
Syifa bangun lebih pagi dari biasanya. Ia pun segera membangunkan Bagas dan memandikannya hingga bersih. Usainya, Ia memilih pakaian yang akan di pakai Bagas ke kantor hari ini.
"Mau pakai yang mana?" tanya Syifa pada Bagas yang masih memakai kimononya.
"Celana hitam, kemeja panjang putih, jas hitam dan dasi Abu-abu."
"Ini?" tunjuk Syifa. Dibalas anggukan bagas.
Syifa lalu bergerak dengan gesit, memakaikan celana, kemeja dan tak lupa rompi terapi untuk punggung dan pinggang Bagas. Rambut di sisir rapi, tak lupa memakai pomade agar semakin kinclong. Jas pun kemudian di pakaikan agar semakin formal.
Di saat itulah, Syifa semakin menyadari jika suaminya benar-benar tampan.
"Kamu mandi dulu, aku jalan sendiri keluar." ucap Bagas..
Syifa pun meng'iyakan, dan membukakan pintu untuk Bagas yang melaju dengan kursi rodanya. Ia menuju ruang makan, menunggu yang lain di sana.
"Hay sayang, sudah siap?" sapa Mama Ayu yang tak kalah rapinya.
"Sudah, Ma. Ehm, tolong Syifa dandan, ya? Dia ngga bisa soalnya."
"Hah, dandan ngga bisa?"
Bagas menggeleng, "Katanya ngga bisa. Kasihan."
"Hmm, baiklah. Mama akan dandanin dia secantik mungkin. Untung aja, udah Mama belikan pakaian kemarin." gerutunya, lalu masuk ke kamar Bagas dengan begitu anggun.
__ADS_1
Syifa yang baru saja mandi, begitu terkejut dengan hadirnya sang mertua di dalam kamarnya. Duduk dengan meantapnya tajam, seolah drakula yang tengah menghadapi mangsanya.
" Mama, kok disini?" tanya Syifa.
"Pilih baju kamu, Mama diminta Bagas dandanin." balasnya.
Syifa kembali mengangguk, dan mulai memilih gaun yang akan Ia kenakan hari ini. Hari pertama Ia ikut ke perusahaan, dan akan di perkenalkan sebagai istri Sah dari seorang Bagas Nata Nugraha, pewaris utama Nugraha's Company yang besar itu.
Beberapa kali memilih, tapi kurang sesuai dengan tema. Hingga akhirnya sebuah gaun berwarna abu-abu lah yang menjadi pilihan mereka berdua.
"Ini cocok." ucap Mama Ayu.
Syifa segera mengganti pakaiannya, lalu Mama Ayu memintanya duduk rapi di meja riasnya.
"Iya, Mama sayang, kenapa?"
"Tolong, ambilin make up Mama. Mama lupa, jika menantu kita juga belum punya alat make up." pinta Mama Ayu dengan lembut.
Papa Erland mengangguk, lalu segera berlari kecil mengambilkan apa yang istri nya pinta.
Sementara itu, sembari menunggu alatnya datang. Mama Ayu mengeringkan rambut Syifa yang panjang terurai, sambil menyisirnya dengan lembut. Terasa berdesir hatinya, karena memang baru kali ini dapat seperti ini dengan seorang anak perempuan yang selama ini Ia idamkan.
"Mama kenapa?" tanya Syifa.
"Kenapa apanya?"
__ADS_1
"Itu, ngelamun. Kayak mikirin sesuatu."
"Cuma mikir aja, akhirnya Mama bisa melakukan hal seperti ini, meski kesannya terlambat."
"Ifa ngga ngerti." jawabya senyum.
"Dulu, kepengen banget anak cewek. Tapi ngga dikasih sama yang kuasa. Dapetnya mantu, itu pun caranya aneh begini." jawab Mama Ayu.
"Mama pernah, membayangkan seperti ini dengan Luna?"
Mama ayu menggeleng, "Luna itu lebih memilih sosialita. Ngajak palingan ngajak shoping. Kesini aja jarang, kalau engga Bagas yang ajak." jawab Mama Ayu.
Obrolan terhenti, tatkala Papa Erland membawa kotak make up itu pada mereka. Mama Ayu pun semakin sigap mendadani sang menantu agar semakin cantik dengan sedikit polesan make up darinya.
"Emang dasarnya udah cantik dan bersih, sih. Jadi ngga perlu di make up tebel-tebel. Malah aneh nantinya." gumam Mama Ayu dalam hati.
Rambut Syifa dibiarkn tergerai panjang, hanya sedikit di hairspray agar tak berantakan. Bagian depan di buat sedikit bergelombang, agar wajah Syifa yang kurus sedikit tampak bervolume. Bibir merah pun semakin menambah cerah wajah nya yang memang sudah cantik dari awal.
Mama Ayu pun selesai. Ia langsung mengajak Syifa keluar menemui yang lainnya. Apalagi, hari sudah semakin siang, dan mereka belum juga sarapan.
Tampak para pria sudah menunggu dengan gelisah. Apalagi Bagas, yang menunggu hasil vermak istri oleh Mamanya.
"Mas, udah." panggil Syifa.
Semua mata terbelalak, mereka tercengang melihat hasilnya. Wajar saja, dari awal bertemu, Syifa bahkan nyaris tak pernah dandan. Hanya ketika menikah, itu pun begitu sederhana.
__ADS_1