SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Bella diculik


__ADS_3

Alaska dan rombongannya masih berusaha mencari keberadaan Bella disekitar tempat kejadian. Alaska berharap ada keajaiban dan Bella bisa segera kembali bersama mereka.


"Al, kita lebih baik istirahat dulu, kasian nih Inyong sama Tiara udah cape banget kayaknya.."Usul Toni saat melihat Inyong dan Tiara sudah lemas dan berkeringat.


"Gak usah istirahat! Gue gak apa-apa, yang penting Bella ketemu, ayok kita cari lagi!" Pinta Inyong.


"Nyong jangan nekat, jangan egois kenapa! kalau kita nekat yang ada lo sama Tiara nanti bisa kao! kalau lo berdua sampai kenapa napa kita semua gak bakal bisa ngapa-ngapain lagi, nanti yang ada kita semua malah gak bakal bisa nerusin pencarian Bella! lo mau hah?!" Bentak Toni.


"Tapi.."


"Gak usah pake tapi tapi!" Bentak toni lagi.


Akhirnya Alaska pun setuju untuk istirahat sejenak karna dia tak tega melihat wajah kelelahan dari kedua gadis dihadapannya itu. Saat beristirahat Alaska terus berusaha mencari sinyal agar bisa terhubung dengan pusat kamping untuk memberitahukan musibah yang sedang mereka alami.


Sementara itu di tempat kamping Sasya terlihat cemas dan terus melirik ke arah gerbang hutan cemara. Dia berharap melihat Bella dan regunya pulang karna hanya tinggal mereka yang dari tadi belum balik ke tempat utama kamping.


Sasya pun tak tahan dan langsung lari menghampiri para panitia.


"Permisi Pak, maaf saya mau minta tolong! regu temen sayakan belum balik aja, harusnya semua regu udah nyampe sekarangkan? bapak bisa gak nyuruh orang buat nyusul mereka, saya takut banget temen-temen saya nyasar pak!" Ucap Sasya dengan nada panik.


Pak Doni pun langsung menoleh kaget, panitia itu melirik ke arah jam tangannya yang menunjukkan pukul 19.45 wib. Memang seharusnya semua regu yang mengikuti game ini dijadwalkan kembali pada jam 19.00 paling lambat.


"Temen kamu kelompok ke berapa?" Tanya Pak Doni pada Sasya.


"Kelompok ketiga pak, ketua timnya Alaska."


"Berarti ada dua regu yang belum kembali. Baiklah kalau begitu kami akan langsung mengerahkan tim panitia untuk membentuk tim pencari.."


"dua regu? maksud bapak ada regu lain selain regunya Alaska yang belum kembali kesini?" Sasya mengerutkan alisnya.


"Iya, ada dua regu yang belum kembali sampai saat ini, regu satu dan regu tiga.."

__ADS_1


"Regu 1 siapa ketua kelompoknya pak?" Tanya Sasya cemas, sepertinya dia mulai merasakan firasat tidak enak.


"Ketua regu tim satu Kevin.." Jawab Pak Doni. Pria itupun langsung sibuk memanggil seluruh panitia untuk berkumpul dan mulai membentuk tim pencari karna merasa khawatir jangan-jangan kedua regu mahasiswanya ini tersesat di hutan cemara.


Sementara itu Sasya melongo ditempatnya. Kevin? kenapa bisa kebetulan seperti ini! Sasya berkacak pinggang sambil mondar-mandir tak karuan. Kenapa dia tiba-tiba merasa sangat cemas kepada Bella.


Sasya pun langsung berinisiatif untuk menemui Sarah di tendanya. Sarah sedang duduk didalam tenda sambil memegang walkie talkie, matanya menatap nanar pada walkie talkie didepannya, Sebelum berangkat tadi Kevin memang menyuruh Sarah untuk mengambil walkie talkie milik panitia agar regu Bella nanti tidak bisa menghubungi pantia saat mereka tersesat.


"Sarah.." Sasya berteriak didepan tenda. Sarah langsung panik dan berusaha menyembunyikan walkie talkie dibawah ranselnya. Sarah lalu bangkit dan menemui Sasya diluar tenda.


"Kenapa Sya?"


"Regunya Bella belum balik Sar!"


Ucap Sasya panik. Namun reaksi Sarah seperti tidak kaget sama sekali bahkan terkesan acuh. Sasya langsung menyadari ekspresi itu.


