SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Rencana Inyong


__ADS_3

Pagi itu dikediaman keluarga Hamis Wijaya waktu menunjukkan pukul 8.30 wib


Citra di kamar sedang menyiapkan baju untuk suaminya Kevin. Tak berapa lama Kevin keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Kevin mengambil bajunya lalu kemudian menghampiri Citra yang sedang duduk ditepi ranjangnya.


"Kenapa sayang? dari semalam kamu keliatannya sedih banget?"


"Aku kangen kak Ansel Kev, sebenernya dia kemana sih?" Citra menatap mata Kevin.


Kevin mengelus pipinya dengan lembut.


"Sayang, kan aku udah bilang, mungkin dia lagi ada urusan kerja disana.." Kevin berbohong.


Citra memeluk Kevin dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik Kevin.


"Aku gak tau Kev, tapi perasaan aku bener-bener gak enak banget, mana kak Ansel dann kak Bella gak bisa dihubungi sama sekali.."


"Itu mungkin cuman perasaan kamu aja sayang, udah ya gak usah dipikirin, nanti juga mereka pulang. Ouh iya sayang, aku lagi butuh uang nih, aku pengen buka usaha sama temen aku sayang.." Ucap Kevin dengan wajah serius agar Citra percaya pada kebohongannya ini.


Citra mendongak menatap Kevin.


"Usaha apa sayang?"


"Aku lagi mau join bikin sebuah brand baju sayang sama temen aku, tapi aku gak punya modal buat itu..aku boleh gak minta uang buat mulai usaha aku itu sayang?"


Kevin memasang wajah memelasnya.


Kevin berbohong lagi padahal dia meminta uang itu kepada Citra bukan untuk usaha melainkan untuk di berikan kepada para preman suruhannya yang sekarang sedang buron.


Karna para preman itu ternyata memanfaatkan kejadian kemarin untuk memeras Kevin, mereka bahkan mengancam jika Kevin tidak memenuhi permintaan mereka, mereka tidak segan-segan membongkar semuanya pada keluarga Wijaya.


"Emang kamu butuh berapa sayang?"


Kevin terdiam sambil belagak mikir.


"Kira-kira 500 juta sayang.."


Sepasang mata Citra kontan membulat.


"Banyak amat sayang? kamu gak salah?"


"Ya mau gimana sayang, namanya juga baru mau mulai usaha, ya pasti butuh banyak modal buat beli ini itu.." Kevin melirik istrinya yang terlihat berpikir.


"Apa kamu sudah yakin dengan keputusan kamu sayang? memulai usaha itu gak gampang loh sayang, dan lagi apa kamu sudah bener bener percaya sama temen kamu itu?" Tanya Citra seolah masih tak yakin dengan keputusan Kevin untuk terjun ke dunia usaha.


"Aku sangat yakin sayang, kalau aku gak yakin aku gak mungkin seserius ini. Aku juga pengen sayang punya usaha kaya teman aku yang lain, nantikan juga kalau usahanya udah maju uang hasil keuntungannya bisa aku kasih ke kamu sebagai tambahan nafkah dari aku.." Ucap Kevin mantap.

__ADS_1


Kevin memegang kedua tangan Citra lalu mengecupnya dengan mesra. Dia berharap agar Citra mau memberikannya uang itu.


Citra berpikir sejenak.


"Baiklah jika kau sudah yakin dengan keputusanmu itu, aku akan menyiapkan uangnya untukmu.. besok ya aku ambil uangnya di Bank.."


Wajah Kevin seketika berubah bahagia, Yes! memang paling gampang membodohi istrinya ini.


***


Sore harinya sepulang kuliah Sasya menyuruh Inyong datang kerumahnya untuk menunjukan sesuatu.


Saat sampai di rumah megah milik Sasya Inyong langsung merebahkan dirinya di atas kasur besar di dalam kamar Sasya.


Sasya memang memilki kamar yang bisa dibilang menjadi salah satu kamar impian para gadis di luar sana. Kamar Sasya mungkin luasnya bisa sampai seukuran rumah Inyong. Dengan nuansa yang serba biru Sasya mendekor sendiri kamarnya itu.


"Lo mau minum apa nyong?" Tanya Sasya sambil menaruh tasnya disamping tempat tidur.


"Apa aja deh yang penting air dingin Sya.."


"Okey..tunggu bentar disini ya."


Sasya pun bergegas keluar kamar dan tak lama dia kembali dengan seorang pelayan yang terlihat membawa nampan berisi minuman dan cemilan di atasnya.


"Wiih gorengan, tau aja lo gue lagi laper.."


Inyong terkekeh pelan sambil mencomot gorengan dihadapannya. Dia pun langsung mengambil posisi duduk disamping sahabatnya itu.


"Apaan sih Sya yang mu lo kasih liat ke gue? kayaknya penting banget.." Inyong menatap Sasya yang dari tadi sangat serius dengan laptop dihadapannya.


