SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Kemarahan Ansel


__ADS_3

Para preman itu kebingungan karna tak menyangka jika pria didepannya ini masih memiliki tenaga yang begitu besar padahal dia telah dipukuli habis-habisan oleh mereka.


Jojo terlihat sangat marah dan langsung memerintahkan teman-temannya untuk menghajar kembali Ansel.


Merekapun bangkit dan mulai menyerang Ansel dari segala arah. Ansel berusaha balik menyerang walau tertatih dengan badannya yang dipenuhi dengan luka. Ansel berusaha sekuat tenaganya untuk membalikkan keadaan. Dia tak mau menyerah, karna bila sampai dia menyerah itu artinya Bella akan dalam bahaya.


Beberapa kali para preman itu berhasil memukul badan Ansel namun Ansel kembali bangkit dan membalas serangannya. Akhirnya dengan pertarungan yang begitu sengit dan tidak mudah Ansel berhasil mengalahkan para preman itu.


Jojo ternganga tak percaya melihat semua teman-temannya habis ditangan pria itu. luar biasa sekali pria ini, ternyata dia tidak boleh diremehkan! gumam Jojo dalam hatinya.


Jojo pun langsung membekap kembali Bella karna dia tahu Bella adalah satu-satunya kelemahan pria dihadapannya.


Ansel langsung kaget dan berhenti melangkah saat melihat sebuah pistol sudah diarahkan ke kepala Bella oleh Jojo. Jojo langsung menyeret Bella menjauh dari Ansel.


"Turunkan senjata mu dari kepala dia!"


Pinta Ansel.


Namun Jojo malah tersenyum kecut ke arahnya.


"Kau pikir aku bodoh? kalau aku melepaskannya kau pasti akan menyerang ku! aku bisa saja menembak dia saat ini juga, apa kau mau melihatnya?" Tanya Jojo sambil tertawa menyeramkan. Ansel panik dan langsung memikirkan cara agar Bella bisa lepas dari preman itu tanpa terluka sedikitpun.


"Kalau aku jadi Bella mungkin aku akan menggigit tanganmu dan menyikut ulu hatimu!" Ucap Ansel.


Bella menatap Ansel dan seketika mata mereka saling bertemu. Ansel mengangkat kedua alisnya dan menunjuk Jojo dengan dagunya, beberapa detik kemudian Bella baru mengerti jika ucapan Ansel itu adalah kode dari Ansel agar Bella menyelamatkan dirinya dengan cara itu.


"Wanita lemah ini bukan tandingan ku!" Jawab jojo dengan nada sombong


Jojo yang masih tertawa seketika menjerit saat Bella menggigit keras pergelangan tangannya dan tanpa jeda langsung menyikut dengan keras tepat di ulu hatinya. Jojo langsung tersungkur sambil memegangi ulu hatinya yang terasa sakit luar biasa. Pistol itupun terlepas dan terlempar ke atas tanah.


Ansel yang melihat kejadian itu langsung bergerak maju dan tak melewatkan kesempatan untuk menghajar Jojo. Satu tinjuan keras mendarat tepat di kepala preman itu.


"Ini karna lo udah berani nyentuh istri gue bangsat!!!"


BRUGGH! Jojo kembali meringis ketika Ansel dengan membabi buta memukuli dadanya, perutnya dan sekujur tubuhnya. Ansel meninggalkan banyak lebam di tubuh Jojo.


Tanpa ampun seperti orang kesetanan Ansel terus saja memukuli pria itu. Ansel tak bisa lagi membendung emosinya saat ingat pria ini tadi sudah dengan lancang merobek baju Bella dan hendak menyentuh miliknya yang sangat berharga itu.

__ADS_1


"Sudah ku bilang kau tidak akan selamat jika berani menyentuhnya bangsat!!!"


BRUUGH! Lagi-lagi Ansel memukuli Jojo sampai akhirnya pria itu meraung kesakitan dan memohon ampun agar Ansel berhenti menyerangnya.


Bella langsung memegangi lengan Ansel dan berusaha menghentikannya agar berhenti memukuli preman itu kalau tidak mungkin preman itu akan mati ditangannya karna melihat begitu mengenaskan nya keadaan Jojo saat ini. Seluruh badannya dipenuhi dengan lebam dan luka dimana mana.


"Pak, berhenti kumohon!" pinta Bella sambil berusaha menahan tangan Ansel agar berhenti melayangkan bogeman ke tubuh Jojo.


Anselpun baru berhenti saat Bella memeluk tubuhnya dari belakang. Ansel bisa merasakan tangan Bella yang gemetar melingkar di pinggangnya.


Ansel langsung berbalik badan dan membawa Bella kedalam pelukannya. Setelah merasa Bella sudah tenang, Anselpun langsung menghampiri Jojo lagi dan mencengkram dagunya dengan kuat.


Masih ada satu hal yang ingin dia tanyakan pada preman itu.


"Katakan siapa yang udah nyuruh lo nyulik Bella?" Tanya Ansel pada Jojo, namun Jojo tak menjawab karna dia bahkan tak sanggup lagi membuka matanya karna merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


"Pak, ayo kita pergi aja dari sini.." Ajak Bella pada Ansel karna dia sudah merasa sangat sesak di gua itu.


