SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Bella jadi sandra


__ADS_3

Para tim pencari pun mulai bergerak masuk ke dalam hutan cemara untuk mencari kedua regu mahasiswanya yang belum juga kembali ke perkemahan itu.


Para tim pencari dibagi menjadi dua kelompok, setiap kelompok tim pencari dibantu oleh warga sekitar yang sudah hafal betul rute jalan di hutan cemara dengan baik.


Sarah terlihat cemas menunggu kedatangan Kevin. Kenapa Kevin belum juga kembali? apa jangan-jangan rencananya gagal? Lalu bagaimana dengan Bella? Sarah merasa sedikit bersalah pada sahabatnya itu.


Tak lama Kevin dan rombongannya pun terlihat kembali ke tempat kamping utama. Para panitia, dosen dan juga mahasiswa disana langsung kaget dan segera mendekati rombongannya Kevin dengan wajah cemas.


"Kalian gak apa-apa?" Tanya salah satu Dosen yang menghampiri mereka.


Kevin dan rombongannya pun langsung berakting seolah olah mereka sangat kelelahan karna habis tersesat di dalam hutan.


Semua orangpun langsung membantu rombongan Kevin untuk beristirahat di tenda, Sarah langsung menghampiri Kevin dan memberikan segelas teh hangat kepadanya. Wajahnya yang tadi cemas kini sudah hilang saat melihat Kevin sudah ada dihadapannya.


Kevin melirik Sarah lalu mengedipkan sebelah matanya kepada gadis itu, dia memberikan isyarat kepada Sarah kalau rencananya itu sudah berhasil dia jalankan.


Sasya yang sangat khawatir karna melihat hanya rombongan Kevin yang kembali terpaksa menelpon Zio dan meminta Zio menyampaikan pada Ansel soal hilangnya Bella dan teman-temannya di hutan.


"Ansel kan ikut kesana Sya!" Ucap Zio yang membuat Sasya ternganga. Mana mungkin? tapi Pak Ansel sama sekali tak terlihat sejak awal mereka tiba di Bukit Perkemahan Mandalawangi.


"Tadinya dia emang gak mau ikut Sya. Tapi pas pagi-pagi buta dia sempet nelpon kalau dia berubah pikiran dan mau ikut kamping. Emang ada apa sih Sya?" Zio terdengar khawatir diseberang telpon.


Sasya diam sejenak sambil menahan tangisnya yang mulai tak terbendung lagi.


"Bella dan temen-temenku yang lain hilang pak.." Jawab Sasya sambil terisak. Akhirnya keluar juga air matanya yang sedari tadi coba dia tahan.


"HAH?" Zio kaget dan spontan berteriak keras.


"Yaudah pak saya tutup dulu telponnya.."


"Tunggu dulu Sya. Kamu bisa kasih tau gak dimana kalian kamping sekarang?" Tanya Zio sesaat sebelum gadis itu hampir menutup telponnya.


"Di bukit perkemahan Mandalawangi di cibodas pak.."


"Yaudah kamu gak usah panik ya, saya bakal susul kamu sekarang kesitu, oke?"


Zio pun langsung menutup telponnya dengan cepat. Sasya langsung memandangi telponnya dengan bingung.

__ADS_1


Sementara itu di dalam hutan tepatnya di gua besar yang letaknya tak jauh dari tepi jurang Bella membuka matanya perlahan.


Bella merasakan pusing yang luar biasa dikepalanya. Bella kaget saat melihat disekitarnya banyak sekali bebatuan besar dan disana terasa sangat lembab dan gelap sekali.


Bella mencoba berdiri dengan berpegangan pada dinding gua namun tak sengaja tangannya menyentuh seekor kelelawar yang sedang bertengger disana. Bella sontak kaget dan berteriak.


"AH, TOLONG!" Teriak bella dengan suara keras.


kontan para preman yang berjaga diluar gua pun langsung masuk dan menghampiri Bella. Bella menoleh kaget dan menyipitkan matanya berusaha melihat siapakah yang datang.


Namun karna suasana yang terlalu gelap Bella benar-benar tak bisa melihat sama sekali siapa yang datang itu sampai akhirnya salah seorang dari mereka menyalakan senter dan menyoroti Bella.


Bella menutup matanya karna merasa silau kena cahaya senter yang diarahkan tepat di kepalanya.


"Alaska? Inyong? apa itu kalian?" Tanya Bella sambil mencoba mendekati sang pemilik senter.


Saat Bella sudah dekat senter pun diarahkan ke wajah pemiliknya sendiri sehingga kini Bella bisa melihat dengan jelas siapa orang dihadapannya.


"Ka.. kalian siapa?" Tanya Bella ketakutan sambil melangkah mundur ke belakang. Para preman itupun tertawa dengan sangat kencang sambil mengayunkan pistol ditangannya.


"Nona, lebih baik nona ikuti saja omongan kami kalau nona mau selamat!" Ucap salah seorang preman itu sambil menyeringai dengan sekujur badan yang dipenuhi dengan tato bergambar naga.


