SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Acara kamping bersama


__ADS_3

Malam itu dikediaman rumah Sasya. Sasya sedang duduk didalam kamarnya sambil memeriksa laptop. Sasya sengaja ingin mengecek Cctv dirumah Sarah hari ini. Betapa terkejutnya Sasya ketika rekaman itu sampai pada bagian Kevin datang dan langsung memeluk Sarah dari belakang.


Tak cuman itu saja, mereka bahkan melanjutkan adegan mesra layaknya sepasang suami istri, Sasya langsung menutup kepala laptopnya saat adegan didepan layarnya semakin panas.


Mulut Sasya ternganga tak mampu berkata apa-apa lagi soal kekagetannya ini. Gilaaa! luar biasa sinting si Kevin! bisa-bisanya dia memadu kasih dengan perempuan lain ditengah-tengah kondisi istrinya yang sedang hamil! Astaga dimana otaknya?! Sasya merasa sangat emosi dibuatnya.


Dan Sarah, apa sebenarnya yang membuat Sarah menjadi setolol ini? mau-maunya dia sama cowok brengsek seperti Kevin!


Sasya langsung memijat keningnya sendiri. Sasya merasa hancur melihat kenyataan pahit ini, tapi perasaan Bella pasti akan lebih hancur dibanding dirinya saat mengetahui Sarah sudah tega mengkhianati nya.


Dan soal adiknya Pak Ansel. Sasya merasa lebih kasian pada gadis malang itu, teganya mereka berdua, laknat!! Sasya mengepalkan kedua tangannya. Dia kemudian bangkit lalu matanya langsung tertuju pada bingkai foto diatas mejanya.


Difoto itu nampak gambar dirinya dan Sarah sedang berpose centil. foto itu diambil saat mereka berdua baru menjadi mahasiswi dikampus, itu pertama kalinya mereka saling mengenal dan karna merasa cocok akhirnya dia dan Sarah memutuskan untuk menjadi sahabat.


Sasya mengambil bingkai itu dengan berlinang air mata.


"Kenapa lo tega sih Sar?" Kemudian Sasya melemparkan bingkai foto itu ke dalam bak sampah disamping mejanya dengan kasar.


"Bella harus tau semuanya! harus!" Ucap Sasya tegas sambil menatap bingkai fotonya yang lain yang memperlihatkan dirinya, Inyong dan Bella yang sedang tertawa lepas ke arahnya.


***


Sementara itu dirumah kediaman Wijaya..


Citra berjalan ke arah lemari hendak mengambil tasnya, sore ini dia ada janji ketemu dengan dokter kandungannya.


Citra menelpon nomor suaminya berharap Kevin bisa ikut menemaninya ke dokter itu.


"Hallo sayang.." Ucap Citra saat Kevin mengangkat telponnya.


"Kenapa sayang?" jawab Kevin diseberang sana.


"Kamu gak lupakan? sore ini kita ada jadwal ketemu sama dokter kandunganku!" Citra mencoba mengingatkan Kevin. Sebelumnya Kevin memang sudah berjanji akan menemani istrinya itu pergi mengecek kandungannya karna ini USG pertama Citra, dia ingin ditemani oleh Kevin.


"Aduh sayang, aku agak telat nih baliknya, soalnya masih harus ngerjain beberapa tugas dari dosen. Kamu sama sopir aja ya gak apa-apakan sayang?"


Raut wajah Citra seketika berubah cemberut saat mendengar ucapan dari Kevin itu.


"Sayang? maafin aku ya please! nanti kalau USG lagi aku janji deh bakal nemenin kamu oke?"


Kevin mencoba membujuk Citra, namun Citra hanya diam saja.


Sementara Sarah malah dengan sengaja menggangu Kevin yang sedang mengobrol di telpon dengan istrinya.

__ADS_1


"St!" Kevin memberi isyarat pada Sarah agar dia diam dan tak membuat ulah.


Namun Sarah malah sengaja memberikan ciuman dengan membuat suara ciuman itu terdengar sangat jelas ditelinga Citra.


"Kamu lagi sama siapa Kev?" Tanya Citra saat dia menyadari ada suara perempuan disamping Kevin.


Kevin langsung gelagapan dan menjauhkan dirinya dari Sarah.


"Perempuan siapa sayang? disini kan emang rame, masa dikampus aku belajar cuman sendirian. Yaudah aku tutup dulu ya sayang, aku usahain pulang cepet. Nanti baliknya biar aku yang jemput ya.." Kevin langsung mematikan telponnya dan menoleh ke arah Sarah yang malah cuek dan asik sendiri dengan hpnya.


"Kamu kenapa sih Sar? nanti kalau sampe Citra tau gimana?" Bentak Kevin dengan nada kesal.


"Ya baguslah, sekalian aja biar dia tahu, aku cape tahu sembunyi-sembunyi terus kaya gini!" Sarah melipat kedua tangannya di depan dadanya.


Kevin menarik nafas dalam-dalam lalu mendekati Sarah yang sedang duduk di sisi ranjangnya.


"Sayang, kalau Citra sampai tahu itu berarti aku bakal kena masalah, dan kalau aku sampe udahan sama Citra, nanti aku gak bisa kasih kamu uang bulanan lagi sayang, kamu gak akan bisa belanja atau bayar kontrakan lagi! kamu mau emang?" Kevin berusaha menjelaskan agar Sarah mau mengerti.


Ucapan Kevin itu seketika menyadarkan Sarah. Sarah hanya diam dan terlihat masih sedikit kesal.


