SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Terungkapnya kejahatan Kevin


__ADS_3

Dirumah Keluarga Hamis Wijaya


Semua sedang berkumpul diruang makan ketika Ansel tiba tiba saja datang dengan kondisi tangannya yang terluka cukup parah.


Citra, Kevin dan kedua orang tua Ansel langsung berdiri saat melihat Ansel datang dengan diikuti beberapa orang dari belakangnya.


Ansel bersiul dan menatap Kevin dengan kilatan mata yang menyiratkan kebencian yang teramat dalam.


Ansel tersenyum ke arah Kevin, tapi Kevin tau itu bukanlah senyum dalam artian ramah melainkan sebuah senyum yang membawa pertanda kematian yang di gumandangkan Ansel untuknya, perhatian Kevin sedari tadi jelas terarah pada pria pria yang sangat familiar yang kini di seret Ansel ke hadapan keluarga besarnya.


Para pria itu tak lain adalah para preman suruhannya.


Nyali Kevin seketika hancur, tubuhnya bergetar andai saja dia tak malu mungkin dia sudah pipis di dalam celananya saking takutnya dia saat ini.


Citra dan kedua orang tua Ansel menatap penuh tanda tanya, mereka tak mengerti apa yang sedang coba Ansel lakukan.


"Cit, sudah saatnya kau harus lihat siapa Kevin sebenarnya!"


Ansel memberi kode pada salah satu pengawalnya yang bernama Bagas, Pria dengan seragam serba hitam itu tiba tiba membawa sebuah laptop ditangannya.


Kevin menelan ludah berat, dia sepertinya tau apa yang akan ditunjukkan Ansel sekarang.


Tak lama laptop itu memutar sebuah rekaman. Mata Citra dan kedua orang tuanya nyaris keluar ketika melihat adegan di dalam rekaman itu.


Terlihat Kevin sedang bermesraan bersama seorang wanita yang sepertinya seumuran dengannya.


Citra hampir saja jatuh ke lantai kalau Ansel tidak buru buru menyanggah tubuhnya.


"APA APAAN INI KEVIN!?" Pak Hamis tampak berang meminta penjelasan atas adegan memalukan yang baru saja di lihatnya di dalam laptop itu.


Kevin hanya menggeleng tanpa mampu menjawab.


Citra terisak dan tak menyangka Kevin tega mengkhianatinya lagi!


"Cit, bukan Bella yang selama ini jadi selingkuhannya Kevin melainkan Sarah! Bella juga korban sama sepertimu.. bajingan ini memang pandai bersandiwara, kita semua terkecoh dengan segala aktingnya, tapi tidak lagi! aku akan membongkar semuanya hari ini!" Ansel membantu Citra agar kuat berdiri karena masih banyak kebenaran yang akan dia ungkap tentang suami adiknya itu.


"Kau masih ingat tidak saat dulu kakak menginap untuk urusan kerja selama beberapa minggu di bogor?"


Citra mengangguk pelan.


"Sebenarnya kakak waktu itu mengalami koma akibat tertembak pistol, dan kau harus tau Kevin lah dalangnya! Bella di culik oleh Kevin Cit, untuk memancing kakak datang, tujuan utamanya adalah untuk menghabisi kakak!"

__ADS_1


Tuan Hamis dan Nyonya Tania tampak tercengang begitu pula dengan Citra.


"Tidak, itu semua fitnah Cit!" Kevin menghampiri Citra dan mencoba memegangi tangannya.


Ansel tersenyum jijik, masih saja laki laki brengsek ini mengelak padahal semua bukti sudah ada didepan mata.


Ansel lalu mendekati salah satu preman dan mendorong preman itu kehadapan keluarganya. Preman itu berlutut dihadapan orang tua Ansel dengan wajah ketakutan.


Mereka kenal siapa Tuan Hamis Wijaya karna Tuan Hamis adalah salah satu konglomerat di jakarta, namanya terkenal di setiap penjuru kota, andai mereka tahu Ansel adalah putra Tuan Hamis, jangankan menembak, mendekat pun mereka tidak akan berani.


"Mereka ini lah yang waktu itu menculik Bella, mereka juga yang sudah menembak Ansel pah!"


Nyonya Tania merasa kepalanya tiba tiba sangat sakit mendengar semua kenyataan pahit ini. Sungguh mereka selama ini ternyata telah serumah dengan seorang manusia berhati setan. Hampir saja dia jatuh pingsan kalau Pak Hamis tidak langsung mendekap tubuhnya.


"Ampuni kami tuan, kami hanya disuruh oleh Kevin.." Para preman itu tampak memelas memohon iba.


Citra mengatupkan rahangnya keras, dia bahkan tak tahu kejadian saat kakaknya hendak dilenyapkan dan ironisnya yang merencanakan semua itu adalah orang yang selama ini paling dia percaya, Kevin!


Kevin tercengang melihat semua kejahatannya kini satu persatu telah dikuliti oleh Ansel kehadapan keluarga Citra.


Wajahnya terlihat sangat pucat seperti kertas. Rasanya dia ingin melompat saja dari jurang dari pada harus tamat ditangan Ansel. Dia sudah tidak bisa mengelak lagi karna Ansel membongkar semua kejahatannya dengan membawa bukti bukti yang akurat.


