
"Eh, Ton. Ini bener gak sih jalannya? kok dari tadi kita gak nyampe-nyampe ya?" Tanya Tiara ketika dia sudah kelelahan karna hampir setengah jam mereka mengikuti petunjuk arah namun tak kunjung sampai di pos ketiga, sementara hari sudah benar-benar gelap total.
"Tau nih Ton. Lagian kok aneh sih kita gak nemu rombongan lain dari tadi? kan tadi ada 2 rombongan dari fakultas lain didepan kita. Logikanya kalau mereka sampai duluan berarti mereka sudah arah balik lagi kan kesini? harusnya kita papasan nih sama mereka, tapi gak ada satupun yang keliatan loh, terus kita juga pas istirahat di pos 2 tadi gak ngeliat ada rombongan lain dibelakang.." Ucap Bella sambil mengatur nafasnya yang mulai terasa berat.
"Gue cuman ngikutin petunjuk Bell. Kalau dari petunjuk sih udah bener, tapi gue emang agak heran nih.." Jawab Toni sambil menatap pada jalan setapak didepannya.
"Heran kenapa Ton?" Alaska menghampiri Toni dan ikut melihat jalan setapak didepannya dan Alaska langsung menyipitkan matanya saat menyadari sesuatu.
"Inikan jalan setapak yang udah dilewati rombongan didepan kitakan? nah harusnya sih di jalan ini gak ada nih semak-semak liar yang tumbuh nutupin jalan kaya gini, seolah-olah jalan ini tuh gak pernah dilewatin sama orang, padahal jelas-jelas tadi ada rombongan lain yang lewat kesini, apa dugaan gue yang salah.." Toni menunjuk semak-semak yang merapat di setiap jalan yang terhampar tepat di depannya.
"Iya nih Inyong kan dari tadi kesangkut semak-semak mulu kakinya! kesannya kita tuh orang pertama yang lewatin jalan ini!" Inyong menatap takut suasana hutan cemara yang mulai terasa menyeramkan.
Alaska langsung maju dan mengambil satu papan petunjuk yang mengarahkan mereka untuk terus maju ke depan.
"Dugaan kalian semua gak salah! kita emang sengaja disesatkan! Sialan!" Alaska langsung bergegas mengambil walkie talkie ditangannya. Alaska mencoba menyambungkan panggilan ke pusat kamping namun sayangnya terhalang oleh sinyal.
Semua menatap panik satu sama lain. Inyong memegang tangan Bella sambil terus melantunkan doa-doa di mulutnya.
"Lebih baik kita balik lagi aja, gue udah nyoba nyambungin ke pusat tapi gak ada sinyal disini. Kita jalan lagi aja ke jalan yang kita lewatin tadi, bahaya kalau sampai kita tersesat lebih jauh, ayok!" Ansel langsung mengambil langkah didepan mereka. Kini gantian Toni yang berjaga di paling belakang barisan.
15 menit berlalu Alaska tiba-tiba menghentikan langkahnya saat mereka tiba disebuah persimpangan kecil.
"Kenapa Al?" Tanya Bella cemas.
"Bell, ada yang sengaja ngilangin pita merah yang gue taro di setiap jalan yang kita lewatin tadi sebagai jejak biar kita gak tersesat.." Ucap Alaska. Alaska memang mengikat satu pita merah disetiap 20 langkahnya untuk berjaga-jaga kalau mereka sampai salah jalan. Tapi ternyata pita itu malah telah hilang entah kemana.
Semua langsung menoleh kaget, Inyong bahkan sampai menangis saking takutnya.
"Gimana ini? Inyong takut Bell!" Inyong memeluk Bella dan menatap ngeri sekelilingnya. Hutan cemara dimalam hari memang luar biasa menyeramkan apalagi kicauan burung hantu menambah kesan horor disitu.
"Mana Inyong kebelet pipis lagi!" Ucap Inyong sambil jingkrak jingkrak menahan panggilan alam itu.
__ADS_1
"Yaudah sambil gue nyari sinyal walkie lo pipis aja disana.." Alaska menunjuk semak-semak dibelakang Inyong. Inyong langsung melotot ngeri melihat kegelapan disana.
"Terus ceboknya gimana?"
"Gak usah cebok!" Jawab Toni dengan santai. Inyong langsung memukul bahu lelaki itu.
"Serius gue!"
