
Bella masih tak habis pikir pada mantan pacarnya itu. Kenapa selama pacaran kemarin dia sama sekali tak sadar kalau ternyata Kevin adalah laki-laki brengsek, bukan hanya brengsek tapi juga tidak tahu malu. Bisa-bisanya dia mengumumkan pernikahannya ditengah-tengah kondisi Citra yang sedang hamil. Apa urat malunya sudah putus?
"Bener gak Bell? lo kok diem aja sih?"
"Iya, begitulah nyong sesuai yang lo denger! dia bakal nikah minggu ini."
"Hah? amazing juga tuh anak! wah Bell berarti lo bakal sering-sering ketemu dong sama dia nanti. Duh gue gak bisa bayangin deh Bell."
Bener kata Inyong. Jangankan Inyong, dia saja tak berani membayangkan bagaimana nanti hari-harinya dirumah keluarga Wijaya. Setiap hari harus bertemu dengan mantan kekasihnya yang brengsek itu, sungguh itu lebih dari pada sekedar mimpi buruk.
"Oh iya nyong udah ada kabar belum dari Sasya?" Bella tiba-tiba teringat pada sahabatnya itu.
Inyong menggeleng.
"Sarah juga udah dua hari nih gak masuk kuliah. Gue ngirim pesan gak dibales. Gue nelpon juga gak diangkat. Kemana ya tuh anak? apa jangan-jangan sakit?"
"Bisa jadi Bell, gue juga nelpon kemarin gak diangkat sama tuh anak."
Bella akhirnya berniat selepas kuliah nanti untuk pergi menemui Sarah di kontrakannya.
Sementara itu ditempat lain Sarah sedang duduk didalam taksi yang terparkir disebuah perumahan. Matanya terus mengawasi ke arah pintu rumah bercat warna putih yang tepat berada di depannya.
Sarah sedang menunggu Kevin disana. Sudah beberapa hari ini Kevin menghilang dari hidupnya. Tak ada kabar, apalagi telpon. Padahal sebelumnya dia bisa telponan selama berjam-jam dengan kekasihnya itu dan itu rutin setiap hari. Sarah merasa Kevin sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Makanya hari ini, detik ini dia nekat untuk menyambangi pria itu dirumahnya, bertekad menanyakan mengapa dia menghindarinya?
Sarah menunduk ketika terlihat seseorang keluar dari dalam rumah itu. Dia mengintip diantara kaca mobil yang dibiarkannya terbuka sedikit. Target sudah di depan mata sekarang. Kevin melangkah ke bagasi mobilnya. Tanpa membuang waktu lagi sarah melompat dari taksi dan berlari ke arah rumah Kevin.
"Kevin!"
Sarah langsung mencengkram lengan Kevin. Kevin menoleh kaget saat melihat Sarah sudah ada dibelakangnya.
"Sarah? kamu ngapain disini?" Kevin terlihat panik. Dia mendongakkan kepalanya ke arah rumah berharap orang tuanya tidak melihat gadis itu.
"Kamu kemana aja sih? kok ngilang sih dari aku? susah banget ngehubungin kamu dari kemarin! Makanya aku nekat kesini!"
"Aku.. aku" Kevin bingung mau mulai menjelaskan dari mana.
"Aku apa?" Tandas Sarah dengan sorot mata yang tajam.
__ADS_1
"Ayo udah masuk ke mobil dulu, nanti aku jelasin semuanya dijalan!"
Kevin menarik Sarah masuk kedalam mobilnya. Dia tidak ingin sampai orang tuanya tau karna itu akan menjadi masalah baru lagi. Mobil Kevin pun melaju dengan cepat menuju kontrakan rumah sarah.
Diperjalanan Sarah terus mengintrogasi Kevin. Interogasi nya udah ngalahin detektif. Sederet pertanyaan disuguhkannya padahal pertanyaan yang lain sama sekali belum dijawab oleh Kevin.
"Kamu kemana aja? sengaja mau ngehindar dari aku? kamu anggep aku apa sih?"
"Sayang, biar aku jelasin ya oke tahan dulu emosi kamu, tapi kamu janji dulu sama aku kamu jangan marah kalau aku jelasin semuanya?"
"Jelasin apa dulu?"
"Janji dulu dong?" Bujuk Kevin dengan rayuan mautnya akhirnya Sarah menyetujuinya.
Tak berapa lama Kevin pun memarkirkan mobilnya disebuah jalan setapak yang terlihat lengang.
Kevin menarik nafas berat. Sungguh dia tidak menduga Sarah akan nekat menemuinya dirumah. Dia memang sengaja menghindari Sarah kemarin karna urusannya dengan Citra memaksanya untuk meninggalkan gadis disebelahnya itu.