"Tahan dulu emosi mu Cit, dengar ini.." Ansel memberikan kode lagi pada bagas untuk memutar sesuatu dari laptopnya, kali ini bukan sebuah video melainkan rekaman suara.


"Iya Sar, sebenernya semalem pas Citra ke kamar Bella, aku sengaja nyuruh orang matiin lampu rumah, terus aku masuk dan aku dorong deh Citra ke lantai dan tau tau perut dia malah kebentur meja, Citra keguguran karna itu, dan kamu tau gak hal baiknya? Bella yang sekarang disalahkan sama mereka.. aku puas banget!"


Hening sesaat. Semua seolah terperangah mendengar percakapan antara Kevin dengan seorang wanita itu. Ternyata pria ini benar benar bukan manusia!


"KEVIIIIIIN!" Citra berteriak histeris dan berlari ke arah Kevin.


Plak plak


Citra menampar pipi Kevin dengan membabi buta.


"KENAPA KEVIN? KENAPA? TEGANYA KAMU MELENYAPKAN ANAK KAMU SENDIRI! DASAR BA JINGAN!" Citra memukul mukul tubuh Kevin sementara Kevin masih berusaha untuk menyelamatkan dirinya sendiri.


"Cit, aku dijebak Cit, itu semua rekayasa percayalah Cit.." Kevin mencoba memeluk Citra namun Citra malah meludah ke arahnya.


"CIH! aku sungguh menyesal sudah mencintai laki-laki sepertimu selama ini!" Citra tertelungkup dilantai, rasanya dia benar benar sudah hancur sekarang. Citra menangis sejadi jadinya menyadari kebodohannya selama ini.


Dia bahkan sudah menuduh kakak iparnya Bella dan membuat gadis itu pergi dari rumahnya.

__ADS_1


Kevin menghampiri Tuan Hamis dan Nyonya Tania. Dia menyatukan kedua tangannya dan meminta mereka untuk percaya kepadanya.


"Pah, Mah.."


"Stop! jangan panggil saya seperti itu lagi! menjijikan! manusia macam apa kau ini!? binatang pun tak akan tega menyakiti anaknya sendiri!" potong Tuan Hamis sambil melotot ke arah Kevin, nafasnya terlihat memburu menahan emosi yang luar biasa di dalam dadanya.


"Tapi pah.."


Ansel yang sudah menahan semua kekesalannya sedari tadi sudah tidak tahan lagi, dia lalu menarik Kevin dan langsung menghajarnya dengan satu pukulan telak di ulu hati Kevin.


Kevin terjerembab di hadapan Citra. Dia menoleh ke Citra dan memohon agar Citra mau menyelamatkannya dari semua ini.


"Cit, kumohon maafkan aku, kau cinta padaku kan? berikan aku satu kesempatan Cit.. aku berjanji akan memperbaiki semuanya.." Kevin mencoba mengulurkan tangannya sementara satu tangannya masih memegangi perutnya yang terasa sangat sakit akibat pukulan Ansel tadi, namun Citra menepisnya dengan tatapan kebencian yang selama ini tidak pernah dia lihat dari mata istrinya itu.


"Dari pada memberi kesempatan padamu aku lebih baik mati! aku ingin kita cerai secepatnya!"


Kevin ternganga mendengarnya. Bak tersambar petir di siang bolong, Kevin tak menyangka Citra yang selama ini sangat tergila gila padanya akan meminta pisah darinya. Dia pasti salah dengar!


"Tidak! kau sangat mencintaiku Cit, kau tidak akan mungkin bercerai dariku! tidak! tidaaaak Citra!" Kevin menggeleng keras seperti orang gila.


Kevin bangkit dan hendak menghampiri Citra namun Ansel menahannya.


"Hei bangsat! stop drama kaya gini!" Ansel melayangkan satu tinjuan lagi wajah Kevin. Kali ini untuk Bella, karna ulah Kevin dia sudah salah paham pada istrinya sendiri.


Kevin tak berusaha mengelak, Dia terus memandangi Citra dengan wajah yang terlihat tak percaya, gadis itu yang selama ini sangat memuja dirinya mendadak ingin bercerai darinya! rasanya permintaan pisah dari Citra barusan lebih menyakitkan dibanding pukulan Ansel. Dia merasa hatinya sangat sesak, hancur!


Citra berdiri sambil mengusap air matanya.


"Aku akan melaporkan dia ke polisi kak karna dia telah melenyapkan anakku.."


Ansel menatap Citra tak percaya sementara Zio tersenyum bahagia mendengarnya, akhirnya mata Citra terbuka sekarang.


"Kamu sudah melakukan hal yang benar Cit.." Ansel memeluk adiknya dengan erat.


Tak lama polisi pun datang kesana dan mengamankan Kevin beserta para preman suruhannya.


Kevin sempat menoleh ke arah Citra, namun Citra memalingkan wajahnya, Citra merasa sangat jijik pada pria itu, dia bahkan sudah tidak ingin melihat wajah Kevin lagi seumur hidupnya.


bersambung..


Jangan lupa vote dan 👍 nya ya 😁

__ADS_1


__ADS_2