SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Pencarian Bella


__ADS_3

Ansel meng-gas motornya seperti orang kesetanan, di terjangnya jalanan yang sedang padat bak pembalap liar, tak dipedulikannya seruan klakson yang berasal dari kendaraan yang dia salip dengan seenaknya.


"Woy lo mau ma ti ya?!" Maki salah satu sopir bus saat Ansel dengan nekatnya menyalip busnya padahal didepannya ada truk dengan muatan pasir yang sedang melaju sangat cepat, lengah sedikit saja, dipastikan dia akan lewat.


Dua jam kemudian Ansel tiba dikampung halamannya Bella, dia membuka helmnya perlahan dan bertanya pada salah satu warga disana dimana rumahnya Bella, warga itu menunjukkan kalau rumah Bella ada di ujung jalan.


Tanpa menunggu lama Ansel pun langsung menuju rumah Bella. Rumah sederhana dengan cat berwarna putih itu kini ada di hadapannya. Ansel membuka helmnya seraya memarkirkan motornya tepat di depan halaman rumah Bella.


Ansel menarik napas panjang sebelum mengetuk pintu rumah, dia sangat berharap kedatangannya kesana membuahkan hasil, dia harap Bella ada dirumah ini.


Tok tok tok


Tak lama pintu pun terbuka, seorang gadis remaja yang tak lain adik Bella membukakan pintu, dia kaget ketika melihat suami dari kakaknya kini tengah berdiri diluar rumah dan tersenyum kepadanya.


"Kak Ansel.." Ucap Chika tak percaya.


"Hai, Chik." Sapa Ansel. Chika menyalami tangan Ansel lalu menyuruhnya masuk.


Tak lama Ibu Marni keluar dari dapur dsn terpana melihat menantunya datang ke rumahnya yang sederhana ini.


"Nak Ansel.."


Ansel langsung mendekat dan mencium punggung tangan mertuanya itu.


"Silahkan duduk nak, sebentar ibu panggil bapak dulu ya.."


Ibu Marni terlihat pergi ke kamarnya dan tak lama dia keluar dengan mendorong kursi roda, suaminya yang duduk di kursi roda tampak bahagia melihat Ansel untuk pertama kalinya datang mengunjungi mereka.


"Loh ada nak Ansel.." Ucapnya tak percaya. Bu Marni pun chika untuk membuatkan minum untuk Ansel.


Mata kedua orang tua Bella melirik ke arah luar seolah sedang mencari keberadaan seseorang.


"Loh nak Ansel datang sendiri toh? Bella gak ikut ya?" Tanya bu Marni.


Deg


Jantung Ansel tiba tiba berdetak sangat cepat. Justru dia kemari karna ingin mencari tahu apakah Bella ada disini atau tidak! tapi pertanyaan yang keluar dari mulut kedua orang tua Bella tadi sudah menjawab semuanya, Bella memang tidak pulang kerumahnya.


"Bella ada kok bu dirumah, saya memang sengaja mampir karna lagi ada urusan bisnis disini, saya mau menengok ibu dan bapak juga Chika, ada salam dari Bella untuk kalian semua.."

__ADS_1


Ansel berbohong, dia tidak ingin membuat keluarga Bella khawatir jika tau yang sebenarnya.


"Ouh gitu, ya lain kali main kesini sama Bella biar bisa nginep disini nak.."


Ucap pak Santoso sambil menatap Ansel.


"Iya pak, nanti lain waktu saya pasti kesini sama Bella.."


Hampir sejam lebih Ansel dirumah Bella mengobrol dengan keluarganya. Ansel sekarang tahu kenapa Bella memiliki hati yang begitu bersih, ternyata dia menuruni perilaku kedua orang tuanya yang sangat baik dan bijaksana itu.


"Saya pamit ya bu.." Ansel menyalami satu persatu anggota keluarga Bella.


"Iya nak, hati hati ya.. Salam untuk keluargamu dirumah.."


Ansel mengangguk sambil tersenyum. Setelah berpamitan dia pun segera melaju meninggalkan kampung halamannya Bella.


Di kantor polisi


Kevin terlihat menyenderkan kepalanya ditembok sambil memeluk kedua lututnya. Suasana di dalam penjara benar benar membuatnya hampir gila, Napasnya terasa sesak, pengap dan sumpek, Belum lagi perlakuan tidak mengenakan yang dia terima dari teman satu selnya yang tidak berprikemanusiaan.


"Heh Kevin! enak banget lo ye ngelamun aja kerjaannya, pijitin gue nih!" Suruh seorang pria yang sekujur badannya dipenuhi dengan tato, wajahnya terlihat menyeramkan karna banyak sekali bekas sayatan pisau sepertinya pria ini memang kriminal kelas kakap.


Tak lama seorang polisi datang dan membuka pintu selnya.


