SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Satu persatu mulai terkuak


__ADS_3

Hai pembaca setiaku, terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan vote dan like novel ini ya biar aku lebih semangat lagi update bab tiap harinya :)


"Cepat pergi Bella!" Sekali lagi Ansel menyuruh Bella untuk segera keluar dari ruangannya.


Bella menarik nafas dalam-dalam. Pria ini apa maunya sih! ngeselin nya tingkat dewaaa! Aargggh!! Bella berteriak dalam hatinya.


Bukannya tadi dia sendiri yang udah narik Bella masuk keruangan nya ini, sekarang malah dengan seenaknya nyuruh Bella keluar!


Bella benar-benar gondok! akhirnya dia keluar tanpa menutup pintu. Ansel hanya menatap kepergiannya sambil mencoba mengatur kembali irama jantungnya yang tadi sempat tak beraturan.


"Alaska!" Ucap Ansel singkat sambil mengepalkan kesepuluh jarinya kuat-kuat.


***


Sore itu cuaca begitu bersahabat. Sasya melihat jam ditangannya yang menunjukkan pukul 16.30 wib. sudah hampir setengah jam dia disini, disebuah toko buku. Dia janjian dengan Sarah untuk membeli beberapa buku untuk tugas kuliahnya. Namun Sarah tak juga menampakkan batang hidungnya.


"Sasya!" Sarah berteriak sambil melambai dari jauh. Dia berlari tergopoh-gopoh ke arah Sasya.


"Sorry banget Sya tadi gue kejebak macet nih!"


"Hadeh gue kira lo gak jadi dateng Sar."


"Jadilah masa engga!"


"Yaudah ayok Sar kita cari bukunya, abis itu kita nyari makan yuk laper nih" Sasya memegangi perutnya yang mulai demo.


"Yaudah lets go!" Sarah memeluk lengan Sasya dan merekapun langsung keliling toko buku untuk mencari buku yang sudah mereka incar.


Sejam lebih mereka menghabiskan waktu didalam toko buku, setelah menemukan buku yang mereka cari akhirnya Sasya memutuskan untuk pergi ke tempat makan yang letaknya tepat dibawah lantai toko buku.


Setelah sampai didepan sebuah restauran jepang Sasya dan Sarah langsung memesan mie ramen dan leci tea untuk mengganjal perut mereka yang sudah keroncongan sedari tadi.


"Lo besok ada kelas sore kan Sar?" Sasya bertanya sambil menatap Sarah yang dari tadi terus sibuk dengan hp ditangannya.


"Eh, iya Sya. Besok gue masuk sore. Lo mah kelas pagi ya?


"Hmm, iya. Mana besok ada kelasnya bu Selvi lagi. Mumet kepala gue liat angka-angka!" Sasya berdecak sambil menyeruput Leci tea nya.

__ADS_1


"Duh, gue kebelet pipis lagi nih Sya! gue ke toilet bentar ya! gue titip tas sama hp ya ,bentar doang!"


"Yaudah sana ntar ngompol lagi lo Sar!"


Sarah pun bergegas ke toilet yang ada didalam tempat makan itu.


Sementara Sasya melanjutkan makannya sambil membalas pesan dari Inyong. Tak lama hp Sarah yang terletak disebelahnya berdering. Sasya menoleh dan tak sengaja melihat nama Kevin muncul disana.


"Kevin nelpon Sarah? mau ngapain tuh anak!" kedua alis Sasya saling bertautan.


Sasya akhirnya membiarkan panggilan telpon itu sampai akhirnya layar hp Sarah kembali redup karna dia tidak enak kalau harus lancang mengangkat telpon milik orang lain walaupun Sarah sahabatnya sendiri.


Namun lagi-lagi layar hp Sarah kembali menyala, namun kali ini bukan panggilan masuk melainkan pesan WhatsApp. Sasya tak sengaja melihat tulisan pesan itu.


Kevin


'Sayang kok gak diangkat sih? aku kangen banget pengen ketemu sama kamu'


Kedua pasang mata Sasya langsung membulat sempurna. Bukan kaget karna melihat nama Kevin disana, tapi karna melihat isi pesan yang begitu mesra didalamnya. Hampir saja dia memuntahkan kembali ramen yang sedang dikunyah nya.


Tapi sepersekian detik diperhatikannya dengan serius bahkan tanpa berkedip sedikitpun tetap saja nama itu tak berubah dari Kevin menjadi Udin. Karna kenyataannya memang nama mantannya Bella lah yang ada disana.


Sasya menahan nafas mencoba tetap berpikir positif. Oke! Mungkin saja itu Kevin yang lain. Emangnya nama Kevin cuman satu orang doang! Oke pasti itu Kevin teman Sarah yang lain. 'tetap berpikir positif' Pinta sarah pada dirinya sendiri.