Tapi saat Kevin berpikir lagi, sayang sekali jika dia harus melepaskan gadis penurut seperti Sarah ini. Kenapa dia harus meninggalkan Sarah untuk Citra jika dia bisa mendapatkan keduanya? Kevin pun memikirkan satu rencana busuk untuk mengelabui Sarah.
"Sayang, aku dipaksa nikah oleh kedua orang tuaku!"
"Iya, dia hamil sayang. Dan aku disuruh tanggung jawab, kalau engga.."
"HAMIL?" Sarah semakin terbelalak.
"Iya, dan kalau aku ngga mau dijodohin orang tua aku, aku bakal.." Kevin menahan ucapannya, dipasangnya wajah memelas dan seolah-olah dia sedang dalam tekanan agar Sarah semakin percaya kebohongannya.
"Bakal apa?"
"Aku bakal dibunuh sar!"
"Hah?" Sarah langsung terkulai lemas.
"Kamu bohong kan? kamu lagi ngarang kan?" Sarah mencengkram kerah Kevin dan memukul mukul dada pria itu sampai-sampai pria itu terpojok ke sisi pintu mobil.
Sarah berharap semua yang di dengarnya ini salah. Sarah terisak hebat. Dia sangat mencintai Kevin bahkan dia rela mengkhianati sahabatnya Bella demi bisa bersama pria itu. Tapi mengapa endingnya malah jadi begini?
__ADS_1
Kevin meraih kedua tangan sarah dan memeluk erat gadis didepannya.
"Sayang tenang, aku gak bakal ninggalin kamu aku janji!"
"Maksud kamu?" Sarah hendak melepaskan pelukan Kevin tapi pria itu malah mempererat pelukannya dengan sengaja.
"Aku serius sayang. Aku mungkin akan menikah dengan pilihan orang tuaku, tapi aku janji kita akan tetap berhubungan seperti ini!"
Sarah tertegun mendengar kata-kata Kevin.
"Aku sangat mencintaimu sayang. Aku cuman cinta sama kamu!" Kevin mengeluarkan semua jurus buayanya untuk menjerat Sarah.
Kevin menguraikan pelukannya. Dipegangnya kedua pipi sarah, dihapusnya air mata yang mengalir dari kedua pipi gadis itu. Lalu dilumatnya bibir merah sarah dengan penuh kehangatan. Sarah terlena, lagi lagi dia masuk kedalam jebakan Kevin.
Kevin membuka satu kancing baju di bagian dada Sarah lalu memasukan tangannya diantara celah kancing baju itu. Tangannya dengan brutal memainkan kedua gundukan kenyal itu. Sarah terpekik ketika kevin memutar itu dengan jari-jarinya.
Kevin menenggelamkan kepalanya di gundukan kenyal itu.
"Argh, Kevin hentikan!" Pinta Sarah namun Ucapan dan reaksinya amat berbeda jauh. Dia seolah menikmati semua yang dilakukan Kevin kepadanya. Sarah mencengkram rambut Kevin saat Pria itu menjilat oreo hitamnya.
"Sayang, kamu tetep mau kan jadi pacar aku? aku cinta sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu Sar, aku janji kita bakal tetep bisa kaya gini walaupun aku nanti sudah menikah, aku gak bakal ninggalin kamu Sar." Bisik Kevin lembut ditelinga Sarah.
Sarah mengangguk pelan. Dia juga sebenarnya tidak mau kehilangan Kevin. Akhirnya dia rela melihat pria itu akan menikah dengan wanita lain, dari pada dia kehilangan Kevin lebih baik dia jadi simpanannya saja. Benar-benar Sarah sudah kehilangan akal sehatnya.
"Kapan pernikahan kamu akan dilaksanakan?"
"Minggu ini.." Kevin memegang kedua tangan Sarah.
"Tapi kamu gak usah khawatir, aku janji aku cuman cinta sama kamu." Kevin tersenyum licik dikedua matanya. Kevin membelai kepala gadis itu. Berhasil! Sarah memang sangat mudah dibodohi hanya dengan mengobral rayuan-rayuan seperti tadi.
"Kamu janji gak akan ninggalin aku kan?" Tanya Sarah sedikit ragu.
"Janji sayang!" Kevin mencium bibir gadis itu.
"Aku mencintaimu" Ucap Sarah.
Akhirnya rencananya berhasil. Dia mendapatkan keduanya, menikah dengan putri konglomerat seperti Citra dan masih bisa memadu kasih dengan wanita penurut seperti Sarah. Kalau bisa dapat kenapa memilih satu? kevin bersorak riang di dalam hatinya.
__ADS_1
bersambung..
Selamat tahun baru ya semua :)