SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Citra membawa Diandra kerumah


__ADS_3

Kevin mencium leher Sarah dan meninggalkan banyak jejak merah disana sambil sesekali tangannya menempeleng pantat Sarah dengan manja.


"Aahhh.." Sarah terus bergerilya dibawah sentuhan Kevin.


Kevin mulai menanggalkan ****** ***** milik Sarah kebawah lantai.


"Kau gila sayang! apa kau yakin disini? lebih baik kita sewa hotel saja!" Ucap Sarah disela sela rintihannya. Namun Kevin menolak.


"Aku sudah tidak tahan sayang, milikku sudah tegang sedari tadi!" Kevin menuntun tangan Sarah ke bawah celananya. Sarah kaget karna Kevin memang tidak bohong, dia dapat merasakan sesuatu yang begitu keras dibawah sana.


"Tapi posisinya?"


Kevin lalu menggendong Sarah dan meletakkannya di atas sebuah papan bor yang terletak dilantai.


"Doggy sayang!" Ucapnya sambil membantu Sarah untuk segera jongkok, Sarah pun nurut saja karna dia juga sudah mulai terangsang oleh sentuhan Kevin tadi.


Kevin segera melonggarkan ikat pinggangnya dan membuka celananya hanya sampai diatas lutut.


Miliknya yang sudah keras sedari tadi pun segera dia majukan ke sela sela pantat Sarah.


Sarah menggeliat ketik Kevin sengaja menggosok gosokan ke bibir bawah milik Sarah.


dan jlebb Kevin akhirnya memasukkan miliknya ke dalam mahkota Sarah dengan sekali hentakan


"Sayang, aaahhh..." Teriak Sarah sambil memegang tas yang tergeletak disampingnya.


Kevin pun mulai memompa miliknya dengan cekatan sampai irama yang dirasa bisa dia nikmati bersama gadis itu, Sarah ingin sekali menjerit namun dia takut jika sampai ada yang mendengarnya.


"Aaahhh, i love you Sarah.." Ucap Kevin sambil terus menekan miliknya lebih dalam. Kevin merasakan milik Sarah sudah sangat basah dibawah sana.


"I love you too sayang.." Balas Sarah sambil menoleh kebelakang, Kevin pun memajukan wajahnya dan mencium punggung Sarah dengan lembut.


Hampir 20 menit mereka bergulat dengan keringat yang mulai merembes di sekujur tubuh masing masing akhirnya Kevin dan Sarah sampai di puncak permainan.


Sarah merasakan cairan putih kental itu kini mengalir di kedua pahanya dengan bebas.


Nafas Sarah dan Kevin terlihat ngos-ngosan. Sarah buru buru memakai kembali ****** ******** yang tadi terlempar kebawah.


"Kau memang paling oke sayang, kau selalu siap melayaniku dimana pun, aku mencintaimu Sarah.." Kevin mencium pipi Sarah sambil memakai celananya kembali.


"Kau gombal! kalau kau mencintaiku kapan kita akan menikah?"


"Hah?" Pertanyaan Sarah seketika membuat Kevin berdecak heran.

__ADS_1


"Bukankah kita sudah sepakat tidak akan membahas soal ini lagi sayang? kan aku belum mendapatkan apapun dari Citra, sabar ya sayang, setelah harta Citra aku kuasai aku janji kita akan menikah.." Kevin menarik tubuh Sarah lalu memeluknya. Lagi lagi hanya janji! gumam Sarah.


Sarah membalas pelukan itu namun wajahnya terlihat malas, di dalam hati dia cape juga lama lama harus jadi simpanan kaya gini, semuanya serba gak leluasa! serba sembunyi sembunyi, sampai kapan dia akan terus menjalani hubungan tanpa ikatan yang sah ini?


Sarah mulai merasakan lelah karna dia merasa tak bisa memiliki Kevin seutuhnya.


Akhirnya Sarah sudah memikirkan satu cara yang tidak pernah diketahui oleh Kevin, bulan ini Sarah sengaja tidak KB, dia ingin hamil anak Kevin dan berharap setelah hamil nanti Kevin mau menikahinya secara sah.


***


Sorenya Bella memutuskan pulang kerumah menggunakan taksi online karna dia terlalu cape untuk kembali menemui Ansel, perutnya yang masih kram membuatnya ingin cepat pulang kerumah.


Sesampainya didalam rumah betapa terkejutnya Bella melihat Citra sedang mengobrol begitu akrab dengan bu Diandra di ruang tamu, Bella melihat Citra sesekali tertawa begitu renyah bersama wanita itu, mereka sepertinya terlihat sangat akrab.


"Bu Diandra.." Desis Bella kaget, Citra dan Diandra menoleh spontan ke arah Bella.


Citra berdiri dan menghampiri Bella.


"Eh kak Bella, kebetulan kakak udah balik, kesini deh kak! aku mau ngenalin kakak sama kak Diandra.." Citra langsung menarik lengan Bella dan mendekat ke arah Diandra. Diandra menatapnya dengan dingin tanpa senyum secuil pun.


"Kak, kenalin ini kak Diandra, ayo kak kita duduk dan ngobrol bareng.." Citra menarik Bella untuk duduk, Bella hendak menolak namun Citra terus saja memaksanya.


"Kak Diandra kenalin ini.."


"Iya saya sudah tau Cit, dia Bella istri Ansel kan!" Diandra memotong omongan Citra, dari nada suaranya jelas sekali Diandra tidak menyukai kehadiran Bella.


"Apa ibu sudah baik-baik saja?" Tanya Bella akhirnya, dia ingat peristiwa terakhir saat Dosen itu pingsan dan dibawa ke rumah sakit oleh suaminya.


