
Sepintar dan serapih apapun seseorang menyembunyikan kesalahannya suatu saat akan menguap kepermukaan. Diibaratkan sebuah bangkai walaupun disembunyikan dalam balutan karung berhiaskan emas dan diamond sekalipun tetap tak akan mampu menyembunyikan bau busuknya yang akan tercium juga akhirnya.
Malam itu Kevin ijin kepada Ansel untuk bergantian menjaga Citra. Dia hendak keluar rumah sakit sebentar mengambil beberapa barang yang diperlukan oleh Citra yang ketinggalan dirumah sepeti selimut dan baju ganti.
Padahal niat aslinya adalah untuk pergi menemui kekasihnya Sarah.
Malam itu Sarah baru saja selesai belanja beberapa helai baju dan pakaian dalamnya, setelah membayar ke kasir Sarah langsung bergegas keluar. Dia memutuskan menunggu Kevin didepan toko tersebut. Kevin sudah janji akan menjemputnya disana.
Tak lama mobil Kevin berhenti disisi jalan. Kevin langsung keluar mobil dan berjalan menghampiri Sarah. Berbarengan dengan itu muncul sebuah mobil BMW putih yang terparkir tepat dibelakang mobil Kevin.
Sang pemilik mobil menurunkan kaca mobil disampingnya. Matanya menyipit tajam saat tak sengaja melihat Kevin. Ternyata mobil BMW itu adalah milik Zio sohibnya Ansel. Alis Zio mengkerut ketika melihat Kevin berlari menghampiri seorang gadis yang berdiri di depan sebuah toko baju.
Untuk apa Kevin disini? mengapa dia tidak menemani Citra? bukankah Ansel barusan menelponnya dan memberitahukan kalau adiknya sedang dirawat dirumah sakit? Lalu siapa gadis itu?
Zio mencoba mendongakkan kepalanya karna tubuh gadis itu terhalangi oleh tubuhnya Kevin.
Saat Kevin berbalik dan hendak kembali masuk ke dalam mobil, Zio langsung buru-buru menaikkan kembali kaca mobilnya, Zio sedikit menundukkan kepalanya agar tak terlihat oleh Kevin. Saat Kevin membuka sisi pintu penumpang mobilnya, wanita itu tiba-tiba saja mencium pipi Kevin dengan mesra. Kevin tersenyum lalu mencubit hidung wanita itu.
Zio ternganga saat melihat sosok wanita itu kini sudah jelas terlihat didepan matanya.
"SARAH?" Ucap Zio tak percaya pada penglihatannya.
Dia kenal Sarah karna waktu itu pernah sekali kerumahnya untuk menanyakan informasi tentang keluarga Bella saat dulu Bella dijebak di hotel dan akhirnya dia dirawat dirumah sakit. Sarah inilah yang membantunya menghubungi keluarga Bella di kampung. Bukankah gadis itu sahabat baiknya Bella?
Zio menggeleng tak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya. Gila gila bisa-bisanya Kevin menghianati Citra dengan sahabat Bella sendiri! Luar biasa gede nyalinya! Cari mati tuh anak! belum tahu dia Ansel orangnya seperti apa!.
Zio pun menunggu sampai Kevin dan Sarah masuk ke dalam mobilnya. Zio berniat untuk membuntuti mereka berdua.
Saat mobil Kevin mulai melaju pergi mobil BMW Zio mengekor dibelakangnya.
Namun nahas saat ditengah perjalanan Zio kehilangan jejak Kevin karna kemacetan yang terjadi saat itu membuatnya terpisah lumayan jauh, dan saat Zio sudah berada di perempatan jalan tak terlihat lagi mobil Kevin didepan matanya. Entah anak itu berbelok ke arah mana.
Zio lengah, Sialan! Dia memukul stir kemudinya dengan kesal. Sekarang Zio tak tahu harus kemana untuk mengejar anak itu.
Zio langsung teringat pada Ansel dan buru-buru mengambil hp di dalam saku celananya, dia hendak menelpon sohibnya itu dan memberitahukan semuanya.
Tapi lagi-lagi keberuntungan sepertinya sedang tidak berpihak kepada Zio. Hpnya mati dan Zio harus mencharger nya lebih dulu.
"Ah, sialan!" umpat Zio pada dirinya sendiri yang merasa tak berguna karna sudah gagal membuntuti Kevin.
Sementara itu malamnya Bella kembali kerumah sakit dengan membawa baju ganti dan makanan untuk Ansel. Karna sudah seharian Ansel menjaga adiknya disana tanpa pulang kerumah sama sekali.
KLEK!
Ansel dan Citra menoleh saat pintu kamar ruang inap terbuka. Bella muncul dibalik pintu sambil tersenyum ke arah Citra.
__ADS_1
Bella meletakkan seplastik makanan dimeja disamping tempat tidur Citra. Ansel menatapnya sesaat.
"Saya bawakan ini untuk bapak, pasti bapak belum makan kan?" Bella mengeluarkan nasi kotak dari dalam plastik tadi.
"Ini.." Bella menyerahkan nasi kotak itu kehadapan Ansel. Namun pria itu menolaknya.
Citra memberikan isyarat agar Ansel menerima makanan itu, karna dia tahu kakaknya pasti belum sempat makan dari pagi.
"Apa Kevin sudah sampai dirumah?" Tanya Ansel sambil menerima nasi kotak itu karna terus dipelototi oleh Citra.
