
Malamnya Bella berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya setelah selesai makan malam di bawah. Sementara Ansel masih mengobrol di ruang tamu dengan Citra dan Ayahnya.
Bella masuk ke dalam kamarnya lalu mengambil handphone nya yang tergeletak di atas meja riasnya. Bella memeriksa ponselnya dan dia melihat banyak pesan masuk dari Sasya dan Inyong. Mereka menanyakan apakah Bella akan masuk kuliah besok.
Bella tersenyum dan membalas pesan dari teman temannya.
From : Bella
Iya dong gue masuk besok, see you di kampus ya..
Setelah menaruh kembali ponselnya Bella langsung merebahkan dirinya di kasur. Ah betapa nyamannya bisa kembali ke kamar ini.
Mengapa dia sekarang merasa sangat betah disini, apa karna sekarang suasana sudah berubah? Tidak ada lagi ketegangan! tidak ada lagi suasana menyeramkan seperti kemarin-kemarin saat Ansel masih salah paham padanya.
Rasanya jadi seperti baru menikah saja dengan Ansel. Bella merasa canggung, Deg-degan bercampur malu.
Bella menutup wajahnya saat teringat kembali momen ketika Ansel mengatakan perasaannya.
"Arggghhhhh.." Bella berteriak kegirangan sendiri seperti orang gila sambil memukul-mukul kasurnya.
^^^ceklek^^^
Namun tiba-tiba terdengar gagang pintu yang diputar, kontan Bella langsung menoleh kaget. Bella buru-buru menarik selimut dan menutupi seluruh badannya.
Ansel masuk ke dalam dan melihat Bella telah memejamkan matanya. Padahal Bella hanya pura-pura tidur saat itu.
Ansel meletakan ponselnya di atas meja dan menghampiri kasur dengan langkah yang sangat pelan agar Bella tidak terbangun.
Ansel tidur disebelah Bella dan menyingkirkan guling yang ada diantara dia dan Bella. Mulai sekarang Ansel akan menyingkirkan apapun yang akan menjadi penghalang antara dirinya dan gadis itu.
Ansel membelai rambut Bella dengan lembut.
Bella mulai merasakan tangan Ansel menyentuh pipinya. Bella tak tahan lagi untuk tak bergerak karna dia merasa sekujur tubuhnya benar-benar panas dingin karna sentuhan pria itu, dia langsung bangun dan bersembunyi di dada Ansel.
Ansel kaget dan langsung mengangkat kedua alisnya.
"Bella.. jadi kau belum tidur?" Tanya Ansel.
Bella tak menjawab dia hanya menggeleng pelan dan terus menundukkan kepalanya di dada bidang suaminya.
Ansel akhirnya paham dan tersenyum kecil.
"Apa kau gugup? tanganmu gemetar Bella.." Ucap Ansel yang kemudian mengelus pundak Bella dengan lembut.
"Bella.." Ansel berbisik ditelinga Bella membuat bulu kuduk Bella langsung berdiri seketika.
Ansel melerai pelukan Bella dan mengangkat dagu Bella agar mau menatap ke arahnya.
__ADS_1
Bella menurut namun masih tak mau menatap ke arah Ansel.
"Bella.." Panggil Ansel lagi, kali ini dia membelai pucuk kepala Bella dengan lembut. Akhirnya Bella memberanikan diri dan membuka matanya.
Bella menatap mata Ansel yang terlihat sedang memandang lurus ke arahnya.
"Kau cantik sekali Bella.." Ucap Ansel.
Bella tersipu malu, 'huh baru tahu dia! kemana aja!' gumam Bella dalam hatinya.
Perlahan Ansel menyapu bibir Bella dengan ibu jarinya. Bella tertegun. Ansel mendekatkan wajahnya, dia tak tahan lagi melihat bibir Bella yang begitu menantangnya.
"Apa bapak tidak mau mengobrol dulu?" Tanya Bella berusaha mengulur waktu, dia benar benar dilanda rasa gugup.
"Aku sedang tidak ingin mengobrol Bella.." Ucap Ansel sambil menyentuh pipi Bella dan mulai mencium keningnya, lalu turun ke hidung dan kemudian mendarat di bibir Bella. Ansel mencium Bella dengan penuh perasaan.
Bella sampai tak bisa mencerna ciuman Ansel barusan.
Tangan Ansel mulai menekan punggung Bella agar Bella lebih dekat kepadanya.
Bella mencengkram baju Ansel ketika pria itu mulai turun menyusuri lehernya. Bella merasa sangat deg degan.
Meskipun ini bukan yang pertama kali dia melakukannya dengan Ansel tapi tetap saja keadaannya sekarang sudah berubah 180 derajat, perasaan cintanya dan Ansel membuatnya jadi lebih gugup dari sebelumnya.
Ansel membuka satu persatu kancing baju Bella. Nafas Bella mulai tak beraturan.
Ansel mencium dan menghirup aroma tubuh Bella yang begitu wangi. Namun Ansel mendongak dan menatap Bella sesaat.
Bella diam sesaat, meskipun sangat gugup Namun dia juga tak bisa memungkiri kalau dia juga ingin sekali Ansel menyentuhnya.
Bella akhirnya mengangguk pelan.
"Kau bisa melakukannya kapanpun Pak, aku milikmu bukan?"
