
Setelah kejadian Viral ulang tahun Arka, Hendra mengajak Rini pulang ke rumah Ibunya, Namun Rini menolaknya dengan alasan ia ingin memperbaiki rumah tangganga walau Hendra dan Ibunya kecewa dengan keputusan Rini tapi mereka sangat menghargai keputusan Rini.Hendra kini bisa merasakan apa yang Doni rasakan dulu ketika ia berselingkuh dengan Desy, sakit dan kecewa luar biasa melihat saudara yang ia sayangi disakiti seperti ini.Menyesal itulah yang hanya bisa dilakukan Hendra saat ini.Sedangkan Rini masih bersikukuh mempertahankan rumah tangganya bersama Boni tak lain karena masa depan anak-anaknya, ia tak mungkin berpisah dengan anak-anaknya dan tinggal bersama Ibu dan kakaknya yang serba kekurangan.Satu hal yang pasti ia tak akan membiarkan pelakor itu menang.
"Rin, Maafkan aku....aku...aku khilaf Rin" ucap Boni sambil bersujud dihadapan Rini.
"Hiks..hikss...hiks, mati-matian aku menyembunyikan kebusukanmu mas, tapi nyatanya jalangmu malah semakim berulah" ujar Rini sambil menahan nyeri di dadanya.
"Ampuni aku Rin, aku akan adil buat kalian berdua" ucap Hendra.
"Setelah kejadian ini tidakkah matamu terbuka? Dan masih ingin menjalin hubungan dengan perempuan itu lagi?, meskipun semesta menentangmu" tanya Rini semakin sesak dadanya ketika mendengar dari mulut suaminya, bahwa ia akan berbuat adil pada keduanya.Itu berarti tak ada niatan dari suaminya untuk meninggalkan selingkuhanya, selama ini ia selalu berada di belakang Boni dalam keadaan susah dan senang. Bahkan ia pernah menipu saudaranya sendiri demi kesenangan mereka.Menyesal itulah yang Rini rasakan saat ini tapi nasi sudah menjadi bubur,bahkan pernikahan kakaknya juga sudah hancur meskipun bukan seratus persen kesalahanya namun ia menjadi salah satu pemicunya, karena kegilaan Rini Hendra nekat pinjam uang dan akhirnya berselingkuh dengan Desy.Mungkin inilah harga yang harus dibayar oleh Rini, itulah yang ada dalam pikiran Rini saat ini menjalani rumah tangga yang bagai neraka didalamnya.
Seminggu sudah Boni berusaha memperbaiki rumah tangganya bersama Rini, selama itupula ia tak pernah pulang ke rumah Wina hal ini membuat Wina geram.Ia bertekat untuk mendatangi Rini dan memberi pelajaran pada Rini.Ia mendatangi rumah Rini namun ia tak mendapati satu orangpun disana berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari tetangga Rini, biasanya Rini akan kursus menjahit setelah mengantar anak-anaknya sekolah.Berbekal dari informasi tetangga Wina mendatangi Rini di tempat kursus, ia sudah mati langkah menghubungi Boni berkali-kali namun tak ada respon sama sekali, ia juga sudah ketempat dimana Boni bekerja namun hal yang sama ia dapatkan. Ia tak pernah dapat menemui Boni, inilah jalan satu-satunya yang dapat ia tempuh saat ini, yaitu menemui madunya.
Suasana tempat kursus Rini tampak ramai dengan sabar Wina menunggu hingga jam kursus Rini selesai, ia sudah tidak sabar untuk menemui Rini. Begitu melihat wanita yang ditunggunya sejak tadi keluar dari tempat kursus Wina langsung menghampiri Rini.
"Mbak bisa kita bicara sebentar?"
"Maaf, aku rasa aku tak ada urusan denganmu" ucap Rini ia tak mau lagi berurusan dengan madunya, cukup sudah ia menghadapi drama yang ia hadapi selama ini.Sekarang fokusnya hanya untuk menyiapkan diri jika sewaktu-waktu Boni menceraikanya.
__ADS_1
"Beri waktu aku lima menit untuk bicara denganmu" ucap Wina dengan mencekal tangan Rini.
