
Beberapa bus besar akhirnya telah sampai di tempat kamping mereka. Kali ini kampus Brawijaya memilih Bumi Perkemahan Mandalawangi sebagai tempat kamping mereka yang letaknya di kawasan cibodas. Tempat kamping ini dipilih karna kawasannya yang masih sangat terjaga dengan baik, ditambah kawasan ini masih sangat asri dan sejuk karna berada di hutan cemara yang rimbun.
Setelah turun dari bus mereka masing-masing para siswa pun berkumpul di satu titik di lapangan besar ditengah-tengah tempat kamping untuk diberikan instruksi dari para panitia dan dosen tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mereka berada di Mandalawangi. Para panitia juga menjabarkan jadwal setiap acara yang akan berlangsung selama tiga hari dua malam itu.
Setiap fakultas juga terbagi menjadi beberapa regu. Semua peserta yang ikut ditugaskan untuk mendirikan tenda mereka disana.
Setelah semua dirasa sudah memahami tujuan briefing itu, para mahasiswa dan mahasiswi pun langsung bergerak untuk memasang tenda mereka masing-masing.
"Eh, Bell, laki lo ikut gak kesini?" Bisik Inyong saat mereka sedang sibuk membantu para mahasiswa merangkai bagian tubuh tenda mereka.
"Gak tau nyong, gue sih udah bilang sama dia gue ikut. Tapi tadi pas gue bangun gue udan gak liat dia dikamar. Tau deh ikut tau gak.." Jawab Bella.
"Eh, nyong sorry nih tolong ambilin terpal dibelakang lo tuh!" Tiba tiba Toni nyeletuk dan membuat Inyong spontan menoleh ke belakang.
"Yaelah ton berat ini mah mana ke angkat gue! nyang bener aja lo gue cantik-cantik begini disuruh angkat terpal!" protes inyong saat melihat terpal yang dimaksud oleh Toni temannya.
"Yaelah lo biasa angkat karung beras juga!" Sergah Toni yang kontan membuat semua orang disekitar mereka tertawa geli.
"Enak aja lo! masa karung beras ngangkat karung beras! puas lo!" Timpal Inyong judes sambil melempar Toni dengan sebatang ranting yang dia temukan dibawah kakinya.
"Sini gue bantu Bell.." Tiba-tiba Alaska sudah berdiri disamping Bella. Tangannya langsung dengan cekatan mengambil alih frame tenda yang dipegang oleh Bella. Alaska langsung dengan sigap membantu para mahasiswi disitu untuk mendirikan tenda milik Bella dan teman-temannya.
Wajah Inyong seketika berubah sumringah. Akhirnya ada yang menyegarkan hatinya juga setelah suntuk karna ulah Toni yang nyebelin tadi!
Toni hanya geleng-geleng kepala melihat perubahan raut wajah Inyong.
"Jangan mimpi ketinggian nyong, jatoh yang ada nyangkut di jurang lo mau?" Dengus Toni sambil berlalu mengambil karpet dibelakang Inyong dengan satu tangannya. Inyong ternganga karna tak menyangka si rese ini ternyata kuat juga.
Toni dan Inyong memang terkenal sering ribut dikelas. Toni si anak basket yang berperawakan jangkung dengan kulit sawo matang itu merasa hidupnya hampa kalau sehari saja belum perang dengan Inyong yang punya nama asli Kirana Larasati.
Nama asli Inyong ternyata bagus, mungkin emaknya ngidam sama artis Kirana sewaktu hamilnya. Tapi memang dasarnya Inyong itu si tukang nyeleneh, saat masuk SMA dia mengubah sendiri namanya menjadi Inyonghaseyong! jauh bangetkan?
"Ngapain lo liatin gue, sorry nyong gue masih normal! gue sukanya sama cewek"
Inyong langsung melotot kesal.
__ADS_1
"Emang lo pikir gue bukan cewek?"
"Bukan! gimana sih, kata lo tadi lo karung beras.."
Ucapan Toni itu jelas langsung disambut protes keras dari Inyong dengan melemparkan sebelah sepatu miliknya. Toni langsung ngibrit sambil tertawa terbahak-bahak.
"Sialan tuh si Toni!" Dengus Inyong saat Toni sudah hilang dari pandangannya.
"Awas lo nyong, kata orang benci sama cinta itu bedanya tipis. Saking tipisnya kadang orang gak bisa bedain kapan dia lagi jatuh cinta dan kapan dia lagi benci.."
Ucap Sasya.
Inyong langsung bergidig dan pura-pura berakting muntah.
"Gue sama si Toni? ih ntar dulu deh Sya! kalau dia cowok terakhir di dunia ini juga gue masih mikir-mikir lagi! males amat gue sama orang nyablak kaya gitu!"
Bella dan Sasya langsung berpandangan dan tertawa pelan melihat kekonyolan Inyong dan Toni.
Setelah semua tenda berhasil didirikan, para panitia dan dosen pun berkumpul di satu bangunan khusus, mereka sedang menyiapkan semua barang-barang untuk bermain game sore ini bersama para muridnya.
