SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Citra mulai curiga


__ADS_3

Sasya melepaskan pelukannya saat dia sadar kalau air matanya sudah membasahi kemeja laki-laki didepannya.


Zio hanya menatapnya dalam diam. Dia mengerti bagaimana terkejutnya Sasya mengetahui kebenaran soal Sarah dan Kevin.


"Sya, apa kamu sudah tenang?" Tanya Zio hati-hati. Sasya mengangguk pelan. Dihapusnya air mata dari kedua pipinya.


"Kalau boleh tau, setelah mengetahui semua ini, apa yang mau kamu lakukan kedepannya? apa kamu berniat memberitahukan ini kepada Bella?" Tanya Zio lagi.


"Aku belum tau kak, apa Bella akan percaya pada ucapanku nanti.. Karna mengingat Bella itu sangat mempercayai Sarah!"


Zio berpikir sejenak.


"Bagaimana kalau kamu kerjasama sama saya. Kita kumpulkan bukti-bukti perselingkuhan mereka berdua. Karna benar kata kamu barusan. Kalau hanya ucapan saja saya rasa Bella tidak akan mungkin percaya begitu saja."


Sasya mengkerutkan keningnya.


"Maksud bapak kerjasama gimana?"


"Boleh saya pinjam hp kamu sebentar?"


Sasya mendongak dan tak mengerti namun akhirnya tetap diberikannya hp miliknya ke tangan Zio.


Zio tersenyum dan langsung mengetik beberapa digit nomor di papan panggilan lalu kemudian langsung dipencet nya tombol panggilan keluar.


Tak lama hp dikantong celana Zio pun langsung berderit kencang. Ternyata dia memasukkan nomor hpnya sendiri ke ponsel milik Sasya.


"Save ya, itu nomor saya. Saya akan memberitahukan rencana kita nanti ditelpon, sekarang ayo saya antar kamu pulang, ini sudah larut malam Sya.."


Zio menarik lengan Sasya dan Sasya malah bengong sambil memperhatikan nama kontak baru di ponselnya yang bertuliskan


'Zio Ganteng'


***


Esoknya waktu menunjukkan pukul 10.00 wib dikamar Citra


Citra sedang merapihkan kamarnya setelah menyiapkan baju ganti untuk suaminya. Kevin akan ke kampus sekarang karna dia ada kelas pagi katanya.


Padahal kelasnya sore ini, Kevin hanya beralasan karna dia ingin menemui Sarah dulu dikontrakkan nya.

__ADS_1


Tak lama Kevin keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk putih yang dililit di pinggangnya.


Kevin berjalan ke arah kasur dan hendak memakai pakaian yang sudah Citra siapkan disana.


"Sayang, baju kotor kamu mana? mau aku kasih ke bi sri biar sekalian di laundry."


"Ada dikamar mandi sayang, aku lupa mau masukin box tadi, maaf ya tolong ambil disana ya. Hati-hati nanti kepleset lagi."


Citra pun mengangguk dan langsung bergegas ke kamar mandi. Kevin menyimpan bajunya di cantolan pintu. Citra meraihnya dan hendak membereskannya.


Namun Citra diam sesaat. Citra mendekatkan baju itu ke hidungnya, beberapa kali dia mencoba mengingat ngingat wangi parfum suaminya.


Wangi yang saat ini menempel di baju Kevin jelas bukan parfum laki-laki. Ini wangi parfum dengan aroma bunga mawar yang manis. Ini parfum wanita!


Jantung Citra seketika berdetak sangat cepat. Parfum wanita siapa yang menempel di baju suaminya ini?


Citra langsung lari keluar kamar mandi dan menghampiri Kevin yang sedang menata rambutnya.


"Kevin! ini parfum siapa?" Tanya Citra dengan nada tajam.


Kevin langsung menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah istrinya.


"Ini bukan parfum yang biasa kamu pake loh Kev! ini parfum cewek aku tahu betul karna wanginya ini tuh feminim, dan kamu gak mungkin kan pake parfum cewek kan!" Ucap Citra sinis bahkan dia tak memanggil Kevin dengan sebutan sayang saking emosinya.


Raut wajah Kevin langsung gelisah. Sial! pasti parfum Sarah yang semalam menempel di bajunya ketika gadis itu memeluknya.


Kevin harus segera berpikir cepat mencari alasan agar Citra tidak curiga kepadanya.


