
Sita tidak mau meladeni tindakan konyol mantan mertuanya.Ia langsung menghempas tangan mertuanya dan berlalu pergi begitu saja.
"Tuh lihat jeng, kelakuan mantan menantuku, nggak ada sopan-sopanya" ucap Wiwik mengebu.
Sementara itu, Henny baru saja keluar dari toilet ia mencari keberadaan menantunya namun ia tak menemukanya.
"Eh, jeng Henny disini juga" Sapa Ine
"Iya jeng Ine, saya lagi nyari menantu saya tadi disini"
"Oh ya jeng, aku juga pingin kenal menantumu pasti sangat cantik" ucap Wiwik cari muka.
"Alhamdulillah dia tidak hanya cantik dari luar ia juga cantik dari dalam, saya sangat bersyukur punya menantu seperti dia" puji Henny.
"Ya pastilah, jeng Wiwik kan baik pasti menantunya juga sangat baik"
"Ini menantu saya sedang di kafetaria, saya susul dulu ya, Selamat berbelanja ya" ujar Mama Henny.Kemudian ia menyusul Sita yang sudah berada di kafetaria.
Hari terus berlalu bulan berganti, hubungan Sita dengan Rizal semakin menghangat rumah tangga yang sudah lama ia impikan sejak dulu kini dapat ia rasakan meskipun ini pernikahan kedua bagi Sita, namun Sita sangat bahagia berbeda dengan pernikahan pertamanya.
"Sayang, tumben jam segini kok belum bangun" tanya Rizal
"Entahlah Mas, rasanya aku malas banget perutku juga tidak enak rasanya"ungkap Sita.
"Kamu, masuk angin kali sayang"
"Mungkin mas, Sebentar Mas" ucap Sita langsung berlari ke kamar mandi dan menumpahkan semua isi perutnya.Rizal sangat cemas melihat keadaan istrinya ia memanggil Mamanya.
"Hoek...hoek...hoek" Sita terus memuntahkan semua isi perutnya.
"Sita kamu kenapa nak?, kemarin makan apa?" tanya Mama Henny tak kalah cemas dari Rizal.
"Mungkin maag Sita kambuh"
"Jangan makan yang pedes-pedes atau asam2 dulu sayang" ucap Mama Henny.
"Zal, bikinin teh anget sama bawakan sarapan ke sini" Titah Mama Henny
Sita malah menangis seseungukan, Mama Henny dibuat keheranan karenanya.
"Kamu kenapa nak, kenapa menangis?, apa ada kata-kata Mama yang melukai kamu atau mungkin Rizal yang kurang ajar padamu, katakan pada Mama"
__ADS_1
Sita mengeleng lalu memeluk Mama mertuanya.
"Nggak ada yang nyakitin Sita Ma, justru Sita menangis karena bahagia Mas, Rizal dan Mama begitu menyayangiku, Sita bahagia Ma" ucap Sita
"Mama juga bahagia, sekarang Mama punya anak laki-laki dan perempuan, sejak dulu Mama pingin punya anak perempuan" ucap Mama Henny.
Tak lama kemudian Rizal masuk dalam kamar, ia sangat kawatir dengan keadaan istrinya.
"Sayang, Mas tidak kekantor dulu aja hari ini aku kawatir keadaanmu"
"Mas, jangan berlebihan aku hanya masuk angin biasa, setelah makan dan istirahat sebentar nanti juga baikan lagi.Kamu jangan bolos sayang" ucap Sita tidak setuju Rizal membolos karena dirinya.
Hari itu Sita seharian menghabiskan waktunya dirumah, pagi harinya drama yang sama di rasakan oleh Sita kembali.Ia kembali muntah-muntah sampai lemas.
"Sayang, mama curiga apa jangan-jangan kamu isi" ucap Mama Henny.
"Mama jangan kasih harapan palsu ke Mas Rizal, aku bertaun-taun hidup dengan Mas Hendra tak kunjung hamil, masak baru beberapa bulan menikah dengan Mas Rizal hamil, Mama jangan ngaco ah" ucap Sita.
"Iya sayang, tidak ada salahnya kita periksa hamil atau tidak bukan masalah bagiku, tapi aku takut kalau ada apa-apa sama kamu" ujar Rizal membujuk Sita agar mau periksa.
