Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Mamanya Sita kecelakaan


__ADS_3

Amel langsung meminta kunci mobil Rizal, dan meninggalkan Sita dan Rizal begitu saja.


"Nanti aku pulangnya bagaimana?" tanya Rizal


"Nanti pulangnya mampir kesekolah aku dulu, yang penting sekarang kalian bisa berduaan" ucap Amel sambil nyengir kuda.


"Kamu ini ada-ada aja deh Mel" protes Sita.


"Bye....selamat bersenang-senang" ucap Amel sambil tancap gas.


Rizal dan Sita tersenyum canggung, semenjak kejadian Rizal menemuai Mamanya dan meminta restu namun ditolak keduanya jarang berkomunikasi kini tiba-tiba harus boncengan berdua.


"Mana kuncinya?" tanya Rizal


Sita langsung memberikan kuncinya dan duduk dibelakang Rizal.


"Sit, perasaan aku ke kamu nggak pernah berubah, walau Mamamu menentang tak ada yang bisa merubah apapun dihatiku" ucap Rizal membuka percakapan sambil mengemudikan motornya.


"Maafkan aku Zal, aku nggak mau Mama kecewa aja! Kalau kita memang berjodoh pasti akan ada jalan" ucap Sita


"Aku setuju dengan kamu, kalau jalur PDKT dengan Mamamu aku akan pakai jalur langit"


"Maksudnya?"


"Allah itu maha membolak-balikan hati manusia Sit, aku hanya tinggal bersabar saja, tinggal sedikit lagi.Menunggumu sampai janda saja aku sanggup padahal kamu jelas-jelas mencintai orang lain.Apalagi cuma tinggal menunggu restu aja"


"Makasih ya Zal, kau selalu ada untuk kami meskipun sambutan Mama tidak seperti yang diharapkan"


"Kamu tenang saja, calon imamu ini sekuat baja, setegar batu karang"


"Gombal!"


Keduanya saling melempar canda, Rizal mengantar Sita sampai dikatornya dan ia kekantornya naik ojol, sepulang kantor ia langsung mengambil mobilnya di sekolah Amel sekaligus mengantarnya pulang.Melihat Amel diantar oleh Rizal Mamanya Sita langsung menginterogasi Amel.


"Amel, kenapa kamu bisa pulang sama Rizal? Jangan bilang kamu pacaran sama Rizal" tuduh Mamanya Sita


Amel hanya diam saja tidak menyauti perkataan Mamanya ia langsung ke kamarnya.


"Amel!, Mama itu bicara sama kamu, nggak sopan banget, orang tua Nanya dicuekin aja" omel Mamanya Sita


"Terus maunya Mama apa?"


"Ya dijawab dong pertanyaan Mama, kamu ini bikin Mama darah tinggi aja"


"Terus Amel harus jawab apa?"


"Ya pertanyaan Mama tadi?"


"Amel bingung harus jawab apa yang bikin Mama seneng?, oh ya lupa kan Mama senengnya kalau Amel pacaran sama Syaraf itu ya" Sindir Amel

__ADS_1


"Amel!, bener-bener kamu ya!" Suara Mamanya Sita meninggi.


"Udah ah, Amel capek mau istirahat, Dada...Mama!" ucap Amel langsung menutup pintu kamarnya.


"Amel, Mama belum selesai bicara! Anak ini bener-bener ya"


"Biarin aja Mama ngira aku pacaran sama kak Rizal, biar Mama tambah pusing salah sendiri Mama nggak mau dengerin kita" guman Amel pelan.


Sejak saat itu Rizal tak pernah lagi muncul dikeluarga Sita, kehidupan berjalan sebagai mana mestinya,Hari ini Mamanya Sita pergi kepasar ditemani Bik Ani, membeli keperluan dapur dan warung mereka.Suasana pasar tampak ramai seperti hari-hari biasanya.Saat Ibunya Sita tengah memilih sayur tiba-tiba dikagetkan dengan Ani yang menarik-narik tanganya.


"Ani, kamu ini kenapa sih? ngak lihat apa? Aku lagi milih-milih sayur" omel Mama Sita.


"Ibuk, lihat itu siapa?"


"Siapa emang?"


"Aduh Ibuk!, Ayo buruan pergi.Itu, mase yang o on yang sering kerumah ada disini ntar kita malah diribetin, ayo buk buruan pergi" ajak


"Siapa?" tanya Mamanya Sita belum ngeh.


"Hallo Mama mertua, gimana sehat ada yang bisa saya bantu?" tanya Syarif tiba-tiba.


