
Malam itu Sarah sedang menyiapkan makan malam di dapur untuk dirinya sendiri. Jam di dinding menunjukkan pukul 19.00 wib.
Sarah kemudian duduk di sofa diruang tamu sambil membawa laptopnya ke atas meja. Dia makan sambil menonton drama korea kesukaannya.
Tiba tiba laptopnya tak sengaja menyenggol pas bunga dan akhirnya pas itu jatuh ke lantai.
"Aduh teledor banget sih gue!" Rutuk Sarah pada dirinya sendiri.
Sarah pun segera mengambil sapu dan penyedok sampah ke belakang untuk membersihkan serpihan dari pas bunga yang kini telah berserakan dimana mana.
Saat Sarah sedang sibuk menyapu tiba tiba pandangannya terfokus pada benda yang mirip dengan mata lensa, benda itu terselip di antara bunga yang ada di dalam pas.
Sarah menyipitkan matanya, ukuran mata lensa itu sangat kecil, kalau saja Sarah tidak teliti mungkin dia tidak akan sempat melihatnya.
"Apaan nih?" Tanya nya bingung.
Sarah kemudian duduk dan memeriksanya.
"Kaya kamera. Tapi kamera apa ya kok kecil banget?" Sarah garuk-garuk kepala karna tak tahu benda apa yang sedang dipegangnya itu.
"Ah besok tanya Kevin aja deh.." Akhirnya Sarah pun mengantongi mata lensa itu dan meneruskan makannya dengan lahap.
Sementara itu dirumah keluarga pak Hamis Wijaya.
Seluruh keluarga sedang duduk makan malam bersama.
Ansel terlihat mesra dengan beberapa kali menyuapkan makanan ke mulut Bella meskipun Bella menolak dengan halus karna dia merasa malu menjadi pusat perhatian di meja makan itu namun Ansel tak perduli.
Bella tak sadar jika sedari tadi mata elang milik Citra terus memperhatikannya. Hari ini untuk pertama kalinya dia tidak suka melihat kemesraan itu terjadi, untuk pertama kalinya dia merasa sangat tidak nyaman dengan kehadiran kakak iparnya itu, ya, semua tak lain karna provokasi dari suaminya Kevin.
Kevin menangkap raut wajah tidak suka yang ditunjukkan Citra kepada Bella. Di dalam hatinya dia tersenyum puas, akhirnya rencananya perlahan mulai berjalan dengan mulus.
Esok harinya dikampus Brawijaya, Inyong berjalan ke arah kantin. Dia hendak menunggu kedatangan Sasya dan Bella disana karna hari ini mereka ada kelas jam 9 nanti. Saat sampai didalam kantin mata Inyong tak sengaja melihat keberadaan Sarah yang sedang duduk seorang diri dipojokan. Diapun segera berjalan dan menghampirinya.
"Sar, sendirian aja.."Sapa Inyong sambil menepuk pundak Sarah.
"Eh, nyong. Iya nyong gue lagi nongkrong aja disini." Balas Sarah dengan tampang kaget.
"Oh, emang lo ada kelas pagi? bukannya sore yah?" Inyong tampak bingung karna setahu dia hari ini kelas Sarah di mulai sore hari.
"Iya, gue lagi janjian nih sama temen gue soalnya mau ngerjain tugas bareng.." Sarah tampak gugup. Jelas saja, karna dia memang sedang berbohong. Sebenarnya dia sedang menunggu Kevin disana.
Sarah sudah bilang kepada Kevin kalau janjian ketemuan diarea kampus bukanlah ide yang bagus, tapi entah kenapa laki laki itu tetap saja ngotot ingin ketemu disana.
__ADS_1
"Oh gitu, emang temen lo siapa?" Tanya Inyong.
Sarah hanya diam. Dia membatin dalam hatinya. Ngapain sih Inyong pake nanya nanya segala!
"Eh.. itu.." Kalimat Sarah terpenggal. Tiba tiba seorang pria yang ditunggu Sarah melambaikan tangan ke arahnya.
"Sar!" Ucapnya sambil duduk dihadapan Sarah dan Inyong.
"Jadi, dari tadi Sarah nungguin elo toh!" Inyong mendengus malas melihat Kevin si ulet keket di depannya.
"Lo ngapain disini nyong?" Kevin menatap Inyong, dia baru sadar ternyata gadis yang duduk disamping Sarah adalah Inyong.
"Mau konser gue! ya mau makanlah! namanya juga kantin! Oon lo!" Sarkas Inyong sambil melotot ke arah Kevin.
"Yee gak usah sewot dong biasa aja jawabnya!" Kevin balas ketus.
"Eh, by the way gue baru inget mau nanya sesuatu sama lo Kev.."
Inyong jadi teringat akan sesuatu. Sekarang nada bicara mulai terdengar biasa.
"Apaan?" Kevin menoleh malas.
"Lo kok bisa sih waktu kamping itu kesesat juga? bukannya salah satu anggota tim lo itu anak pecinta alam ya? harusnya kan dia gak bakal bikin kalian nyasar dong!" Inyong Ingat Fandi salah satu teman dekat Kevin yang waktu itu ikut kamping, Fandi sudah sangat terkenal sebagai pecinta alam sejati di kampus.