Ansel tersenyum dan kembali mencium dua bola kenyal itu. Ansel memainkan lidahnya dengan lihai disana dan sesekali mengulum pucuk gunung Bella dengan lembut, Bella sampai tak bisa berkutik dibuatnya.
Lama dia bermain disana sampai meninggalkan banyak jejak merah di tubuh Bella.
Ansel membantu melepaskan celana Bella dengan pelan dan hati-hati. Setelah itu dia membuka kancing baju dan celananya sendiri. Kini dia dan Bella telah polos tanpa sehelai benang pun.
Ansel memandangi Bella dan membelai rambut Bella dengan lembut sementara satu tangannya yang lain turun ke bawah paha Bella dan jarinya mulai mengelus mahkota Bella dengan lembut.
Bella merintih saat jari Ansel menerobos masuk dan bermain disana. Ansel menahan teriakan Bella dengan memagut bibirnya dengan buas. Ansel sudah di puncak keinginannya sekarang.
Ansel kini berada di atas Bella dan bersiap melakukan permainan intinya.
Bella membuka kedua kakinya dan membiarkan Ansel untuk mulai memasukkan senjatanya kedalam kehangatan surga duniawi nya.
__ADS_1
Namun Ansel sengaja menggesekan senjatanya lebih dulu hingga membuat Bella menggeliat tak tahan. Ansel ingin agar Bella memintanya sendiri untuk memasukkan miliknya.
"Pak.." Ucap Bella di sela sela permainan.
"Iya Bella.." Goda Ansel sambil terus menggesek senjatanya ke mahkota Bella.
"Masukin pak.. Aku sudah tidak tahan." Ucap Bella malu sambil menggigit bibir bawahnya.
Ansel tersenyum lalu kemudian dengan senang hati mengabulkan permintaan Bella. Ansel mulai membelah Bella dengan satu hentakan kuat karna Ansel merasakan sempit dibawah sana jadi dia harus sedikit memaksa agar dirinya bisa membelah milik Bella lebih dalam.
"Arghh.." Bella mencengkram lengan Ansel kuat-kuat. Matanya tak sengaja terpejam menahan perih dibawah sana.
Ansel melakukannya dengan lambat namun iramanya di percepat sehingga beberapa kali Bella meringis di buatnya.
Ansel merasakan sesak dan sempit hingga dirinya mengerang saking nikmatnya. Ansel mempererat pelukannya dan mulai memompa dengan intens miliknya.
Nafas mereka kini menyatu dengan suasana panas di kamar itu. Peluh keringat mulai muncul di kedua tubuh polos mereka. Namun Ansel masih kuat dan belum sampai di puncak permainannya.
"Bella.. aku ingin doggy.."
Bisik Ansel sambil mencium pipi Bella. Bella mengangguk dan mulai mengubah posisinya berjongkok di atas kasur.
Ansel yang duduk dibelakangnya langsung menghujam nya tanpa jeda. Bella terpekik nyeri. Ternyata begitu sakit kalau di posisi ini. Namun bagi Ansel posisi ini sangat membuatnya kelimpungan karna merasa miliknya begitu dijepit dibawah sana.
Ansel memeluk Bella dari belakang sambil terus memompa dengan sekuat tenaga. Bella tersengal sambil sesekali menjerit kesakitan. Namun teriakan Bella itu malah membuat Ansel semakin bernafsu.
Ansel mencengkram kedua bola kenyal milik Bella. Dua bola kenyal yang menggantung itu terus bergoyang goyang mengiringi hentakan demi hentakan yang Ansel berikan ke tubuh Bella.
Hampir setengah jam berlalu akhirnya Ansel merasakan miliknya berdenyut keras dan hendak mengeluarkan semburan cinta.
"Bella sayang.. aku keluarkan di dalam ya?" Ucap Ansel dengan napas yang tersengal.
Bella mengangguk sambil mencengkram seprei dengan kuat karna dia merasakan milik Ansel semakin berdenyut kencang dibawah sana.
Dan dengan satu hentakan keras Ansel mengerang sambil menekan ke dalam milik Bella dengan sekuat tenaganya. Akhirnya dia sudah sampai di inti permainannya. Ansel menyemburkan semua miliknya di dalam rahim Bella.
"Argh, Bella.. " Ansel menarik Bella dan merebahkan dirinya dikasur. Ansel memeluk Bella dari belakang dan mencium pipi gadis itu dengan lembut.
Bella dan Ansel berusaha mengatur nafas mereka. Malam itu seperti malam pertama bagi Bella dan Ansel. Karna malam itu mereka melakukannya dengan cinta. Mereka melakukanya dengan suka sama suka.
Bella tergelak ketika merasakan sesuatu masih menempel dibawah sana.
"Bapak tidak mau mencabutnya?" Tanya Bella malu malu.
"Tidak Bella. Aku ingin milikku tetap disana malam ini.." Jawab Ansel sambil mengambil selimut dan segera mematikan lampu disamping ranjangnya.
bersambung..
__ADS_1
gimana reader? makin hareudang gak liat Ansel sama Bella? Duh author yang nulisnya aja sampe panas dingin nih.. Please bijak memilih bacaan ya ini khusus yang udah nikah aja..
jangan lupa vote author ya terima kasih salam sayang dari thor..