SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Hari pernikahan Kevin dan Citra


__ADS_3

Ansel terus memperhatikan gadis itu lurus-lurus. Wajah polos itu kalau diperhatikan sesaat rasanya tidak mungkin bisa melukai orang lain. Tapi kenyataannya dialah yang sudah menjadi duri dalam hubungan antara adiknya Citra dan juga Kevin.


Bella memanfaatkan moment lengahnya pria itu saat melamun untuk mengeluarkan jurus kabur terakhirnya, digigitnya tangan Ansel dengan sekuat tenaga.


"AW!" Ansel terpekik dan sontak melepaskan cengkraman tangan Bella yang sedari tadi dipegangnya nya kuat-kuat. Sukurin! rasain emang enak! rutuk Bella. Bella langsung ngibrit keluar kamar. Ansel mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Sedetik kemudian Bella kembali membuka pintu kamar namun hanya wajahnya yang menyembul diantara celah daun pintu.


"Makanya bapak gak usah macam-macam!"


Bella memeletkan lidahnya lalu kemudian pergi meninggalkan Ansel yang mulai geram kepadanya.


"Awas kamu Bella!" Dengus Ansel kesal.


Besoknya jam 08.00 wib dikediaman keluarga besar Hamis Wijaya.


Para mata itu memandang dengan takjub, setiap hiasan dekorasi ruangan yang begitu megah, mewah dan indah. Suguhan makanan yang dimasak oleh para Chef profesional tertata menjajar di meja panjang yang sudah di sediakan untuk melengkapi suguhan bai para tamu undangan yang hadir.


Panggung pelaminan yang bergaya Fancy nan elegan akan membuat siapapun yang melihatnya berdecak kagum. Belum lagi souvernir cincin diamond yang dibagikan kepada setiap tamu yang datang membuat pernikahan Citra tergolong sukses membuat siapapun yang melihatnya pasti bisa dengan mudah menebak jika budget yang sudah dikeluarkan keluarga Wijaya ini bukan main-main jumlah nominalnya, satu kata spektakuler!


Bella baru selesai memakai kebaya berwarna biru pastel dengan model bahu terbuka, rambutnya yang dikepang satu membuat Bella benar-benar terlihat sangat ayu dan cantik. Ansel sampai terpesona saat melihat Bella berjalan dengan sedikit kesusahan karna rok span yang dipakainya.


Namun Ansel segera membuang mukanya saat mendapati dirinya dengan bodohnya terus menatap gadis itu.


"Pak, itu." Bella ragu melanjutkan kalimatnya.


"Bapak bisa menolong saya mengancingkan kebaya saya? saya sedikit kesusahan karna kancingnya terletak dibelakang, tangan saya tidak bisa menjangkaunya.." Ucap Bella akhirnya karna tidak mungkinkan dia keluar kamar sementara semua orang bisa melihat punggungnya yang terbuka.

__ADS_1


"Tidak, untuk apa saya membantu kamu!"


"Tapi pak.."


Ansel malah cuek dan melanjutkan merapikan jasnya sambil berkaca dimeja rias. Bella kesal setengah mati. Dasar manusia tidak punya hati! manusia sadis!.


Terpaksa Bella harus memanggil bantuan bi Iyam atau bi Sri. Bella pun berjalan ke arah pintu hendak melihat apakah ada tanda-tanda kehadiran dua asisten rumah tangga keluarga wijaya itu. Namun Ansel langsung mencegat tangannya yang sudah siap membuka gagang pintu.


Bella kaget dan hendak membalikan badan. Tapi Ansel menahannya.


"Diem bego! Kamu mau saya bantukan?"


Ansel mengaitkan satu persatu kancing kebaya Bella. Wangi parfumnya yang maskulin menusuk hidung Bella. Bella kesal sekaligus bingung. Kenapa tadi dia pake acara menolak kalau ujung-ujungnya mau ngebantu juga. Emang dasar manusia aneh!


Lagi-lagi dia menuduhnya yang bukan-bukan.


Ansel membalikkan badan Bella. Nafas mereka saling bertemu. Bella tak bisa lari kemana mana karna dibelakangnya hanya ada pintu yang itupun sudah tak ada lagi jarak karna sekarang tubuhnya sudah menempel disana dan dikurung oleh tubuh tinggi Ansel didepannya.