"Ya gue lebih serius lagi, kan air minum kita tinggal dikit nyong, gak tau nih sampe kapan kan kita disini, daripada buat cebok mending buat minum ya kan?" Toni menyarankan dengan wajah yang terlihat serius.
Inyong hanya diam, benar juga sih omongan si Toni.
"Yaudah ayok gue anter nyong.." Bella langsung menggandeng tangan Inyong menuju semak-semak dibelakangnya.
"Kita nunggu disini ya, jangan jauh-jauh!" Ucap Alaska yang langsung dibalas anggukan oleh Bella dan Inyong.
"Jangan kemana mana lo Bell, gue pipis bentar!" Ucap Inyong ketika mereka telah sampai ditempat tujuan.
Inyong pun langsung ngibrit ke belakang semak-semak untuk melaksanakan panggilan alamnya yang sudah tidak tertahankan sejak tadi. Bella berbalik badan dan berdiri tak jauh dari Inyong.
Bella menyipitkan matanya saat merasakan semak-semak didepannya seperti bergerak-gerak sendiri. Dia langsung merasakan firasat tidak enak. Bella pun langsung berbalik dan hendak memanggil Inyong namun tiba-tiba seseorang sudah membekap mulutnya dari belakang dengan sebuah sapu tangan.
Bella mencoba memberontak namun tiba-tiba kesadarannya hilang saat obat bius itu telah bereaksi.
Bella ambruk dan langsung digendong oleh seorang pria meninggalkan tempat itu.
Inyong yang telah selesai dengan panggilan alamnya pun langsung bergegas hendak menghampiri Bella.
"Loh Bella kemana?" Inyong langsung celingukan kesitar nya dan mencoba memanggil manggil nama Bella namun sahabatnya itu tidak juga menyahut panggilannya sehingga membuat Inyong menjadi sangat panik.
"Bella! Bella!" Teriak Inyong sambil berlari menghampiri teman-temannya yang lain. Inyong berharap Bella sudah balik duluan. Namun ternyata perkiraannya salah, Bella tidak ada disana.
__ADS_1
Alaska menoleh kaget saat melihat Inyong kembali seorang diri tanpa Bella.
"Nyong, Bella kemana?" Tanya Alaska sambil melihat ke belakang Inyong berharap Bella menyusul dibelakangnya.
Inyong menunjuk ke arah semak-semak dibelakangnya dengan wajah pucat dan pipi yang kini sudah dibasahi oleh air mata.
"Bella, tadi Bella.." Ucap Inyong gelagapan karna merasa takut.
"Iya Bella kenapa nyong?" Tanya Alaska tak sabar.
"Bella ilang! pas gue selesai pipis Bella udah gak ada Al, gue udah nyoba manggil tapi dia gak nyahut!" Ucap Inyong
"Astaga!" Semua yang ada disitu langsung terlihat panik.
"Yaudah ayo kita balik ke tempat lo tadi. Siapa tau Bella masih disitu!" Alaska langsung menarik lengan Inyong dan menyuruh gadis itu untuk menunjukkan posisi terakhir mereka tadi.
Tak lama merekapun sampai ditempat dimana Bella tadi menunggu Inyong pipis.
"Disini Al! Bella tadi nungguin gue disini, gue gak lama kok paling 2 menitan, pas balik si Bella udah gak ada! gimana nih gue takut dia kenapa napa.." Inyong semakin histeris dan tak bisa mengendalikan tangisnya yang semakin pecah. Dia sangat khawatir kalau hal buruk sampai terjadi pada sahabatnya itu.
Toni langsung menenangkan Inyong dan membenamkan kepala gadis itu di dadanya yang bidang.
"Udah mending kita sekarang cari Bella disekitar sini, jangan ada yang berpencar oke!" Alaska langsung mencari Bella dengan memutari semak-semak diikuti oleh Tiara, Toni dan juga Inyong.
Mereka berempat pun terus memanggil manggil nama Bella dengan keras berharap Bella akan menyahut panggilan mereka.
Namun harapan mereka sepertinya tidak akan terwujud karna Bella kini telah berada didalam sebuah gua besar. Bella dibaringkan disana oleh seorang pria.
"Wihiii, bagus! lo emang paling bisa diandelin io!" Ucap Kevin dengan tawa menyeringai saat melihat Tio berhasil membawa gadis itu kehadapannya.
bersambung..
__ADS_1