SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Diandra telah kembali


__ADS_3

Pagi itu suasana kampus belum terlalu ramai, waktu menunjukkan pukul 07.30 wib.


Dari arah lorong terlihat seorang wanita berusia 27 tahunan berjalan menyusuri lorong dengan langkah yang pelan. Dia terlihat membawa beberapa berkas ditangan kanannya sementara tangan kirinya sibuk menenteng tas laptop.


Wanita itu menuruni tangga dan berhenti didepan ruang kesehatan. Dia tampak menarik napas panjang sambil memandangi pintu di hadapannya itu.


Meskipun ragu namun akhirnya dia membuka gagang pintu dan masuk ke dalam ruangan dengan langkah gontai.


Bu Renata Dokter kampus yang sedang berjaga langsung menoleh dan seketika membeku melihat sosok di depannya. Bu Renata menurunkan kacamatanya untuk memastikan apa yang dilihatnya ini tidak salah.


"Diandra!!" Seru Bu Renata seraya berdiri sambil tak berkedip sedikitpun melihat seseorang yang sudah lama tak dilihatnya beberapa tahun belakangan ini.


Diandra tersenyum sambil melangkah mendekatinya.


"Ini beneran kamu Di?" Seru Bu Renata lagi saking tak percayanya.


Diandra mengangguk sambil matanya berkaca kaca.


"Lama gak jumpa ya Ren..." Ucap Diandra sambil menaruh laptop dan berkas-berkas yang dibawanya ke meja di sebelahnya.


"Astaga aku gak nyangka kita bakal ketemu lagi.." Bu Renata mengatur napasnya karna benar-benar syok bisa bertemu lagi dengan salah satu teman dekatnya itu.


"Kamu gak mau meluk aku nih? aku kangen banget loh sama kamu Ren.." Diandra membentangkan dua tangannya saat melihat renata diam saja. Renata yang sadar langsung menyambut pelukan itu dengan wajah bahagia.


"Eh iya duduk yuk duduk.."


Ajak Renata sambil melepaskan pelukannya dan mempersilahkan Diandra duduk di bangku.


"Bagaimana kabarmu Ren?" Tanya Diandra sambil menatap temannya itu.


"Ya seperti yang kamu lihat Di, aku baik-baik aja. Karna aku sangat cinta kampus kita ini aku memutuskan untuk mengabdi dan menjadi dokter disini. Kamu sendiri gimana?" Renata balas menatap Diandra dengan raut wajah penasaran.


"Yah seperti yang kamu lihat. Hidupku benar-benar suram sejak kejadian itu.."


"Di, dulu kenapa kamu pergi tiba-tiba? sebenernya kamu kemana sih? aku udah nyoba buat ngontek kamu tapi gak bisa, gak ada satupun kerabat kamu yang bisa di hubungi.. kamu ngilang gitu aja diakhir semester bikin satu kampus gempar tau.."


Diandra menyatukan kedua alisnya.


"Hah masa sih? kok bisa gempar?"


"Iya, soalnya Ansel sampe kayak orang kesetanan nyariin kamu di kampus, dia kira kamu di culik lah, dia bahkan mengadakan sayembara buat nemuin kamu namun hasilnya nihil.."


Diandra langsung terdiam mendengar nama itu. Satu nama yang sebenernya menjadi tujuan utamanya pulang ke sini.


"Kenapa kamu diem Di?"

__ADS_1


Diandra tak menjawab. Dia mengambil tas laptopnya dan mengambil sebuah amplop lalu menyerahkannya ke tangan renata.


"Kamu seorang dokter. Kamu pasti bisa membaca diagnosa ini.."


Ucap Renata lirih.


Renata membuka lipatan kertas ditangannya lalu membacanya dengan seksama. Beberapa detik kemudian matanya membulat seketika sambil menatap Diandra dengan wajah yang terlihat prihatin.


"Leukimia stadium 3?" Tanya Renata tak percaya dengan kertas diagnosa ditangannya. Dia menatap Diandra yang malah tersenyum lirih kepadanya.


"Sejak kapan Di?"


"Saat aku berangkat beberapa tahun lalu.. Alasanku pergi tiba-tiba dari sini karna aku mau menjalani operasi besar pertamaku saat itu di luar negri."


"Mengapa kamu gak cerita ini sama aku?" Renata memegang tangan Diandra dan duduk lebih dekat dengannya.


"Aku tidak ingin membuat siapapun khawatir Ren.."


"Termasuk Ansel?" Diandra sontak terdiam dan tak mampu menjawab pertanyaan Renata.


"Di.. Ansel sampe kaya orang gila dulu nyariin kamu, seenggaknya kamu bisa bilang sama dia Di.."


"Makanya itu aku nyesel banget ren.. Aku balik kesini karna aku selalu dihantui rasa bersalah karna udah ninggalin dia tanpa penjelasan apa apa.."


Renata diam sesaat. Diandra terlihat gusar.


Tanya Diandra.


"Yang ku tahu sih belum Di, tapi aku kurang tau juga karna sekarang Ansel begitu tertutup soal kehidupan pribadinya.."