Bella mencoba mendorong tubuh Ansel namun Ansel malah menangkap kedua tangannya. Di berikan nya satu pagutan di bibir Bella. Bella kaget dan beberapa detik diam untuk bisa mencerna keadaan. Namun saat sadar Ansel sudah melepaskan dirinya dari gadis itu. Bella syok dan ternganga. Kurang ajar memang!


Belum sempat melontarkan makiannya Ansel malah ngeloyor pergi ke luar kamar. Meninggalkannya dengan seribu sumpah serapah yang sudah siap keluar di mulut Bella untuknya.


Bella turun mengiringi Citra dari belakang. Seluruh tamu berdiri dan menyambut kehadiran sang mempelai wanita. Kevin sudah menunggu Citra dimeja akad. Citra terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin serba putih. Namun mata Kevin malah terfokus pada seseorang dibelakangnya yaitu Bella. Ansel menangkap sorot mata menjijikan itu dari Kevin.


Dikepalnya kedua tangannya sendiri! Ansel sekuat tenaga menahan emosinya melihat pemandangan di depan matanya. Tak ada yang sadar kecuali mata elangnya.

__ADS_1


Saat Citra sudah duduk disamping Kevin Ansel buru-buru melangkah ke samping Bella. Digenggamnya tangan gadis itu dengan erat dan mesra. Bella menoleh kaget dan hendak melepaskan diri namun tatapan mata Ansel memberinya isyarat untuk diam.


Ansel pura-pura mengecup pipi Bella padahal dia hendak membisikkan sesuatu pada gadis itu. Bella tersentak kaget, matanya kontan membulat.


"Diam! dan jangan berani jauh-jauh dari saya selama pernikahan ini berlangsung!" Dengus Ansel sebari menarik Bella untuk duduk di sampingnya.


Semua tamu undangan memuji betapa romantisnya Pak Ansel kepada istrinya. Bella menggerutu didalam hatinya. Romantis dari hongkong! kenyataannya kehidupan pernikahannya bahkan lebih menyeramkan dibanding film horor. Ansel itu benar-benar rajanya drama! dia bisa mengelabui semua orang dengan aktingnya yang lihai.


Acara ijab Kabul pun berlangsung dengan lancar. Bella melihat Citra begitu bahagia dengan pernikahannya. Berkali-kali dia tersenyum dan memamerkan rona penuh kebahagiaan diwajah cantiknya. Sementara Kevin sudah pasti alasan bahagianya karna dia sudah berhasil menjadi menantu keluarga kaya raya seperti Tuan Hamis.


"Akhirnya kevin, kita berhasil menjadi bagian keluarga konglomerat ini, bagus kamu memang bisa mamah andalkan, selanjutkan kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan?" Ibu Kevin berbisik lirih ditelinga anaknya.


"Tentu mamah tenang aja, Kevin sudah memikirkan bagaimana caranya kita bisa mengeruk harta keluarga ini!" bisik Kevin dengan senyum licik yang tersungging di bibirnya.


Kevin memegang tangan Citra dan mencium punggun tangan gadis itu.


"Sayang, aku janji bakal bahagiain kamu mulai sekarang.."


"Terima kasih sayang, aku mencintaimu." Mata Citra berkaca-kaca. Apa yang selama ini diimpikannya telah menjadi kenyataan. Akhirnya dia bisa bersanding dengan seseorang yang sangat dia cintai. Citra juga lega karna anak di dalam kandungannya akan memiliki sosok ayah. Ayah yang kemarin sempat menolak kehadirannya.


Citra memaklumi karna mungkin kemarin Kevin belum siap. Padahal gadis itu tidak tahu Kevin sudah menyiapkan rencana busuk untuk membalas dendam atas sakit hatinya pada kakaknya Ansel.


Ansel yang sudah sering mempermalukan dirinya didepan umum seperti waktu dirumah sakit saat dia datang menjenguk Bella. Kevin merasa pria itu harus merasakan kehancuran atas sikap arogannya. Terlebih dia sudah dengan lancang merebut sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya. Sesuatu yang sangat begitu dicintainya. Sesuatu itu adalah kekasihnya Bella yang tak lain sekarang sudah menjadi istri seorang Ansel Wijaya.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2