
"Baik Bu, nanti saya usahakan saya atau suami saya yang akan kesana" ucap Rini
"Ada apa bu? Sepertinya serius sekali" tanya Ms.Hilda.
"Ada masalah disekolah kakaknya Sila, kalau begitu saya permisi dulu mau bawa Sila pulang" ujar Rini.
Sejurus kemudian ia, menghubungi suaminya ia hendak mengatakan bahwa barusan, guru Arka mengabari kalau Arka terlibat perkelahian dengan temanya.Sayangnya Boni tak dapat dihubungi, lagi-lagi disaat seperti ini tak ada yang bisa ia handalkan.Ia menangis sepanjang jalan menuju sekolah Arka, dienggah perjalanan Sila nangis kejer minta turun beli eskrim, Rini berusaha membujuk sang putri agar membeli eskrim dekat sekolah Arka saja, karena ia sedang buru-buru namun, si bungsu juga ikut-ikutan menangis.Rini sangat frustasi mau tak mau ia berhenti di IndoApril untuk membeli eskrim.
"Sayang, ayo cepetan buruan.Mama udah ditungguin Ms.Rena guru kak Arka" bujuk Rini pada anak-anaknya.Namun mereka tidak mendengarkan ucapan Rini.Ingin rasanya Rini berteriak hatinya tidak tenang memikirkan Arka sementara anak-anak yang lain juga rewel.
"Rin, kamu disini juga" sapa Sita mengagetkan Rini.Hening tak ada jawaban karena Rini sedang melamun
"Rin, Kamu kenapa? Lagi ada masalah cerita sama mbak' ucap Sita
"Iya mbak, ini anak-anak lama banget diajak pergi nggak mau.Padahal aku ada urusan" ucap Rini.
"Udah mereka biar disini sama aku, kamu pergi aja.Kelihatanya urusanmu penting begitu, sampai kamu nggak fokus, sekarang pergilah biar anak-anak sama aku" ujar Sita.
"Tapi mbak'
"Nggak ada tapi-tapian.udah sono buruan, tenang aja anak-anak aman sama aku. Nanti kamu jemput dirumahku ya"
"Maaf mbak jadi ngerepotin"ucap Rini sungkan
"Udah kamu pergi sana"
Sejurus kemudian Rini langsung meluncur kesekolah Arka, dia langsung keruang kepala sekolah dimana Arka masih ada disana.
"Permisi" sapa Rini
"Bu Rini,silahkan masuk" ucap guru kelas Arka.Disana Rini melihat Arka dan tiga orang temanya diduga mereka wali masing-masing anak tersebut.
"Sikahkan duduk Bu," ucap kepala sekolah.
Suasana tegang nanpak dalam ruangan tersebut.Kepala sekolah mulai menceritakan perkelahian Arka denga dua anak lainya.
"Jadi begitu ceritanya,bu"ucap kepala sekolah.
"Mama mau tanya pada Arka, boleh tanya Rini lembut"
"Iya,Ma"
__ADS_1
"Kakak tadi mukul teman kakak ini?" tanya Rini lagi
"Iya Ma"
"Tuh kan, anak Ibu bener-bener bar bar" ucap salah satu wali dari anak tadi.
"Ibu tolong tenang biarkan Arkan menceritan alasanya" ucap kepala sekolah.
"Arka, boleh Ms.tau kenapa tadi mukul Rendy" tanya Kepala sekolah.
"Soalnya dia bilang, Papa Arka penjahat kelamin.Papa Arka bukan penjahat!" ucap Arka.Rini kaget mendengar penuturan anaknya.Hatinya berdenyut nyeri nyatanya bukan hanya dia yang tersakiti tapi Arka juga.
"Rendy, apa benar kamu bilang begitu?" tanya kepala sekolah lagi.
"Iya bu'
"Kenapa?"
"Soalnya kata Mama dan Mama teman-teman Rendy Papanya Arka itu memang penjahat kelamin, tukang kawin" ucap Rendy jujur.
Rini membekap mulutnya sendiri.Kepala sekolah kaget, mendengar ucapan dari Rendy.Ia memutuskan agar orang tua Rendy dan teman-temanya meminta maaf pada Rini dan Arka, begitupun dengan Arka juga meminta maaf pada teman-temanya.
