
Malam itu pukul 20.10 wib selepas makan malam dikediaman keluarga besar Wijaya
Kevin menggandeng Citra dengan mesra dan dipapah nya dengan penuh hati-hati istrinya itu lalu mereka berjalan ke ruang keluarga menyusul Bi iyam dan Bella yang sedang duduk santai sambil menonton Tv diruang keluarga.
Bella menoleh ketika Citra duduk disampingnya disusul Kevin yang duduk didepan dirinya. Bella yang sedang mengunyah cemilan seketika diam saat sadar pria brengsek itu seperti melempar pandangan genit kepadanya. Citra yang sibuk membuka toples coklat tak sempat memperhatikan ulah suaminya.
"Eh ada non Citra, bibi bikinin minuman dingin ya non mau?" Bi iyam tiba-tiba berdiri saat sadar Citra telah ikut bergabung dengan dia dan Bella yang sedang asyik menonton drakor.
Bella memang menyuruh Bi Iyam untuk menemaninya nonton karna kalau nonton di kamar sudah pasti Ansel akan menjahilinya jadi lebih baik Bella nonton diruang keluarga saja karna tv disana juga lebih besar dari tv di kamarnya jadi Bella bisa lebih puas menonton opa-opa ganteng kesayangannya.
"Gak usah bi, tolong ambilin aku air putih aja ya.."
"Oke non siap! kalau aden mau minum apa?" Bi Iyam gantian menoleh ke arah Kevin.
"Saya mau jus jeruk aja deh bi." Jawab Kevin sambil pura-pura membuka majalah yang tergeletak diatas meja. Padahal matanya selalu menunggu kesempatan untuk menatap wajah Bella.
"Oke bibi bikinin bentar ya.."
Bi Iyam langsung lari ke dapur untuk membuat minuman.
"Ka Bella suka film korea juga ya?" Tanya Citra saat melihat film yang di tonton Bella menampilkan salah satu aktor kesukaannya juga yaitu Song Jong Ki.
Bella mengangguk penuh semangat.
"Iya, Cit suka. Cuman sekarang udah jarang banget bisa nonton maklum udah semester 5 ditambah ada kerja part time jadi nonton pas ada waktu luang aja kaya sekarang gini.."
"Kakak kenapa sih masih mau kerja? Kan sekarang udah ada Kak Ansel yang tanggung jawab atas kehidupan kakak?"
"Iya sih Cit, emang sekarang Pak Ansel udah jadi suami aku yang tanggung jawab sama aku. Tapi bukan berarti aku gak bisa kerjakan? aku masih pengen kerja karna aku pengen hidup aku jadi lebih mandiri dan gak terlalu bergantung pada pemberian orang lain sekalipun suami aku sendiri."
Citra jadi kagum pada kakak iparnya itu. Dia jadi ingin mengikut jejaknya juga. Apakah dia harus mulai melukis lagi? karna dulu Citra sangat menyukai dunia itu dan sudah beberapa kali lukisan cantiknya di tawar dengan nominal yang sangat fantastis oleh para kolektor seni lukisan.
Sebenarnya bagi Citra bukan soal nominalnya tapi antusias orang yang hendak membelinya membuat Citra jadi bersemangat memberikan yang terbaik lewat tangan kreatifnya , meskipun karyanya belum sebagus dan setara Pablo Picasso atau Leonardo Da Vinci.
__ADS_1
"Kenapa ngelamun sayang?" Tanya Kevin mesra. Ditatapnya Citra dengan lembut.
"Aku kepikiran buat ngelukis lagi deh sayang.."
"Ngelukis? buat apa sayang? lebih baik kamu istirahat saja." Kevin mengernyitkan dahinya.
"Aku kadang bosen sayang gak ada kegiatan apapun. Kan aku udah berhenti kuliah. Aku pengen kaya kak Bella punya kegiatan seru, lagi pula aku jadi lebih bisa mengasah kemampuan dan hobi aku kan, boleh ya sayang kalau aku ngelukis lagi?"
Citra menatap Kevin dengan tatapan memohon.
Kevin diam sejenak lalu kemudian mengangguk.
"Baiklah, tapi kamu janji ya jangan sampai kecapean, aku gak mau kamu sama bayi kita kenapa-napa! karna kamu dan bayi kita adalah hartaku yang paling berharga." Ucapnya dengan nada perhatian.
Bella mendesis dalam hatinya. Gila aktingnya bagus banget! udah ngalahin Tom Cruise. Mudah-mudahan perhatiannya pada Citra itu tulus dan bukan hanya gombalan semata.
Selang beberapa saat bi Iyam datang dengan 3 gelas minum di nampannya. Citra mengambil segelas air putih lalu meneguknya dengan cepat. Namun tak lama dia memberikan reaksi seperti orang mau muntah.