"Sar, Kevin gak ngapa-ngapain Bella kan?"


"Apa.. m-maksud lo Sya?" Tanya Sarah berlagak tak mengerti.


"Regunya si Kevin belum balik kesini juga kan?"Jawab Sasya sambil menyipitkan matanya, dia merasa Sarah sedang menyembunyikan sesuatu dari sikapnya yang belagak acuh.


"Iya, mungkin mereka masih dijalan Sya.."Ucap Sarah santai.


"Ini udah lewat jam berapa Sar, apa lo gak ngerasa panik!" Sasya kesal juga lama-lama melihat Sarah yang begitu tenang padahal sahabatnya Bella dan Inyong belum kembali dari dalam hutan.


"Ya, terus kalau gue panik apa mereka bakal balik? engga kan! yaudah kita tungguin aja disini, nanti juga mereka pasti balik kok!" Sarah malah nyolot gak karuan.


Sasya geleng-geleng kepala dibuatnya. Gila gak ada perhatiannya sama sekali. Sasya pun langsung pergi dari tempat Sarah karna kecewa dengan sikapnya.


Sementara itu di dalam hutan cemara. Kevin dan teman-temannya sedang menyalakan api unggun sambil menunggu Bella siuman.

__ADS_1


"Inget ya lo semua harus pura pura nyasar nanti pas kita balik lagi ke kamp utama, jangan sampe siapapun tahu kalau kita yang udah nyulik Bella, kalian harus bisa berakting sebagus mungkin!" Ucap Kevin sambil melahap sepotong sosis ditangannya.


"Siap bos tenang aja. Tapi apa bos yakin rencana kita bakal berhasil? kalau ketahuan gimana bos?" Tanya Tio ragu.


"Gak bakal ketahuan, karna gue udah nyuruh orang-orang buat kesini gantiin kita, nah mereka nanti yang bakal eksekusi Ansel! kalau kita sendiri yang eksekusi Ansel itu namanya bunuh diri!"


Benar saja ucapan Kevin, tak lama muncul sekitar 5 orang pria berbadan besar menghampiri mereka. Kelimanya terlihat sangat sangar dan punya postur seperti preman pasar.


Ternyata Kevin memang sudah merencanakan semuanya matang-matang. Dia sengaja menyuruh orang lain yang menjalankan rencananya agar bila terjadi kegagalan namanya akan tetap bersih.


"Nah itu dia mereka dateng.." Kevin tersenyum licik kepada kelima orang pria yang kini sudah berada dihadapannya.


Kevin pun berdiri dan langsung menjelaskan rencana jahatnya pada kelima pria itu. Kevin menyerahkan sebuah pistol dari saku celananya. Teman-teman Kevin langsung tercengang dan saling berpandangan satu sama lain. Mereka tak tahu kalau Kevin benar-benar serius dengan ucapannya untuk menghabisi nyawa Dosen mereka.


"Eh bos, lo beneran serius mau ngabisin Pak Dosen?"


"Iyalah serius gue! ngapain juga gue sampe harus nyulik cewek yang gue sayang sebagai umpan!" Kevin melirik ke arah Bella yang masih tak sadarkan diri akibat efek dari obat bius.


"Tapi kalau dia gak dateng gimana?" Tanya Tio.


"Dia gak mungkin gak dateng! pasti dateng!" Jawab Kevin dengan keyakinan penuh. Karna dia tahu Ansel sangat peduli pada dua orang wanita dirumahnya, pertama adiknya Citra dan kedua Bella istrinya.


Kevin pun langsung menyerahkan Bella ketangan lima orang itu.


"Inget, jangan sakiti cewek ini, kalian cukup habisi saja pria yang nanti akan datang menyelamatkannya. Kalian sudah liat wajahnya yang gue kirim diponselkan?" Tanya Kevin pada kelima orang pria itu.


"Sudah bos, tenang saja bos tinggal terima beres!" Ucap salah satu dari mereka.


"Inget, kalau kalian udah berhasil jangan lupa hilangin jejak. Buang mayatnya ke jurang!" Perintah Kevin.


Kevin pun langsung pergi meninggalkan kelima pria suruhannya itu dengan tawa yang terdengar begitu puas. Bagus! Sebentar lagi tak akan ada yang menghalanginya memiliki Bella! gumamnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2