
Bella terpaku pada sikap Ansel yang benar benar diluar kepalanya.
Bella menyambut uluran tangan Ansel sambil tersipu malu.
Ansel lalu meraih tangan Bella dan menciumnya dengan hangat.
Ansel kemudian menuntun langkah Bella menapaki jembatan kayu dengan sangat hati-hati.
Bella kehilangan kata kata, seluruh pikirannya serasa di atas awan. Ansel memperlakukannya layaknya seorang princess.
"Pak.. apa ini tidak terlalu berlebihan?" Tanya Bella ketika mereka sudah duduk dimeja makan.
Ansel tersenyum sambil mengelus lengan Bella.
"Tak ada yang terlalu berlebihan untuk istri tercintaku.."
Setelah menepuk tangannya tak lama seorang wanita paruh baya datang kesana diikuti beberapa pelayan dibelakangnya yang terlihat membawa beberapa makanan ditangan mereka.
Wanita tua itu sepertinya bos pemilik resort tempat mereka makan sekarang, wanita itu dengan hormat memberi salam kepada Bella dan juga Ansel.
"Selamat sore menjelang malam Tuan dan Nyonya Wijaya, suatu kehormatan bagi kami atas kunjungan kalian kesini.."
Bella dan Ansel membalas sapaan itu dengan senyuman.
Setelah berbagai hidangan kini tersaji dimeja mereka kini giliran Bella terpukau lagi dengan kehadiran seorang gitaris yang membawakan alunan lagu romantis tengah berjalan ke arah mereka.
Bella menatap Ansel sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku benar benar tak menyangka kau bisa seromantis ini sayang.."
Ansel mengangkat alisnya merasa sangat puas melihat binar bahagia dimata Bella. Syukurlah usahanya untuk menyenangkan Bella tidak sia sia.
Ansel berdiri lalu kemudian setengah embungkukkan badannya kehadapan Bella.
"Bella, mau kah kau berdansa denganku?"
Bella terperangah sambil mengangguk pelan.
Akhirnya malam itu untuk pertama kalinya Bella merasakan kencan layaknya pasangan yang normal, semua ketegangan dan masalah yang kemarin kemarin terjadi diantara mereka berdua seperti menguap begitu saja, tak ada lagi kesalahpahaman, tak ada lagi jarak diantara mereka.
Sebuah lagu romantis mengalun mengiringi dinner malam yang romantis.
Tak terasa waktu pun sudah menunjukkan pukul 21.30 wib. Akhirnya Ansel memutuskan untuk menginap diresort karna dia tidak ingin membuat Bella kecapean jika harus balik ke Villa malam malam begini.
Ansel melangkah dengan menggenggam tangan Bella memasuki resort yang menurut Bella seperti istana itu
Bella berdecak kagum saat masuk ke halaman belakang resort, pemandangan kolam renang yang menghadap langsung ke pantai membuatnya terpana, matanya seakan tak berkedip saking terpesonanya.
"Indah sekali.."
Ansel lalu memeluk Bella dari belakang.
__ADS_1
"Kau suka sayang?"
"Hmm, ini cantik sekali pak.." Bella mengangguk sambil menyunggingkan senyum di bibir mungilnya.
"Tapi tak secantik dirimu Bella.." Ucap Ansel sambil mendekatkan wajahnya lalu mencium kening Bella dengan lembut.
"Apa bapak menyewa resort sebesar ini hanya untuk kita berdua, ini pasti mahal.."
Ansel hanya tersenyum mendengarnya.
"Aku tak perlu menyewanya, akulah pemilik resort ini Bella.."
"HAH? serius?" Bella tersentak kaget sambil menutup mulutnya yang spontan terbuka lebar.
"Hmm.." Ansel mengangguk pelan.
"Apa kau mau renang? ada pengatur suhu di kolam renang ini, kita bisa mandi air hangat kalau kau mau.."
"Benarkah? aku ingin sekali, bolehkah pak?"
"Of course Bella.."Jawab Ansel sambil berjalan ke pinggir kolam renang.
Tanpa menunggu aba aba Ansel langsung melepas kemejanya dan kini dia hanya menggunakan kolor hitamnya saja.