"Tunggu Bella aku masih ingin tahu siapa dalang dari semua ini." Ucap Ansel.


Ansel dan Bella tak menyadari jika salah satu teman Jojo merangkak dan mencoba meraih pistol di dekatnya yang tadi terlempar dari tangan Jojo.


Preman itu berusaha bangkit dengan sisa tenaganya, dia memfokuskan pistolnya ke arah kepala Ansel yang sedang jongkok sambil memegangi Jojo sementara posisi Bella sedang berdiri disampingnya.


Ansel mundur dan tak sengaja mendengar bunyi pelatuk pistol ditekan. Ansel langsung menyadari dia dan Bella sedang dalam bahaya besar. Ansel langsung menarik tangan Bella dan berusaha berlari ke luar gua. Beberapa kali tembakan diarahkan dengan bertubi-tubi ke arah mereka.


Dan JDOOOORR! sesuatu yang Bella takutkan dari awal terjadi. Sesuatu yang selalu dia doakan semoga tidak akan terjadi namun kenyataannya takdir selalu tidak bisa ditebak. Ansel tertembak, tertembak tepat dibagian dadanya. Seketika darah mengalir deras dari kemeja putih pria itu. Ansel hampir saja jatuh kalau saja Bella tidak menangkapnya.


Bella terpaku, mematung dan sedetik kemudian dia menjerit sangat keras.


"Tidaaaak! pak Ansel!" Bella langsung membantu mendudukkan tubuh pria jangkung itu ke tanah, namun Ansel menolaknya.


"Lari Bella, cepat tinggalkan tempat ini sekarang!" Perintah Ansel dengan nafas yang mulai terasa berat.


Bella menggeleng keras, tangisnya kini pecah dikedua pipinya. Dia langsung memeluk Ansel dengan erat.


"Tidak! aku tidak akan pergi selangkah pun tanpa bapak!" Ucap Bella dengan terisak.

__ADS_1


"Pergilah Bella, setidaknya selamatkan dirimu untukku!" Pinta Ansel lagi.


Namun jelas saja Bella menolaknya.


"Aku tidak akan selamat jika bapak tidak selamat!" Tolak Bella dengan nada tegas. Bellapun langsung berusaha membopong tubuh Ansel walaupun terasa sangat berat, dia harus segera bersembunyi dari preman tadi, karna Bella punya firasat kalau preman itu masih akan mengejar mereka berdua.


"Bella hentikan percuma, pergilah cepat!"


"Tidak! aku tidak akan meninggalkanmu pak!" Jawab Bella. Bella pun langsung berinisiatif membawa tubuh Ansel ke semak-semak disampingnya. Dia baru mendudukkan tubuh Ansel disana.


Nafas Ansel mulai terdengar ngos-ngosan. Bella panik, dia langsung merobek setengah bajunya dan mulai membalut luka tembak di dada Ansel dengan robekan kain itu.


Bella berharap darah yang keluar dari dada Ansel bisa dia hentikan dengan ikatan kain itu. Ansel meringis kesakitan. Bella panik dan terus menangis tanpa henti.


"Dimana kalian!" Teriak preman yang tadi menembak Ansel. Ternyata benar dugaan Bella preman itu masih berusaha mengejarnya walaupun preman itu juga kelihatannya kesusahan untuk berjalan karna badannya penuh luka akibat pukulan dari Ansel tadi.


Bella dan Ansel langsung terdiam dan menahan suara agar preman itu tak mengetahui keberadaannya.


Bella dan Ansel menundukkan kepala mereka dalam-dalam, untung saja semak-semak itu lumayan lebat dan mampu menutupi tubuh mereka berdua dari jangkauan mata preman itu.


"Sialan kemana larinya mereka!" Dengus preman itu dengan wajah yang kesal.


Setelah gagal menemukan Bella dan Ansel preman itupun memutuskan kembali pada teman-temannya didalam gua.


Bella menghembuskan nafas lega saat mengetahui bahaya telah lewat.


"Bella, kumohon pergilah selamatkan dirimu!" Ucap Ansel dengan suara yang mulai melemah.


Bella menggeleng cepat sambil berusaha memapah kembali tubuh Ansel. Berkali-kali dia jatuh karna tak kuat mengangkat tubuh pria itu, namun Bella tak menyerah begitu saja.


Bella terus mencoba sampai akhirnya dia mampu mengangkat Ansel dan berusaha berjalan mencari jalan untuk kembali ke perkemahan dengan langkah yang tertatih tatih.


Ansel meringis kesakitan dan nafasnya sudah tak beraturan lagi. Bella terus saja menangis dan berusaha fokus mencari jalan walaupun dia sendiri tidak tau kemana arah jalan menuju ke perkemahan.


Bella hanya bisa berdoa semoga dia dan Ansel bisa segera ditemukan oleh teman-temannya yang lain, Bella berdoa semoga keajaiban bisa datang kepadanya dan juga Ansel.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2