Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Sidang perdana


__ADS_3

Desy sudah seminggu tidak keluar rumah. Jika keluar rumah langsung mengunakan mobil, tak pernah berbelanja di warung tetangganya ataupun tukang sayur, Stigma pelakor masih membekas yang selalu disematkan padanya.


"Lihat tuh, pelakornya mau keluar?"


"Mau cari mangsa baru kali ya, secara selingkuhanya tak lagi datang akhir-akhir ini" ucap Ibu-ibu perumahan dekat Rumah Desy.


"Mau jualan apem kali ya, hahahahah"


"Disini udah nggak laku, takut kita gebukin"


"Amit-amit kampung kita ada orang modelan kaya dia"


Desy tak mempedulikan ucapan sumbang orang-orang disekitarnya, Ia juga butuh keluar untuk refreshing, ia memakai syall dan kacamata hitam agar orang-orang diluar sana tidak mengenalinya.


Sementara itu Sita sedang bersiap-siap untuk menghadiri sidang perdananya, menurut Doni pada sidang pertama penggugat wajib hadir, Sita mengikuti apa kata Doni.Sebelum berangkat ia berpamitan pada Mamanya dan meminta doa restu.


"Aku berangkat dulu Ma, semoga sidang hari ini berjalan lancar"


"Amin, Mama doakan yang terbaik buat kamu, tetap semangat ya!" ujar Mamanya, Lalu Sita mencium dan memeluk Mamanya kali ini ia diantar Oleh Doni, sampai di pengadilan ia mengaktifkan nomor ponselnya, ia membaca pesan dari Hendra yang isinya Hendra tidak akan pernah datang, Karena ia menolak bercerai.


"Don,Mas Hendra bilang dia nggak akan datang"


"Itu malah bagus, prosesnya jadi cepat, semoga saja selamanya dia tidak akan pernah datang biar cepat kelar" ujar Doni.


Sementara itu Hendra yang sedang uring-uringan meluapkan kekesalanya dengan datang ketempat karaokean.Disana ia juga memesan minuman beralkohol, ia berhasil memalak Rini dua puluh lima juta, uang itu rencananya akan di buat untuk bayar hutang pada Sita.


"Hend, elu disini juga?" tanya kawan nongkrong Hendra.


"Iya, kepala gue rasanya mau pecah, Sita ninggalin gue.Dia udah gugat cerai gue" ucap Hendra meracau


"Salah elu sendiri, main perempuan nggak pinter, mending kaya gue. Kalau pingin ya, jajan aja kelar masalah, Istri terkendali rumah tangga aman" ucap Teman Hendra.


"Gue bukan pengila se*********n kaya elu"


"Hallah sama aja, buktinya elu selingkuh ampe bunting gitu, jelas istri loe marah. Mana ada istri didunia ini yang mau diselingkuhi secara terang-terangan, main loe kurang jauh"


"Serah elu mau ngomong apa, pusing gue. Hari ini sidang perdana perceraian gue dengan Sita, gue nggak datang karena gue nggak mau lepasin Sita"


"Elo emang peak, kalau elu masih mau pertahanin rumah tangga elu, harusnya elu datang ke sidang, dengan elu nggak datang maka prosesnya makin cepat" ucap Teman Hendra.


"Dari mana elu tau, jangan sok tau dan ngarang"

__ADS_1


"Sini gue bilangin Peak, kemarin ipar gue nuntut cerai suaminya, nah suaminya nggak pernah datang. Terus hakim mutusin kabulin gugutan adek Ipar gue"


"Serius loe?"


"Ngapain gue bohong?, elu kenal wulan kan dia udah janda sekarang, tanpa harus melalui sidang yang bertele-tele karena mantan suaminya tidak pernah datang"


"Sialan kenapa nggak bilang dari kemarin?"


"Ya mana gue tau, kalau elu mau cerai?"


Mendengar hal itu Hendra langsung keluar dari tempat itu, dengan kecepatan diatas rata-rata ia menuju ke pengadilan agama, ditengah jalan ia dikejar oleh polisi, naasnya dia tertangkap dan diinterogasi dikantor polisi, dengan uang pelicin ia bisa keluar dari kantor polisi.


"Sialan!, ada aja masalah. Mudah-mudahan gue nggak telat" ucap Hendra melajukan motornya ia sudah tidak berani lagi kebut-kebutan, dengan penampilan awut-awutan dia menuju gedung pengadilan agama, suasana nampak sepi.


