SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Pertemuan Ansel dan Diandra.


__ADS_3

Esoknya sinar matahari menyusup dibalik kaca jendela kamar Ansel. Ansel mengerjap kan matanya perlahan sambil melihat ke arah jam dinding. Waktu menunjukkan pukul 07.10 wib.


Ansel kemudian menoleh ke arah Bella. Gadis itu masih terpejam dalam pelukannya.


Bella bergerak menghadap Ansel dengan tangan melingkar dilehernya. Ansel membiarkannya dan dengan sabar menunggu sampai gadis itu bangun sendiri.


Tak berapa lama Bella pun membuka matanya perlahan, samar samar wajah Ansel yang sangat tampan terlihat jelas dihadapannya, tubuhnya yang kekar tengah memeluknya dengan posisi saling berhadapan.


Refleks Bella mundur dan hampir saja berteriak namun Ansel buru-buru menutup mulut Bella dengan bibirnya.


"Hmmpt.." Bella tak bisa bersuara selain mengaduh karna kini mulutnya sudah dikunci oleh bibir pria tampan itu.


"Kenapa kau berteriak? apa kau mau semua orang datang ke kamar ini melihat kita berdua sedang tidur sambil telanjang?" Tanya Ansel akhirnya setelah dia melepaskan ciuman dadakannya itu.


"Tidak bukan begitu. Aku hanya kaget saat melihat bapak telanjang, maaf aku refleks.."


"Apa kau lupa kau juga sedang polos tanpa busana?" Ansel sengaja menarik selimutnya kebawah sehingga setengah dada Bella mulai kelihatan menyembul disana.


Hah? Bella langsung menunduk melihat tubuhnya yang memang hanya ditutupi selimut di atasnya.


"Apa kau lupa juga kita semalam habis bercinta? apa perlu ku ingatkan lagi?" Bisik Ansel tiba-tiba ditelinga Bella.


Bella menoleh spontan dan langsung menarik selimut untuk membungkus seluruh tubuhnya. Kenapa pria ini hobi sekali membuatnya merasa malu setengah mati.


"Tidak!! berhenti menggodaku pak..!"


Ansel tertawa melihat kelakuan Bella.


Anselpun menghentikan tawanya dan mulai menarik selimut yang menutupi tubuh Bella.


Ansel menatap Bella tepat di manik matanya.


"Aku tidak sedang menggoda mu Bella, justru akulah yang selalu tergoda olehmu.."


Bella terdiam, meskipun lebay tapi dia tahu Ansel sedang tidak berbohong. Ucapannya terkesan santai namun terdengar serius. Bella menahan nafasnya ketika Ansel mendekatkan wajahnya dan mulai memberikan Bella satu pagutan di bibirnya.


"Bella.. Aku ingin mandi bareng.."Bisik Ansel di sela sela ciumannya.


Bella mendongak kaget.


Bella bisa merasakan sesuatu yang sangat keras milik suaminya itu tengah berdiri menantang dibawah sana.


Bella ragu namun akhirnya mengangguk pelan.


Anselpun langsung menggendong Bella ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi Ansel langsung menyalakan shower dan air pun berjatuhan di atas mereka berdua. Bella merasa malu dan berusaha menutupi tubuhnya dengan tangannya sendiri.


Beda dengan Ansel, dia terlihat sangat santai dan mulai menggosok tubuhnya sendiri dengan sabun.


Dia masih merasa semuanya seperti mimpi, Ansel yang kejam itu kini sudah menjelma jadi pria paling romantis di hidupnya. Tak ada lagi tekanan batin seperti kemarin kemarin. Bella berharap sikap Ansel selamanya akan seperti ini.


"Bella kenapa kau melamun?" Pertanyaan Ansel membuat Bella tersadar jika sedari tadi dia hanya diam saja memperhatikan suaminya yang sedang sibuk menggosok badan kekarnya itu.

__ADS_1


Bella menggeleng cepat lalu buru buru membelakangi Ansel karna merasa malu.


Bella mulai menggosok badannya dengan sabun, harum aroma sabun memenuhi kamar mandi itu.


Ansel memperhatikan Bella dari belakang. Lekukan tubuh Bella yang begitu indah membangkitkan gairahnya lagi.


Saat Bella sibuk menggosok tubuhnya dia tiba-tiba saja merasakan sesuatu tengah menyentuh pinggangnya.


"Bella.. kau begitu menggoda gairahku.."


Bisik Ansel yang kini sudah berada tepat dibelakang Bella. Bella tersentak kaget. Jantungnya mulai berdegup dengan cepat.


"Bella.. membungkuk lah..aku sudah tidak tahan.."


"Hah tapi pak?"


"Kenapa? bukankah kau sendiri yang mengatakannya semalam, aku boleh memintanya kapanpun karna kau milikku Bella.."


Bella menahan nafasnya, benar sekali, memang itu yang Bella ucapkan semalam. Bella jadi tidak punya alasan untuk menolaknya.


"Membungkuk lah Bella, pegangan ke dinding.."


Bellapun akhirnya pasrah dan setengah membungkuk sambil berpegangan ke dinding kamar mandi.


Ansel langsung berdiri menempel dibelakangnya. Ansel memegangi pinggang Bella dan bersiap memasukkan miliknya.


Bella merasakan milik Ansel sudah mengeras dan mulai masuk diantara celah mahkotanya. Ansel menggesekkan miliknya dan itu membuat Bella menggeliat sesat.


Tak Berapa lama Ansel berhasil menghujam tubuh Bella dengan satu hentakan keras.


"Ah.." Erang Bella sambil menggigit bibirnya sendiri.


