SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Rencana jahat Kevin


__ADS_3

Siang itu Ansel pergi ke apartemennya Zio untuk mengambil flashdisk barang bukti perselingkuhannya Kevin dan Sarah.


"Lo mau liat disini men? gue puterin di laptop ya?" Tanya Zio ketika Ansel baru datang dan langsung merebahkan dirinya di atas sofa.


Ansel diam sesaat memandangi flashdisk itu dengan pandangan yang nanar. Dia akhirnya mengangguk perlahan.


Zio pun langsung memutar rekaman itu di dalam laptop miliknya. Dia duduk disamping Ansel karna dia juga penasaran dengan isi rekaman itu.


"Kata Sasya isinya bener bener gila sih, dia juga cuman baru liat setengahnya aja."


Tak lama layar laptop menampilkan sebuah adegan cctv. Mata Ansel dan Zio langsung menyipit tatkala melihat Kevin masuk ke dalam rumah kontrakan Sarah dan langsung memeluk gadis itu dari belakang.


"Menjijikan!" Dengus Ansel ketika melihat adegan selanjutnya yang memperlihatkan Kevin dan Sarah semakin berbuat gila, mereka berciuman, saling melucuti pakaian dan bisa di tebak sendiri selanjutnya seperti apa.


"Gila ya si Kevin! gue gak nyangka tuh bocah bisa bisanya selingkuh disaat istrinya lagi hamil!" Zio jadi emosi melihat rekaman itu.


Ansel jangan ditanya lagi, wajahnya merah padam. Mati matian dia menahan gejolak emosi di dadanya. Tiap adegan demi adegan dihadapannya itu rasanya jadi membuat dia ingin sekali menghunus Kevin dengan sebilah pisau saat itu juga.


"KURANG AJAR!"


BRAK


Ansel menggebrak meja dengan keras sehingga laptop ikut melayang ke udara sesaat dan akhirnya jatuh lagi ke atas meja itu.


"Wih, santai men santai! gue tau lu pasti emosi banget, gue juga liatnya sama pengen banget gue kasih pelajaran tuh si Kevin! tapi kita harus main cantik men!"


Zio memegang bahu Ansel untuk menenangkannya.


"Lo tau kan adek lo itu sayang banget sama dia, dan kondisi Citra juga sekarang lagi hamil men, lo udah punya rencana apa kedepannya?" Tanya Zio hati-hati, takut kalau pertanyaan dia memancing emosi Ansel yang sedang tidak stabil.


"Terpaksa! dengan sangat terpaksa! Gue akan bongkar semuanya ke hadapan semua keluarga gue.." Ansel menghela nafas panjang. Dia membayangkan wajah adiknya yang begitu mencintai Kevin pasti akan hancur melihat semua kebenaran tentang suaminya yang brengsek ini.


"Caranya?" Tanya Zio sambil menatap Ansel.


"Sebentar lagi perayaan ultah pernikahan orang tua gue Zi, gue rasa gak ada waktu yang lebih pas selain itu.."


Zio terdiam tapi tetap mengangguk dan berjanji akan membantu memuluskan rencana itu.


***


Sementara itu dirumah kediaman keluarga Hamis Wijaya. Kevin sedang mengelus-elus perut Citra dengan lembut, dia sengaja terus bermanja-manja dengan Citra akhir akhir ini. Dia ingin Citra masuk ke dalam perangkapnya,


"Sayang.."


Ucap Kevin lembut sambil memeluk Citra dari belakang.


"Iya, kenapa sayang?"

__ADS_1


"Kalau aku ceritakan sesuatu tentang Bella, apa kau akan percaya padaku?"


Tanya Kevin mulai melaksanakan niat jahatnya.


"Bella? maksud kamu kak Bella?"Tanya Citra.


Kevin mengangguk pelan.


"Kenapa dengan kak Bella?" Tanya Citra bingung, karna Kevin tadi menyebut nama Bella tanpa sebutan kak seperti biasanya. Terdengar aneh ditelinga Citra.


"Sebenarnya dulu saat aku meninggalkanmu itu.." Kevin terbata.


"itu apa?"


"Ah tidak jadi. Lagian aku yakin kau tidak akan percaya pada ucapan suamimu ini!"


Ucap Kevin sengaja untuk membuat Citra semakin penasaran.


"Lanjutkan ceritanya jangan setengah setengah sayang!" Pinta Citra mulai terlihat tak sabar.


"Ah, tidak jadi sayang, lupakan saja."


"Kev, please jangan bikin aku penasaran. Kamu taukan aku paling gak bisa dibikin penasaran!" Tandas Citra sambil menatap Kevin dengan serius.


"Ok, aku bakal cerita semuanya sama kamu.." Kevin pura pura mengatur emosinya agar terlihat meyakinkan.


"Sebenarnya dulu saat aku pergi meninggalkanmu itu Bella yang sudah menyuruhku sayang.."


"Dan.. Sebenernya aku sama Bella dulu pernah pacaran sayang, aku juga gak mau selingkuhin kamu, tapi Bella terlalu licik dan entah bagaimana aku bisa terbuai sama perangkapnya." Ucap Kevin sambil memasang tampang memelas.


Citra semakin sangat syok mendengarnya. Kevin memang sengaja menceritakan masalalunya dengan Bella untuk membuat Citra membenci Bella.


