Sita Istri Seorang PNS

Sita Istri Seorang PNS
Keputusan akhir


__ADS_3

"Win, bisakah kamu berpikir sedikit jernih.Kamu ingat si Hendra? Dia kakak Rini. Jika aku sampai bercerai dengan Rini, maka tidak mungkin kamu akan jadi sasaran dia.Dia akan menjatuhkan mentalmu.Kamu masih ingat kejadian beberapa hari di mall itu?"


"Tapi nggak gitu juga mas, kamu tau aku nggak kerja. Mana mungkin duit segitu cukup.Kamu tau berapa harga skincareku belum lagi kebutuhan sehari-hari"


"Win, disaat seperti ini kamu masih bisa bicara soal skincare.Aku tak habis pikir dengan pola pikirmu"


"Mas, hidup itu harus realistis dong.Mana ada perempuan yang mau hidup susah?"


"Baiklah kalau itu maumu, bagaimana kalau aku lebih memilih Rini dibandingkan dirimu.Karena jelas-jelas Rini sudah melahirkan anak-anakku"


Mendengar ucapan Boni, Wina membekab mulutnya sendiri.Ia tak percaya apa yang di dengarnya barusan.


"Ma...maksudmu apa Mas?, kau ingin menceraikanku dan melanjutkan hidupmu bersama wanita itu?, apa kurangnya aku Mas?"


"Aku tidak ada pilihan.Sekarang terserah kamu kalau mau bertahan denganku terima keputusan ini kalau tidak.Aku tidak akan melarangmu mundur"


"Enggak Mas, enggak! Aku nggak mau pisah sama kamu" ucap Wina


"Ok, aku akan pura-pura mengalah untuk mengatur strategi.Aku nggak mau hidup susah tapi aku juga nggak mau pisah sama Mas Boni" batin Wina.


"Kalau kau hemat, aku rasa uang itu cukup, kurangi kebiasaan nongkrong di kafe yang nggak penting itu"


"Enak aja, apa kata teman-temanku nanti, selama ini aku sudah pamer pada mereka.Sebaiknya aku pura-pura nurut saja sambil memikirkan langkah selanjutnya"Batin Wina


"Ok Mas, demi cintaku padamu, aku akan mengalah.Lihatlah bahkan cintaku lebih besar darinya,hingga aku rela menderita bersamamu" Wina mulai playing victim


"Terima kasih sayang!" ucap Boni sembari memeluk Wina.


Sehari setelahnya Boni kembali kerumah Rini dan menandatangi surat kesepakatan.Disitu ada Mama dan Papa Boni yang menjadi saksi.Boni tak habis pikir Rini benar-benar mempersiapkan semuanya dengan matang.Rini berpikir jika wanita seperti Wina tidak mungkin mau hidup susah, dengan begini ia berharap Wina akan mundur dengan sendirinya


Seminggu berjalan dengan begitu cepat, Boni meminta ijin pada Wina bahwa ia akan keluar kota untuk mencari tambahan uang di akhir pekan ini.Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Wina.Wanita ini nekat mendatangi rumah kakak madunya.Dengan penuh percaya diri ia datang kerumah Rini,kebetulan hari itu Rini sedang ada dirumah dan anak-anaknya masih sekolah.


"Hai...Kakak madu, aku berkunjung kerumahmu" ucap Wina tanpa tau malu


"Mau apalagi kamu kesini?"

__ADS_1


"Loh...ada tamu bukanya disambut kok malah sinis begitu sih"


"Katakan aku tak punya waktu banyak untuk meladenimu" ucap Rini tegas


"Sialan sombong banget dia, wait...wait...kenapa wajahnya kinclong begitu" batin Wina


"Nggak disuruh masuk dulu gitu?, enggak enak loh mbak dilihat tetangga"


Terpaksa Rini membukakan pintu untuk adek madunya.Sebenarnya ia sudah malas meladeni adek madunya ini.Ia tak punya pilihan jika ia menolak maka bisa dipastikan adek madunya yang tidak tau malu ini akan kesurupan di depan rumahnya seperti yang sudah-sudah.