"Walaupun dia istri aku, yang pentingkan aku cintanya sama kamu.."


Kevin mencoba merayu Sarah dan memeluknya dengan erat. Sarah membalas pelukan itu dan menenggelamkan kepalanya di dada Kevin.


Sementara itu dirumah keluarga Wijaya Citra mengetuk-ngetuk hp ke dagunya sendiri. Wajahnya terlihat sangat gusar. Dia yakin barusan dia mendengar suara perempuan disamping Kevin! Apa jangan-jangan kecurigaannya benar selama ini, Kevin selingkuh dengan perempuan lain?


Citra menjadi stres, tiba-tiba perutnya jadi terasa sangat sakit. Citra terduduk diatas ranjangnya sambil menahan sakit yang luar biasa. Citra menarik nafasnya dalam-dalam, dia mencoba mengendalikan pikirannya, dia langsung teringat bayinya dan mencoba untuk kembali tenang agar janjinya tidak kenapa napa.


Sementara di dalam kamar Bella, dia sedang mengisi formulir pendaftaran untuk acara kamping nanti.


Ansel masuk kedalam kamar lalu melirik sesaat ke arah Bella yang tengah sibuk dengan pulpen ditangannya.


Bella mencium wangi parfum Ansel yang seketika memenuhi isi kamar. Bella menoleh kaget saat menyadari kehadiran suaminya. Namun dia buru-buru acuh lalu melanjutkan kembali kegiatannya.


"Kamu mau ikut kamping?" Tanya Ansel sambil melepas dasinya.


"Hmm" jawab Bella singkat.


"Apa badanmu sudah merasa enakan?" Tanya Ansel lagi.


"Iya!" Jawab Bella pendek.


Ansel hanya diam lalu tak bertanya lagi. Seketika hening. Bella menoleh ke belakang dan ternyata suaminya itu sudah pergi ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Bella langsung menghembuskan nafas lega sembari mengelus-ngelus dadanya sendiri.


"Fiuh! kenapa gue jadi deg-degan gini sih!" Gumam Bella pada dirinya sendiri. Sejak kejadian kemarin hubungannya dengan Ansel berubah menjadi kikuk, dia bahkan tak sanggup menatap mata suaminya sendiri karna dia merasa sangat malu dan aneh. Aneh karna sikap Ansel jadi berubah lebih manusiawi kepadanya.


Dua haripun berlalu, seluruh mahasiswi dan mahasiswa yang ikut kamping ternyata jumlahnya lumayan banyak. Bella lari buru-buru ke arah busnya karna dia terlambat bangun tadi pagi.


Bella masuk kedalam bus dan mulai mencari-cari keberadaan Inyong dan Sasya, sementara Sarah memang ada di bus lain sesuai fakultasnya masing-masing.


"Bella! sini Bell!" Inyong melambai diujung bus saat melihat Bella datang dari depan.


Bella pun langsung mendekat ditengah kerumunan mahasiswi lain yang sedang mencari cari tempat duduk. Saat seorang mahasiswa menaruh ransel besarnya ke atas tempat ransel yang sudah disediakan.


Bella setengah berlari dan karna dia tidak hati-hati Bella tak sengaja menyenggol mahasiswi itu, sehingga ranselnya terlepas dan hampir saja Bella tertimpa ransel diatas kepalanya kalau saja seorang pria tidak buru-buru menarik badannya kebelakang.


Bella bengong ketika melihat ransel besar diatasnya jatuh kebawah dengan suara cukup keras. Nyaris saja ransel super berat itu menimpanya.


"Bell, kamu gak apa-apa?" Bella menoleh kaget dan melihat Alaska sudah berdiri dibelakangnya dengan tangannya masih memegangi lengan Bella.


"Gak apa-apa kok, makasih ya Al.."


Inyong dan Sasya langsung menghampiri Bella karna panik melihat kejadian itu.


"Bella lo gak apa-apakan? ih toni hati-hati dong kalau naro ransel!" Inyong malah memarahi Toni si empunya Ransel. Padahal yang menyenggol toni adalah Bella.


"Apaan sih lo orang Bella yang gak hati-hati noh!" Dengus toni kesal. Merasa disalahkan padahal dia merasa tidak salah.


"Tas Ransel lo tuh lagian berat banget sih! bawa apaan sih lo ton? bawa panci emak lo ye?" Tanya Inyong saat melirik Ransel toni yang ukurannya super jumbo ngalahin orang mau naik gunung.


"Yee, serah gue nyong! sirik aja lo! lo mau gue bawa juga di dalem ransel gue? boleh sih tapi ntar gue mutilasi lo dulu biar muat masuknya! mau?" Jawab Toni malah nyolot karna kesal sudah di fitnah oleh si Inyong.


Bella dan Alaska malah tertawa geli mendengarnya.


"Maaf ya ton, gue yang salah tadi gak sengaja nyenggol lengan lo.." Ucap Bella merasa bersalah karna sudah membuat Toni kena fitnah Inyong ditambah dituduh pula dikira bawa-bawa panci emaknya. Sungguh double fitnahan Inyong.


"Gak apa-apa kok Bell, karna gue ganteng gue maafin lo.."


Bella dan Inyong langsung melotot.


"Apa hubungannya woy? dasar tutup panci !!!!" Sergah Inyong yang malah dibalas peletan lidah oleh Toni.


Bellapun langsung bergegas duduk ditengah-tengah antara Sasya dan Inyong. Sementara Alaska sengaja mengambil duduk dibelakang gadis itu. Dia menatap tempat duduk Bella dengan senyum bahagia.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2