Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Undangan pesta anggota DPR


__ADS_3

Sesuai saran dari ustadz yang mengobati Rini, kini Rini dibawa ke pondok ustadz tersebut.Dari hari ke hari keadaan Rini mulai membaik.


"Nak, apa yang ingin kamu lakukan pada orang yang telah membuat kamu begini?,"


"Tidak ada pak ustadz, saya hanya ingin hidup damai," ujar Rini.


"Alhamdulillah, sepertinya pengobatanmu tinggal sedikit lagi.Setelah dari sini sebaiknya kamu sering mujahadah, dzikir, sholat jangan pernah kamu tinggalkan agar kamu tidak mudah terkena santet lagi,"


"Iya pak Ustadz, saya akan berusaha memperbaiki diri," ucap Rini


"Kamu tidak ingin membalas orang sudah jahat padamu?," pancing ustadz ingin mengetahui karakter Rini.


"Tidak pak ustadz saya sudah ikhlas, saya sangat bersyukur bisa bertemu orang baik seperti ustadz," ucap Rini kembali.


Setelah kembali dari pengobatanya Rini kini menutup auratnya, ia sudah berhijrah.Penampilanya semakin fresh, meskipun sudah punya anak tiga ia tak kalah dengan para gadis.Dengan memakai hijab modis semakin mempermanis penampilannya hal ini membuat Wina semakin geram.Rini memutuskan untuk kembali kerumahnya menjalani hidupnya seperti sedia kala.


"Rin, tolong besuk gantikan aku ke acara tujuh bulanan Mirna, aku nggak bisa kesana nggak enak kalau perwakilan dari kita nggak ada yang datang," pinta Sita pada Rini.Kandungan Sita sudah membesar tinggal menunggu beberapa hari diperkirakan ia akan melahirkan.Hal ini membuat suaminya melarangnya bepergian.


"Iya mbak, nggak usah khawatir aku yang akan kesana.Mbak jaga kesehatan saja, ini sudah mendekati HPL, memang sebaiknya mbak dirumah aja," ujar Rini.


"Makasih ya Rin, kamu memang selalu bisa diandalkan, kamu pakai baju mbak yang ini aja," ujar Sita sambil memberikan sebuah gamis pada Rini.


"Wah bagus banget, ini pasti sangat mahal," ucap Rini, berdecak kagum dengan gaun yang dibawa Sita.


"Kamu pakai aja, mbak sudah nggak muat.Hamil membuat badanku melar," ucap Sita sambil terseyum.


"Tapi setelah lahiran pasti langsing kembali mbak.Kalau mbak pakai baju ini pasti cantik sekali.Aku belum pernah lihat mbak Sita pakai gaun ini,"


"Ini baru aku pakai satu kali, kamu pakai aja baju ini pasti cocok di badanmu,"


"Serius mbak buat aku, alhamdulillah," ucap Rini sumringah.


Sementara itu dikediaman Wina tengah menyiapkan keperluan Boni.


"Masak udah, hmmm tinggal nyiapin baju ganti buat mas Boni yang baru mandi" guman Wina.


Perempuan ini kemudian melangkah menuju lemari pakaian dan mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya.Tiba-tiba ia kaget melihat sebuah undangan yang diletakkan di dalam lemari pakaian Boni.

__ADS_1


"Apa ini?, undangan," kembali Wina berguman.kemudian membaca undangan itu.


"Untuk mas Boni dan Istri," Wina membolak-balikan undangan itu.


"Ceklek...kreeet...," pintu kamar mandi dibuka nanpak Boni keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk kecil yang melingkar dipingangnya.


"Mas, ini apa?," tanya Rini


"Dari mana kamu dapat ini?," tanya Boni.Padahal ia sudah menyembunyikan perihal undangan itu. Karena rencanaya ia akan mengajak Rini mengahdiri acara tujuh bulanan, anggota DPR itu.


"Nggak penting darimana, kenapa mas sembunyiin ini?, pasti mas mau ngajak Mbak Rini kan?, keterlaluan kamu mas, jatahku sudah diembat semua sama dia masak mau kondangan kamu juga mau ngajak dia," Wina seketika menjadi emosi.


"Bu...bukan begitu sayang," Boni jadi salah tingkah


"Lalu apa?," tanya Wina penuh selidik


Boni hanya diam tak mampu berbicara apapun.


