
Waktu menunjukkan pukul 13.00 wib dikampus Brawijaya
Sambil menunggu kelas sore Bella pun duduk melamun di taman kampus sebari memikirkan perkataan Ansel yang mengatakan jika sahabatnya sudah memberikan informasi soal hubungannya dengan Kevin.
Bella menggigit bibir bawahnya dan sesekali jarinya mengetuk-ngetuk sandaran kursi kayu panjang yang di dudukinya. Bella amat sangat penasaran! Sial! suaminya itu malah tidak memberitahukan siapa orangnya lagi!
Kalau memang benar yang dikatakan Ansel berarti ada salah satu diantara ketiga sahabatnya yang berkhianat! Tapi siapa? Bella sangat mempercayai Sasya, Inyong dan Sarah.
Tak lama Inyong, Sarah dan Sasya datang menghampirinya.
"Woy lagi ngelamun jorok lu ya? ayo ngaku Bell!" Goda Inyong sambil terkekeh geli melihat ekspresi wajah Bella yang kisut abis.
"Apaan sih kagak! gue cuman lagi nikmatin angin aja.." Kilahnya sambil mengibas-ngibas kedua telapak tangannya.
"Yaelah angin dari mana? panas bentereng gini!" sungut Inyong yang membuat Sasya terkekeh geli.
"Kenapa sih Bell? lagi mikirin apa?" Tanya Sarah sambil duduk disamping Bella.
"Gak apa-apa kok Sar! eh lo tumben gak langsung balik? kelas lo udah selesaikan?"Bella menatap Sarah.
"Iya Bell, gue lagi nunggu temen gue dulu nih, mau nyerahin makalah bareng." Sarah memang terlihat memegang banyak sekali buku dan makalah ditangannya.
"Eh, Bell ntar malem jadwal Nge-DJ lo kan? kumpul lagi yuk yuk!" Ajak inyong pada Sasya dan Sarah. Sarah langsung menolak dengan alasan dia ingin nonton drakor nanti malam.
"Sebenernya gue rada males sih masuk kerja sekarang soalnya Kevin sekarang jadi atasan gue di Klub Flower! males banget kan harus ketemu dia ditempat kerja juga!" Bella memasang wajah dongkolnya.
"Apa? Kevin jadi atasan lo? maksudnya gimana sih Bell?" Sarah melotot tak percaya. Dia baru mendengar ini dari mulut Bella. Dasar Kevin! kenapa dia tidak menceritakan soal ini kepadanya! batin sarah kesal.
"Iya dia di angkat jadi manager sama ayah mertua gue. Apes banget gue harus ketemu terus sama si buaya buntung itu!, lo lo pada dateng aja ya ntar malem temenin gue please please!!!"
Bella menyatukan kedua tangannya dan menatap ketiga sahabatnya dengan tatapan memelas.
"Oke, Bell. Gue usahain dateng ya!" Ucap Sarah mantap. Padahal tadi dia langsung menolak ajakan Bella.
Bella kaget mendengar jawaban Sarah yang diluar dugaannya. Tumbenan nih anak gampang banget di rayu buat ke klubnya. Tapi bagus deh semakin banyak teman-temannya semakin tak bisa berulah si buaya buntung itu, rasain!
Malamnya pukul 21.00 wib di dalam klub malam Flower
Hiruk pikuk suara musik memenuhi seisi ruangan Klub malam Flower. Bella yang sedang asik nge-DJ dengan lihai memutar musik dan meremix beberapa lagu yang bisa membuat siapa saja yang mendengarnya ingin langsung berjoget.
__ADS_1
Sementara itu ketiga sahabatnya Sarah, Sasya dan Inyong sedang asik duduk mengobrol dimeja yang tak jauh dari panggung utama.
"Woi Sya, pesen soda aja deh, gak usah macem-macem ntar lo mabok repot lagi urusannya, soalnya Inyong gak kuat buat ngebopong lo!" Inyong berteriak keras seolah Sasya dan Sarah sedang berada di planet lain.
Sasya langsung manyun, dasar inyong niat banget mempermalukan dirinya. Sasya pun langsung bergegas ke meja bar untuk memesan minuman. Sementara sarah matanya terus berkeliaran ke segala penjuru ruangan. Berharap bisa menemukan sosok yang dicarinya. Tak lama seorang Pria keluar dari ruangan para pegawai. Mata Sarah langsung berubah bahagia. Kevin sudah ada di depan matanya.
"Hei, kalian kesini juga!" Sapa Kevin sambil ngeloyor duduk disamping Sarah saat matanya tak sengaja menangkap keberadaan kekasihnya Sarah. Dalam hatinya dia merajuk. Sial kenapa Sarah ada disini! dia jadi tidak bisa dekat-dekat dengan Bella. Kevin menyimpan kedongkolan dalam hatinya.
Inyong kaget melihat Kevin yang muncul tiba-tiba didepannya.
"Heh, jadi bener kata Bella, lo sekarang jadi manager disini Kevin?"
"Iya baru sih, makanya gue belum sempet ngasih tau kalian." Ada penekanan nada di kata 'kalian' mata Kevin langsung melirik ke arah Sarah saat menyadari dia lupa untuk memberitahukan gadisnya itu.