"Duduk, mau bicara apa lagi kamu" ucap Rini tak ingin basa-basi lagi


"Sabar dong kak"


"Cih..aku bukan kakakmu"


"Terima nggak, terima aku ini adek madumu kak"


"Nggak usah berbelit-belit,katakan apa maumu"


"Adil seperti apa yang kamu inginkan?, kalau soal pembagian nafkah tanyakan saja pada suamimu. Ia sudah menandatangi kesepakatan bersama.Aku rasa dia sudah bicara ini sebelumnya padamu"


"Mbak aku tau, kamu itu wanita berpendidikan. Kau tau artinya adil bukan?, tapi kenapa kau serakah,tentang nafkah suami kita.Ingat aku juga berhak nafkah atas dia,jangan katakan anak menjadi alasanmu, itu masalahmu jangan merepotkanku.Salah sendiri kamu mau punya anak, so jangan buat anak jadi alasan kamu serakah" ucap Wina


Rini bener-bener gedek dengan ucapan Wina, bagaimana bisa ia menyalahkan kehadiran seoarang anak dalam rumah tangga mereka.


"Wina, anak-anakku hadir sebelum kau datang dalam rumah tangga kami dan mengacaukan semuanya.Mimpi yang kami rajut bersama kau rampas begitu saja.Sedangkan kau tau kalau Mas Boni adakah pria beristri bahkan sudah punya anak, kalau kau wanita baik-baik pasti tidak akan mendekatinya"


"Inilah kebodohanmu mbak, mungkin mas Boni bosan sama kamu karena kau sudah turun mesin 3x, sedangkan aku masih kenceng semuanya.Jadi wajar saja kalau mas Boni lebih suka bersamaku ketimbang dirimu, ngaca sebelum menyalahkan orang lain"


Mendengar ucapan Wina, Rini jadi meradang, bicara dengan Wina sama saja dengan bicara sama orang gila, hanya bikin kepala pening.


"Pergi dari Rumahku!"


"Mbak ini rumah mas Boni, artinya rumahku juga.Kamu nggak berhak ngusir aku" jawab Wina tanpa tau malu

__ADS_1


Rini bergegas kebelakang, diluar dugaan Wina, Rini membawa seember air dan


"Byurrr..." air ditumpahkan ke tubuh Wina


"Sialan kamu mbak, bisa-bisanya kamu lakuin ini ke aku"


"Melawan orang gila, kalau dengan kata-kata itu sama saja gilanya"ujar Rini sambil siap-siap mengayunkan ember yang hendak ia siramkan pada adek madunya.


Wina mundur teratur mau tak mau ia harus keluar rumah itu, penampilanya kini sudah basah kuyup seperti tikus kecemplung got.


"Sialan wanita ini.Baiklah lihat saja setelah ini"


"Ampun mbak...Ampun! Wina mengacak-acak rambutnya sendiri.


Rini mengeryit heran dengan apa yang dilakukan oleh adek madunya.Ia tak ambil pusing, langsung menutup pintu rumahnya.Sementara itu Wina diluar rumah sedang acting untuk mendapat simpati warga.


"Tolong...tolong, jangan siksa aku kaya gini mbak, hiks...hikss...hikss" Wina menjerit mendramatisir keadaan.Sambil melirik kekanan dan kekiri berharap mendapat simpati warga.


"Ah...akhirnya banyak juga yang datang kesini, berarti actingku bagus" batin Wina sambil menyeringai.Wina terus menangis tersedu-sedu mencari simpati.


"Eh...ngapain kamu" tanya salah seorang warga yang datang.


"Mbak Rini, sudah mendzolimi aku, hiks...hikss..."


"Mendzolimi bagaimana maksudmu?"


"Dia menyiram aku dengan air, kemuadian menjambak rambutku, sakit...sangat sakit.hiks...hikss...hiks"


"Owalah kirain ngapain? Bagus cuma disiram air lalu di jambak, kalau aku jadi Rini, sudah aku cincang tubuhmu terus ku tumis mulutmu yang kaya comberan itu"


Bukanya simpati yang ia dapat melainkan cacian yang ia terima, bahkan ia malah di lempari warga karena dianggap pelakor yang meresahkan.


Tbc


Jangan lupa,like, comment dan favorite ya men temen

__ADS_1


__ADS_2