Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Terhalang restu


__ADS_3

Menjadi janda, bukanlah hal yang mudah untuk dilalui oleh seorang Sita. Sikab dan perilakunya selalu menjadi sorotan. Karir gemilang,wajah yang cantik, sikab yang ramah menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum adam, namun berbeda halnya dari sudut pandang kaum hawa, tak sedikit yang menyatakan Sita adalah janda yang meresahkan karena semua mata tertuju padanya.Yoga, Rizal dan Erwin ketiganya sudah melamar Sita, namun Sita belum memberikan jawaban pada ketiganya ia masih trauma dengan pernikahanya yang dulu.


"Sita, Mama rasa kamu harus segera mengakiri masa lajangmu. Bisik-bisik tetangga sangat panas ditelinga Mama"


"Ma, Sita masih ingin sendiri" ucap Sita


"Sampai kapan?, kamu mau terus-terusan diteror oleh istrinya Hendra?" ucap Mamanya


Sita mengehela nafas lalu menghembuskan nafasnya perlahan, menikah kembali, siapa yang tidak ingin menikah, namun jika pernikahan hanya meninggalkan luka apakah ia harus mengorbankan dirinya sendiri untuk kedua kalinya hanya karena mendengar gunjingan tetangga.Sita memilih mengakiri pembicaraan itu dan mengalihkanya pada hal yang lainya, setiap kali Mamanya menyingung soal itu.


Hari ini hari minggu Sita mengajak Amel jalan-jalan ke mall, Sita berniat menghabiskan waktu dengan sang adek bungsunya.


"Mbak Sita, dikelas aku ada guru ganteng banget loh, dia masih bujang pokoknya top bgt" ucap Amel sambil mengacungkan jempol


"Emm...ceritanya, kamu mau comblangin mbak sama guru kamu gitu?" tanya Sita


"Ya enggaklah, dia itu masih ting-ting mbak kan udah janda, weeeekkk" goda Amel


"Sialan kamu Mel!" ucap Sita sambil melempar cemilan yang ada didekatnya kearah Amel.


"Kalau guru aku tuh cocoknya sama aku, sama-sama masih ting-ting, hahahah"


"Sekolah dulu aja yang bener, lagian mana ada guru yang mau sama siswi malesan kaya kamu" ucap Sita membalas ejekan adeknya.


"Widih...mbales nih, eh mbak kalau mbak itu cocoknya sama Mas Rizal, karena sama-sama pernah gagal berumah tangga, jadi nanti kalian bisa bahagia menurutku. Sebenernya kak Rizal keren juga tapi sayang dia bekas orang " ujar amel sok tau.


"Sok tau kamu, kamu dengerin ya bocil.Mama itu udah trauma sama yang namanya punya menantu PNS, sejak Mama tau tabiat Desy dengan Mas Hendra Mama selalu berpikiran semua PNS itu sama aja" ucap Sita


Amel langsung terdiam, ia ingat Mamanya juga pernah mewanti-wanti dirinya agar tidak berpacaran apalagi menikah dengan seoarang PNS.


"Kenapa elue, diem?, elu kaya kagak tau tabiat emak kita" ucap Sita.


"Kalau aku sih masih lama Mbak, tapi mbak Sita sepertinya ada rasa gitu sama Mas Rizal, kalian sepertinya terganjal restu Mama"

__ADS_1


"Sok tau!" ucap Sita.


Akhir-akhir ini Sita memang lebih dekat dengan Rizal, ia sangat nyaman bila bersama Rizal, namun ia tau dengan pasti bahwa Mamanya pasti tidak akan menyetujui hubunganya dengan Rizal, Sita hanya bisa berpasrah diri jika Rizal memang ditakdirkan untuk dirinya pasti ada jalan suatu saat nanti.


Tanpa sengaja hari itu Sita bertemu dengan Rizal, Amel yang langsung faham ia menyingkir pergi dengan berbagai alasan.


"Kemana Amel tadi?" tanya Rizal.


"Ntahlah, dia memang suka ngilang" jawab Sita seadanya.


Rizal langsung duduk didepan Sita yang tengah asik menikmati makannya di mall itu.


"Sita,"


"Ya"


"Hmmm....kapan kamu kasih waktu aku untuk berbicara pada Mamamu tentang hubungan kita, atau lebih tepatnya lamaran resmiku didepan Mama kamu?" tanya Rizal.


