
Ibunya Hendra langsung berkemas, mendengar ada makan gratis sepuasnya dikafe Mama Henny.
"Wah, jeng Henny bener-bener loyal.Mau punya cucu saja sampai mengratiskan semua makanan di kafenya, jadi penasaran dengan menantunya pasti wanita berkelas" guman Wiwik.
Sesampainya di kafe Mama Henny Wiwik langsung swafoto dengan caption, "menikmati hidup" Ia seolah mengatakan pada dunia bahwa dia baik-baik saja dan hidup berkecukupan hingga mampu sekedar nongky di kafe.
Sementara itu Sita yang baru sampai dirumah ia tidak melihat Mama Henny dirumah, Karena Mama Henny begitu dapat kabar dari Rizal, kalau Sita hamil ia langsung bergegas untuk berbelanja guna mengadakan syukuran.
"Mas, aku pingin makan di Kafe Mama" ucap Sita
"Ok sayang, bentar aku hubungi orang sana untuk mengantar makanan ke sini"
"Nggak mau, aku maunya makan disana"
"Tapi nanti kamu capek sayang"
"Aku janji nggak akan cape-cape, aku cuma duduk-duduk sambil makan aja habis itu pulang aku janji" ucap Sita sambil mengatupkan kedua tanganya.
Mau tak mau Rizal menuruti keiginan istrinya untuk makan di kafe Mamanya.Tak berapa lama kemudian Rizal dan Sita sampai di Kafe Mama Henny.
"Silahkan makan sepuasnya, Tuan putri," goda Rizal
"Apaan sih kamu, Gaje banget" ucap Sita sambil memanyunkan bibirnya.
"Jangan manyun-manyun gitu, nanti aku sosor disini tau rasa kamu" ancam Rizal
"Sayang aku ke sana dulu, mau nyapa karyawan sini dulu" ucap Sita.
"Istri siapa sih, kok ramah banget" ucap Rizal sambil mencolek hidung bangir Sita.
"Sayang aku ketoilet bentar ya, awas jangan kemana-mana" ujar Rizal
__ADS_1
"Iya, Iya, posesif banget sekarang"
"Harus itu, udah ah...pangilan alam sudah melambai-lambai" ucap Rizal kemudian meninggalkan Sita.
Sita langsung bergegas menuju dapur untuk menyapa Karyawan Mama Henny disana.Dia berjalan sedikit terburu-buru.
"Brug..." Tanpa sengaja Sita menabrak seseorang
"Sialan!, punya mata nggak sih?" bentak seorang wanita yang tanpa sengaja tertabrak oleh Sita, minuman yang sedang dibawanya tumpah ke bajunya.
"Ma..aaf, saya nggak sengaja" ucap Sita pelan
"Maaf, Maaf masih muda, matanya buta jalan nggak lihat-lihat" ucap Perempuan tadi.Sita merasa sangat familiar dengan suara itu kemudian dia mendongak.
"Ibu!" Sita kaget ternyata orang yang ditabrak barusan adalah mantan mertuanya.
"Kamu lagi, kamu lagi, dimana-mana selalu bertemu kamu dan selalu saja sial"
"Maaf bu, saya nggak sengaja" ucap Sita sekali lagi.
"Dasar perempuan Mandul, mau ngapain kamu kesini? Mau cari gratisan?,
Suami kamu nggak bisa hidupin kamu hingga kamu cari makan gratisan di tempat ini? Atau jangan-jangan kau mau cari selingkuhan karena suamimu tidak bisa memuaskanmu"
"Juedarrr..." sumpah demi apapun ucapan mantan mertua Sita itu membuat Sita merasa dipermalukan di depan umum, Ibarat kata saat ini Sita sedang dilempari kotoran ke mukanya oleh mantan mertuanya sendiri.
Semua mata langsung tertuju pada Sita, untuk sesaat lamanya Sita hanya mematung.
"Kenapa diam?, nggak bisa ngelak? Dasar perempuan rendahan!"