"Ya sallam, kenapa bisa ketemu dia disini sih?"


"Ibuk, sudah dibilangin dari tadi.Ibuk nggak percaya sih, nah sekarang kita mau bagaimana? Dia pasti bakal bikin malu kita buk" ucap Ani.


"Ayo buk, cepetan!"


Keduanya langsung meninggalkan tempat itu, namun Syarif sudah terlanjur melihat Mamanya Sita, dan ia langsung mengejar Mamanya Sita.


"Bagaimana ini buk?, hoh...hoh...hoh" Ani tersengal-sengal


"Kita keluar pasar aja, belanja di Swalayan saja, Ayo Ani!, kamu lelet banget, buruan anak kurang se ons itu udah dekat." ujar Mamanya Sita.


"Buk...awas bu, awas"


"Chiiiiittttt....brak" Mamanya Sita terserempet mobil dan jatuh berguling-guling diatas aspal


"Ibukkk....Ya Allah, tolong...tolong" teriak Anik sontak orang-orang langsung berkerumun.


"Ada apa ya pak, kok macet banget jalanan" tanya Rizal pada pengendara lain.


"Didepan ada kecelakaan Mas, depan pasar"


"Kapan Pak?"


"Barusan,"


Rizal awalnya tidak ingin melihat korban kecelakaan itu, namun ia sangat familiar dengan suara tangis seorang wanita.

__ADS_1


"Itu bukanya, suara Bik Anik. Perempuan yang bantu-bantu dirumahnya Sita" guman Rizal


Ia langsung menyibak kerumunan dan benar saja disitu ada Bik Anik yang menjerit histeris.


"Bik Anik, siapa yang kecelakaan Bik?" tanya Rizal cemas


"Ibuk Mas, tolong bawa dia kerumah sakit!" ucap Bik Anik


"Mas kenal dengan korban?" tanya orang yang ada disana


"Dia kerabat saya, tolong bantu angkat ke mobil saya pak" ujar Rizal.


Kemudian Warga mengankat tubuh Mamanya Sita yang bersimbah darah, kedalam mobil Rizal, Perlahan Rizal mulai melajuka mobilnya menuju rumah sakit terdekat.Dengan dibantu warga Rizal membopong tubuh Mama Sita yang yang lumayam tambun.


"Suster, tolong ada korban kecelakaan" teriak Rizal sambil membopong Mamanya Sita.Suster dengan sigab langsung menyiapkan brankar dan langsung membawanya ke UGD.


"Mas, silahkan urus administrasinya dulu, agar pasien segera dapat penanganan" ucap Suster


"Baik Sus" Rizal langsung bergegas ke ruang administrasi untuk menyelesaikan pembayaran.Setelah itu ia langsung ke ruang UGD, setelah beberapa saat suster keluar dari UGD.


"Keluarga Ibu Wati"


"Iya saya, sus"


"Dokter ingin berbicara dengan anda" ucap suster


Setelah itu Rizal langsung menemui dokter, kemudian dokter menjelaskan bahwa Mamanya Sita banyak kehilangan darah dan secepatnya harus mendapat donor, dan kebetulan golongan darah Rizal sama dengan golongan darah Wati Mamanya Sita.Kemudian suster mengambil darah Rizal untuk ditransfusi ke Ibu Wati, setelah mendapat transfusi darah kondisi Wati mulai stabil.Rizal keluar ruangan dilihatnya Doni dan Sita sudah ada di sana.Doni langsung memeluk Rizal.


"Terimakasih Kak, setelah apa yang Mama lakukan Kak Rizal masih peduli sama Mama kami" ucap Doni sambil memeluk Rizal


"Santai aja Don, kaya sama siapa" ucap Rizal sambil menepuk pungung Doni


"Makasih ya Zal, aku nggak tau lagi harus bilang apa sama kamu." ucap Sita sambil menangis.


" Udah jangan Nangis!, tante Wati udah melewati masa kritisnya" ujar Rizal.


"Keluarga Ibu Wati bisa kedalam Ibu Wati sudah sadarkan diri, tapi satu-satu dulu ya" ucap Suster.


"Don, mbak masuk dulu ya!"


"Iya mbak" ucap Doni. Kemudian Sita bergegas masuk menemui Mamanya


Sementara itu Rizal langsung berpamitan dengan Doni.


"Don, karena Elu dan Sita udah disini gur balik dulu ya" pamit Rizal ia tak ingin Mamanya Sita marah bila melihat dia disini.


Tbc


Tuhkan Rizal baik banget...ayo dukung Rizal dengan memberi like, comment dan favorite

__ADS_1


__ADS_2