SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Bella mulai mengetahui semuanya


__ADS_3

Sore itu setelah selesai kuliah Bella memutuskan untuk mampir ke kontrakan Sarah. Dia ingin memberitahu Sarah namun hpnya tiba tiba laubet. Akhirnya Bella pun pergi kesana tanpa sempat memberi tahu Sarah lebih dulu.


Setelah sampai digang kontrakan Sarah, Bella pun turun dari taksi yang ditumpanginya. Dia menyusuri jalan kecil menuju kontrakan.


Mata Bella seketika menyipit saat dia melihat Kevin keluar dari kontrakan rumah Sarah.


"Hah Kevin?" Bella memusatkan matanya dengan tajam takut kalau dia salah liat. Tapi itu memang Kevin. Pria itu keluar dari rumah Sarah dan segera berlari masuk ke arah mobilnya.


Yang membuat Bella lebih tercengang lagi adalah ketika melihat ekspresi Sarah yang tersenyum melambai sambil memberikan kiss by pada Kevin, mereka terlihat sangat mesra.


Bella pun langsung mencari tempat untuk bersembunyi, dia melihat sebuah pohon besar didekatnya dan tanpa pikir panjang Bella langsung bersembunyi di baliknya.


Mobil Kevin pun melaju pergi meninggalkan kontrakan rumah Sarah. Bella melihat Sarah masih berdiri sampai mobil Kevin benar benar hilang dari pandangannya dan barulah Sarah masuk lagi ke dalam rumahnya.


"Mau apa Kevin kerumah Sarah? ada urusan apa dia dengan sahabatnya itu?" tiba tiba banyak pertanyaan muncul di benak Bella.


Bella jadi ragu untuk meneruskan niatnya main kerumah Sarah. Tapi dia jadi sangat penasaran dengan apa yang baru saja dilihatnya. Sepertinya ada sesuatu antara Sarah dan Kevin. Atau mungkin mereka bertemu karna ada tugas kuliah saja?


Dari pada Bella terus kepikiran akhirnya dia pun memutuskan untuk tetap mampir ke kontrakan Sarah.


Bella sudah berdiri di depan pintu kontrakan. Perlahan dia mengetuk pintu itu dan tak lama Sarah pun muncul.


"Bella!" Sarah kaget saat melihat Bella kini telah berdiri di hadapannya.


Bella menangkap ekspresi kaget itu. Hatinya jadi tambah curiga pada Sarah.


"Hai, Sar. Gue kebetulan nih lewat sini tadi, gue mampir sebentar boleh kan?"


Tanya Bella basa basi.


"Bo-leh kok Bell, ayo masuk.." Ajak Sarah dengan suara yang terdengar gelagapan. Dia tak menyangka Bella akan mampir kerumahnya.


Bella pun masuk ke dalam rumah, Sarah menyuruhnya untuk duduk diruang tamu, padahal biasanya dia akan langsung nyelonong ke kamar Sarah untuk rebahan disana.


"Gue ambilin minum dulu ya.."


Bella mengangguk pelan. Kenapa Bella merasa Sarah seperti ketakutan.


Bella jadi teringat sendal dia yang tertinggal dikamar Sarah belum sempat dia ambil saat pindah kerumah Ansel dulu. Diapun berdiri dan hendak mengambilnya di bekas lemarinya dulu.


Bella membuka bekas kamar dia dan Sarah dulu, mata Bella langsung tercengang, dia melihat kamar itu begitu berantakan, selimut yang tercecer di lantai, seprei yang sudah tidak beraturan di atas kasur, sepertinya kamar itu habis di pakai melakukan sesuatu yang sangat panas.


Yang lebih mencengangkan Bella melihat jam tangan Kevin yang tergeletak dipinggir meja disamping kasur. Mulut Bella seketika ternganga.


"Tidak mungkin!" Bella langsung menutup pintu kamar dan kembali ke ruang tamu.


Bella menggeleng kuat dan mencoba menarik nafas panjang untuk menenangkan pikirannya yang kini tengah menyimpulkan satu hal, apakah Kevin dan Sarah berpacaran?

__ADS_1


"Ya Tuhan, semoga dugaan ku salah.." Ucap Bella lirih.


Tapi jam tangan itu milik Kevin, Bella kenal betul jam tangan itu karna Kevin selalu memakainya setiap hari.


Dan kamar yang berantakan itu, apa yang Sarah lakukan didalam sana sehingga kamar itu sudah tidak berbentuk?


Bella tau kalau Sarah itu orangnya rapih dan kalaupun kamar itu berantakan berarti memang telah terjadi sesuatu di dalam kamar itu!


Tak lama Sarah kembali dengan segelas es teh di tangannya.


"Sorry ya lama, tadi gulanya abis, makanya gue ke warung bentar. Lo ada apa kesini tumben Bell?" Tanya Sarah sambil duduk di samping Bella.


"Gue pengen mampir aja Sar. Lo lagi gak sibuk kan?" Tanya Bella sambil meminum teh yang disuguhkan oleh Sarah.


Sarah menggeleng.


