Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Hanya demi anak


__ADS_3

Mendengar perdebatan Rizal dan suaminya Rini buru-buru keluar.Saat itu Boni hendak melayangkan pukulan kembali namun dengan cepat Rizal membalikan keadaan.Satu pukulan mendarat dimuka Boni


"Bagaimana rasanya dipukul?, enak ? Masih mau lagi?,"


"Brengsek kau!," maki Boni


Rizal langsung bertindak tangan Boni di bekuk kebelakang.


"Ada apa ini?," tanya Rini yang tidak tau duduk persoalanya.


"Suami brengsekmu ini, memukulku dia menuduhku berselingkuh denganmu,"


Rini kaget mendengar ucapan dari Rizal, bagaimana bisa suaminya menuduhnya seperti itu.Bukankah selama ini dia yang berselingkuh kenapa malah membalikkan fakta.Rini mendekati suaminya tatapan matanya menyorot tajam kearah suaminya, emosi yang selama ini ia pendam meledak sudah.


"Plak...,plak...plak,"


"Kenapa kau menamparku ******?, oh rupanya setelah selingkuh kau bisa membandingkan dia dengan diriku,bagaima? Apakah dia lebih hebat dariku,"


"Plak..." Rini kembali menampar Boni


"Jangan samakan aku dengan dirimu, asal kamu tau, aku hampir saja mati terpanggang dirumah ini, jika saja Pak Rizal tidak datang, jika kau kembali kesini tak akan pernah bertemu denganku lagi.Oh iya aku lupa jangan-jangan ini skenarimu dengan istri mudamu karena berdasarkan penuturan warga mereka dihasut oleh seorang perempuan yang memakai topi dan masker, aku pastikan ia akan membusuk dipenjara bila itu adalah jalangmu dalangnya termasuk juga kamu," ucap Rini meluapkan emosinya.


"Apa maksudmu Rin?,"


"Apa maksudku tidak usah sok nggak ngerti, tidak tau ini semua pasti rencana istri mudamu.Karena aku tidak pernah memiliki musuh"


"Rin,jangan ngarang kamu.Belagak cari kambing hitam untuk menutupi kebusukanmu bersama laki-laki brengsek ini" ujar Boni


"Dan kamu laki-laki brengsek apa kamu ingin tukar Bini?, dengan senang hati aku akan menukarnya,"lanjutnya.


"Bugh...bugh...,bedebah jangan kau sebut Biniku dengan mulut kotormu itu, otakmu memang tak jauh-jauh dari S***ng******,"


Rizal menjadi gelap mata, mendengar ucapan Boni yang ingin tukar istri ia membabi buta menghajar Boni,bersamaan dengan itu warga datang kerumah Rini kembali.

__ADS_1


"Ada apa ini?" tanya ketua RT setempat.


"Laki-laki tidak tau diri ini menuduhku berselingkuh dengan istrinya," ucap Rizal penuh amarah


"Astaga Mas Boni, dengar ya Mas.Kalau bukan karena Mas ini rumahmu sudah ludes terbakar, mungkin mbak Rini sudah nggak ada,"


"Kenapa Bapak malah belain dia sih?,"


"Saya bukan belain dia, seluruh warga sini juga tau kalau Mas Rizal ini nggak mungkin berselingkuh dengan Bu Rini, istri dia aja spec dewa mana lagi hamil lagi"


"Pak RT jangan coba-coba membela dia, jelas-jelas aku lihat dia tadi dari dalam rumahku hanya berdua dengan Rini.Atau jangan-jangan Pak RT sudah disogok oleh laki-laki keparat ini," tuduh Boni


"Jaga mulutmu Boni, dasar laki-laki nggak tau diri" Ketua RT menjadi murka mendengar ocehan Boni.


"Siapa bilang aku berduaan dengan Pak Rizal, didalam ada Asep. Pak Rizal baru keluar sementara Asep tadi bilangnya mau ke toilet dulu,"


"Aduh...ampun saya telat, mules banget rasanya tak tertahankan" ucap Asep yang datang dari dalam rumah Rini.


"Liat! Dan buka matamu, semua warga desa ini bisa jadi saksi"


Boni melihat dengan seksama kejadian dirumahnya.Ia sangat menyesal telah menuduh Rini macam-macam, faktanya Rini sedang dalam bahaya sementara ia tak dapat membantu apa-apa.Ia tertunduk malu menyesali perbuatanya barusan.Belum sempat ia meminta maaf Rizal sudah berpamitan pergi.


