SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Rencana jahat Kevin


__ADS_3

Zio menjalankan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi, meliak liuk mengikuti mobil Kevin di depannya. Sasya sampai mencengkram sabuk pengamannya kuat-kuat agar tubuhnya tetap stabil mengikuti pergerakan mobil yang begitu cepat.


Namun naas saat sampai di persimpangan jalan mobil Zio terhenti karna lampu merah didepannya. Sedangkan mobil Kevin telah lebih dulu meninggalkan mereka jauh didepan sana.


"Yah, gimana dong! mereka udah duluan aduh!" Sasya mendongak cemas ke arah depan.


"Ck! Terpaksa kita nunggu sampai lampu hijau nyala, saya gak bisa nerobos nih jalanan lagi padet gini!" Zio berdecak kesal juga karna kemacetan di persimpangan jalan.


Beberapa menit berlalu sampai akhirnya lampu hijau menyala. Tanpa membuang waktu lagi Zio langsung menjalankan mobilnya menuju jalan yang tadi dilewati oleh Kevin. Namun sayang seribu sayang, Zio lagi-lagi gagal mengejar mobil Kevin.


"Sial! kemana perginya mereka!" Dengus Zio sambil menggertakkan rahangnya. Lagi-lagi mangsa buruannya lolos!


"Pak, gimana kalau kita ke kontrakan Sarah aja? mungkin mereka kesana? soalnya ini jalan menuju ke kontrakan Sarah!" Usul Sasya saat teringat kalau jalan yang sedang mereka lewati ini adalah jalan menuju ke kontrakannya Sarah.


"Ouh iya ya! yaudah kita kesana langsung!" Zio pun langsung menancapkan gasnya kembali membelah jalanan kota jakarta yang terlihat padat merayap.


15 menit berlalu akhirnya mobil Zio sampai disebuah gang. Sasya sengaja menyuruh Zio memarkirkan mobilnya jauh dari rumah kontrakan Sarah karna tak ingin menarik perhatian Sarah nanti.


Akhirnya mereka memutuskan untuk jalan kaki saja ke dalam gang untuk memata-matai sahabatnya itu. Benar saja dugaan Sasya kalau ternyata Kevin dan Sarah tadi memang pulang ke kontrakannya Sarah karna Sasya melihat tak jauh dari rumah kontrakan itu terparkir mobil milik Kevin.


Sasya bersembunyi dibelakang sebuah pohon besar didepan rumah Sarah diikuti oleh Zio dibelakangnya, tubuhnya meringkuk serendah mungkin agar tak terlihat oleh si empunya rumah.


Walau keadaan saat itu benar-benar sepi namun Sasya berjaga jaga, matanya sangat waspada pada setiap pergerakan sekecil apapun didepan rumah Sarah. Karna dia tidak ingin jika penyelidikannya ini sampai gagal karna ini menyangkut kepercayaannya kepada Sarah.

__ADS_1


Dia masih berharap kalau semua dugaannya kepada Sarah itu Salah. Dia berharap Kevin dan Sarah tidak sedang menjalin hubungan yang dituduhkan oleh Zio tadi.


Sarah tidak mungkin berkencan dengan mantan kekasih Bella bukan? Itu sama saja dia mengkhianati sahabat baiknya sendiri, apalagi si pria brengsek itu juga telah menikah dan akan segera menjadi seorang ayah. Kalau benar mereka sampai mempunyai hubungan khusus berarti Sarah sudah jadi pelakor dalam rumah tangga Kevin.


"Sya, lihat! itu mobilnya Kevinkan?"


"Iya, itu memang mobilnya Kevin! mau ngapain dia didalam kontrakan Sarah malem-malem begini?"


"Menurut kamu Sya? mereka sedang Ngapain di dalem? gak mungkin lagi main kartu kan?" Tanya Zio yang membuat kedua alis Sasya jadi keriting.


"Ya bisa aja dia lagi ada urusan soal kuliah pak! kita jangan suudzon dulu!" Ucap Sasya masih tetap berusaha berpikir positif padahal hatinya mulai ragu pada Sarah.


