Suamiku Pria Lumpuh

Suamiku Pria Lumpuh
Sindiranmu menyakitkan, Fa.


__ADS_3

Syifa dan Bagas kembali ke kamarnya. Itu adalah tempat ternyaman mereka, karena dapat melakukan apapun dengan bebas.


"Itu anak, apa serius nyari cewek incerannya?"


"Biarin aja lah, Mas. Dia butuh penyemangat untuk dirinya sendiri. Dia lelah, harus menangani semua urusan perusahaan. Apalagi, dia tampak memcari perhatian dari Mas, sebenarnya."


"Kenapa... Harus mencari perhatianku?" tanya Bagas.


Syifa hanya tersenyum, sembari membungkus kaki Bagas dengan Pneumatic kaki. Pneumatic Kaki Pijat Kneading adalah Kaki Alat Pijat Listrik Air Gelombang Tekanan Fisioterapi Pijat.


Bagas kini dalam posisi setengah duduk, dan tangannya mulai aktif dengan alat terapinya sendiri. Terasa. Penuh tubuh itu dengan alat, tapi beruntungnya adalah itu miliknya ssndiri. Sehingga Ia tak perlu selalu ke Rumah sakit untuk melakukan terapi itu.


Syifa duduk di samping Bagas, memijat lengan yang sebelahnya. Ia pun melanjutkan obrolan mereka dengan santai.


"Reza itu, butuh perhatian dari Mas, sebagai Kakak sepupunya. Sejak Mas meminta Ifa untuk menjadi kuasa, Ia mungkin merasa terabaikan. Merasa tak mendapat kepercayaan, padahal dia yang selama ini mengurus semuanya."


"Aku punya alasan atas itu semua." jawab Bagas datar.


"Iya, Ifa tahu. Mas pasti melakukan semua dengan pemikiran matang, apalagi Mas juga sudah berpengalaman dalam bidangnya."


Kreeeekkkkk! Syifa menekuk lima jari tangan Bagas sekaligus. Membuat Bagas memekik kesakitan.


"Aaaakkkkhhh... Sakit!"


"Beginilah, Mas. Perasaan Reza saat ini. Padahal, Ifa sudah memikirkan secara matang semuanya. Memikirkan apa yang terbaik yang harus Ifa lakukan. Tapi, Mas masih bisa kesakitan karenanya."


"Ifa nyindirnya kok begitu?"

__ADS_1


"Ifa ngga nyindir, cuma kasih tahu."


Bagas melirik tajam pada Syifa. Bukan karena cemburu, tapi mengenai bagaimana Syifa menyampaikan setiap pesan yang ada dalam fikirannya.


"Maaf, Fa. Tapi kali ini, aku harus tetap pada pendirianku." batin Bagas.


Syifa mulai mempersiapkan obat untuk Bagas, lalu Ia meminumkannya Satu persatu. Bagas sebenarnya bosan, tapi tak ada cara lain kali ini.


"Hari ini, kita ngga kemana-mana?" tanya Bagas.


"Engga... Belum ada planing soalnya. Mas mau kemana?"


"Belum ada juga." jawab Bagas. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya ke jendela, menatap Farhan yang sibuk membersihkan semua mobil yang ada di garasi.


Syifa sibuk dengan kegiatannya sendiri. Ia menata pakaian pemberian Mama Ayu yang belum sempat Ia bongkar dan Ia susun rapi di lemari. Hanya gaun yang diambil, itu pun karena paper bag nya berbeda dengan yang lain.


"Mas, ini apa?" tanya Syifa, menunjukkan pakaian yang begitu minim itu pada Suaminya.


"Apa, Fa? Astaghfirullah... Itu, kamu dapat darimana?"


"Dari... Pemberian Mama. Ifa baru buka." jawabnya polos.


"Astaga, Mama! Iseng banget sama anaknya." batin Bagas.


"Apa sih?" tanya Syifa lagi.


"Itu... Itu baju tidur, Fa. Besok-besok di pakai, ya? Tapi, jangan dipakai diluar. Cukup, Suamimu ini saja yang melihatnya." ucap Bagas, dengan fikiran yang terbang melayang dengan bebas.

__ADS_1


"Hiiii, baju tidur kok gini." ucap Syifa, bergidik geli.


***


Reza tampak ceria hari ini. Ja begitu bersemangat menjalani harinya yang akan begitu sibuk. Bagaimana tidak? Dalam fikirannya adalah, ketika semakin cepat selesai, maka Ia akan semakin cepat pergi. Ia sudah membayangkan jauh, ketika Ia akan menelusuri tempat dimana Ia kehilangam gadis itu kemarin..


Reza melakukan semua pekerjaannya dengan baik seperti biasa. Ia memeriksa semua laporan dengan baik, dan mencermati semua isi dari berkas yang Ia terima. Meksi itu akan kembali menjadi bahan debatnya dengan sang Papa.


Braaakkkk! Sebuah berkas di jatuh kan kasar di hadapannya.


"Apa?" tanya Reza, tanpa menatap orang yang ada di depannya.


"Biarkan gadis itu menandatangani ini. Setelah itu kita akan mendapatkan semuanya."


"Jangan bercanda. Reza ngga akan melakukan itu, demi apapun. Bahkan, demi Papa." jawabnya lantang, tersenyum menatap sang Papa di depannya.


Hay guyz... Give Away yuk...! Tapi abis tamat, jangan pada ngilang. Soalnya kemaren adain give away, pas pengumuman orangnya kagak pernah muncul.wkwkwkwk...


Coba cari, apa misteri dalam karya ini?


*Mengenai kecelakaan Bagas.


*Mengenai sakitnya Bagas


* Mengenai, apa respon yang diberikan Bagas dari yang Ifa lakukan.


Pasti ada. Dan kalian yang baca terus, pasti faham. Hayoooo, nanti otor kasih hadiah deh. 😘😘

__ADS_1


__ADS_2