"Permisi Pak, mau nanya. Apa sidang atas nama Sita dan Hendra sudah selesai?"


"Sepertinya hampir selesai, ada apa?"


"Ya udah kalau begitu, saya permisi" ucap Hendra langsung kabur begitu saja.


"Dasar nggak punya etika!" ucap salah satu pegawai pengadian Agama tadi.


Hendra berlari sekuat tenaga, dengan ngos-ngosan ia sampai di depan ruang sidang karena terburu-buru ia terjatuh.


Bersamaan dengan itu ruang sidang dibuka, nampak semua hadirin kelaur dari ruang sidang. Mereka melihat penampilan Hendra yang tidak karuan menatapnya dengan tatapan tak terbaca.Saat rombongan Hakim keluar disusul Sita dan rombongan Hendra langsung menghentikan mereka.


"Tunggu Pak Hakim, saya Hendra saya mau hadir disidang pertama saya" ucap Hendra tidak tau malu


"Maaf Bapak, sidang sudah selesai. Bapak terima undangan dari kami kan?, otomatis bapak tau jam berapa waktu sidang, permisi" ucap Salah satu Hakim


"Tolong pak, sidang diulang!, tadi tidak sah karena saya nggak ada" ucap Hendra kekeh.


Hakim hanya mengelengkan kepalanya dan meninggalkan Hendra begitu saja.Hendra terus berteriak memanggil-manggil Hakim.


"Jangan bikin malu disini!" ucap Sita sinis


"Sudah mbak, abaikan saja dia. Membuat malu diri sendiri adalah hobynya" ucap Doni langsung mengandeng tangan Sita.


"Sita, jangan pergi!. Kita bicara baik-baik" ucap Hendra memanggil Sita yang sudah berjalan menjauh darinya.


"Jangan pernah menoleh, apalagi Iba pada laki-laki gila itu!" ucap Doni yang terus menarik tangan Sita.

__ADS_1


"Sita!....Sita....Sita...." Hendra terus saja berteriak.


"Maaf Pak, silahkan pergi! Jangan bikin kegaduhan disini" ucap security mengusir Hendra. Hendra hanya melirik sekilas lalu meninggalkan tempat itu.


"Dasar laki-laki cengeng!, ditinggal istri sampai kaya orang gila begitu, kalau dia nggak bikin masalah, mana mungkin dia digugat istrinya" ucap salah satu security.


"Bukanya itu laki-laki yang divideo Viral itu, iya benar itu memang orangnya. Ya pantas saja dia digugat istrinya"


"Istrinya bahkan lebih cantik dari selingkuhanya"


Hendra mengejar Motor yang dikendarai Sita dan Doni namun ia kehilangan jejak.Sita dan Doni mampir di sebuah Kafe untuk sekedar ngopi dan membicarakan rencana Sita kedepanya.


"Don, setelah ini Pasti Mas Hendra akan getol untuk mempertahankan rumah tangga kami"


"Mbak nggak usah khawatir, semua akan berjalan sebagaimana mestinya. Video viral itu menguntungkan dari posisimu mbak"


"Boleh gabung?" tanya Erwin yang ternyata ada dikafe itu juga.


"Eh Pak Erwin, Silahkan Pak!" ucap Sita


"Perkenalkan ini adik saya, Doni namaya"


"Hai...saya Erwin temanya Sita" ucap Erwin seraya mengulurkan tangan


"Bukan teman Don, dia boss mbak dikantor"


"Sita terlalu berlebihan, saya dan Sita sama-sama buruh disitu dan kita juga satu team" ucap Erwin


"Pak Erwin bisa saja," ucap Doni


Ketiganya langsung berbincang, Doni langsung bisa akrab dengan Erwin, tanpa mereka sadari sepasang mata menatap kearah mereka dengan tatapan nyalang, ia sudah merekam kebersamaan Sita dan Erwin.


"Begini kelakuan kamu Sit?" ucap Hendra dengan nada tinggi


"Apa maksud kamu Mas?"


"Kamu nuduh aku selingkuh, ini apa? Kamu enak-enakan makan dengan laki-laki asing"


"Berhenti playing victim!" ucap Doni dengan nada emosi


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen


__ADS_2