"Selamet ya akhirnya lo bisa kerja juga." Sarah menepuk bahu Kevin dengan kencang agar pria itu sadar jika dia kecewa karna tidak diberitahukan berita sebesar itu.
Sasya datang kesana dan mengangkat kedua alisnya saat melihat ada Kevin yang ikut bergabung di mejanya.
"Ngapain lo disini?" Tanya Sasya ketus. Sasya memang nyablak orangnya. Dia masih tak bisa terima saat kemarin Bella dipermainkan oleh pria brengsek ini.
"Gue, numpang duduk ya disini!" Kevin tak memperdulikan tampang Sasya yang jutek abis kepadanya.
Dasar muka badak! tak tau malu! bisa-bisanya dia dengan entengnya duduk diantara para sahabat Bella yang sudah dia sakiti. Cari mati emang ni anak! Sasya melipat kedua tangannya didepan dadanya. Inyong yang tidak terlalu ambil pusing pada Kevin hanya diam saja menahan tawa melihat tingkah Sasya yang sangat terang-terangan menunjukan rasa bencinya pada pria dihadapannya.
"Oiya Sar, buku catatan ilmiah lo ketinggalan di gue, yuk ambil ada di ruang staf, tadi gue bawa kesini yuk ikut gue!"
akhirnya Kevin bangkit dan memberikan isyarat tangan agar Sarah mengikutinya.
Sarah dan Kevin memang satu fakultas jadi Sasya dan Inyong tak curiga sama sekali.
Sarah mengekor dibelakang Kevin. Kevin masuk kedalam ruangan yang terpasang papan tulisan 'khusus pegawai', setelah mereka berdua masuk terlihat ada beberapa orang pegawai klub yang sedang sibuk melakukan pekerjaannya. Kevin langsung mengajak Sarah untuk naik ke lantai atas karna disana ruangan pribadinya berada.
Mereka berhenti tepat disebuah ruangan yang kali ini bertuliskan 'Manager' didepannya.
Kevin langsung membuka pintu dan menyuruh Sarah untuk masuk.
"Sayang, aku kangen banget." Kevin langsung memeluk Sarah setelah dia mengunci pintu ruangannya tapi gadis itu langsung menampiknya.
"Kenapa sayang?" Kevin menatap Sarah bingung.
__ADS_1
"Kamu gak takut disini ada Cctv?"
Kevin terkekeh mendengar pertanyaan Sarah.
"Cctv hanya ada diluar sayang. Kalau ada Cctv aku mana berani meluk kamu!" Kevin kembali ingin memeluk Sarah namun Sarah masih berusaha menampiknya.
"Kenapa lagi?"
"Aku bete sama kamu!" Jawab Sarah dengan wajah cemberut.
"Bete kenapa sih?" Kevin berusaha menggenggam tangan Sarah.
"Abisnya kamu gak ngasih tau aku kalau kamu sekarang udah kerja disini. Jadi manager Bella pula! Kenapa aku harus tau dari orang lain sementara kamu kan pacar aku!"
Kevin sudah menduga Sarah akan membahas soal ini. Sarah itu cemburuan jadi dia sudah tau apa yang harus dia lakukan untuk menangani kecemburuan Sarah.
"Sayang maafin aku ya baru sempet ngasih tau sekarang. Aku sebenernya pengen ngasih kamu kejutan!"
"Kejutan apa?" Tanya Sarah sambil mengangkat kedua alisnya meminta penjelasan dari Kevin.
"Aku mau beliin kamu cincin nanti dari gajih pertama aku, makanya aku mau ngerahasiain ini dari kamu. Tapi kamu udah keburu tahu duluan ya udah mau gimana lagi!" Kini gantian Kevin yang pura-pura memasang wajah cemberut.
Sarah ternganga tak percaya mendengar ucapan Kevin. Raut wajahnya seketika berubah bahagia.
"Beneran? kamu gak bohong sayang?"
"Iya bener. Ngapain juga aku bohong!" Kevin masih pura-pura cemberut agar aktingnya semakin meyakinkan.
"Ah, sayang kamu baik banget sih, maafin aku ya udah marah sama kamu."
Sarah langsung memeluk tubuh jangkung Kevin. Kevin tersenyum licik. Gampang banget ternyata ngibulin si Sarah!
Kevin memegang pipi Sarah dengan mesra dan langsung mendekatkan wajahnya. Kevin memberikan satu pagutan dibibir Sarah. Sarah membalasnya dengan membuka mulutnya agar Kevin bisa leluasa melahap seluruh isi mulutnya.
Kedua tangan Kevin melingkar di pinggang Sarah. Kevin langsung mengangkat tubuh gadis itu dan mendudukkan Sarah di atas mejanya.
"Sayang, aku takut ada yang kesini!" Sarah seketika melepaskan ciumannya.
"Tenang sayang, semua orang sedang asik berpesta dibawah. Tak akan ada yang berani kesini!" Kevin kembali mencium bibir Sarah dengan gemas.
__ADS_1
bersambung..