"Kalau begitu saya permisi, selamat sore semuanya," ucap Rizal.


Ingin rasanya Boni memanggil Rizal untuk meminta maaf namun egonya sungguh terlalu diagungkan.Ia membiarkan Rizal pergi begitu saja.Setalah kepergian Rizal warga langsung membubarkan diri, Rini segera masuk kedalam rumah terlalu eneg lihat suaminya yang kian hari kian berulah.


"Rin, kamu marah?,"


"Menurutmu?,"


"Maafkan aku, tadi tidak mengangkat pangilan darimu aku sekarang mencari pekerjaan sampingan untuk menghidupu Wina yang jatahnya cuma sedikit.Aku harus berlaku adil bukan?,"


Mendengar alasan Boni mengabaikan oangialan darinya membuat Rini menjadi meradang, ia hampir saja mati dibakar hidup-hidup sementara suami harusnya sebagai tempat bersandar malah, sibuk dengan urusan bersama istri barunya.

__ADS_1


"Rin, jangan diam aja!, Ayo bicaralah jangan diamin aku kaya gini,"


"Kalau aku nggak diam, terus aku harus bagaimana?, harus selebrasi melihat suamiku lebih mementingkan mencari uang untuk nongkrong istri mudanya dibanding menolongku yang hampir mati begitu?,"


"Rin, kamu nggak usah lebay gitu.Toh kamu juga sehat dan tidak terjadi apa-apa begini.Jangan membesar-besarkan masalah dong,jangan kaya anak kecil dikit-dikit ngambek,"


Rini memicingkan mata mendengar ucapan Boni.


"Rupanya dia sudah gila" batin Rini


"Hebat kamu ya, setelah aku hampir mati kau tak berbuat apa-apa, terus pulang-pulang menuduhku selingkuh, sekarang kamu bilang aku kekanakan.Luar biasa kau sungguh dewasa," Sarkas Rini.


Rini meninggalkan Boni begitu saja, demi kewarasan dirinya, ia langsung mengambil motornya untuk menjemput anak-anaknya dirumah Sita.


"Rin, Mau kemana kamu?, urusan kita belum selasai"


"Bukan urusanmu, pulanglah kerumah istri mudamu.Ia sudah menunggumu dengan gaun malamnya yang kurang bahan itu,"


Rini langsung menstater motornya dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang ia tak mau terjadi apa-apa padanya, anak-anak masih membutuhkanya.Sebisa mungkin ia berkonsentrasi ditengah kalut pikiranya.Sampai dirumah Sita ia langsung meminta maaf pada keluarga Sita atas kelakuan suaminya pada Rizal.


"Kamu nggak usah minta maaf atas kesalahan yang tidak pernah kamu lakukan, suamimu saja tidak ada etikat meminta maaf.Ngapain kamu repot-repot," ujar Sita.


"Mbak aku nggak enak banget, sumpah!.Aku kaya orang yang nggak tau diri banget sudah ditolong malah nyelakain orang,"


"Sudahlah jangan dipikirkan, sekarang dengan kejadian ini apakah kamu masih ingin menyelamatkan rumah tangganmu yang bener-bener toxic ini,"


"Mbak aku aku masih memberi kesempatan pada dia.Logikanya wanita gampangan kaya Wina pasti akan kabur.Wanita seperti dia tak akan mampu bertahan hidup dalam kesengsaraan.Disisi lain aku juga nggak tega kalau melihat anak-anak harus terpisah dari Papanya.Walaupun faktanya aku harus berdarah-darah agar anak-anakku bisa bersama Papanya,"


"Semua keputusan ada ditangan kamu Rini, saranku pikirkan kesehatan mentalmu juga.Bahagia nggak harus bersama, terkadang kita harus menghindar untuk menghindari sakit dari pada terus bersama tapi selallu terluka.Renungkan itu Rin,"


"Iya mbak, terinakasih sudah mendukungku hingga sejauh ini"


"Kamu harus bahagia Rin, kamu layak bahagia.Lihatlah aku!, bagaimana kehidupanku yang dulu dan sekarang," ujar Sita

__ADS_1


Tbc


Jangan lupa like, comment dan favirite


__ADS_2