Suamiku Pria Lumpuh
Chapter ini digabung dengan chapter selanjutnya. silahkan klik halaman Next. Terima kasih.
1.
Kecelakaan Tragis malam itu
2.
Diagnosa yang menyakitkan
3.
Di tinggalkan, ketika tak berdaya
4.
Dari saksi, menjadi tersangka
5.
Berusaha ikhlas dengan keadaan.
6.
Perawat pilihan hati
7.
Keadaan yang pahit
8.
Mengadakan perjanjian
9.
Perawat dan Muhrim
10.
Keluarga yang menepati Janji
11.
Mantan yang masih memanfaatkan
12.
Bagaimana Ijab Qabul nya?
13.
Syifa akan selalu di sampingnya
14.
Tuan, kau perlu gosok gigi..
15.
Sakit yang tak dapat di sembuhkan.
16.
Aku akan segera sembuh!
17.
Pernikahan pasif.
18.
Sambutan para kelarga.
19.
Seperti, Suami Istri betulan.
20.
Makan malam yang berantakan
21.
Kan, sudah muhrim
22.
Syifa capek, Yah.
23.
Ingin menggenggam tanganmu erat
24.
Tentang keberadaan Syifa
25.
Kata pertama dari Bagas
26.
Kesabaran sang Junior
27.
Harusnya adalah pengantin baru.
28.
Yang selalu kalah dengan keadaan
29.
Karena kamu Istriku, Fa.
30.
Membuat keajaiban sendiri.
31.
Mama rindu suaramu...
32.
Maafkan aku, Fa.
33.
Berat badanmu, tak seberat badanku.
34.
Gosip tentang Syifa dikampungnya
35.
Wajahmu seperti ikan Fugu.
36.
Subhanallah, Cantiknya!
37.
Lekaslah sembuh, jika ingin menunaikan hakmu, Mas.
38.
Berani melawan Papamu, Reza?
39.
Haruskah, berbicara seperti itu?
40.
Syifa tak sepolos yang Bagas kira.
41.
Sebutir nasi di pipimu, yang tak dapat ku singkirkan.
42.
Ternodai oleh tangan.
43.
Mama mendukungmu, sayang.
44.
Kamu bagaikan candu untukku.
45.
Undangan dari mantan
46.
Bola karet kenyal
47.
Kamu cemburu?
48.
Aku bukan menantu pilihan.
49.
Kapan kaki ini bergeak?
50.
Tatapan yang saling mengisi
51.
Ingin agar semua mendoakanmu.
52.
Tatapannya di jaga, Fa.
53.
Bola Karet yang buat otak traveling
54.
Meminta Ayah dan Ibu untuk berkunjung
55.
Jangan ganggu suamiku
56.
Kedatangan mertua.
57.
Kasihan Gibran
58.
Nikmatnya Bakso buatan mertua
59.
Hp baru dari Kakak Ipar
60.
Apa kalian, sudah saling mencintai?
61.
Pernikahan Luna
62.
3 kecupan sebelum tidur.
63.
Ikan fugunya, kalau nangis jelek.
64.
Berusaha keras memelukmu
65.
Aku kapan belajar jalan?
66.
Mengungsi kerumah Bagas
67.
Apa yang kamu sembunyikan?
68.
Ya, emang kamu ganteng, Mas...
69.
Makin lama makin cerewet
70.
Tamu tak diundang
71.
Semua orang menjadi jahat, ketika aku lemah
72.
Syifa selalu memancing
73.
Pujian untuk Syifa
74.
Shoping untuk menantu kesayangan
75.
Bisakah, jangan ucap perpisahan?
76.
Hanya kalian, harapanku dalam keluarga ini.
77.
Tentang surat kuasa
78.
Satu-satunya yang Bagas percaya saat ini
79.
Kecupan pertama
80.
Syoknya Mama Ayu
81.
Huru Hara di perusahaan Keluarga
82.
Reza juga ingin di peluk
83.
Kamu semakin menggemaskan
84.
Mendandani anak perempuan.
85.
Istri Sang Direktur Utama
86.
Peringat ke Dua. Mengenai Om Edward
87.
Tak ada yang dapat menolak pesona Syifa.
88.
Aku ikut, kemanapun kamu pergi
89.
Mendadak ingin punya cucu
90.
Mati dalam keadaan glowing
91.
Panggilan Sayang yang menggemaskan
92.
Bermimpi, Mama menghampiri (Reza)
93.
Mengunjungi mertua
94.
Omongan para tetangga
95.
Rendang jengkol kesukaan
96.
Ada saja penemuan hari ini.
97.
Maaf, Mas. Kelepasan...
98.
Akhirnya, ada yang bilang aku tampan.
99.
Mau mandi sama-sama...
100.
Syifa dengan amarahnya
101.
Takaran bahagia manusia itu, berbeda
102.
Terapi untuk berjalan.
103.
Hubungan suami istri?
104.
Pertemuan yang mendebarkan
105.
Sakit di awal, demi sebuah kesembuhan
106.
Si Rambut Mie, yang begitu mempesona
107.
Mulai tak fokus
108.
I LOVE YOU sayang
109.
Pergulatan Reza dan Bagas.
110.
Ketemu mantan
111.
Apa yang kamu katakan, Luna?
112.
Mengejar wanita idaman
113.
Aku Cemburu!
114.
Percobaan pertama yang gagal
115.
Membersihkan kenangan dari Luna
116.
Kalian jahat padaku...
117.
Kemesraan kalian, menyebalkan.