"Hah Kevin? aku tidak bertemu dia dirumah." Jawab Bella jujur.
"Mungkin mereka gak sempat papasan kak.."
"Memangnya Kevin pulang kerumah?" Tanya Bella.
"Iya, kak Bell, dia mau mengambil beberapa barang-barangku dirumah." Citra menjelaskan dan Bella hanya mangangguk pelan
"Bagaimana keadaanmu Cit? apa sudah enakan?" Bella mengambil apel dimeja dan mulai mengupasnya untuk Citra.
"Iya kak, lumayan enakan. Makasih ya kak udah perhatian sama aku.." Citra bahagia melihat Bella yang perhatian pada dia dan juga kakaknya.
"Tentu saja Citra, kamu kan sekarang udah jadi adikku. Kamu harus lebih hati-hati ya lain kali." Bella mengelus-ngelus perut Citra dengan lembut.
Ansel hanya mendesis geli melihat tingkah Bella. Bisa-bisanya dia berakting disaat seperti ini!
Kevin duduk disamping ranjang sambil menunggu Sarah keluar dari kamar mandi.
Mata Kevin langsung terbelalak ketika melihat sarah dengan balutan lingerie yang begitu menggoda.
Ternyata saat ditoko baju tadi Sarah sengaja membeli beberapa lingerie untuk dipersembahkannya pada Kevin. Sarah tak ingin Kevin berpaling darinya. Jadi dia akan melalukan berbagai cara agar Kevin tak bisa jauh-jauh darinya.
"Wow sayang! kamu begitu menggoda!" Kevin langsung bangkit dari tempat tidurnya.
Kevin mencium bibir sarah dengan sangat brutal. Gejolak laki-lakinya benar-benar dibuat bangkit oleh gadis itu. Tak sia-sia dia meninggalkan Citra sebentar untuk menemui Sarah.
Sarah langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Kevin.
Kevin menggendong Sarah dan langsung membaringkannya di atas kasur.
Kevin menyusuri dada Sarah dan bermain cukup lama disana sampai-sampai Sarah menggigit bibir bawahnya sendiri beberapa kali karna tak kuat menunggu Kevin memulai permainan intinya.
Sarah sudah siap membuka kedua kakinya lebar-lebar agar Kevin bisa leluasa memulai permainan. Kevin merengkuh tubuh Sarah saat dirasakannya dibawah sana begitu sempit dan juga hangat.
"Ah, sayang!" Erang Kevin sambil memagut bibir Sarah.
__ADS_1
cukup lama mereka bergulat satu sama lain. Sampai akhirnya Sarah berpindah posisi diatas Kevin. Dia ingin menguasai permainan dan membuat Kevin lebih bertekuk lutut kepadanya.
"Ah, sayang! kau lihai sekali! aku mencintaimu" Kevin mencengkram pinggang Sarah dengan kuat.
Nafas sarah terbata-bata saat menyadari Kevin sudah hampir dipuncak permainan. Namun tiba-tiba Sarah mencabutnya sehingga Kevin menjadi bengong.
"Kenapa sayang?"
"Aku ingin gaya lain!" Sarah berbisik ditelinga Kevin.
Kevin terperangah saat Sarah tiba-tiba sudah berada disampingnya dengan posisi mirip seekor Anjing.
"Ayo sayang! coba posisi ini!"
Kevin jelas antusias dan langsung menghujam kembali tubuh Sarah. Kali ini dengan gerakan yang lebih cepat dan lebih kuat. Sarah sampai tersengal dibuatnya.
"Sayang aku mau sampai!"
Ucapnya sambil mempercepat gerakannya.
beriringan dengan cengkraman Sarah pada seprei nya Kevin akhirnya melepaskan kenikmatannya itu.
Kevin ambruk dan langsung mencium sarah dengan lembut.
"Sayang, katakan padaku. Siapa yang lebih lihai, aku atau istrimu Citra?" Tiba-tiba Sarah mengeluarkan pertanyaan yang kontan membuat Kevin tertawa pelan.
"Kenapa harus bertanya lagi? Tentu saja kamu sayang, kamu yang paling bisa bikin aku bahagia." Kevin membelai kepala Sarah.
"Benarkah? kalau begitu bisakah kau meninggalkan Citra untukku?"
"Hah?" Kevin langsung menoleh kaget.
"Kenapa kaget? aku bisa memuaskan mu lebih dari istrimu kan! jadi tinggalkanlah dia untukku sayang.." Pinta Sarah dengan raut wajah serius.
"Aku pasti akan meninggalkannya sayang, tapi tidak sekarang! please jangan bahas ini lagi! kita sudah pernah membahas ini sebelumnya kan?"
Kevin mencoba menghindar.
Jelas tidak mungkin dia meninggalkan seorang gadis konglomerat seperti Citra, sungguh itu perbuatan konyol! Walaupun
dia menyukai servis dari Sarah.
Tapi Sarah punya kekurangan, dia tidak bisa memberikan kemewahan kepadanya. Begitupun dengan Citra, meskipun dia mampu memenuhi segala kebutuhan Kevin, tapi dalam urusan ranjang, Citra jauh dibawah Sarah.
Jadi Kevin merasa kalau dia membutuh kedua wanita itu untuk melengkapi hidupnya.
__ADS_1
bersambung..