Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Masih tentang mantan


__ADS_3

Poly kandungan


Sita baru saja mendaftarkan dokter kandungan, Rizal pergi beberapa saat sebelumnya karena ia mengeluh pusing dan mual.Sita berusaha mencari keberadaan suaminya ia sangat khawatir.


"Mbak kayaknya sedang bingung ada apa mbak?" tanya salah seorang pasien di ruang tunggu poly kandungan.


"Saya lagi nyari suami saya mbak" ucap Sita pendek.


"Loh memangnya suaminya kemana mbak?"


"Kalau tau kemana, aku juga nggak bakal nyari kale" batin Sita


"Nggak tau mbak, tadi menemani saya pas pendaftaran terus pergi bentar kerena pusing katanya" ucap Sita menjelaskan pada perempuan tadi.


"Apa suami mbak, laki-laki tinggi, putih, hidungnya mancung terus pakai hem navy celana bawahnya celana kain"


"Ah...Iya itu suami saya, mbak lihat dia?" tanya Sita.


"Oh..tadi suami mbak sempat muntah-muntah ditoilet itu, lalu pingsan sekarang di bawa ke ruang perawatan sebelah itu mbak" terang orang itu.


"Ya Tuhan ada apa lagi ini?, baru aja kemarin normal aku yang ngidam sekarang balik lagi mas Rizal yang ngidam, Mas kamu dimana?" batin Sita


"Makasih ya mbak atas informasinya" ucap Sita pada perempuan tadi.


"Sama-sama mbak, semoga suaminya tidak apa-apa" ucap perempuan tadi.


"Amin, makasih" ucap Sita.


Sita segera menuju ruangan yang ditunjuk orang tadi, dengan perlahan ia mengetuk pintu.


"Permisi" ucap Sita sembari mendorong pintu.


"Iya" sahut seorang suster.


"Selamat siang sus, saya sedang mencari pasien laki-laki yang tadi pingsan di depan toilet" ucap Sita.


"Kalau boleh tau, Ibu siapanya pasien" tanya Suster.


"Saya istrinya Sus" jawab Sita


"Oh, tadi Mas Rizal sempat pingsan di depan toilet setelah mual-mual hebat di depan toilet, dokter sudah memeriksanya sekarang kondisinya sudah lebih baik" tutur Suster tadi.

__ADS_1


"Suster kenal dengan suami saya?" tanya Sita.


"Iya kebetulan dulu sayateman lamanya" ucap suster.


Sementara itu, Rizal sayup-sayup ia mendengar suara Sita."Sita...sayang, itukah kamu?" ucap Rizal


Sita segara datang mendekati suaminya."Iya ini aku Mas" ucap Sita.


Rizal berusaha tersenyum ditengah rasa pusing, dan ingin muntah kepalanya terasa berputar-putar perutnya terasa diaduk-aduk sungguh rasa Sydrom cauvade ini sangat menyiksanya.Wajahnya memerah menahan neg diperutnya.


"Zal, ini istri kamu? Kapan nikahnya kok nggak ngundang aku?" tanya Suster tadi.


"Aku nikahnya sudah hampir delapan bulan lihatlah aku hampir punya baby" ucap Rizal bangga.


"Sayang tadi gimana periksanya aku ingin tau bagaimana perkembangan bayi kita, tapi aku malah kaya begini" ujar Rizal.


"Aku belum periksa Mas, tadi habis daftar aku nyari kamu" ucap Sita.


"Ya Sudah kita langsung periksa saja, mungkin sekarang sudah giliran kamu" ucap Rizal.


"Tapi kamu masih lemah mas" ucap Sita.


"Aku udah baik-baik saja, aku ingin melihat buah hati kita" ucap Rizal.


"Ada keluhan bu?, masih mual-mual?" tanya dokter


"Enggak dok, sekarang udah ke settingan awal yang mual dan muntah suami saya bahkan tandi nyaris pingsan " ucap Sita.


"Kapan sembuhnya dok?" tanya Rizal tak sabar.


"Saya akan meresepkan obat anti mual" kafa dokter.


"Berarti masih lama dong" protes Rizal.


"Ya bisa iya, bisa tidak setiap pasangan mengalami hal yang berbeda beda, bapak banyak berdoa saja.Ok kalau begitu ayo kita lihat perkembangan adek bayinya" ucap dokter.