"Ma, Arka janji nggak akan nakal lagi tapi Mama jangan sedih lagi ya!" pinta Arka.
"Iya sayang, Arka sayang Mama kan?, kalau Arka sayang Mama jangan bikin Mama khawatir ya.Jadilah anak yang baik dan contoh buat adek-adek Arka"
"Iya Ma," ucap Arka.
"Bahkan disaat seperti ini kamu tidak bisah dihubungi Mas, haruskan aku bertahan? Alasanku bertahan karena anak-anak tapi kini mereka terluka karenamu" batin Rini.
"Ma, setelah ini Papa tidak akan meninggalkan kita demi tante itu kan Ma?" Tanya Arka
Rini kebingungan menjawab dia hanya diam, memikirkan kata-kata yang pas untuk diaampaikan pada sang putra.
"Ma, Rafael bilang, kalau tidak punya Papa itu tidak enak.Setelah Mama dan Papanya Rafael pisah Rafael tifak pernah bertemu Papanya lagi.Arka nggak mau Ma" ucap Arka.
"Deg...." Hati Rini bagai tercubit mendengar penuturan putranya.
Nyalinya untuk berpisah dengan Boni menjadi menciut setelah mendengar penuturan sang putra.Rini melajukan mobilnya menuju rumah Sita.Ia sangat kagum dengan rumah Sita yang mewah.Perlahan dan pasti ia memasuki ruman mantan kakak Iparnya.
"Assalamualaikum...."
__ADS_1
"Waalaikum salam...masuk Rin" ucap Sita.
"Mbak tadi anak-anak rewel nggak?" tanya Rini.
"Enggak kok, mereka nggak rewel sama sekali, sekarang lagi bobok.Biarkan mereka bobok dulu,kita ngobrol-ngobrol dulu sambil nunggu anak-anakmu bangun, aku lihat kamu sangat murung ada masalah?" tanya Sita.
"Arka kamu main sama Mbak Dila dulu ya" lanjut Sita
Rini menceritakan kisruh rumah tangganya bersama Boni, Mendengar penuturan Rini , Sita merasa sangat prihatin ia tak menyangka rumah tangga mantan Iparnya akan seperti ini jadinya.
Masih terigiang ditelinga Rini ucapan Wina madunya, ketika Boni tidak pulang kerumah Wina, perempuan itu melabrak Rini di tempat kursus.
"Anj*** ,Dasar perempuan serakah! Kau mau menguasai mas Boni seorang diri, lihatlah dirimu, sebenarnya kau sangat mengenaskan dan minta dikasihani kau hanyalah wanita yang sudah tidak diinginkan suamimu.Perempuan sudah turun mesin sepertimu harusnya sadar diri bukanya menguasai mas Boni seorang diri, aku sarankan kau mundur sebelum mas Boni membuangmu"
"Jangan pergi!, kira belum selesai"
Rini tak mengubris perkataan Wina, spontan Wina mengejar dan menjambak rambut Rini.Rini berteriak minta tolong, semua simpati pada Rini dan berbalik menyerang Wina.
Saat itu Rini mengabaikan perkataan Rina ia langsung berlalu begitu saja, tak ingin menangapi wanita tidak punya malu seperti Wina.
Semua yang ia alami diceritakan pada Sita, ia menangis sesengukan menumpahkan segala kekesalan hatinya.
"Minum dulu!" ujar Sita.
"Sekarang apa rencanamu?" tanya Sita.
"Aku masih ingin mempertahankan rumah tanggaku mbak demi anak-anak"
"Kamu yakin?"
"Sejujurnya aku mulai tidak yakin, tapi aku tak punya pilihan mbak, hiks..hiks...hikss"
"Rin, serahkan semua pada yang kuasa, kita sebagai manusia hanya menjalani garis takdir yang sudah ditetapkanya, apapun keputusanmu mbak akan selalu mendukungmu" ujar Sita sambil memeluk Rini.
"Makasih Mbak"
"Aku tau bagaimana rasanya diposisimu, aku harap kau pikirkan semua dengan kepala dingin, kalau mbak dulu bisa langsung gugat kakakmu karena mbak nggak punya keturunan dengan kakakmu, aku bisa mengerti dengan posisimu saat ini" Sita terus menyemangati Rini
Tbc
Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen
__ADS_1