"Cepat katakan apa maumu, waktuku tidak banyak hanya untuk meladenimu"
"Mbak tolong kasih tau pada Mas Boni untuk pulang, aku juga istrinya mbak.kamu jangan serakah menguasai dia seorang diri.Ingat mbak aku juga punya hak yang sama denganmu" jcap Wina mengebu.Rini tersenyum sinis mendengar ucapan madunya.
"Kenapa kamu nggak minta sendiri dia untuk pulang?, oh...apakah kamu sudah mulai dicampakkan?" ucap Rini yang memang sengaja menjatuhkan mental Wina.
"Jaga mulutmu mbak!, nyatanya mas Boni lebih sering dirumahku ketimbang dirumahmu, itu artinya apa? Dia lebih sayang kepadaku mungkin serviceku lebih memuaskan"
"Luar biasa!, prok...prokk...prok" Rini malah bertepuk tangan ia tak ingin kalah dengan madunya.
"Brengsek kamu, dasar perempuan serakah lihat saja setelah ini apakah kamu masih bisa sesombong ini.Kamu hanya perempuan tua yang sudab turun mesin cepat atau lambat Mas Boni pasti akan menceraikanmu" ucap Wina yang terpancing emosi.
Rini sama sekali tak menanggapi perkataan Wina, ia terus melangkah menuju parkiran.Wina yang merasa diabaikan begitu saja ia tidak terima,ia langsung mengejar Rini dan menjambak rambutnya.
"Au...sakit lepas brengsek!" umpat Rini membuat semua orang menoleh pada Rini.
__ADS_1
"Siapa dia Rin?, kenapa dia bar-bar sekali?, aku lihat tadi kamu juga sempat adu mulut sama dia" tanya salah seorang teman Rini.
"Dia, gundik suamiku"
"Brengsek, aku bukan gundik aku juga istrinya" teriak Eina tidak terima.
"Oh...rupanya dia pelakor toh, hebat ya jaman sekarang seorang pelakor berani melabrak istri sah, teman-teman enaknya kita apain pelakor ini?" teriak teman Rini pada teman-teman yang lainya membuat nyali Wina semakin menciut.
"Huu...dasar pelakor enyahlah kau dari muka bumi ini" teriak teman-teman Rini sambil menipuk Wina dengan sandal,sepatu atau apapun yang ada di dekat mereka.Mau tidak mau Wina harus menyelamatkan diri dari amukan teman-teman Rini.Ia bergegas lari kocar-kacir.
"Kamu nggak apa-apa Rin?, kamu kok sabar banget ngadepi orang macem dia kalau jadi aku udah aku jadikan dia perkedel" ucap teman Rini mengebu.
"Sudahlah, aku nggak apa-apa mungkin ini karmaku dulu aku pernah menyebabkan iparku diselingkuhi kakakku mungkin ini karma bagiku" ucap Rini sambil menangis.Teman-teman Rini menghibur dan menguatkan Rini.mau tau mau Rini menceritakan kisruh rumah tangganya pada teman-temanya juga kisahnya yang dulu yang menyebabkan kakaknya berselingkuh lalu bercerai.
"Rin, kamu jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri.menurutku kakakmu juga salah harusnya apapun yang terjadi dia tidak selingkuh, ada baiknya kamu temui mantan iparmu dan minta maaflah padanya agar kamu tidak terus merasa bersalah" ucap teman Rini menasehati.
"Aku malu padanya, dulu aku sering menghinanya, mengatainya mandul nyatanya sekarang dia hamil.Aku benar-benar tidak punya muka" ucap Rini sambil menangis.
__ADS_1
"Kalau yang aku simpulkan dari ceritamu sepertinya mantan iparmu orang baik, tapi kalau kamu belum siap untuk bertemu dia ya nggak apa-apa. Kamu siapkan dirimu aja dulu sampai kamu benar-benar merasa siap sembari kamu pikirkan langkah apa yang akan kamu ambil dalam kisruh rumah tanggamu, nggak mungkinkan kamu akan seperti ini terus" nasehat teman Rini.
Hai temen-temen jangan lupa like, comment dan favorite ya