"Kenapa Cit?"
Tanya Bella panik sambil mengusap-ngusap punggung adik iparnya. Begitu juga dengan Kevin yang langsung bergegas mendekatinya.
"Sayang ada apa? kamu mual ya?"
Citra menjawab dengan anggukan sambil menutupi mulutnya, sementara satu tangannya yang lain sibuk memegangi perutnya yang mulai membuncit.
"Kayaknya bawaan dede bayi ini Non.." Tukas Bi iyam menambahkan.
"Kevin, mending lo buruan bawa dia ke kamar buat istirahat!" Usul Bella karna khawatir melihat keadaan Citra.
Kevin manut saja. Diapit nya lengan Citra dan hendak dibopongnya dia menuju kamar namun Citra langsung menolak.
"Udah sayang kamu disini aja terusin nontonnya. Biar aku ke kamar sama Bi iyam aja." Tolaknya halus.
__ADS_1
Tanpa Citra sadari, di dalam hatinya Kevin jelas sangat senang dan bersorak kegirangan karna dibiarkan berdua saja dengan pujaan hatinya ini.
Bi iyam pun dengan sigap langsung membantu mengiringi langkah majikannya itu untuk segera beristirahat dikamarnya.
Tinggallah hanya Bella dan Kevin yang kemudian duduk tanpa saling bersuara. Bella sangat tak nyaman dengan kondisi ini beda dengan Kevin yang jelas saja tak ingin melewatkan kesempatan ini untuk berusaha mendekati Bella lagi.
Bella sengaja pindah duduk ke ujung bangku menghindari Kevin walau itu mustahil karna yang ada di ruangan itu hanya dia dan pria brengsek itu.
Tidak ada cara lain selain pura-pura tak menghiraukan keberadaannya saja. Anggap saja dia semacam hantu yang tak kasat mata!
Namun bukan Kevin namanya jika dia tak tahu malu dan bermuka tebal. Dengan perlahan dia mendekat ke arah Bella setelah memastikan keadaan disekitarnya aman. Di pepetnya Bella dengan gerakan yang sangat pelan sampai Bella tak sadar saat pria itu tiba-tiba saja menyentuh jari jemarinya.
"Bella, aku kangen banget sama kamu.." Ucap Kevin sambil meremas jari jemari Bella. Sontak Bella kaget dan langsung berusaha melepaskan tangannya tapi dengan sekuat tenaga Kevin menahannya. Membawa tangan Bella ke dalam dekapannya.
"Lo jangan gila! lepaaas!" Pinta Bella sambil melotot dan memasang wajah galaknya.
"Bell, gue sebenernya masih sayang sama lo Bell.."
"Lepasin tangan gue Kevin! jangan gila inget kita udah gak ada hubungan apa-apa! lepaaas!" Bella berusaha sekuat tenaga melepaskan tangannya. Saat perlawanan itu terjadi tiba-tiba saja terdengar suara seseorang berdeham dengan keras di belakang mereka.
"EHEM!!!"
Kontan Kevin langsung melepaskan cengkeramannya. Jantungnya berdetak sangat kencang. Dia kenal betul suara itu, Kevin menoleh perlahan dan langsung membulatkan matanya saat dia melihat Ansel sudah berdiri persis dibelakangnya. Menatapnya dengan tajam, dengan tatapan seolah olah Kevin adalah mangsa yang selama ini di incarnya dan Ansel adalah Pemburu yang siap menembak Kevin dengan hujatan peluru kapan saja.
Nyali Kevin seketika menciut, dia gelisah dan takut jika sampai kena bogem mentah lagi dari Ansel. Kevin ingat betul saat terakhir kali Ansel memukul dia tepat di ulu hatinya. Pukulan Ansel itu mampu membuat Kevin tak bisa berjalan selama 2 hari.
"Permisi saya mau menemani Citra dulu di kamar!" Kevin langsung lari kelabakan meninggalkan Bella yang kini gantian menjadi mangsa empuk bagi seorang Ansel Wijaya.
Ansel mengatupkan rahangnya keras seolah ingin menerkam Bella dengan tatapan dinginnya. Bella meringis ngeri lalu mundur beberapa langkah. Namun Ansel malah berjalan mendekat ke arahnya, semakin dekat dan semakin dekat dan Bella pun tak bisa menghindar lagi karna kini hanya ada tembok besar di belakangnya.
Ansel meraih tubuh Bella dan menggendongnya dari depan tanpa berkata apa-apa lagi Ansel langsung membawa gadis itu ke dalam kamarnya. Bella tahu Ansel sedang matia-matian menahan amarahnya walaupun pria itu tak berkata apa-apa. Bella berusaha berontak tapi Ansel malah mempererat dekapannya.
Bersambung..
__ADS_1