Diandra sedikit lega mendengarnya. Semoga memang benar kalau pria yang sangat dicintainya itu belum memiliki istri atau pun kekasih.


***


Siangnya Zio sedang membantu suster merapihkan barang-barang milik Ansel dan Bella. Hari ini Ansel memaksa untuk pulang padahal dokter masih menyuruhnya untuk tinggal beberapa hari lagi di rumah sakit agar bisa memantau luka bekas tembakan di dadanya.


Namun karna dia sudah merasa lebih baik dan karna dia sangat rindu pada adiknya Citra dia memutuskan untuk pulang ke jakarta hari ini juga.


"Baiklah, semua barang-barang kalian sudah di masukkan ke dalam mobil, kamu yakin sudah mau pulang sekarang men?" Tanya Zio sambil menatap Ansel dan Bella bergantian.


"Iya Zi, ayo kita pulang, lagi pula aku sudah merasa lebih baik sekarang.." Ansel melirik Bella dan merengkuh bahunya. Mereka pun segera berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ke tempat parkiran.


Zio tersenyum melihat keuwuan didepannya. Syukurlah akhirnya Ansel yang dulu telah kembali.


Merekapun masuk ke dalam mobil dengan Zio yang menjadi sopirnya.

__ADS_1


"Apa kalian gak mau gue anter ke mana gitu? mumpung kita lagi di bogor nih? ke puncak misalnya.. kalau gak salah kalian belum sempet bulan madu kan?" Goda Zio sambil melihat Ansel dan Bella dari balik kaca mobil diatasnya.


Bella yang duduk dibelakang terlihat sangat malu mendengar pertanyaan Zio itu. Sementara Ansel tetap cuek dan tak mempedulikan ocehan sohibnya itu.


Ansel malah menenggelamkan kepala Bella di dadanya.


"Tidurlah Bella, jangan kau dengar ocehannya." Perintah Ansel sambil ikut bersandar di kepala kursi mobil.


Zio malah terkekeh mendengarnya.


"Yaelah nasib nyamuk nyamuk.. tak dianggap keberadaannya.." Zio pun segera menjalankan mobilnya menuju jalan tol tujuan jakarta.


Sesampainya di depan rumah besar milik keluarga Tuan Hamis Wijaya, Ansel dan Bella langsung turun dari mobil. Zio menyusul setelah memarkirkan mobilnya.


Terlihat Tuan Hamis dan Nyonya Tania sudah menunggu kedatangan mereka di depan rumah.


Tuan Hamis tampak bahagia melihat putranya sudah baik-baik saja sekarang.


"Ansel.. Bella.. Syukurlah kalian sudah pulang, Papah senang sekali.. "Tuan Hamis segera menghampiri Ansel dan memeluknya, begitupun dengan Nyonya Tania dia terlihat begitu lega karna Ansel sudah pulang kerumah sekarang.


"Dimana Citra pah?" Tanya Ansel sambil melirik ke dalam rumah.


"Dia sedang ke dokter kandungan Sel, mungkin tak lama lagi dia akan segera kembali.."


"Sudah ayo masuk.. kita istirahat didalam saja.." Ajak Pak Hamis sambil mencoba membantu memapah tubuh Ansel namun Ansel menolaknya.


"Tidak usah pah, aku sudah bisa jalan sendiri.." Tolak Ansel halus. Anselpun memegang tangan Bella dan merengkuh bahunya.


Tuan Hamis dan Nyonya Tania saling bertatapan tak percaya. Apa mereka tidak salah liat? Sikap Ansel kepada Bella barusan benar-benar tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Tuan Ansel tampak sangat bahagia melihat perubahan baik itu.


"Syukurlah mah, papah sangat senang sepertinya Ansel bersikap sangat baik akhir-akhir ini pada Bella.." Bisik Tuan Hamis pada Nyonya Tania.


Namun Nyonya Tania hanya diam tak mengatakan apapun, padahal biasanya dia akan mencibir menantunya itu.


Mungkin karna kebenciannya kini sudah sedikit meluruh akibat melihat ketulusan Bella saat merawat Ansel dirumah sakit kemarin.


Siangnya Citra pulang dari rumah sakit, dan saat mbok Iyam memberitahunya kalau Ansel dan Bella sudah pulang Citra pun langsung bergegas ke kamar kakaknya.


Beda dengan Kevin, dia gelisah bukan main. Sekujur tubuhnya jadi gemetar mendengat kepulangan Ansel. Dia langsung bergegas ke kamarnya.


Kevin menekan panggilan keluar dan dia terlihat sedang menelpon seseorang dari ujung sana.


"Gawat! Gawat! Ansel sudah pulang kerumah! kita harus menjalankan rencana B secepatnya!" Ucap Kevin sambil menutup telpon dan menatap ke luar jendela kamarnya dengan wajah yang sangat gelisah.


bersambung..

__ADS_1


gimana makin hareudang gak sama si Kevin? aduh author juga sama nih gemes banget, apalagi di Bab berikutnya cobaan hubungan mereka bakal datang dari Diandra juga.. Yuk vote biar thor makin semangat updatenya


salam cinta dari author buat kalian semua :)


__ADS_2