"Kamu tuh terlalu naif Sya! come on lah realistis aja. Ada pria yang mau nyamperin ceweknya ke kontrakannya dan mereka di dalem rumah cuman berdua aja. Kamu pikir mereka mau ngapain?" Zio jadi gemas sendiri pada pemikiran gadis disampingnya ini.


Sementara itu didalam kontrakan seperti biasa Sarah dan Kevin sedang bergulat panas di atas ranjang. Kevin memeluk erat tubuh Sarah saat dia sudah mendapatkan puncak kepuasannya pada gadis itu.


Hari ini dia sangat penat oleh tugas-tugas kampus dan dia butuh penyegaran untuk badannya, makannya dia langsung memutuskan untuk menemui Sarah dan meminta servis darinya. Sarah memang selalu bisa diandalkan lebih dari pada istrinya yang sedang hamil dirumah.


Sarah selalu energik dan penuh variasi beda sekali dengan Citra, dia monoton dan selalu ingin di serang. Makanya Kevin merasa tidak punya tantangan saat melakukan hubungan itu dengan Citra.


Ditambah lagi istrinya itu sedang tidak stabil hormonnya karna kehamilannya, Citra bahkan kadang-kadang menolak saat di ajak memadu kasih dengan alasan dia sangat mual ketika mencium bau badan Kevin.


"Sayang, aku penasaran, istrimu tidak curiga kau kesini?"

__ADS_1


Tanya Sarah sambil mengelus lengan Kevin dengan lembut.


"Tidak Sayang, aku beralasan sedang mengerjakan tugas dengan teman-temanku, Citra itu terlalu percaya sama aku jadi dia gak bakal curiga sedikitpun, kau tenang saja." Kevin mencium pucuk kepala Sarah dengan mesra.


"Tapi ku dengar pak Ansel tidak sepolos Citra, apa kau tidak takut padanya? apa kau tidak berpikir kita bakal ketahuan suatu saat nanti sayang? jujur aku merasa agak khawatir dengan itu! kau tahu kan kalau pak Ansel itu orangnya seperti apa? kita berdua akan tamat kalau sampai ketahuan olehnya!" Raut wajah Sarah seketika berubah cemas.


Dia memang khawatir pada Dosennya itu. Karna dia pernah mendengar cerita dari temannya kalau kakaknya sampai dijebloskan ke dalam penjara oleh Pak Ansel karna dia sudah berani membohongi pria itu. Entah permasalahannya apa yang pasti dia selalu was-was setiap kali memikirkan jika sampai dia ketahuan oleh suaminya Bella itu.


"Kau tidak perlu khawatir sayang, aku sudah memikirkan semuanya matang-matang, aku juga tidak akan gegabah. Aku sudah merencanakan untuk melenyapkan si Dosen Killer itu, karna jujur saja aku juga sangat tidak suka dengan sikap arogannya itu!" Ucap Kevin dengan nada emosi saat teringat sikap Ansel yang selalu menindasnya.


Sarah menoleh kaget mendengar perkataan Kevin barusan. Sarah menatap Kevin dengan kedua pasang mata yang membulat sempurna.


"Hah? Kau mau melenyapkan Pak Ansel?"Tanya Sarah masih tak yakin dengan apa yang barusan didengarnya.


"Iya, sayang, aku pasti akan melenyapkannya dengan rencana yang sudah ku susun dengan sangat sangat rapih!" Jawab Kevin mantap.


Sarah hanya diam masih tak bisa berkomentar apa apa. Meskipun segalanya terdengar gila namun dia tak bisa mencegah perbuatan Kevin karna lelaki itu juga tidak akan mungkin mau mendengarkannya.


"Kenapa harus dilenyapkan? nanti bakal runyam urusannya Sayang! lebih baik cari cara lain saja ya.." Bujuk Sarah kemudian.


Kevin tertawa pelan.


"Orang seperti Ansel tidak bisa ditangani selain harus dilenyapkan sayang, kau tenang saja, duduk manis saja biar aku yang urus semuanya oke?" Kevin mencium bibir sarah dengan sangat mesra namun kali ini Sarah hanya diam saja karna pikirannya seketika terbang memikirkan rencana Kevin barusan.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2