"Gue mau ngasih liat sesuatu yang sangat penting ke lo nyong!" Seru Sasya tanpa menoleh kepada Inyong yang semakin penasaran dibuatnya.


"Coba lo liat ini.." Pinta Sasya sambil memindahkan laptopnya ke hadapan inyong.


Inyong langsung memusatkan matanya pada layar laptop yang terlihat mulai memutar sebuah adegan di dalamnya.


Inyongpun seketika menyipitkan kedua matanya saat dia melihat seseorang yang begitu sangat familiar sekali. Itu Sarah!! Sontak mulut Inyong langsung ternganga.


Tak lama di dalam adegan itu muncul juga kevin. Kevin terlihat masuk ke dalam kontrakan rumah Sarah, dan terlihat setelah Sarah mengunci pintunya Kevin langsung memeluknya dari Belakang. Adegan selanjutnya malah lebih parah lagi.


Inyong sampai tak sadar jika mulutnya sedari tadi terus terbuka lebar dengan kedua mata yang membulat sempurna.


"Astaga! ya ampun ya Tuhan! ini bener Sya? serius ini bukan editan?"


Sasya mengangguk cepat.


"Mana bisa gue ngedit beginian nyong! gak ada kerjaan amat!"

__ADS_1


Inyong masih terpana melihat rekaman di depannya.


"Buset dah! sejauh ini mereka berhubungan! astaga Inyong bener-bener gak nyangka!" Inyong mengelus ngelus dadanya sambil beristighfar.


"Masih ada lagi, apa lo mau liat yang lainnya?" Tanya Sasya sambil menatap Inyong yang masih tak bisa memalingkan wajahnya dari layar laptop.


"Ada lagi?"


"Iya Nyong! tunggu gue puter nih yang lainnya." Sasya lalu menekan tombol play untuk rekaman yang lainnya.


Di setiap adegan Sarah dan Kevin benar-benar terlihat sangat mesra. Mereka bahkan selalu bermesraan tanpa mengenal tempat dan waktu. Ada banyak rekaman yang sudah Sasya simpan sebagai bukti yang rencananya akan dia keluarkan nanti.


"Gila! parah sih parah!" Inyong menggelengkan kepalanya berkali kali. Dia seolah tak percaya dengan apa yang sudah dilihatnya barusan. Perselingkuhan ini ternyata sudah sampai pada tahap berhubungan seperti layaknya suami istri.


"Si Kevin gak bersyukur banget sih jadi orang! gila gedek banget Inyong tau! Istrinya kan lagi hamil anaknya dia, apa gak ada sedikitpun perasaan kasihan sama istrinya itu ya! ampun deh cowok model begitu tuh yang harus segera dimusnahkan dari muka bumi ini!"


Inyong jadi berdecak emosi.


"Sarah lebih salah lagi Nyong.." Ucap Sasya pelan.


"Lo bener Sya! Kenapa harus Kevin sih Sar kenapa? ya ampun kayak bujangan di kampus udah punah aja heran gue mah!"


Inyong melototi Sarah di dalam video dan seolah olah dia bertanya langsung padanya.


"Lo dapet semua video ini darimana Sya?"


"Lo inget gak waktu kita maen ke kontrakan Sarah dulu pas Bella sakit itu. Nah gue sengaja naro Cctv di ruang tamunya. Seandainya gue punya kesempatan buat naro Cctv nya dikamar mungkin kita bakal dapet adegan yang lebih gila daripada ini.."


Sasya menyesal karna waktu itu hanya punya kesempatan menaruh satu Cctv saja.


Inyong mengangguk ngangguk dan mulai paham semuanya.


"Jadi lo bantuin pak Zio buat ngungkap perselingkuhan mereka?"


Sasya mengangguk pelan.


"Bagus! Inyong juga akan bantu lo kalau gitu.. gimana kalau kita deketin Sarah buat nyari informasi soal penculikan Bella kemaren Sya?"


Inyong menatap Sasya dengan wajah serius. Sasya mengerutkan alisnya mendengar perkataan Inyong iti.


"Maksud lo nyong?"


"Ya kita pura-pura gak tau soal perselingkuhan mereka berdua. Nah ntar dikit-dikit kita korek tuh info soal penculikan Bella kemaren apa si Kevin goblok itu ikut terlibat atau engga.." Ucap Inyong sambil mencomot sepotong pisang goreng disampingnya. Dia kembali mengunyah setelah tadi sempat berhenti karna keasikan menonton rekaman itu.


Sasya langsung setuju dengan rencana Inyong.


"Wah ide brilian tuh! Lo kadang kadang pinter juga Nyong.."

__ADS_1


"Inyonghaseyong gitu loh!" Tandas Inyong sambil memasang wajah bangga.


__ADS_2