Sungguh ini adalah pertanyaan yang selalu Sita hindari, kalau bisa ia ingin menghindar ia juga tak mungkin cerita kalau Mamanya antipati dengan seorang PNS.


"Tapi kenapa?" tanya Rizal


"Mampus gue!" batin Sita


"Ya, karena aku belum siap saja" kilah Sita.


"Ini bukan alasan kamu yang sebenarnya bukan?, ayolah Sita aku mengenalmu dengan baik"


"Bukan begitu jal, kamu tau sendiri bagaimana pernikahanku dengan mas Hendra masih meninggalkan bekas luka dihatiku, aku rasa aku butuh waktu sediri dulu sementara waktu." kilah Sita.


"Apakah kehadiranku cukup menganggu dirimu?"


"Aduh, salah lagi" batin Sita

__ADS_1


"Bukan, kamu tau sendiri stigma negatif orang-orang tentang statusku sebagai seorang janda" ucap Sita agak gugup. Sejujurnya ia ingin pergi dari tempat itu menghindari pertanyaan-pertanyaan selanjutnya dari Rizal.Kemudian terbesit ide dikepalnya.


"Zal, sepertinya Amel sudah terlalu lama perginya, aku cari dia dulu ya" akhirnya kata itulah yang keluar dari mulut Sita agar bisa menghindari Rizal. Sita akhirnya pergi dari tempat itu ia langsung menghubungi Amel, menanyakan keberadaanya dimana, jangankan diangkat, pesanya hanya dibaca oleh Amel tanpa dibalas sama sekali.


"Amel, menjengkelkan sekali" guman Sita


Karena sudah cape mengelilingi Mall mencari Amel, Sita memutuskan untuk pulang. Saat ia hendak melajukan mobilnya ia melihat Hendra dan Desy diparkiran sedang bertengkar awalnya ia tak peduli sama sekali dengan kedua pasangan ini, namun saat namanya disebut-sebut ia mengurungkan niatnya untuk beranjak dari tempat itu.Desy dan Hendra tidak tau kalau mereka tengah ribut didepan parkir mobilnya Sita.


"Sialan kamu Hend, tau begini nggak sudi aku nikah dengan kamu, sudah enak hidupku dengan Mas Yoga, hidup bergelimang harta, sekarang hidupku berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat dari kehidupanku yang dulu,tingkahmu yang menyebalkan sangat jauh berbeda dengan saat kita masih jadi selingkuhan, belum lagi tingkah konyol Ibumu yang selalu saja jadi benalu" cibir Desy


"Rasain kamu Des, emang enak kawin sama mas Hendra" batin Desy


"Diam kamu perempuan laknat, kamu selalu saja bikin aku darah tinggi. Sekali lagi kamu bikin ulah sama Sita aku tidak akan segan-segan menyiksamu" Ancam Hendra


"Apa mas Hendra tau soal Desy melabrakku waktu itu?" batin Sita


"Soal itu lagi yang kamu bahas, kan aku sudah bilang masalah itu sudah selesai dan warga juga sudah meminta maaf pada Sita kan urusanya selesai" ujar Dest. Sita masih menyimak.


"Gara-gara mulut sialan kamu yang memprovokasi warga, Sita jadi bulan-bulanan warga. Dimana otak kamu salah apa Sita sama kamu hingga kau begitu kejam padanya" cecar Hendra.


Sita membekab mulutnya sendiri, ia terlalu shock mendengar bahwa Desylah dalang dibalik Demo warga kemarin.


"Kalau tidak terbukti ya, berarti dugaanku salah, gitu aja kok repot selesaikan masalahnya, Orang Sita aja juga nggak tau kalau aku fitnah dia, kok kamu yang repot, memangnya siapa kamu?" ejek Sita.


"Kamu bener-bener perempuan dajjal" ujar Hendra kilatan matanya memerah menahan amarah.


Sita langsung keluar dari mobilnya, Ia sangat murka, ia menjadi bulan-bulanan warga karena ulah Desy, dan baru hari ini ia tau.


"Plak...Plakkk....plak" Sita menampar pipi Desy tiga kali.


"Dasar perempuan sinting, apa yang kamu lakukan?"


"Harusnya pertanyaan itu untuk dirimu sendiri, Ibu Desy yang terhormat"

__ADS_1


Tbc


Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen


__ADS_2