SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Ekstra Part


__ADS_3

Semua mata memandang terkesima, seperti magnet yang berdiri menarik perhatian siapa saja insan wanita yang melihatnya. Postur tubuhnya tinggi menjulang dengan mata bening berwarna coklat yang mampu menyihir siapapun yang menatapnya.


Ansel Wijaya berjalan ke arah lorong kampus, kali ini kegemparan terjadi bukan karna wajah tampannya yang mampu membius semua kaum hawa di kampus Brawijaya namun karna pemandangan lain.


Ansel berjalan dengan menggandeng seorang wanita disampingnya.


Genggamannya terlihat begitu erat dengan wajah santainya dia mengacuhkan para mahasiswi dan dosen yang sedang melihat ke arah mereka dengan penuh tanda tanya.


Sementara sang wanita terlihat menunduk dengan wajah memerah menahan malu. Sang wanita itu tak lain adalah Bella istrinya.


Ansel berjalan ke arah ruang podium. Jantung Bella berdetak lebih cepat. Sepertinya dia bisa menebak apa yang akan suaminya itu lakukan, karna saat dirumah tadi Ansel mengatakan akan memberikan Bella suatu 'kejutan manis' untuknya.


Ansel membengkokkan mikrofon ke arahnya lalu menyalakan tombol on. Mikrofon pun menyala, dengan wajah tegang Bella menatap Ansel sambil menggigit bibir bawahnya.


"Selamat siang, saya Ansel Wijaya ingin mengumumkan sesuatu kepada kalian.."


Ansel menatap mata Bella sebelum melanjutkan kalimatnya. Bella tampak sangat gugup. Ansel mempererat genggamannya sambil mengelus tangan Bella dengan lembut.


"Saya ingin membagi kabar bahagia yang seharusnya sudah lama saya beritahukan kepada semuanya, saya dan Bella telah lama menikah dan sebentar lagi kami akan menjadi orang tua.."


Setelah mengucapkan itu hening sesaat namun tak lama terdengar riuh suara sorakan dari arah luar ruangan. Mereka terdengar sangat syok dan saling bersahutan tak percaya.


Bella benar benar tak menduga jika Ansel akan melakukan hal yang menurutnya sangat bertolak belakang dengan sifat Ansel selama ini.


Dulu dia sangat menentang siapapun mengetahui kehidupan pribadinya, tapi hari ini, dia malah mengumumkan sendiri tentang status pernikahan yang awalnya dia suruh Bella sembunyikan itu.


"Bella.. maafkan aku, seharusnya dari awal aku tidak menutupi identitas mu yang sebenarnya.." Tersirat nada sesal dalam kalimatnya


"Tida apa apa pak, lagi pula itu sudah berlalu."


"Tetap saja, aku merasa sangat bersalah tentang ini, mulai sekarang, aku akan memperkenalkan mu dengan resmi kepada semua orang kalau kau adalah istriku.."


Ansel mengelus pipi Bella dan mengajaknya keluar ruangan.


"Pak.. aku sungguh malu." Ucap Bella sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.


Ansel tertawa pelan. "Bella, apa kau malu punya suami seperti aku?"


Bella langsung menggeleng keras.


"Tidak! bukan itu maksudku pak.."


"Lalu?"

__ADS_1


"Aku hanya sangat malu menatap mereka diluar sana, pasti mereka sangat kaget, yang mereka tahu kan selama ini bapak selama ini masih lajang, apalagi bapak kan salah satu seleb di kampus ini, bagaimana aku menghadapi para fansmu itu, mereka pasti akan berpikir aku tidak pantas untukmu.." Nada ucapan Bella terdengar seperti orang tidak suka, mendadak wajahnya jadi masam.


"Apa kau sedang cemburu sayang?" Ansel mendekatkan wajahnya. Namun Bella buru buru menghindari tatapan mata Ansel.


Ansel tersenyum melihat tingkat Bella yang menurutnya sangat menggemaskan.


"Bella, aku tidak peduli apapun yang orang lain pikirkan."


Akhirnya dia pun langsung mengajak Bella keluar ruangan dengan menggandeng erat tangannya.


Bella menahan nafas, jantungnya berdegup sangat cepat. Dia sedikit khawatir menghadapi reaksi semua orang dikampus itu.


Benar saja dugaannya, ketika mereka telah keluar ruangan, sudah banyak mahasiswa berkumpul disekitar ruang podium, menatapnya dengan tatapan tak percaya, terlebih para kaum hawa yang lebih kebanyakan melihat Bella dengan pandangan sinis, tidak suka dan kesal.


"Kok bisa sih?"


Kebanyakan mulut para wanita itu mengeluarkan pertanyaan itu dan Bella bisa mendengarnya dengan sangat jelas.


Bella menahan dongkol di dalam hatinya. Namun saat dia melihat ke arah Ansel seketika marahnya hilang, Ansel terlihat benar benar bangga berjalan disampingnya, menggenggamnya erat sambil menebar wajah bahagianya kepada semua orang.


Baru kali ini dia merasa jika suaminya itu memang sangat ingin dunia tahu tentang pernikahan mereka.