Ansel mulai memompa miliknya dengan intens. Bella sesekali mencengkram lengan Ansel yang menggelayut dipinggangnya. Bella merasakan perih dan nikmat diwaktu yang bersamaan.


Dibawah rintik air dari shower keduanya menyatukan diri lagi. Ansel mencium punggung Bella yang masih bau sabun mandi. Busa busa berjatuhan dibawah kaki mereka.


setengah jam bergulat di kamar mandi akhirnya milik Ansel berdenyut menandakan dirinya akan sampai dipuncak kenikmatan surgawi.


"Ah, Bella.. aku mencintaimu.." Ucap Ansel ketika dia sudah berhasil menyemburkan seluruh isi pedangnya ke dalam rahim milik Bella.


Ansel langsung memeluk Bella dari belakang dengan erat. Bella mencoba mengatur nafasnya yang terasa naik turun karna pergulatan tadi.


Akhirnya setelah itu merekapun melanjutkan kegiatan mandi barengnya sambil sesekali bermesraan seperti layaknya orang yang lagi di mabuk asmara.


Setelah mandi mereka berdua pun turun kebawah untuk ikut sarapan bersama yang lainnya. Ansel keluar kamar dengan memegang tangan Bella.


Sesampainya di meja makan semua anggota keluarga menatap mereka sambil melongo keheranan.


Pagi ini, detik ini mereka kembali menyaksikan keanehan tepatnya keanehan pada sikap Ansel. Semenjak pulang dari bogor dia terlihat begitu mesra pada Bella, padahal sebelumnya mereka melihat Ansel selalu cuek bebek pada istrinya itu.


Akhirnya para keluarga menyimpulkan mungkin saat mereka di bogor telah terjadi sesuatu pada Ansel dan Bella hingga membuat hubungan keduanya jadi semakin erat sekarang.

__ADS_1


"Cie.. cie ada yang lagi kasmaran nih.." Goda Citra sambil tersenyum menggoda ke arah kakaknya.


Bella tertunduk malu sementara Ansel tetap santai tak memperdulikan pandangan semua orang yang kini terlihat keheranan pada sikapnya.


"Kenapa kalian semua tidak makan? apa kalian kenyang hanya dengan menatap kami berdua?" Tanya Ansel sambil membantu Bella untuk duduk di bangkunya.


Citra tertawa geli mendengar ocehan kakaknya yang merasa kesal karna terus jadi pusat perhatian dimeja makan itu.


Pak hamis tersenyum bahagia melihat perubahan Ansel yang begitu perhatian pada istrinya. Sementara Nyonya Tania tetap diam tak berkomentar apa-apa.


Setelah selesai sarapan Ansel berangkat ke kampus bareng dengan Bella. Awalnya Bella menolak namun karna dia tahu kalau Ansel itu bukan manusia yang suka menerima penolakan dan akan percuma juga jadi mau tidak mau dia terima tawaran untuk berangkat bersama.


Mobil Anselpun melaju cepat menuju kampusnya.


Sesampainya di tempat parkiran, Bella keluar lebih dulu dari mobil karna dia tidak ingin jadi pusat perhatian dikampusnya karna sudah terlihat berangkat bareng dengan Dosennya sendiri. Dia malas kalau nanti teman-temannya menanyainya macam-macam.


Lagi pula selain Inyong, Sasya dan Sarah tak ada yang tau tentang status hubungannya itu kecuali satu orang lagi yaitu Kevin, itu terjadi karna permintaan dari Ansel dulu yang menyuruhnya untuk merahasiakan soal pernikahannya ini.


Bella pun melewati lorong sambil mengecek ponselnya untuk menelpon Inyong dan menanyakan posisi dia. Tapi tiba-tiba dari arah berlawanan seseorang terlihat berlari tergesa-gesa dan tanpa sengaja menabrak tubuh Bella hingga Bella dan orang itu tersungkur jatuh ke bawah lantai.


^^^BRUGH^^^


Terlihat berkas-berkas milik wanita itu berserakan di sekitar Bella.


"Maaf ya saya gak sengaja.." Ucap wanita itu sambil memungut berkas-berkasnya.


"Gak apa-apa kok bu, saya juga salah tidak memperhatikan jalan di depan saya.."


Bella jongkok dan langsung ikut membantu mengambilkan berkas-berkas wanita itu.


"Terima kasih ya, siapa namamu?" Tanya wanita seraya berdiri di depan Bella.


Bella menyerahkan kertas kertas ditangannya ke tangan wanita itu.


"Saya Bella bu, mahasiswi disini, maaf saya baru pertama kali melihat ibu disini, ibu Dosen baru ya?"


Tebak Bella sambil memperhatikan wajah yang begitu asing yang sepertinya baru pertama kali dia lihat dikampusnya.


"Iya Bella, saya Dosen baru disini.. kenalin saya.." Wanita itu tiba-tiba menggantungkan kalimatnya. Dia melirik ke belakang Bella dengan wajah yang sangat kaget sampai-sampai berkas yang ada di tangannya terjatuh lagi ke bawah dengan bebasnya.


Wanita itu terlihat mematung ternganga ditempatnya.


"A-nsel.." Ucapnya terbata.


Refleks Bella menoleh ke belakang dan melihat Ansel ternyata sudah berdiri hanya beberapa langkah darinya.


Dia pun melihat ekspresi kaget yang sama di wajah suaminya. Dia baru pertama kali melihat wajah suaminya seperti itu. Wajahnya terlihat sangat syok.


"Diandra.."


Deg!! Jantung Bella seketika berdetak kencang saat mendengar Ansel menyebut nama itu.

__ADS_1


Kini Bella ikut mematung diantara dua manusia itu.


bersambung


__ADS_2