SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Ansel mulai menunjukkan kesembuhan


__ADS_3

Bella terperangah senang saat melihat jari jemari Ansel yang bergerak walaupun sangat pelan. Tak lama suster pun datang dengan seorang dokter di belakangnya.


"Nona Bella tunggu diluar dulu ya, kami akan segera memeriksa kondisi pasien.." Ucap sang Dokter.


"Tadi tangan suami saya bergerak dok.." Bella tampak antusias, wajahnya seketika berbinar menatap wajah Pak Ansel walaupun pria itu belum membuka matanya.


"Iya Nona Bella, makanya mau kami periksa dulu ya, Sus tolong antar kan Nona Bella keluar dulu.."


Susterpun segera membantu mendorong kursi roda Bella keluar ruangan. Zio dan Sasya yang sedang berdiri didepan ruang ICU langsung menghampiri Bella karna merasa penasaran.


"Bella, ada apa dengan Ansel? kenapa dokter tiba-tiba masuk ke ICU? Apa terjadi sesuatu pada Ansel?" Zio menatap Bella dengan raut wajah kebingungan.


Zio melihat perubahan pada sikap Bella, gadis itu terlihat begitu senang berbeda sekali dengan beberapa saat lalu ketika hendak masuk ke ruang ICU, wajahnya yang muram itu telah sirna seketika.


"Ada apa Bell?" Sasya jadi ikut penasaran.


"Kamu tau gak Sya? Pak Ansel tadi ngegerakin jari jari tangannya.." Ucap Bella antusias.


Hah? Zio dan Sasya langsung melihat ke arah ICU.


"Beneran Bella?" Tanya Zio masih tak percaya. Dia kembali menatap Bella seolah tak yakin dengan apa yang barusan didengarnya.


"Iya pak Zio.. saya juga kaget, tapi beneran saya tadi bisa ngerasain kalau Pak Ansel lagi ngegerakin jari-jari tangannya.."


"Bella, ini pasti karna Pak Ansel bisa ngerasain kehadiran lo, itu mukjizat Bell!" Sasya jadi ikut senang melihat senyum yang kini menghiasi Bella.


"Iya, Bella. Terima kasih berkat kamu, akhirnya Ansel menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.."


Tak lama Dokter dan Susterpun keluar dari ruang ICU. mereka menghampiri Bella, Sasya dan Zio.


"Bagaimana keadaan Ansel dok?" Tanya Zio yang langsung dibalas senyuman oleh sang Dokter.


"Selamat ya pak, Pak Ansel sudah mulai menunjukan kemajuan yang sangat bagus, motoriknya sudah mulai merespon walaupun hanya dalam gerakan-gerakan kecil, ini pasti karna kehadiran Nona Bella disampingnya tadi.. Nona Bella bisa jadi motivasi untuk kesembuhan Pak Ansel.."


Bella sangat bahagia mendengarnya, apa benar semua ini gara-gara kehadirannya? apa benar Pak Ansel tadi sedang berusaha merespon genggaman tangannya?


"Nona Bella boleh menemani Pak Ansel agar beliau bisa lebih termotivasi untuk bangun dari komanya.. kalau begitu saya permisi dulu ya.."


"Terima kasih dok.." Zio lega mendengar penjelasan dokter, akhirnya ada harapan setelah berhari hari dia kalang kabut karna memikirkan nasib Ansel yang tak juga menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.


Kekuatan cinta diantara Ansel dan Bella memang sudah mulai Zio rasakan sejak sahabatnya itu menceritakan betapa gelisah nya dia memikirkan Bella.


Zio yakin sekarang kalau Ansel sudah mulai membuka hatinya pada seorang wanita dan wanita yang sudah berhasil membuat Ansel jatuh cinta lagi setelah trauma akibat ditinggal oleh Diandra adalah Bella.


Bella lah yang sudah berhasil menambal luka di hati Ansel, kalau tidak laki laki itu tidak mungkin rela mengorbankan nyawanya hanya untuk melindungi Bella. Zio tersenyum kecil. Akhirnya Ansel move on juga.

__ADS_1


Malam pun tiba, Bella kembali diantar Sasya untuk istirahat dikamarnya. Sasya pun keluar kamar setelah yakin kalau Bella sudah tertidur dengan nyenyak.


Sasya merasa sangat lapar, akhirnya dia ke kantin rumah sakit untuk memesan makanan disana.


Dilorong rumah sakit dia tak sengaja bertemu dengan Zio. Zio menepuk pundaknya dari belakang.


"Sasya.."


"Eh, Pak Zio.." Sasya menoleh ke belakang. Pak Zio langsung menyelaraskan langkah kakinya dengan Sasya.


"Kau mau kemana Sya?" Tanya Pak Zio.


"Saya sedikit lapar pak, saya mau membeli makan ke kantin.."


"Oh, kebetulan saya juga mau ngopi, kita bareng aja kesana gimana?"


"Iya, boleh aja sih.."


Merekapun langsung menuju kantin, sesampainya di kantin Sasya memesan sepiring nasi sementara Zio hanya memesan segelas kopi saja.


"Pak Zio gak mau mesen makan?"


