan karena memfitnah saya tanpa bukti" ancam Wiwik


"Silahkan saja Ibu Laporkan, saya nggak salah, saya juga sudah merekam pembicaraan Ibu tadi. Oh ya ternyata anak Ibu yang PNS itu udah nggak kerja ya?, apakah itu artinya dipecat?" ucap pembeli tadi.


"Kurang ajar kamu, pergi sana!, bikin onar saja" maki Wiwik


Perempuan tadi langsung pergi ia segera memberitau orang-orang tentang apa yang dilihatnya tadi, seketika tak ada lagi yang mau datang kerumah makan Ibunya Hendra.Ibunya Hendra uring-uringan kini tak ada lagi pemasukan, hendra yang menjadi sasaran kemarahan Ibunya.


"Dari pada pusing dengerin omelan Ibu, mending aku keluar cari angin segar siapa tau bisa lihat Sita" guman Hendra. Ia langsung menstater motornya dan mengendarainya sejujurnya ia belum tau arah dan tujuanya mau kemana, ia hanya suntuk aja dirumah.


"Itu bukanya Sita?, cantik sekali dia.Betapa bodohnya aku selama ini, aku meninggalkan wanita secantik dan sebaik Sita hanya untuk wanita murahan seperti Desy" guman Hendra. Ia melajukan motornya hendak menyusul Sita yang ia lihat didepanya.Sementara itu Sita yang melihat Hendra mengendari motor dibelakangnya sangat was-was, apalagi ia seorang diri kejadian dipengadilan bulan lalu masih membekas diingatanya. Ia melajukan motornya, Hendra semakin mengejarnya.


"Mau apa lagi dia, Ya Tuhan selamatkan hamba" ucap Sita


"Sita Berhenti!" teriak Hendra


Sita tak mengindahkan teriakan Hendra, ia harus segera ketempat yang ramai jika terjadi sesuatu pasti akan ada yang membantunya, pikir dia saat itu.


"Sita, tolong aku mau bicara sebentar"


"Tak ada yang perlu kita bicarakan" ucap Sita.


"Chiiiiit...." Sita mengerem mendadak motornya karena Hendra tiba-tiba ada didepanya.


"Jangan mendekat!, berani mendekat kau akan dimasa" ancam Sita sejujurnya ia ketakutan bertemu Hendra kembali setelah sidang putusan itu baru ketemu sekarang.


"Beri aku waktu lima menit, setalah itu aku janji akan pergi dari sini"

__ADS_1


"Ok, tapi kamu tetap disitu!" ucap Sita waspada.


"Sita, aku tau aku salah, aku minta maaf, aku menyesal"


"Aku sudah memaafkanmu,Pergilah!" ucap Sita tak ingin lebih lama lagi bertemu dengan Hendra


"Maksud kamu, kamu memaafkanku dan mau kembali padaku?"


"Kamu lupa mas, kamu sudah mentalakku dengan talak tiga, kita tidak akan pernah kembali" ucap Sita tegas, ia ingin Hendra sadar posisi dan tidak lagi berhubungan denganya.


"Aku khilaf, aku menyesal sudah menyakitimu"


"Terlambat!"


"Sita, aku ijinkan kamu menikah lagi dengan orang lain, terus kamu cerai dan kembali padaku" ucap Hendra tanpa tau malu


"Mas Hendra, kamu sekarang bukan siapa-siapa bagiku. Jika suatu saat nanti aku menikah aku tak perlu ijin darimu, dan satu lagi pernikahan bukan mainan. CAMKAN ITU!" ucap Sita naik satu oktaf


"Hanya itu cara satu-satunya agar kita bisa menikah sayang"


"Jangan pernah memangilku sayang, jujur aku muak, sekarang kamu sudah selasai bicarakan?, aku mau pergi minggir!" usir Sita


"Tidak Sita!, aku masih ingin bicara dengan kamu"


"Kamu lihat disana? Laki-laki preman itu teman Doni, aku tinggal teriak maka habislah riwayatmu, jika kau tidak pergi" ancam Sita, sebenarnya Sita tidak kenal preman itu, ia hanya menakut-nakuti Hendra saja.Dan benar saja nyali Hendra langsunh ciut tatkala ia menoleh melihat laki-laki yang ada dipinggir jalan sedang melirik kearahnya. Ia seperti sedang streching.


"Mampus gue, kalau nekat bisa-bisa pulang tinggal nama" batin Hendra


"Ok, aku akan pergi, tapi ingat kata-kataku tadi aku serius mengijinkan kau menikah lagi setelah itu kita akan bisa bersama lagi"


"Dasar saraf!" umpat Sita

__ADS_1


Jangan lupa like, comment dan favorite ya


__ADS_2