Akhirnya Bella pun sadar kalau ini bukan saatnya dia merajuk, justru dia harusnya senang karna sikap Ansel kali ini benar benar patut diacungi jempol.


***


Sebuah mobil BMW berwarna silver terparkir cantik di sebuah kafe di pinggiran kota jakarta.


Seorang laki laki tinggi terlihat melompat keluar dari mobil dan dengan langkah cepat dia langsung berlari ke arah sisi mobil yang lain untuk membukakan pintu penumpang.


"Kita udah sampai Sya.."Ucap Zio sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Sasya.


Sasya tersenyum lalu kemudian menyambut uluran tangan Zio dengan wajah malu malu.


Mereka pun berjalan ke dalam kafe. Namun Sasya mengerutkan keningnya ketika dia melihat parkiran depan yang tampaknya kosong dan hanya terlihat mobil Zio saja yang parkir disana. Padahal saat itu adalah jam sibuk kafe.


Ditengah kebingungannya Zio pun langsung mengajak Sasya masuk ke dalam lorong penghubung pintu utama kafe, ruangan terlihat redup dan saat seorang pelayan membukakan pintu untuk mereka betapa terkejutnya Sasya melihat pemandangan didepannya.


Terdapat banyak lilin lilin kecil yang tersusun berjejer dibawah lantai, lilin itu seolah menunjukkan jalan yang harus dilalui oleh mereka, karena lilin itu mengapit mereka dari kanan dan kiri.


Sasya menoleh ke arah Zio dengan wajah terkesima, Zio hanya membalas tatapan itu dengan senyum yang mengembang.


"Ayo Sya.." Ajak Zio.

__ADS_1


Zio lalu menggandeng Sasya memasuki ruangan inti kafe. Wajah Sasya langsung berubah syok, dia melihat sebuah tempat makan yang dipenuhi dengan banyak bunga mawar dan lilin lilin kecil disekitar meja. Namun yang membuat Sasya tercengang bukan lah pada hiasan ruangan itu melainkan tulisan besar dilantai yang di susun dari rangkaian kelopak mawar.


'WILL YOU MARRY ME?"


Sasya menutup mulut saking kagetnya. Matanya terlihat berbinar binar. Seketika dia mematung tak percaya. Matanya mulai berkaca kaca saat Zio berjalan kehadapan nya, Zio membungkukkan badannya dan terlihat merogoh sesuatu dari saku kemejanya.


Sasya hampir saja melompat histeris ketika Zio mengeluarkan kotak merah berbentuk hati lalu membukanya. Terlihat sebuah cincin berwarna putih bertengger manis disana.


Zio menatap Sasya dengan wajah yang terlihat sedikit gugup.


"Sya.." Zio tampak menarik napas panjang sebelum kembali melanjutkan kata katanya.


"Mau kah kamu menikah denganku?" Ucap Zio serius.


Sasya akhirnya tak mampu lagi membendung air mata bahagianya. Dia kemudian mengangguk pelan sambil mengulurkan tangannya untuk dipakaikan cincin.


Zio menghembuskan nafas lega lalu meraih tangan Sasya sambil tersenyum manis.


"Terima kasih Sya.. Aku mencintaumu.."


Sasya langsung memeluk Zio dan menyembunyikan wajah malunya di dada bidang milik Zio.


"Aku juga mencintaimu pak.." Balasnya malu malu.


Tujuh bulan berlalu..


Kehidupan mereka pun mulai berjalan seperti biasanya, Bella dan Ansel mulai sibuk mempersiapkan diri menjadi orang tua karna Bella sebentar lagi akan melahirkan.


Bella senang karna kedua sahabatnya pun kini sudah memiliki tambatan hati mereka masing masing.


Yang mengejutkan adalah kabar jadiannya Inyong dan Toni musuh bebuyutan Inyong.


Bella benar benar tak mengira jika ternyata dibalik sikap Toni yang selalu menjahili Inyong, dia menyimpan rasa untuk sahabatnya itu. Akhirnya Toni memberanikan diri untuk menembak Inyong ketika mereka sedang makan bersama di kantin kampus.


Inyong yang mulanya mengira Toni hanya main main langsung menolaknya. Namun karna kegigihan Toni Inyong akhirnya percaya dan mau menerima cintanya.


Sementara Citra memutuskan untuk memulai kuliahnya lagi dari awal, Bella yang membujuknya karena merasa Citra harus terus melanjutkan hidupnya dan terbebas dari bayang bayang Kevin.


Bella dan Ansel berharap dengan sibuknya Citra dikampus bisa membuat pikirannya terbuka jika masa depannya masih sangat panjang.


Namun siapa sangka pertemuannya dengan Alaska di perpustakaan pagi itu akan membawa kedekatan diantara mereka. Meski mereka masih sama sama menyangkal namun Bella bisa merasakan ada geran cinta diantara mereka.


Happy Ending

__ADS_1


Thor lagi lagi cuman bisa ngucapin terima kasih banyak ya semua sudah mau membaca Novel remahan thor ini, sampai ketemu di Novel selanjutnya ya , salam sayang dari Thor 😚


__ADS_2