Game ini diperuntukan dengan tujuan untuk mempererat kekompakan diantara para mahasiswanya. Panitia akan membagi setiap regu menjadi 7 regu dan di setiap regu itu akan berisi 5 orang sebagai perwakilan dari setiap fakultas.
Nantinya mereka akan diberikan petunjuk di setiap jalan untuk bisa sampai ke tempat diletakkannya semangka. Dan regu manapun yang nantinya bisa sampai duluan kesana bakal dianggap sebagai pemenangnya.
Waktu menunjukan pukul 17.00 wib. Para panitia pun mengumpulkan seluruh orang di tengah-tengah tempat kamping untuk membagi regu dan segera memulai game itu.
Mata Bella menyapu disekitar dosen berharap melihat Ansel disana. Tapi sayangnya pria itu sepertinya tidak ikut kesana karna sejak tadi pun dia memang tidak kelihatan batang hidungnya. Bella menepuk jidatnya sendiri. Kenapa juga dia nyariin Ansel! astaga bodoh kenapa aku ini! gumam Bella dalam hati.
Akhirnya regu sudah terbagi dan acara game pun akan segera dimulai. Bella kebagian satu regu dengan Inyong, Tiara, Toni dan Alaska. Sementara Sasya tidak ikut karna dia sedang merasa kram diperutnya akibat tamu bulanannya, Sasya memutuskan untuk menunggu saja didalam tenda mereka.
"Ingat, kalian jangan sampai berpencar oke? dan setiap regu akan diberikan satu walkie talkie sebagai alat komunikasi untuk berjaga-jaga jika kalian tersesat.." Ucap Pak Doni salah satu panitia kamping.
"Dan ingat juga ya untuk semuanya, ikutin setiap petunjuk yang sudah kami taruh di setiap pos yang akan kalian lalui nanti. Ikutin tandanya dengan benar! kalau ada yang sakit kalian bisa langsung hubungi kami disini pake walkie talkie paham?" Tambah Bu Selvi pada seluruh muridnya.
Para peserta pun mengangguk dan mulai bergerak ke arah hutan cemara.
__ADS_1
Kevin dan rombongannya juga terlihat mengikuti acara game itu. Kevin cs terlihat hanya beda satu rombongan di depan rombongannya Bella.
"Gimana tio? lo udah nyiapin semuanya kan?" Bisik Kevin pada teman disebelahnya. Teman disebelahnya pun langsung mengacungkan jempolnya sambil tersenyum licik.
Selang 20 menit semua rombongan telah sampai di pos pertama. Bella dan teman seregu nya memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan agar menghemat waktu karna mengingat sebentar lagi hari akan segera berubah menjadi gelap.
Sesekali Inyong hampir terjatuh karna terjerat semak-semak didepannya namun dengan sigap Toni membantunya dan mengambil posisi didepan Inyong untuk membabat segala tanaman yang dapat menghalangi langkah mereka.
Sementara Tiara dan Bella berada ditengah-tengah barisan dan Alaska tepat dibelakang mereka untuk berjaga-jaga kalau sampai para wanita ini tiba-tiba hilang keseimbangan dia bisa dengan sigap mengetahuinya.
Jarak dari pos pertama ke pos kedua tenyata lumayan jauh. Hampir saja Inyong menyerah karna merasa sudah kehabisan tenaga.
"Ayo nyong lo pasti bisa!" Ucap Toni sambil menarik tangan cewek tambun itu dan membantunya untuk terus berjalan.
"Gue cape banget woy, kapan istirahat nih?" Tanya Inyong.
"Tuh pos kedua udah keliatan. Kita istirahat dulu deh 5 menit oke?" Ucap Alaska yang langsung disetujui oleh semuanya.
Mereka pun langsung duduk disebuah pondok yang letaknya tepat di sebrang jalan setapak. Alaska langsung membagikan minum dari ranselnya kepada semua anggotanya.
"Gimana Bella lo masih kuatkan?" Tanya Alaska ketika dia melihat Bella begitu kehausan sampai meneguk habis sebotol air mineral ditangannya.
Bella mengacungkan jempolnya sambil tersenyum.
"Tenang gue masih punya banyak tenaga nih, tapi ngomong-ngomong disini udah mulai gelap ya.." Bella melihat sekeliling dan menyadari kalau cahaya matahari ternyata sudah mulai ditelan oleh kegelapan hutan.
"Kamu bener Bella, semuanya kita keluarkan senter masing-masing ya, jarak pandang kita udah mulai terhalang gelap!"
"Men, pos ketiga berapa jaraknya dari sini?" Tanya Alaska pada Toni
"Yah sekita 1 kilo lebih Al kalau dari papan petunjuk.." Jawab Toni sambil membantu menyalakan senter milik Inyong.
"Yaudah ayok kita lanjut!" Ucap Alaska.
Semuanya pun kembali bergegas dan menuju pos terakhir tempat diletakkannya semangka.
__ADS_1
Rombongan Bella tidak sadar jika petunjuk jalan yang mereka ikuti itu sudah dirubah oleh Kevin dan teman-temannya.
bersambung..