"Boleh dong Bell, lagian kita udah lama gak ngobrol kaya gini." Sarah melirik ke arah kamarnya. Sebenarnya dia sangat cemas karna ingat kalau kamar bekas dia dan Kevin bercumbu tadi belum sempat dia bereskan.


"Gimana kabar hubungan lo sama Pak Ansel Bell?" Tanya Sarah mencoba membuat Bella sibuk dengan pertanyaannya. Dia takut kalau Bella tiba tiba mencoba untuk masuk kedalam kamar.


"Baik Sar. Sekarang Pak Ansel udah bener bener berubah sifatnya.."


"Oh ya? berubah gimana?"


"Ya gitu deh Sar,Dia jadi lebih perhatian, dan dia udah gak pernah ngejutekin gue lagi."


"Ouh iya Sar, gue boleh ke kamar gak? gue mau ngambil sendal gue yang ketinggalan di lemari.." Bella mencoba memancing Sarah, dia ingin melihat ekspresi temannya itu.


Bella pun berdiri dan hendak berjalan ke arah pintu namun Sarah buru buru mencegahnya.


"Jangan Bella! biar gue yang ambilin!" Cegah Sarah sambil memasang badan didepan Bella.


Bella mengangkat satu alisnya. Kini kecurigaannya semakin dalam.


Sarah langsung masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam.


Bella menghembuskan nafas dengan kasar.


"Gila! ini bener-bener gila!" Bella meluruhkan tubuhnya di sofa sambil memijat kepalanya sendiri. Kepalanya tiba-tiba jadi sangat pusing.


Waktu menunjukkan pukul 19.00 wib dirumah kediaman Tuan Hamis Wijaya.


Bella menaiki tangga menuju kamarnya dengan langkah gontai.


Dia masih membayangkan apa yang di lihatnya dirumah Sarah tadi. Bella berharap jika dugaannya pada sahabatnya itu salah. Tapi jam tangan Kevin yang berada di kamar itu seolah menjelaskan semuanya dengan sangat gamblang.


Dia langsung teringat dengan Citra dan bayinya. Bella mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Kalau memang benar mereka berdua telah berselingkuh, kasihan sekali nasib adik iparnya itu.

__ADS_1


"Kevin brengsek!" Bella tanpa sadar menggebrak pegangan tangga disampingnya.


Bella kemudian masuk ke dalam kamar. Dia tak melihat Ansel disana. Sudah dari kemarin dia belum sempat berbicara apapun dengan Ansel. Apalagi Ansel juga sepertinya sedang banyak urusan.


Kehadiran Diandra tak Bella sangka malah membuat hubungannya dengan Ansel menjadi sangat canggung.


Bella ingin mengatakan pada Ansel kalau dia sangat cemburu pada Diandra, tapi Bella tahu kalau Ansel tidak melakukan kesalahan apapun sehingga Bella harus mengeluh kepadanya.


Bella melucuti semua pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi. Dia menyalakan kran shower dan membiarkan tubuhnya terguyur oleh rintik air yang berjatuhan.


Bella merasa harus menyegarkan hati dan pikirannya. Terlalu banyak masalah datang akhir akhir ini.


Bella kaget ketika sebuah tangan tiba tiba menyentuh pinggangnya.


"Bella.."


Bella menoleh dan mendapati Ansel sudah berdiri di belakangnya tanpa sehelai benang pun.


"Pak.. maaf saya tidak tahu bapak sedang mandi.."


Bella langsung melepaskan tangan Ansel yang melekat di pinggangnya, dia berjalan ke arah pintu kamar mandi namun Ansel segera memeluknya dari belakang.


"Kenapa mau pergi? Bella aku ingin mengatakan sesuatu.." Bisik Ansel ditelinga Bella.


Jantung Bella berdegup sangat kencang.


"Bella maafkan aku karna kemarin aku tidak berusaha mengejar mu, Diandra.."


Bella langsung berbalik dan menutup mulut pria tampan itu.


"Bapak tidak perlu menjelaskan apapun, aku tahu bapak melakukan hal yang baik, aku sudah dengar semuanya tentang bu Diandra yang pingsan kemarin."


Ansel hanya diam, dia menatap Bella tepat di manik matanya.


Perlahan Ansel menyingkirkan tangan Bella dari mulutnya dan memindahkan ke atas bahunya.


Ansel mendekatkan wajahnya. Kini hembusan nafasnya bisa Bella rasakan menyapu kulitnya.


Ansel memagut bibir Bella dengan lembut dan lama lama menjadi sangat bergairah.


"Bella, aku mencintaimu.." Ansel menatap wajah Bella yang terlihat sesak karna merasa sangat gugup.


Meskipun mereka sudah sering bermesraan tapi Ansel selalu berhasil membuat Bella berdebar-debar tak karuan.


"Aku.. aku juga mencintai Pak Ansel..." Ucap Bella sambil tertunduk malu.


bersambung..

__ADS_1


Tenang semua hari ini thor gak bakal bikin konflik yang kuat dulu, kasian bella nya :D


__ADS_2