Ansel langsung menyebur ke dalam kolam renang, lalu beberapa detik kemudian kepalanya muncul kembali ke permukaan.
Dia berenang ke pojok kolam dan memencet pengatur suhu air.
Bella melihat sekitar dan memastikan tak ada orang lain disekitar resort.
"Apa aman jika aku melepas bajuku disini?"
"Tentu, tidak ada orang lain selain kita Bella, kemari lah.."
Bella mengangguk, setelah mencopot semua pakaiannya dan hanya mengenakan kaos polos saja, Bella pun berjalan ke arah kolam.
Ujung kakinya dibiarkan menyentuh air terlebih dahulu. Bella takjub, benar kata Ansel, air itu terasa hangat dikuliti nya.
Bella kemudian menceburkan dirinya dan berenang pelan ke arah Ansel.
Ansel menyambutnya dengan pelukan lalu kemudian mencium kening Bella dengan mesra.
Mereka pun akhirnya larut dalam kemesraan yang panjang malam itu.
"Bella, aku senang akhirnya kita bisa bulan madu kesini.." Ucap Ansel saat mereka telah berada di dalam kamar. Ansel dan Bella baru saja selesai mandi.
Bella ikut merebahkan dirinya di atas ranjang tepat disamping tubuh Ansel. Ansel membentangkan satu tangannya untuk menjadi bantal bagi kepala Bella.
Bella tersenyum lalu tangannya mengelus lembut kepala pria itu.
"Aku lebih senang, akhirnya semua kesalahpahaman diantara kita bisa diselesaikan tanpa harus ada yang pergi.."
__ADS_1
"Bella, apa kau bahagia dengan pernikahan kita?"
Bella mengerutkan alisnya, dia kaget tiba tiba mendengar pertanyaan itu dari Ansel.
"Kenapa bapak menanyakan itu?"
Ansel menarik napas panjang, dia seperti ragu untuk melanjutkan kalimatnya.
"Aku hanya takut jika kau tiba tiba akan pergi dariku.."
Mendengar itu, Bella langsung menggeleng keras dan menutup mulut Ansel dengan telapak tangannya.
"Tidak, jangan bicara begitu! aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi pak.."
Bella meyakinkan Ansel lewat tatapan matanya yang begitu dalam, Ansel menatapnya balik, kedua bola mata mereka saling bertautan satu sama lain.
Ansel perlahan mendekatkan wajahnya.
Lalu kemudian mendaratkan satu pagutan lembut di bibir mungil gadis itu. Tangan kekarnya mulai turun dan kini telah melingkar di pinggang Bella.
Bella memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang Ansel berikan padanya.
Ansel menyadari jika Bella sudah menjadi candu yang manis untuknya.
Malam itu untuk kesekian kalinya mereka kembali bercinta dibawah sinar rembulan yang menyusup melalui jendela kamar.
Happy ending.
****
Gak sadar nih reader ku sayang Pak Dosen dan Bella udah nyampe di ending cerita aja ya hiks sedih banget harus pisah sama mereka 😭.
Aku mau ucapin makasih banyak loh kalian yang udah setia baca Novel Suamiku Sang Dosen Killer ini sampai bab terakhir 🙏 . Meskipun thor ngerasa novel thor ini belum sebagus novel novel yang lain tapi thor harap kalian terhibur dengan membacanya,
Apalah thor tanpa kalian hanyalah butiran debu..
Thor udah nyiapin Novel baru mungkin setelah ini akan thor up, jadi jangan lupa sering cek beranda thor ya 😁...
Intip dikit ajalah ya covernya.
Inti ceritanya masih sama tentang dendam yang berakhir dengan rasa cinta. Entah kenapa thor masih seneng nulis novel dengan latar cerita dunia perkampusan, tapi mungkin sekali kali thor bakal coba buka imajinasi ke dunia CEO dan MAFIA 😁.
Thor harap kalian nanti mau mampir ke Novel ini ya..
Salam sayang dari thor, Pak Dosen dan Bella. Terima kasih untuk dukungannya.
sampai ketemu di Novel selanjutnya 🙏
__ADS_1