Suamiku Pria Lumpuh

Suamiku Pria Lumpuh
Syifa dengan amarahnya


__ADS_3

"Sudah..." ucap Syifa, dengan membereskan sampahnya.


"Udah? Cepet?"


"Tinggal tusuk aja kok. Kan ngga di apa-apain. Takut banget kenapa? Berdarah juga engga."


"Ngga tahu, kayaknya serem aja ngelihat jarumnya yang runcing."


"Ya runcinglah. Masa tumpul, gimana masuknya?" goda Syifa, dengan membungkukkan tubuhnya di depan Bagas.


Mata bertemu mata. Bagas begitu gemas setiap menatap wajah Syifa yang tepat di depan matanya. Apalagi, hanya berjarak beberapa Centi meter.


Cupp...!! Bibirnya spontan mengecup bibir Syifa. Dan tanpa di sangka, Syifa pun mulai merespon dengan membalasnya. Mereka saling melempar senyum, lalu saling berbalas kecupan dengan mesra. Bagas meraih pinggul Syifa, lalu gadis itu naik keatas pangkuan Bagas. Mereka saling berpangutan dalam waktu yang cukup lama.


"Maaf, sekali lagi maafkan aku." ucap bisik Bagas.


Syifa kembali memeluknya erat, dengan tetap ada dalam pangkuannya. Mengusap rambut, dan mengecup kepala suaminya dengan lembut. Sembari menyabarkan disi sendiri akan hasrat murni yang memang wajar dimiliki wanita dewasa dalam dirinya. Ia hanya diam, hingga beberapa saat, hingga Ia yakin benar-benar hatinya sudah dalam keadaan tenang.


"Sudah... Nikmati saja dulu apa yang kita bisa nikmati. Aku bersyukur, setidaknya sudah bisa sedekat ini denganmu." ucap Syifa.


Sore berganti malam. Syifa mengajak Bagas keluar dari kamarnya. Bagas duduk di meja makan, meluruskan tangan dengan menggunakan alat terapi jarinya kembali. Sedangkan Syifa membantu Minah dan Bik Darmi untuk menyiapkan makan malam. Tak lupa bakso yang di bawakan oleh Ibu padanya.


Terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah hingga ke garasi. Bagas tersenyum, melihat siapa yang pulang. Mama, Papa dengan Reza diantara mereka. Berjalan bersama sembari berbincang dengan begitu akrabnya.


"Hey sayang, udah pulang. Kirain pulang malem." sapa Mama Ayu pada putra semata wayangnya.

__ADS_1


"Iya, Ma. Nanti Bagas mau ngomong, ya? Mau minta sesuatu."


"Hmmm, tumben? Yaudah, Mama mandi dulu. Laper rasanya, apalagi mencium bau yang luar biasa sedap ini." ujarnya, sembari berjalan cepat naik ke kamarnya di lantai atas.


"Wuaaaah, bakso lagi? Lapaaaaaar!" seru Reza, dengan mengusap perutnya, lalu menghampiri Syifa di dapur.


"Ifa, mau baksonya dong." goda Reza.


"Mandi dulu, Mas. Nanti kita makan sama-sama. Ifa siapin di meja makan."


"Tapi minta ini satu... Aaauwh, panas." desah Reza, mengunyah pentol bakso yang ada di dalam mulutnya.


Tak perlu waktu lama. Mama dan yang lain datang menyusul Bagas dan Syifa. Mereka menyantap bakso yang dihidangkan dengan begitu nikmat, dengan canda gurau mewarnai suasana malam itu.


"Panen sendiri?" tanya Mama Ayu.


"Iya, Syifa yang manjat langsung." lirik Bagas.


"Tapi Ifa langsung turun waktu Mas bangun loh."


"Ish, udah. Apaan sih di meja makan malah debat. Bagas, makan yang banyak biar cepet sembuh." tegur Mama Ayu.


Usai makan malam, mereka melanjutkan acara sesuai agenda. Yaitu ngemil rambutan bersama di ruang tv.


Syifa mengupaskan untuk Bagas, dan sesekali menikmatinya sendiri. Mama Ayu pun begitu menikmati buah yang manis itu dan memuji bakso yang baru saja Ia santap. Kecuali Reza, yang asyik dengan Hp dan gamenya.

__ADS_1


"Ayo Gib, hajar Gib. Jangan lengah, kita harus menang melawan mereka." teriaknya.


"Gibran?" tanya Syifa dalam hati.


Syifa pun berdiri, lalu mendekati Reza yang masih sibuk dengan Hpnya.


"Main sama siapa, Mas?" tanya Syifa.


"Sama Gibran. Gibran mainnya keren loh, jago ngegame dia. Ampe tengah malem di jabanin." puji Reza.


Tapi pujian itu tak berarti untuk Syifa. Ia merebut Hp itu, lalu berbicara dengan adiknya.


"Gibran!"


"Ka-kak, Ifa?" jawab Gibran, kaget.


"Berhenti main game sekarang. Kak Bagas kasih kamu Hp bagus bukan buat ngegame, tapi bantu suport kamu belajar online. Apa gunanya game buat kamu? Bisa bikin nilai kamu bagus?" omel Syifa.


"Kak, Gibran cuma sesekali, ngga sering."


"Ngga percaya. Sesekali tapi semaleman. Kalau masih gini, Kakak ambil lagi Hpmu." ancam Syifa, lalu menyerahkan kembali Hp itu pada Reza.


Happy 100 eps. Terimakasih sudah menemani. 😍😍🤗🤗 Peluk cium dari otor.


Yok, like, hadiah dan vote banyak-bayak.. Kalau bisa, ntar malem otor tambahin 2 bab deh, ✌️✌️

__ADS_1


__ADS_2