"Ya kan aneh aja gitu Kev!"
"Apa sih yang aneh nyong, kan musibah gak ada yang tau! Sekalipun Fandi pecinta alam kan dia juga manusia biasa."
Sarah menimpali, dia tak rela Kevin diintrogasi tiba tiba oleh Inyong.
"Udahlah kita cabut aja yuk Sar! kita kerjain tugas di perpus aja.." Kevin berdiri lalu menyuruh Sarah untuk mengikutinya. Dia malas lama lama duduk dengan Inyong. Gadis itu pasti akan terus menanyainya macam-macam.
"Gue duluan ya nyong!" Sarah langsung pergi dan menyusul Kevin dengan langkah terburu-buru. Dia bahkan sampai tak sadar telah menjatuhkan sesuatu dari dalam tasnya karna sletingnya sedikit terbuka.
"Eh apaan ni?" Inyong mengambil benda itu, dia hendak memanggil Sarah namun urung saat menyadari benda yang dia pegang begitu tak asing dimatanya.
Inyongpun lalu memperhatikannya dengan seksama, dia sepertinya pernah melihat benda itu tapi dimana ya? Inyong coba mengingat-ingat.
"Lah inikan Walkie talkie! ngapain Sarah punya kaya ginian? tapi kok ini mirip banget sama Walkie Talkie milik panitia kamping!" Inyong ingat betul warna walkie talkie milik panitia dibedakan dengan warna biru navy sedangngkan punya mahasiswa warnanya abu-abu terang.
"Ya ampun jangan-jangan!" Inyong langsung tersadar satu hal. Mulutnya sontak terbuka lebar. Dia menatap Sarah yang tengah berjalan dilorong bersama Kevin dengan pandangan tak percaya.
"Gila! jadi bener waktu itu Sarah yang udah mutus semua komunikasi di tempat kamping!" Inyong geleng-geleng miris, ternyata Sarah memang ikut terlibat dengan Kevin waktu itu. Jahat banget! Dengus Inyong dalam hatinya.
__ADS_1
Sesampainya di perpus. Kevin sengaja memilih tempat duduk dipojok ruangan agar dia bebas mengobrol dengan Sarah.
"Sahabat kamu si gendut rese tuh!" Ucap Kevin dengan nada kesal.
"Yah, mungkin dia mulai curiga sama kita Kev! lagian aku udah bilang kan kita ketemu ditempat lain aja, disini terlalu berbahaya!" Sarah berkata sangat pelan, dia melihat sekeliling dan memastikan tidak ada siapapun disekitar mereka.
"Ya mau bagaimana lagi, aku tadi sekalian mau ketemu anak anak disini, jadi biar sekalian aja. Emang ada masalah apa? semalem kamu nelpon mau nunjukin apa?" Tanya Kevin yang tiba tiba ingat tujuan utamanya menemui Sarah.
"Ini, coba kamu liat deh, Kemarin saat aku gak sengaja mecahin pas bunga diruang tamu, aku nemuin benda ini.."
Sarah menyerahkan benda kecil yang mirip kamera itu ke hadapan Kevin.
Kevin menerimanya dengan perasaan was was. Pertama kali Sarah mengeluarkan benda itu saja Kevin sudah bisa menebak dengan jelas.
"Ini..ini Cctv Sar!" Ucapnya panik.
"Hah? serius? coba periksa lagi Kev!" Pinta Sarah yang jadi ikutan panik.
"Iya, ini emang Cctv! Sialan! pasti ini ulahnya Ansel!" Kevin menatap Sarah, wajahnya berubah jadi sangat cemas.
"Sejak kapan Sar ada disana?"
Sarah menggeleng.
"Entahlah Kev, aku juga gak bakal tau seandainya pas bunga itu gak pecah kemarin." Sarah jadi takut, jangan jangan selama ini dia di awasi dirumahnya sendiri.
"Sialan! ini gawat Sar! gawat! coba lo inget inget, siapa aja yang maen ke kontrakan lo Sar."
Sarah mencoba mengingat ngingat.
"Gak ada. Paling Sasya, Bella sama Inyong."
"Nah! salah satu diantara mereka pasti pelakunya! kita selama ini diawasi Sar! mulai sekarang kita harus lebih hati-hati, denger Sar. Nanti pas balik ke kontrakan periksa semua tempat jangan sampe ada kamera lainnya disana."
Sarah mengangguk cepat.
"Lalu gimana kedepannya? rencana kamu apa Kev?" Sarah jadi benar benar gelisah sekarang.
"Kamu tenang ya. Kita harus segera menjalankan rencana B, secepatnya! udah gak bisa di tunda lagi!" Ucap Kevin kesal sambil mengepalkan kedua tangannya di atas meja.
Mereka tak sadar, sedari tadi, diantara rak buku dibelakang mereka. Seseorang tengah berdiri mematung mendengar setiap percakapan demi percakapan yang terlontar dari mulut keduanya. Alaska menahan nafas. Pikirannya tiba-tiba kalut.
bersambung.
__ADS_1