"Lihatlah dirimu!, kampungan sangat jauh beda dengan Desy menantuku yang sekarang dia jauh berada diatasmu, satu lagi aku tekankan padamu jangan pernah sekali-kali kau dekati lagi anakku, anakku selalu saja sial bila didekatmu dia hampir membusuk dipenjara karena fitnahan suamimu yang entah dimana sekarang, atau mungkin kau kini sudah dicampakkan oleh suamimu? " Wiwik terus menghardik Sita dengan kata-kata yang merendahkanya.Sita meremas rok yang ia pakai sekuat tenaga ia menahan sesak didadanya, air matanya tumpah semanjak hamil ia semakin sensitif dahulu mungkin kata-kata seperti ini sudah menjadi makanan sehari-harinya tapi sekarang, ia mendapat limpahan kadih sayang dari suami dan mertuanya yang begitu besar membuat ia rapuh mendengar hinaan dan cercaan dari mantan mertuanya.Pengunjung kafe mulai berbisik-bisik sibuk mengunjing Sita.
__ADS_1
"Sayangya padahal dia cantik, udah mandul pengoda lagi"
"Ihhh...amit-amit jangan sampai ketemu wanita kek gitu"
Rizal juga belum kembali dari toilet sejak tadi.
"Cukup!, hentikan Bu diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi saya minta stop mengatai saya. Jika saya mau saya bisa bongkar semua kebusukan Ibu dan keluarga Ibu disini" ucap Sita berderai air mata, ia langsung keluar kafe dan mencari taxy online meninggalkan kafe itu, pikiranya kalut saat ini.Beberapa saat kemudian Rizal keluar dari toilet.
"Ah...lega, perut mules banget kemarin kebanyakan makan rujak, entah mengapa akhir-akhir ini aku senang banget makan rujak.Heran yang hamil Sita yang pingin makan rujak tiap hari aku" guman Rizal sambil tersenyum ia terus melangkah keluar mencari keberadaan istrinya, namun ia tak menemukan Sita dimanapun.
"Rida, kamu lihat istri saya?" tanya Rizal pada koki kafe itu.
"Enggak pak, dari tadi belum kemari saya belum melihatnya saya juga nggak kemana-mana karena pengunjung rame banget mungkin karena gratisan" ujar Rida yang sejak tadi memang belum melihat Sita karena Sita belum sempat menemuinya Sita sudah dilabrak duluan oleh Wiwik di kafe depan.
"Bantu cari istri saya!" ucap Rizal meminta pegawai sana untuk mencari keberadaan Sita.
"Kamu dimana sebenarnya sayang?," bati n Rizal.
"Pak Rizal, tadi saya melihat Ibu Sita sedang ribut dengan perempuan setangah baya di sini" kata salah satu waitres.
"Bodoh!, kenapa kamu diam saja. Kamu tau istri saya itu bukan otang yang suka cari rusuh, pasti ada orang yang merecoki dia, kemana lagi dia" ucap Rizal marah.
"Ampun Pak, soalnya perempuan tua tadi bilang kalau bu Sita itu perempuan nggak bener jadi saya diemin aja, saya nggak rela orang sebaik anda ditipu olehnya" ucap waitres tersebut.
"Jaga bicaramu!, kamu pikir kamu siapa? Mulai sekarang kamu saya pecat!" ucap Rizal geram.
Rizal langsung memasuki kantornya dan membuka CCTV dan benar saja, ia melihat dan mendengar istrinya dicaci maki tak satupun orang yang membela istrinya, ia meramas kuat rambutnya sendiri.
"Kalian semua denger!, istri saya itu wanita terhormat selama ini dia didzolimi oleh mantan mertua dan mantan suaminya, dia dijadikan sapi perah untuk memenuhi gaya hidup meraka parahnya lagi ia masih diselingkuhi. Saya harap kalian jangan hanya mendengar dari satu pihak saja dan ikut menghakimi" ucap Rizal
Semua yang ada disitu menunduk merasa tak enak hati dengan Rizal, Kemudian Rizal bergegas mencari keberadaan istrinya.keseluruh penjuru, ia juga menghubungi Doni menanyakan keberadaan istrinya, mertuanya dan semua orang yang dikenal Sita sudah dihubungi semua.
__ADS_1
Tbc
Jangan lupa like comment dan favorite ya men temen