Muka Rizal menjadi masam mendengar penuturan dokter soal penyakitnya, namun setelah mendengar dokter mengatakan ingin memperlihatkan bayi mereka wajah Rizal kembali ceria, ayah mana yang tak ingin melihat calon buah hati mereka.dokter menyingkap baju yang kenakan Sita lalu mengoleskan gel diatas perut Sita yang membuncit lalu menempelkan sebuah alat diperut Sita.


"Bapak, Ibu itu putra kalian.Kondisi pada umumnya bagus semua" dokter menjelaskan semua tentang bayi yang ada dalam kandungan Sita ada rasa yang tak dapat Sita ungkap melihat calon bayi mereka walaupun ini bukan kali perfama mereka melihat calon buah hati mereka namun tetap saja ada rasa yang tak dapat mereka gambarkan melihat calon buah hati.


"Untuk berhubungan badan masih diperbolehkan asalkan jangan terlalu keras dan pakailah gaya yang sekiranya aman Bapak dan Ibu pasti sudah faham kan?" tanga dokter, ada semburat merah di pipi Sita mendengar penuturan dokter.

__ADS_1


"Ah...syukurlah masih diperbolehkan" ucap Rizal lega.ucapan Rizal barusan langsung mendapat pelototan dari Sita.


"Aduh nih, orang nggak ada jaim-jaimnya" batin Sita ingin rasanya pinjam pintu kemana saja punya doraemon.


Setelah dari ruangan dokter Rizal langsung mengajak Sita pulang tak tahan rasanya lama-lama dirumah sakit apalagi dengan segala bau obat-obatan yang membuatnya ingin muntah saja.


"Kamu tunggu di mobil saja, aku akan tebus resep ini di apotek sebentar" titah Rizal.Sita mengangguk patuh tak ingin lagi berdebat dengan suaminya jika sudah mode sensitif begini.Sampai di apotek Rizal bertemu kembali dengan suster Nina yang menolongnya tadi.


"Zal, kamu belum pulang?" tanya Nina


"Seperti yang kamu lihat" ucap Rizal datar.


Nina mendekat lalu meraih tangan Rizal.


"Zal, aku tau namaku masih dihatimu" ucap Nina.Namun sayangnya Rizal tak mengubris ucapan Nina sama sekali.


"Lepaskan tanganmu! Jaga batasanmu, aku adalah laki-laki beristri" ucap Rizal tegas.


"Istri janda aja dibanggakan" ucap Nina.


"Hentikan ocehanmu!, janda lebih terhormat dari pada seorang gadis yang tidak bisa menjaga kehormatan dirinya.Permisi" ucap Rizal setelah menebus obat ia langsung meninggalkan Nina masih membisu ditempatnya.Gadis itu nampak shock mendengar penuturan.Dengan langkah tegas ia keparkiran dimana Sita sudah menunggunya disana.


"Kok lama banget Mas, aku baru mau nyusul kamu takutnya kamu pingsna lagi" ucap Sita khawatir.


"Maaf agak lama, tadi ngantrinya lumayan lama" ucap Rizal.Ia sama sekali tak menceritakan tentang Nina pada Sita, takut istrinya salah Faham


*****


Hari ini Rizal ada kunjungan keluar daerah membuat dia harus menginap selama lima hari, ini adalah hal yang pertama kali dirasakan Sita semenjak menikah dengan Rizal.Tak pernah sekalipun mereka terpisah, Sita benar-benar galau ditinggal Rizal.Ia menjadi uring-uringan sendiri ia memutuskan untuk sementara tinggal dirumah Ibunya untuk membunuh sepi yang menyerangnya.


"Kamu kangen ya sama suamimu?" tanya Mamanya Sita


"Iya Ma, ini kali pertama aku berpisah dengan mas Rizal."


"Dia kan kerja sayang untuk kamu dan buah hati kalian, dia PNS tapi bukan guru seperti Hendra.Kalau Hendra patut dicurigai karena bila jam sekolah usai maka kerjanya juga selesai.Beda dengan Rizal dia kadang ada tugas kunjungan yang mengharuskan dia pergi" nasehat Mamanya Sita.


"Entahlah Ma, aku kenapa tiba-tiba jadi melow gini padahal dia cuma seminggu aja nggak ada dinas keluar kotanya.Rasanya lama banget"


"Sabar sayang, nanti juga pulang"


"Iya Ma"

__ADS_1


"Sibukan kegiayan dirimu dengan kegiatan positif, ikut senam hamil misalnya atau mungkin pingin les apa yang kamu inginkan" tutur sang Mama.


__ADS_2