"Apa salahnya sekali-kali ngajak aku, aku ini juga istrimu Mas.Ingat istrimu bukan hanya mbak Rini saja,"


"Tapi Win, apa nanti Rini tidak akan kecewa kalau aku ngajak kamu sementara dia nggak aku ajak," ucap Boni


"Bukan begitu...,"


"Lalu apa?,"


"Ok..ok baiklah besuk aku berangkat sama kamu.Tapi aku mohon kamu jangan posting apapun tentang hal ini.Kamu harus janji,"


"Ok, aku janji nggak akan posting apapun soal ini," ujar Rini


Hari terus berlalu, kini hari yang ditunggu Wina telah tiba ia akan kondangan ke rumah Mirna salah satu anggota DPR, ia sudah dadan heboh sejak pagi.Rasanya sudah tidak sabar untuk ke pesta orang kaya.


"Win, kenapa dandan kamu heboh gini?" protes Boni


"Ahhh..mas kurang gaul, kalau kepesta orang kaya memang begini," ujar Wina


Boni memperhatikan penampilan Wina,ingin rasanya protes tapi nanti ujung-ujungnya malah bertengkar, ia diam saja pada akhirnya.Ia menyadari selama ini ia tak pernah mengajak Wina sekedar kondangan berdua, tentunya hal ini membuat Wina sangat girang bukan kepalang.Bahkan saat ini jika ingin mengajak jalan-jalan ke mall atau kemana ia harus kucing-kucingan dengan Rini terlebih dahulu.Bukan hanya dengan Rini ia kucing-kucing karena keluarga besarnya juga menentang hubungannya dengan Wina.Bagi mereka menantunya cuma satu yaitu Rini.

__ADS_1


"Wina, tolong ganti bajumu dengan baju yang senada dengan Mas," ujar Boni pada akhirnya.Dengan terpaksa Wina menganti baju yang senada dengan Boni dari pada tidak diijinkan ikut kondangan ketempat orang Kaya ia merasa rugi nantinya.


Wina tersenyum senang, karena untuk pertama kalinya ia akan dikenalkan ke public.


"Pelan tapi pasti, aku akan mengesermu mbak," batin Wina


Saat keluar rumah, Wina sengaja memamerkan kemesraanya dengan suaminya pada tetangganya yang selama ini selalu nyinyir pada dirinya.Ia mengandeng tangan Boni dan bergelayut manja.


"Mas, bukain dong pintu mobilnya biar kaya di TV," bisik Wina yang sengaja pamer pada tetangganya.


Tanpa penolakan Boni langsung membukakan pintu mobil pada Wina.perempuan itu dengan gaya angkuhnya memasuki mobil dan tersenyum mengejek pada tetangganya yang kepo melihat dia.


"Win, dari tadi kamu senyum-senyum terus ada apa?," tanya Boni


"Biasa Mas, aku puas lihat tetangga panas melihat kita akur begini," ujar Wina bangga


Boni hanya tersenyum sekilas menangapi ucapan istri mudanya itu.Mobil melaju membelah jalanan kota, hingga beberapa saat kemudian mereka sampai ditempat yang dituju.Semyum tak pernah lepas dari bibir Wina, tanganya tak lepas dari gandengan Boni, malam itu Boni juga mengenalkan Wina pada teman-temanya sebagai istrinya.Bisik-bisik dan suara sumbang mulai terdengar.


"Kok nggak malu ya, ngajak istri muda kesini kalau ketauan istri tua bagaimana?,"


"Paling dijadiin perkedel disini,"


"Jangan salah jeng, pelakor jaman sekarang cukup tak tau diri mereka malah lebih galak dari istri sahnya, makanya hati-hati jeng sama pelakor,"


"Apa yang kurang dari Rini ya, cantik mandiri meskipun sudah punya anak tiga tapi masih seperti gadis,"


"Kali aja dia servicenya lebih memuaskan, makanya dia pilih bawa istri muda kesini, hiihihi,"


Boni tak nyaman mendengar gunjingan orang-orang yang ada disana, ia memutuskan untuk mengajak Wina pulang.


"Mas, aku masih betah disini kenapa ngajak pulang?" tanya Wina yang enggan pulang


Boni tak menghiraukan rengekan Wina ia mengandeng tangan Wina keluar, ia tak tahan dengan gunjingan dari orang-orang yang ada disana.Naasnya saat hendak keluar ia berpapasan dengan Rini.


"R....Rini," cicit Boni gugup


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorite ya men temen


__ADS_2