"Sudahlah nona, tak perlu panik! kau bukan target utama kami, tapi kami butuh nona sebagai umpan kami karna nona adalah umpan untuk menarik mangsa utama kami.." Ucap salah seorang preman sambil menaruh peluru ke dalam pistol ditangannya. Teman-temannya pun saling tertawa melihat Bella yang makin ketakutan disudut gua.


Bella memandang penuh tanya mendengar ucapan preman itu.


"Apa maksudmu dengan mangsa utama?"Tanya Bella.


"Suamimu!suamimu itu adalah mangsa utama kami! berdoalah agar suamimu segera datang kesini sehingga kami bisa membuatnya menemui Tuhan dengan lebih cepat. Karna lebih cepat dia tiada lebih cepat juga kami mendapatkan imbalan kami!"


Salah seorang preman langsung menyenggol temannya itu saat sadar dia sudah keceplosan mengatakan kata 'imbalan'


"Gimana sih lo!"


"Sorry bro sorry kelepasan gue!"


Bella langsung mengerti tujuan kenapa dia sekarang di culik kesini, ternyata dia akan dijadikan umpan agar Ansel datang dan menyelamatkannya sehingga para preman ini bisa melaksanakan niat jahat mereka.

__ADS_1


"Kalian bodoh! dia gak akan mungkin datang kesini! dia tidak ikut ke kamping! jadi gak mungkin dia tahu saya lagi diculik!" Ucap Bella belagak tegas padahal dia takut kalau sampai Ansel beneran datang maka suaminya itu berarti bakal dalam bahaya besar.


"Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini hah?" Tanya Bella. Bella melirik satu bongkahan batu sebesar kepalan tangannya yang terletak dibawah kakinya. Dengan cepat dia mengambilnya dan mengayunkannya ke depan para preman itu untuk mengancam mereka.


Para preman itu hanya tertawa dan tak menjawab pertanyaan Bella.


"Katakan sekarang juga siapa yang sudah menyuruh kalian, kalau engga.."


"Kalau engga apa nona? nona mau apa sih? batu itu gak bakal mempan buat mengancam kami haha.."


Salah seorang preman pun maju dan berusaha mendekati Bella. Bella langsung panik dan berusaha mengayunkan batunya namun ternyata benar kata preman itu, karna gelap Bella tidak bisa memfokuskan lemparannya dengan tepat.


Namun Bella tak menyerah, dia membungkuk dan mencoba mencari batu yang lain dibawah kakinya, dia menemukan satu lagi yang sebesar genggaman tangannya. Ketika preman itu sudah sangat dekat. Bella mengambil ancang-ancang, matanya menyipit untuk memfokuskan pandangannya pada kepala preman itu.


Beberapa jengkal lagi preman itu akan sampai ditempatnya, Bella langsung dengan sigap melemparkan batu itu ke arah preman dan BRUGH, lemparan Bella kali ini tepat mengenai kepala preman itu sampai terdengar jerit kesakitan yang cukup keras.


Para teman-temannya pun langsung kaget dan memeriksa keadaan si preman itu. Si preman yang terkena lemparan batu itu mengaduh kesakitan, dan saat senter diarahkan ke kepalanya ternyata darah segar sudah bercucuran di pelipisnya.


Preman itupun terlihat sangat marah dan langsung menghampiri Bella dengan emosi yang siap meledak.


"Perempuan laknat!"


Preman itu menarik paksa lengan Bella dengan kuat. Bella mencoba melepaskan dirinya namun preman itu terus saja menariknya dengan paksa dan tanpa ampun melemparkan Bella ke sisi gua sehingga badan Bella berbenturan dengan bebatuan dibawahnya.


Bella meringis kesakitan. Namun preman itu tak juga berhenti, dicengkeramnya dagu Bella dan dilayangkannya satu tamparan yang membuat kepala Bella akhirnya tersungkur diatas tanah.


Melihat kegaduhan itu para preman dibelakangnya pun langsung mencegahnya karna ingat pada pesan Kevin agar tidak melukai gadis itu.


"Udah jo! Lo harus bisa ngendaliin emosi lo jo! inget bos nyuruh kita buat jangan nyakitin dia" Ucap salah seorang temannya sambil menenangkan Jojo nama preman yang kena lemparan batu dari Bella.


Namun Jojo sepertinya sudah diselimuti amarah yang tak terbendung lagi. Ditepisnya tangan temannya itu, lalu dihampirinya kembali Bella yang masih tersungkur dibawah tanah sambil menahan sakit di badannya.


"Bangun perempuan laknat!" Jojo mencengkram kembali dagu Bella, Jojo melihat ada sedikit darah segar mengalir disudut bibir Bella karna tamparannya tadi.


Bella malah tersenyum kecut dan meludah ke arahnya.


"Sialaaan!" Jojo semakin emosi saat Bella meludahinya tepat didepan wajahnya. Jojo pun langsung merobek paksa baju Bella sampai baju Bella robek sebagian dibagian dadanya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2