"Mas, aku hanya masuk angin biasa saja" ujar Sita yang tidak mau mertua dan suaminya berlebihan mennagapinya.
"Sebaiknya kalian kerumah sakit saja, takutnya Sita ada apa-apa kan cepat ditangani" ujar Mama Henny.
"Mama ini berlebihan, Sita hanya masuk angin biasa kok Ma"
"Tak ada penolakan ayo segera berkemas, kita kerumah sakit sekarang" ujar Rizal.
Keduanya langsung kerumah sakit untuk memeriksakan kondisi Sita, Sampai dirumah sakit Sita langsung diperiksa oleh dokter umum.
"Bu Sita, terakir kapan haid?" tanya dokter.
"Kapan ya dok, saya lupa" ucap Sita.
"Seingat saya semenjak menikah dia belum pernah haid" ucap Rizal jujur.
"Wah, rupanya Bapak termasuk orang yang ramah" ucap dokter.
"Saya memang orangnya ramah dan sopan dok" ujar Rizal sombong
"Bukan itu pak, ramah itu rajin menjamah" ucap dokter sambil tersenyum
__ADS_1
Mendengar ucapan dokter Muka Sita langsung memerah menahan malu.
"Begini bapak, Ibu saya sarankan setelah ini sebaiknya bu Sita di periksa dokter obgyn" ucap dokter
"Apa ada yang serius dengan penyakit istri saya?" tanya Rizal kawatir
"Semua baik-baik saja, tapi kecurigaan saya Ibu Sita sedang berbadan dua, untuk lebih pastinya bisa langsung di cek di dokter kandungan" ujar dokter tadi.
Raut wajah Rizal yang semula tegang kini berganti sumringah, namum berbeda dengan Sita perempuan itu nampak murung. Mereka berlanjut kedokter kandungan.
"Sayang, kamu kenapa dari tadi ditekuk begitu mukanya?, kamu nggak senang sebentar lagi kita punya anak?"
"Bukan begitu Mas, wanita mana yang tidak senang kalau mau punya anak, masalahnya aku tak mau berharap lebih, takut kamu kecewa. Kamu tau sendiri bagaimana pernikahanku sebelumnya sulit dikarunia keturunan hingga mantan mertuaku selalu bilang aku ini wanita mandul" ucap Sita sedih.
"Sayang, percaya padaku tak ada yang berubah mau kamu mengandung atau tidak aku tidak peduli.Tapi Mas minta kali ini kamu nurut ya kita periksa dulu, kalaupun tidak hamil nggak apa-apa aku tak akan kecewa, anak itu rejeki sayang, itu hak yang Maha kuasa kita tidak bisa memaksakan" ujar Rizal.
"Makasih Mas" ucap Rizal.
Kemudian terdengar suster memanggil nama Sita, selama diruang pemeriksaan Sita nampak tegang ia terus memegang tangan suaminya.
"Santai Bu, rilex. Ayo Ibu naik ke ranjang kita periksa dulu" ujar dokter
Sita terus mengemgam tangan Rizal tanganya sedingin es.
"Bapak, Ibu lihatlah kearah monitor!, disini sudah ada adek bayi yang tinggal di rahim Ibu"
Sita menoleh pada monitor setelah mendengar apa yang dikatakan dokter, matanya basah melihat ada janin yang sedang tumbuh dirahimnya.
"Benarkah itu anak kami dok?" ucap Rizal tak kalah harunya dari Sita.
"Iya, janinya masih kecil usianya sekitar 6 minggu.Di jaga baik-baik ya adek bayinya"
"Iya dok" ucap Sita dan Rizal kompak
Sepulang dari rumah sakit, mendadak Rizal menjadi semakin posesif pada Sita sampai dirumah ia sudah tidak sabar memberi tau Mamanya berita bahagia tersebut, sayangnya Mamanya sedang tidak ada dirumah ia masih mengontrol kafenya.Ia langsung mengirimi Mamanya hasil USG pada Mamanya.Matanya langsung berbinar dan ingin rasanya ia berteriak dan tak sabar ingin pulang ia langsung memberi pengumuman di kafenya, kalau hari ini semua digratiskan
"Karena hari ini saya sedang berbahagia maka semua yang makan disini saya gratiskan" ujar Mama Henny
Tbc
Jangan lupa like,comment dan favorite ya men temen
__ADS_1