118.
Sindiranmu menyakitkan, Fa.
119.
Kak, Aku lelah..
120.
Perkenalan yang manis.
121.
Fikiran yang semakin melayang terbang
122.
Aku sudah punya yang asli
123.
Pawangku mantap.
124.
Syifa tukang ngambek
125.
Tak pernah ada alasan, untuk mencintaimu
126.
Ada penyerangan di rumah
127.
Bercandanya ngga lucu, Humairah.
128.
Lakukan saja, apa yang harus dilakukan
129.
Menjadi istrimu seutuhnya
130.
Akan terjadi huru hara lagi
131.
Jangan pernah halangi Papa, Za!
132.
Langkah kaki pertamamu.
133.
Jika sakit, katakan sakit.
134.
Aku akan jadi Zuko, atau jadi Azula?
135.
Pertengkaran kedua saudara
136.
Asal mula huru hara keluarga
137.
Semakin suka curiga.
138.
Apapun untukmu, Humairah.
139.
Kejutan Untuk Syifa
140.
Makan gratis di kedai baru.
141.
Tendangan maut, ala Cinta.
142.
Kesialan seorang Reza
143.
Dikira, hanya bersandiwara.
144.
Dokter pelanggar sumpah
145.
Udah lama ngga di cubit, ya?
146.
Pengen punya Bayi....
147.
Berkumpulnya Dua keluarga
148.
Pertama kalinya, pergi tanpa suami.
149.
Siapa, Kalian?!
150.
Bukan Hanya Papa yang jahat, Reza.
151.
Lakukan perintah mereka, sayang.
152.
Kembalinya Syifa
153.
Makan lah dengan cinta..
154.
Kuasa tak berlaku lagi, ketika Bagas sehat.
155.
Aku harus apa dengan keadaan ini?
156.
Gempa Lokal
157.
Andai semuanya mudah
158.
Wajah Reza, Wajah Badboy
159.
Aku selalu gagal, Bu.
160.
Rasa cinta yang membabi buta
161.
Pi, Mami mulai galak.
162.
Tujuan yang tak jelas lagi.
163.
Sebahagia itukah kalian?
164.
Olin tak mempan di rayu
165.
Tetaplah di sana, Olin.
166.
Saya diam, ketika diminta untuk diam
167.
Kenapa tak mati saja?
168.
Tak ada jalan lain
169.
Andai aku dapat berlari
170.
Dia tak akan berani melawanku
171.
Kau, pengkhianat
172.
Dia, Ayahku.....!
173.
Ingin pulang, dan segera memelukmu.
174.
Mencintaimu dengan leluasa.
175.
Siaga Satu
176.
Tangis Reza
177.
Kenyataan dari masa lalu.
178.
Keisengan Reza
179.
Aku yang sakit, kenapa Bagas yang dipeluk?
180.
Melamar Humairah ku.
181.
Arti sebuah keluarga
182.
Dulu pengap, sekarang nyaman.
183.
Permintaan Reza
184.
Dua raga, Satu jiwa.
185.
Sifat Asli Bagas.
186.
Kejujuran Olin.
187.
Olin selalu menghindar
188.
Syifa turun tangan membantu Reza
189.
Tersedak hatiku karenamu, Olin.
190.
Gadis yang tak mudah di taklukan
191.
Senyum itu, hanya milikku.
192.
Es kutub, yang telah mencair.
193.
Tak dapat membiarkanmu sendirian.
194.
Caraku meredam amarahmu
195.
Jomblo terhormat, yang terbully
196.
Tak pernah melihat orang, hanya dari statusnya
197.
Seperti anak kecil yang menggemaskan
198.
Harapan Syifa
199.
Aku masih ingin memanjakanmu, sayang.
200.
Reza ingin melamar Olin
201.
Reza tergesa-gesa
202.
Jadian, Olin dan Reza
203.
Getaran dahsyat di hati Reza
204.
Pernikahan hangat
205.
Babang Eza ngambek lagi.
206.
Hari-hari indah Reza
207.
Olin Naik pangkat
208.
Apel pertama Reza Edwardo
209.
Papi marah dengan anak bujangnya
210.
Mejenguk Papa Edward
211.
Asing, tapi bahagia.
212.
Bukan hanya, sekedar wanita
213.
Mencuri waktu bertemu Ayang
214.
Olin mulai berharap.
215.
Terpisah oleh adat dan keluarga.
216.
Pagi hari tanpa peluk mesra Ayang
217.
Dia telah muncul kembali.
218.
Seharusnya, hari bahagiaku
219.
Dia datang tepat waktu.
220.
Jebakan untuk Viona.
221.
Kejutan dari Mami untuk Papi.
222.
Part Ekstra bab 1
223.
Ekstra part bab 2
224.
Promosi karya baru
225.
Ekstra part 3
226.
Ekstra part 4
227.
Ekstra part 5
228.
Ekstra part 6
229.
Akhirnya Olin mengeluh
230.
Promo kisah Zaolin.
231.
Ekstra part 1 kelahiran Baby B.
232.
Ekstra part, lahirnya Baby B, 2
233.
Ekstra part: Breyhan Nata Nugraha
234.
Baby Brey
235.
Sambutan untuk Breyhan
236.
Brey itu anakku, Mas.
237.
Promo karya baru. Istri Tuan Amnesia
238.
Oh, Baby Brey
239.
Punya anak banyak yuk, Mas?
240.
Kujungan Dady ganteng.
241.
Promo karya baru, Breyhan natta Nugraha