"Iya, saya sudah baik baik saja BERKAT PERHATIAN ANSEL saya sudah lebih baik sekarang!" Diandra sengaja menekan tiga kata itu agar Bella terpancing.


"Syukurlah kalau ibu sudah baik baik saja, saya ikut senang.." Ucap Bella tulus. Diandra berdecak mencibir dengan menyunggingkan bibirnya ke samping.


"Ansel tuh dari dulu sampe sekarang gak pernah berubah perhatiannya selalu mengutamakan saya.."Ucap Diandra, entah apa maksudnya mengatakan itu di depan Bella, Bella berusaha diam dan menahan emosinya.


"Iya loh kak, dulu tuh kak Diandra sama kak Ansel ini lengket banget, dimana ada kak Diandra disitu pasti ada kak Ansel, bagi ka Ansel kak Diandra itu adalah hidupnya.." Timpal Citra sambil melirik ke arah Bella yang wajahnya mulai dipenuhi gurat-gurat kesedihan. Yes, ternyata usahanya untuk melihat Bella sedih berhasil, Citra bersorak riang dalam hatinya.


"Ah, kak Bella maaf aku tak bermaksud membuat kak Bella sedih, aku cuman lagi cerita masa lalu aja kak, maaf ya kak.." Citra pura pura keceplosan padahal dia sengaja mengatakan itu.


"Hmm gak apa apa Cit gak perlu minta maaf.."


Tak lama Ansel muncul dari pintu, dia kaget melihat ada Diandra dirumahnya.


"Mau apa kamu kesini?" Tanya Ansel, dia melihat Bella juga duduk disana, tapi wajahnya terlihat tidak nyaman. Ansel tak tinggal diam dia langsung menarik Bella kesisi nya.

__ADS_1


"Aku diundang Citra untuk makan malam disini Sel, aku kangen sekali pada Citra.." Ucap Diandra berbohong, padahal tujuan utamanya kesitu karna ingin dekat dekat dengan Ansel.


Sebenarnya Diandra sudah hampir putus asa dan tak tahu bagaimana lagi caranya untuk menarik perhatian Ansel, namun Citra tiba tiba menghubunginya dan menawarkan bantuan agar dia bisa dekat lagi dengan Ansel, maka Diandra pun tanpa pikir panjang lagi mengiyakan rencana Cita karna tidak mau melewatkan kesempatan emas itu, apapun akan dia lakukan asal bisa kembali bersama Ansel.


"Bolehkan kak kalau kak Diandra makan malam sama kita, lagi pula kak Bella juga gak keberatan kan kak?" Tanya Citra sambil menatap Bella dengan wajah polos.


Ansel langsung melirik Bella gadis itu kemudian memberikan isyarat setuju dengan mengangguk pelan.


"Terserah kau saja Cit, kakak mau ke atas dulu, ayo Bella.." Ansel menggandeng lengan Bella dan menuntunnya ke atas, Bella bahagia, apakah ini artinya Ansel sudah tidak marah padanya.


Citra dan Diandra menatap kepergian mereka dengan sorot mata tajam.


"Tenang aja kak Di, aku bakal bikin kak Ansel balik lagi sama kakak, aku janji.." Ucap Citra sambil memegang bahu Diandra dengan nada serius.


Acara makan malam pun menjadi sangat canggung dengan kehadiran Diandra diantara mereka.


"Mamah papah kemana Cit?" Tanya Bella akhirnya mencoba mencairkan suasana.


"Mamah sama papah lagi nginep diluar kota, lusa juga udah balik.."


Bella hanya mengangguk pelan. Diandra terus memperhatikan Ansel yang hanya diam saja dan fokus dengan makanannya, dia sepertinya memang sengaja mengacuhkan kehadirannya, Diandra jadi sedih dan tak tau harus berbuat apa.


Citra yang melihat wajah tegang Diandra langsung memegang tangannya.


"Kak Ansel sama kak Diandra inget gak dulu kita suka maen bareng ke pantai, kak Ansel pasti bakal ngegendong ka Diandra karna ka Diandra gak bisa renang tapi anehnya kak Diandra malah nekat banget masuk ke bibir pantai dan hampir tenggelam, inget gak? duh kalau inget aku masih baper deh.." Citra berkata seolah olah kejadian itu sangat spesial dimatanya.


Bella menghentikan makannya dan menatap Ansel yang masih terlihat santai tak menanggapi.


"Iya sel, aku kangen deh ngeliat pantai lagi sama kamu.."Ucap Diandra sambil berusaha memegang lengan Ansel dan kali ini Ansel terlihat tidak suka dengan tindakannya.


"Cukup! kamu kesini untuk makan kan? makanlah makananmu dan segera pulang!" Hardik Ansel pada Diandra.


Mata Diandra pun mulai berkaca-kaca, dia berdiri dan segera mengambil tasnya lalu kemudian hendak pergi.


"Kak Ansel keterlaluan! apa salah kak Diandra sih?" Omel Citra sambil menahan tangan Diandra agar tidak pergi.


Ansel terlihat ingin membuka mulutnya lagi namun Bella menahannya. Bella mencoba menenangkan Ansel dengan mengelus punggungnya.


Diandra yang melihat itu tambah kesal, kenapa Ansel tidak mengijinkannya menyentuh dirinya! sedangkan Bella? lihat! gadis itu bahkan dia perbolehkan untuk mengelus punggungnya. Sungguh ini penghinaan besar bagi harga dirinya.


Tak lama Diandra terlihat memegangi kepalanya.


"Kak, kamu kenapa?" Tanya Citra panik.

__ADS_1


Dan sejurus kemudian wanita itu jatuh pingsan, Ansel dengan sigap langsung berlari menopang tubuhnya agar tidak jatuh ke lantai.


bersambung.


__ADS_2