"Kevin, ada tamu untuk kamu, silahkan keluar sebentar!"


Kevin tersenyum bahagia mendengarnya, ada yang mau menjenguknya?


'semoga saja itu Citra' Kevin berharap dalam hatinya.


Kevin pun melangkah mengikuti polisi itu, sang polisi membukakan sebuah ruangan yang diluarnya ada dua orang penjaga yang berdiri di depan pintu.


"Silahkan masuk, kamu punya waktu 20 menit saja ya.." Setelah mengunci pintunya, polisi itu pun pergi.


Kevin menyipitkan matanya dan melihat sosok wanita yang ternyata bukanlah Citra istrinya melainkan Sarah.


"Sarah!" Ucap Kevin sambil duduk di hadapan Sarah.


Sarah hanya diam, dia memperhatikan baju tahanan yang sedang digunakan oleh Kevin, menyedihkan sekali kondisi Kevin sekarang.

__ADS_1


"Sar, lo kesini? gue seneng banget Sar, tolongin gue Sar, tolong bilangin sama orang tua gue kalau.."


"Gue kesini bukan mau nolongin lo Kev!" Potong Sarah, Kevin tertegun sesaat.


"Gue cuman mau ngasih tau kalau sekarang gue lagi hamil Kev.."


Deg


Jantung Kevin seolah berhenti berdetak, matanya membulat dan mulutnya ternganga tak mampu menyembunyikan kekagetannya.


"Tapi lo tenang aja.. gue kesini bukan mau meminta pertanggung jawaban lo apalagi minta buat lo nikahin gue, gue cuman pengen ngasih tau aja.." Suara Sarah terdengar bergetar meskipun dia sudah mati matian mencoba untuk tetap terlihat santai di depan Kevin.


Dia sudah memutuskan sebelumnya jika dia akan membesarkan anak didalam kandungannya seorang diri tanpa Kevin, bukan hanya karna Kevin sekarang sedang di penjara, tapi alasannya lebih karna dia tidak ingin nasibnya berakhir sama seperti Citra, dia tidak ingin anaknya mempunyai ayah yang egois seperti Kevin.


"Sarah, benarkah aku akan menjadi seorang ayah lagi?" Kevin terlihat bahagia.


Kevin mencoba meraih tangan Sarah namun Sarah buru buru menepisnya.


"Jangan sentuh aku lagi Kev!"


Kevin terperangah, sekali lagi dia menyaksikan seorang wanita yang sangat tergila gila padanya kini bisa mencampakkannya begitu saja.


"Cukup Kev! aku tau selama ini kamu tidak pernah mencintaiku, aku memang wanita paling bodoh di dunia ini, aku masih tetap mau mencintaimu bahkan setelah kamu telah menjadi suami seseorang.." Mata Sarah mulai berkaca-kaca, suaranya terdengar sangat emosional.


"Aku baru sadar sekarang Kev, kamu itu manusia paling egois yang pernah aku temuin! kamu bahkan tidak terlihat sedih sedikitpun saat kamu kehilangan bayimu dengan Citra! aku sangat merasa berdosa sekarang kepada Citra dan juga Bella, setelah jadi ibu aku baru sadar suatu perasaan yang aneh yang seolah menyuruhku untuk menjadi wanita yang baik, aku tidak ingin anakku kecewa padaku karna aku sudah menjadi wanita yang jahat!" Ucap Sarah lagi, kali ini dengan memberanikan diri menatap Kevin lurus.


Kevin tampak syok melihat Sarah bisa mengatakan itu semua kepadanya.Wanita yang selama ini dia kenal sangat penurut itu tiba tiba berubah seperti ini.


"Pak Ansel masih berbelas kasih kepadaku karna dia tahu sekarang aku sdang hamil, makanya dia menjamin dan menangguhkan hukumanku, aku hanya diharuskan wajib lapor asalkan aku mau membantu bersaksi dipersidangan nanti tentang rencana penembakan itu.."


"Hah? lalu kau setuju dengan pria itu?" Tanya Kevin tak percaya dengan apa yang didengarnya. Bukan hanya mencampakkannya tapi ternyata Sarah juga akan berdiri di kubu Ansel untuk melawannya.


"Aku pamit Kev, sampai jumpa lagi dipersidangan.."


Setelah mengatakan itu Sarah lalu berdiri dan segera pergi dari ruangan itu meninggalkan Kevin yang terlihat sangat Syok berat.


'Aku sangat mencintaimu Kev, tapi cinta ini salah, dan aku telah menghancurkan hati seseorang karna ke egoisan ku ini, aku harap kau akan sadar setelah ini dan menyesali perbuatan mu sama seperti aku sekarang.." Sarah membatin sambil mengelus perutnya, tangis yang sedari tadi coba ditahannya akhirnya pecah, sekarang dia harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah dia perbuat bersama Kevin.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2