"Sayang, semalem itu pas aku lagi ngerjain makalah kan ada ceweknya temen aku, nah dia malah lancang banget nyemprot-nyemprot parfumnya ke ruangan. Makanya baju aku sama temen-temen aku juga pada kena parfumnya semua. Kalau kamu gak percaya aku bakal telpon temen aku ya biar dia jelasin semuanya?"


Citra diam sejenak. Apa iya itu yang sebenarnya terjadi?


Citra masih curiga. Dia hanya diam sambil meremas baju Kevin dengan emosi.


"Kamu kenapa sih sayang? kok jadi curigaan gini semenjak hamil? aku udah cerita yang sebenernya. Kamu gak percaya lagi sama aku?" Kevin mencoba memeluk Citra namun gadis itu menepisnya.


"Yaudah kalau kamu gak percaya aku bakal nelpon temen aku buat nyeritain kejadiannya sama kamu sekarang! Gak apa-apa deh biar aku dicap temen-temen aku sebagai suami yang takut istri, yang penting kamu percaya sama aku" Ucap Kevin untuk membuat Citra yakin pada kebohongannya.


Kevin pun langsung mencari hpnya yang dia simpan didalam tasnya. Namun Citra langsung menghentikannya.

__ADS_1


Dia tidak ingin mempermalukan suaminya didepan teman-temannya dan mencapnya buruk karna takut pada istrinya sendiri. Itu pasti.akan melukai harga diri suaminya.


"Gak usah, aku percaya kok sama kamu!" Citra menatap Kevin lurus lurus. Mungkin benar kata Kevin, dia hanya terbawa hormon kehamilan saja.


Karna semenjak hamil perasaannya memang lebih sensitif. Semoga yang di ucapkan suaminya ini benar. Semoga yang diceritakan Kevin tadi tidak bohong.


"Bener kamu percaya?"


"Hmm" Jawab Citra singkat.


Kevin pun langsung memeluk Citra dan mencium perutnya dengan mesra.


"Nak, lihat ibumu dia cemburuan terus sama ayah! ayah sedih nak, padahal ayah hanya mencintai ibumu seorang. Bagi ayah hanya ibumu wanita paling berharga dihidup ayah.." Nada Kevin terdengar menyedihkan padahal dia hanya pura-pura saja untuk membuat Citra bersimpati kepadanya.


Citra pun langsung membelai kepala Kevin karna merasa bersalah sudah mencurigainya tadi.


"Maaf, aku mungkin terlalu takut kalau sampai kamu berbuat macam-macam dan pergi meninggalkanku lagi kaya waktu dulu.."


Kevin menggenggam kedua tangan Citra dengan mesra dan mengecupnya penuh kehangatan.


"Sayang, aku janji aku gak bakal pernah ngekhianatin kamu apalagi ninggalin kamu sayang.." Kevin tertawa didalam hatinya. Jelas saja! mana mungkin dia meninggalkan Atm berjalan didepannya ini.


Citra ini ladang uangnya, dia tidak mungkin meninggalkan ladang uangnya sendiri bukan?


Kevin membelai pipi Citra. Dia mendekatkan wajahnya dan memberikan satu pagutan dibibir Citra. Citra membalasnya dan melingkarkan kedua tangannya dileher Kevin.


Sementara itu di dalam kampus Brawijaya. Bella, Sasya dan Citra sedang berada didalam kelas, Bu Selvi sang dosen matematika itu sedang asik menjelaskan materi kuliahnya.


Beberapa kali Sasya mencoba memusatkan pikirannya pada penjelasan Dosen didepannya namun beberapa kali itu juga langsung gagal!


Saat tidak ada masalah saja dia tidak pernah bisa fokus pada mata kuliah ini apalagi sekarang saat pikirannya sedang berkecamuk pada masalah perselingkuhan antara Sarah dan Kevin. Tambah saja pelajaran itu tidak masuk ke dalam otaknya. Deretan Angka matematika itu mental jauh-jauh!


Dia teringat telpon dari Zio tadi pagi. Laki-laki itu menelponnya bahkan saat jam bekernya sendiri belum berbunyi. Zio meminta Sasya untuk meletakkan Cctv didalam kontrakan Sarah agar mereka punya bukti atas perselingkuhan Sarah dan Kevin.


Dia merasa bingung apakah harus ikut bergabung dengan Zio untuk membongkar perselingkuhan ini atau tidak.


Kalau dia setuju bergabung maka dia akan membuat hidup Sarah berantakan nantinya. Kalau dia menolak dia juga akan membuat Bella dan Citra terus menjadi korban laki-laki brengsek seperti Kevin.


Sasya mengetuk ngetuk keningnya sendiri. Otaknya bener-bener MUMET ARGH!

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2