"Aku udah cerita padahal sama Bella kalau aku udah punya kamu, tapi dia tetep maksa aku buat.." Kevin menyangga kalimatnya dengan sengaja untuk menciptakan suasana yang semakin tegang. Diliriknya Citra, wajah gadis itu mulai berubah menjadi tidak tenang. Yes! berhasil.


"Buat apa? ngomong jangan setengah setengah!"


"Buat ninggalin kamu sayang.." Sambung Kevin sambil memasang tampang merasa bersalah.


Dipegangnya kedua tangan Citra dengan lalu dikecupnya perlahan. Citra sudah mulai tampak emosional, rahangnya mengeras menahan gejolak amarah yang kini muncul di dalam dadanya.


Dia teringat kejadian beberapa bulan lalu saat mereka masih pacaran, Kevin tiba-tiba pergi meninggalkannya begitu saja, jadi semua ini karna Bella!


Citra berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya kuat kuat.


"Apa kau tak bohong dengan yang kau ucapkan? karna jika benar, aku tidak akan tinggal diam!" Dengus Citra kesal.


"Iya sayang aku mana pernah sih bohong sama kamu.."Tegas Kevin dengan nada penuh keyakinan.

__ADS_1


Berhasil! Kevin tersenyum licik. Ternyata benar kata Sarah. Kuasai saja Citra dengan begitu Kevin akan punya tameng kuat untuk melawan Ansel dan Bella nanti.


"Aku benar benar tidak menyangka kak Bella bisa sejahat itu! kenapa kau tidak menceritakannya lebih awal? seandainya aku tau dari dulu, aku tidak akan pernah mengijinkan kak Ansel menikah dengan wanita jahat itu!" Rutuk Citra. Terdengar jelas kini dia menyebut nama Bella dengan nada penuh kebencian.


Kevin tertawa puas dalam hatinya. Kini tinggal melaksanakan rencana selanjutnya.


"Aku ingin sekali memberitahumu dulu, tapi aku belum sempat sayang, lagi pula aku takut kau tidak percaya juga saat itu.."


"Aku benci kak Bella!" Citra berteriak keras di dalam kamar. Untungnya kamar itu kedap suara sehingga tak ada anggota keluarga lain yang mendengar teriakan itu dari luar.


"Sabar sayang sabar, kamu kan lagi hamil.." Kevin memeluk Citra dan menyuruhnya untuk duduk. Di liatnya istrinya itu sudah mulai tidak terkontrol emosinya.


"Aku harus bagaimana Kev? aku jadi muak melihat wajahnya sekarang! tapi aku tidak bisa berbuat apapun karna kak Ansel ku lihat sudah mulai menyukainya." Citra terisak. Rasanya sesak membayangkan wajah wanita yang dianggapnya pelakor dalam hubungannya dengan Kevin dulu.


"Kan baru mulai menyukai sayang, kau masih bisa memisahkan mereka berdua. Lagian belum ada anak diantara mereka berdua kan?"


"Memisahkan mereka?" Citra tercengang mendengarnya.


"Iya sayang, pisahkan mereka dan kak Ansel berhak mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Bella bukan? Emangnya kamu mau suatu hari nanti pak Ansel sakit hati karna Bella? Bella itu jahat dan wanita yang munafik! " Ucap Kevin memojokkan Bella agar terlihat buruk di mata Citra.


Citra terdiam sesaat. Meski pun dia membenci Bella sekarang tapi hati kecilnya kenapa ada sedikit ragu dengan perkataan Kevin. Dia merasa Bella tidak seperti itu.


Tapi karna dia sudah dibutakan oleh rasa cintanya pada suaminya itu, Citra segera menepis kata hatinya itu.


"Aku harus apa Kev?" Ucap Citra akhirnya.


Kevin tersenyum dan membelai pucuk kepala Citra.


"Ku dengar kak Ansel pernah mencintai seseorang bernama Diandra, apa kau tau soal itu?"


Citra mengangguk.


"Kak Diandra sudah lama menghilang dari hidup kak Ansel, dari mana kau tau tentang mereka berdua?"


"Sayang ayolah, di kampus rumor itu bagaikan asap, menyebar dengan sangat cepat saat tercium baunya. Ada dosen baru dikampus sayang, namanya bu Diandra, dan ku dengar dia adalah mantan pacarnya kakakmu.."


Citra tampak syok, dia teringat lagi dengan sosok itu. Dulu kakaknya sering mengajaknya kerumah. Dia juga sangat dengan dengan pacar dari Ansel karna Diandra memang di kenal sangat humble orangnya.


"Jadi kak Diandra sudah kembali?"


"Iya sayang, dan kau tau gak yang lebih mengejutkan lagi dia ternyata pergi meninggalkan kakakmu dulu karna dia sedang sakit parah, ku dengar sih sakit leukimia."


"Hah? leukimia?" Mata Citra membulat seketika.


Kevin mengangguk.


Kevin sudah memikirkan semuanya dengan matang. Dia akan memanipulasi Citra untuk melancarkan niat busuknya menciptakan jarak antara Bella dan Ansel. Karna jika Ansel sibuk dengan konfliknya bersama kedua wanita itu, dia berharap Ansel akan melupakan penyelidikannya soal penculikan Bella dahulu.

__ADS_1


bersambung.


Hai reader ya ampun maaf banget ya gak up dua hari ini, thor lagi kurang enak badan nih. Thor sempetin nulis malem ini karna rindu sama kalian semua.. semoga kalian sehat selalu ya :), salam sayang thor.


__ADS_2