"Engga, Sya. Sasya gak laper, saya cuman sedikit ngantuk, makanya saya mesen kopi.."


Sasya hanya manut manut saja. Pandangan matanya menyapu sekitar, suasana di kantin rumah sakit saat itu masih cukup ramai.


Sumpah! sebagai gadis yang normal, siapa pun yang melihat Pak Zio dari dekat pasti akan klepek klepek karna ketampanannya. Begitu juga dengan Sasya. Jantungnya tiba-tiba berdegup sangat cepat. Sialan! kenapa disaat kaya gini harus pake salah tingkah segala! rutuk Sasya dalam hatinya.


Ingat Sya! Ingat kalau Pak Zio itu playboy! jatuh cinta padanya jelas bukan pilihan yang tepat. Sasya mencoba tidak goyah melihat pesona Pak Zio dihadapannya.


"Kenapa malah diem Sya?"


Baru saja Sasya mau membuka mulutnya tiba-tiba seorang pelayan datang mengantarkan pesanannya dan pak Zio.


Zio pun langsung menyeruput kopi di gelasnya.


"Bapak beneran gak mau makan?" Sasya menyuap sesendok nasi ke dalam mulutnya sambil menatap pria dihadapannya.


Zio menggeleng sambil tersenyum ke arahnya. Yaelah, pake senyum lagi! diem aja napa! karna diem aja udah bikin Sasya deg-degan!


"Bella sangat beruntung punya sahabat yang baik seperti kamu Sya.." Ucap Zio sambil menatap Sasya yang tengah asik dengan makanannya.


Sontak Sasya langsung berhenti mengunyah.


"Pak Ansel juga sangat beruntung karna punya seorang Sohib seperti bapak.. Jujur saya kira bapak itu orangnya rese!"

__ADS_1


"Eh.." Sasya kelepasan. Refleks Dia langsung menutup mulutnya sendiri.


Zio menatap Sasya dengan mengangkat kedua alisnya tinggi-tinggi lalu kemudian tertawa pelan.


"Sudah saya duga Sya, sejak awal kamu jutek sama saya jadi itu alasannya, karna kamu merasa saya itu orangnya rese ya?"


Zio mendekatkan wajahnya ke arah Sasya. Sasya mundur dan menghindari tatapan Zio. Wajahnya jadi sangat merah karna menahan malu.


Zio malah tertawa melihat tingkah Sasya yang menurutnya sangat spontan.


"Saya emang rese sih Sya.."


"Engga kok pak engga! sorry saya tadi salah ngomong.."


"Engga apa-apa Sya. Saya suka tipe cewek yang ngomong apa adanya kaya kamu.."


Kontan Sasya membulatkan matanya. Dia buru-buru memalingkan wajahnya. Jangan geer sama omongan Playboy! gumam Sasya dalam hatinya.


"Sya, ngomong-ngomong apa kamu sudah menemukan sesuatu dari rekaman Cctv dirumah Sarah?"


Sasya menarik nafas dalam-dalam dan mencoba kembali tenang.


"Iya pak, saya menemukan sesuatu yang bisa jadi barang bukti perselingkuhan mereka, tapi saya belum ngecek lagi sih pak, nanti saya cek kalau udah balik ke jakarta.." Ucap Sasya sambil meneguk air putih di botolnya.


Zio mengangguk pelan sambil menyeruput kembali kopi ditangannya. Sasya sudah selesai menghabiskan makanannya.


Zio menatap Sasya sesaat, dia lalu meraih tangan kiri Sasya yang terletak di samping piringnya. Sasya langsung mematung, dia menatap Zio dengan bingung.


"Terima kasih ya Sya, terima kasih karna udah mau bantuin saya mengungkap kejahatan Kevin dan Sarah, maaf saya sudah melibatkan kamu ke dalam masalah ini.."


"Pak.. Bapak gak perlu berterima kasih karna saya melakukan ini semua untuk Bella sahabat saya, maaf ya pak saya permisi mau balik ke kamar Bella lagi.."


Sasya berdiri dan kemudian buru buru melepaskan tangannya dari genggaman Zio. Bukan apa-apa, dia hanya takut jika semakin lama bersama Zio jantungnya nanti bakal loncat keluar!


Jujur saja Sasya mulai sedikit tertarik pada Zio karna beberapa kejadian belakangan ini yang membuatnya lebih mengenal kepribadian Zio.


Tapi Sasya mencoba menepisnya karna dia tidak ingin sakit hati dengan membiarkan hatinya jatuh cinta pada tipe-tipe laki-laki yang baik pada semua wanita seperti Zio ini. Ini nih yang bikin Sasya bersikukuh untuk tidak terlena pada pesona pria dihadapannya.


Sasya pun bergegas pergi dengan langkah tergesa-gesa meninggalkan Zio seorang diri di bangkunya.


Zio menatap kepergian gadis itu dengan menarik nafas berat. Sudah lama dia tidak merasakan sesak dihatinya seperti saat ini.


Apa jangan -jangan dia jatuh Cinta pada Sasya?


bersambung..

__ADS_1


Hai pembaca setiaku, yuk vote author dan jangan lupa follow ya :), ayuk follow biar gak ketinggalan cerita thor atuh ya hehe thankyou..


__ADS_2