Tak lama si empunya hp pun kembali dari toilet. Sasya buru-buru berlagak santai sambil makan kembali hidangan didepannya agar Sarah tak curiga kalau dia baru saja melihat sesuatu yang mengejutkan dari hpnya.


"Sorry, Sya! lama ya? ngantri banget tadi." Sarah buru-buru duduk kembali ditempatnya.


"Santai aja lagi Sar.." Jawab Sasya sambil tersenyum.


Sarah melihat layar hpnya sesaat namun posisi hp itu seperti tidak ingin dilihat oleh Sasya. Mencurigakan! Desis Sasya dalam hatinya.


Wajah Sarah seketika berubah sumringah saat membaca pesan masuk dari Kevin. Sarah tak curiga sama sekali kalau sahabatnya Sasya juga baru saja tak sengaja membaca pesan masuk itu.


"Eh, Sya gue balik duluan ya, gue ada urusan nih gak apa-apakan Sya? maaf banget sebelumnya.."


"Yaudah gak apa-apa Sar. Lo balik duluan aja, gue nunggu sopir gue jemput paling nih."

__ADS_1


Sarah pun bangkit dan bergegas meninggalkan tempat makan itu. Sementara Sasya sangat gelisah ditempatnya. Di seruput nya Leci tea yang sudah mau habis dan hanya meninggalkan es batunya saja.


Sasya mencoba mengalihkan pikirannya sendiri namun gagal! Sebenarnya Kevin yang mana sih yang tadi mengirimi Sarah pesan yang begitu mesra? setahu dia Sarah tidak punya kenalan laki-laki lain bernama Kevin kecuali Kevin si brengsek itu!


Walaupun dia mencoba lagi untuk tak ambil pusing dengan pesan masuk di hp Sarah yang baru saja dilihatnya tapi tetap saja rasa penasarannya mengalahkan semuanya.


Sasya bangkit dan memutuskan membuntuti Sarah dari belakang. Sasya buru-buru menuju lobi keluar dan berharap masih bisa melihat Sarah dijemput oleh siapa. Dia ingin memastikan kalau Kevin yang mengirimi pesan mesra tadi itu bukanlah Kevin mantan pacarnya Bella.


Sarah berlari dengan nafas ngos-ngosan. Sampailah dia didepan lobi keluar. Dilihatnya sekeliling sambil mencari-cari sosok Sarah namun sialnya dia kehilangan jejak.


"Ayo ikut saya Sya!" terdengar suara seorang pria yang tiba-tiba saja meraih satu tangannya dari samping.


"Hah! Pak Zio!" Sasya menoleh kaget.


"Ayo ikut saya! kamu lagi mau ngejar Sarah kan?"


Sasya mengerutkan keningnya. Kenapa pria ini bisa tau?


"Udah ayo! nanti saya jelaskan di mobil, kalau gak kita bakal kehilangan jejak!" Zio menarik paksa tangan Sasya menuju keluar area Mall.


Dibukakannya pintu mobilnya lalu dudukannya gadis itu dikursi penumpang. Sasya masih bengong tak mampu menyadari keadaan yang sedang terjadi ini. Kenapa tiba-tiba dia malah jadi kaya detektif gini? dan lagi pria ini kenapa dia bisa tahu kalau dia sedang mencari keberadaan Sarah tadi?


Zio langsung menancapkan gas. Dan membawa mobilnya dengan sangat cepat menuju jalan yang tadi dilewati oleh Kevin dan Sarah.


"Saya liat Kevin tadi jemput Sarah di persimpangan jalan! dan sebelum kamu nanya saya bakal jawab biar kamu gak bingung. Hari ini saya emang kebetulan lagi ngikutin Kevin dari kampusnya. Dia berhenti di deket mall, lumayan lama dan ketika Sarah menghampirinya saya langsung paham kalau mereka pasti bakal pergi kencan lagi!"


"Hah kencan? maksud bapak?" Mata Sasya membulat kaget. Tidak mungkin! ini tidak mungkin!


"Tunggu dulu! tadi yang jemput Sarah Kevin mana dulu? Bapak gak usah coba-coba ngarang ya!" Sasya masih mencoba memastikan kalau semua yang didengarnya itu salah.


"Mantan pacar Bella sekaligus suami dari Citra adiknya Ansel!" Jawab Zio dengan telak.


HAH tidak mungkin?!!!!


Sarah bersandar lemas dikursi nya. Apa ini semua? Apa ini nyata? benarkah Sarah bisa setega itu mengkhianati Bella? Astaga Sarah!


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2