
Sasya menunggu dengan sabar didepan rumah Sarah dengan Zio. Lengannya sesekali meneplak tubuhnya sendiri karna sedari tadi nyamuk terus saja mengelilingi mereka.
"Mana sih tuh anak gak nongol-nongol! ini udah mau sejam loh! ngapain coba si Kevin di dalem sana sama Sarah?" Sasya dari tadi terus melontarkan pertanyaan yang dia tahu kalau pertanyaan itu sia-sia saja ditanyakan karna Zio juga tidak akan bisa menjawabnya.
Zio hanya mengangkat bahu sambil sesekali tertawa pelan melihat tingkah Sasya yang uring-uringan sendiri.
"Bentar lagi paling keluar, kita tunggu aja oke?" Ucap Zio pada Sasya, padahal dia sendiri sebenarnya sudah mulai tak tahan karna dari tadi seluruh badannya gatal-gatal karna terus jadi santapan empuk nyamuk-nyamuk ganjen.
"Lumutan saya lama-lama disini!" Gerutu Sasya.
"Sabar dong kan ini misi penting jadi jangan langsung nyerah, nanti yang ada kesabaran kamu jadi sia-sia."
Sasya menahan nafas jengkel namun apa boleh buat! Demi mengungkap fakta yang sebenarnya dan demi menuntaskan rasa penasarannya akan hubungan apa yang sebenarnya sedang dijalin antara Sarah dan Kevin, Sasya pun rela menunggu Kevin keluar dari kontrakan Sarah.
"Sya di kaki kamu ada apa itu?"Zio memperhatikan seekor ulat yang telah bertengger tidak sopan diatas kaki Sasya.
Sasya menoleh perlahan dengan perasaan tidak enak. Dia merasakan ada sesuatu yang terus menggeliat diatas kulit kakinya.
"HAH UL..!"
Sasya hendak berteriak kencang namun Zio dengan cepat menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"St! diem Sya ntar kita malah ketahuan!"
Zio menarik Sasya mendekat. Diambilnya sebatang ranting yang tergeletak disampingnya dan segera dibuangnya ulat itu dari kaki gadis itu, sementara satu tangannya yang lain masih berada didepan mulut Sasya.
"Udah gak ada tuh, udah saya buang!" Zio menatap kembali Sasya. Sasya malah melongo karna sekarang posisi mereka jadi sangatlah dekat. Hembusan nafas Sasya terasa hangat di telapak tangan Zio.
Zio jadi teringat lagi saat dulu pernah mencium bibir Sasya ketika Sasya sedang mabuk. Mata mereka saling menatap satu sama lain. Zio merasakan kepolosan di mata Sasya. Sepertinya gadis ini gadis baik-baik.
"Eh, maaf Sya!" Zio langsung buru-buru melepaskan bekapannya. Jantung Sasya berdegup sangat cepat. Wajahnya berubah jadi merah!
"Gak apa-apa kok, maaf tadi saya refleks mau teriak karna geli banget sama ulat!" Sasya langsung mengusap-usap kakinya.
__ADS_1
"Kamu udah pernah ciuman?" Tanya Zio tiba-tiba.
Sasya langsung menoleh kaget mendengar pertanyaan yang sangat tiba-tiba itu. Kenapa tiba-tiba Pak Zio menanyakan itu. Mata Sasya langsung menyipit dan menatap tajam ke arah pria dihadapannya.
"Kenapa? bapak mau nyium saya? maaf ya saya cuman mau ngasih ciuman pertama saya untuk orang yang benar-benar saya sayangi nanti!" Sasya jadi nyerocos panjang lebar. Dia menatap Zio dengan galak.
"Hah ciuman pertama?" Zio mendelik kaget mendengar jawaban Sasya. Berarti waktu itu dialah yang sudah merebut ciuman pertama dari Sasya.
Sasya bahkan mungkin tidak akan ingat kalau dia pernah dicium olehnya. Apakah dia harus jujur sekarang? Zio merasa sedikit bersalah karna waktu itu tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Saat mereka asik mengobrol tiba-tiba pintu rumah kontrakan didepan mereka terbuka. Sasya dan Zio langsung menunduk serendah mungkin sementara kedua pasang mata mereka mengawasi setiap pergerakan didepannya dengan tatapan tajam.
"Sayang, aku balik dulu ya!" Kevin memeluk dan mencium kening Sarah dengan mesra.
"Iya sayang, hati-hati ya, aku mencintaimu." Sarah membalas pelukan Kevin dengan mesra.
"Aku juga mencintaimu sayang.." Setelah mengecup pipi Sarah Kevin pun langsung memakai jaket dan topinya.
Dia lalu menoleh dan melihat ke sekitar rumah untuk memastikan kalau keadaan sepi. Setelah yakin tak ada warga yang lewat Kevin pun buru-buru bergegas lari ke arah mobilnya.
Sasya begitu syok dan tidak menyangka kalau ternyata selama ini Sarah telah menjalin hubungan dengan Kevin. Gila! ini benar-benar sudah gila! jadi selama ini Sarah terus berpura-pura menjadi sahabat yang baik padahal dia sudah mengkhianati persahabatan mereka terutama sudah menikung Bella dari belakang.
"Kau pasti sangat kaget.." Zio menatap Sasya dengan cemas karna Sasya terus saja bengong tanpa berkata apa-apa.
"Aku bener-bener gak nyangka pak, Sarah.. Sarah.." Sasya terbata bata.
"Sya, ini belum apa-apa."
"Maksud bapak?"
"Anak buah Ansel sudah mulai bergerak untuk menyelidiki hubungan diantara Kevin dan Sarah, dan kami menemukan fakta kalau ternyata mereka sudah menjalin hubungan saat Kevin dan Bella masih berstatus pacaran dulu dan.."
Zio tak enak mau melanjutkan takut jika sampai gadis didepannya ini tambah syok dengan berita yang akan didengarnya.
__ADS_1
"Dan apa pak?"
"Apa kamu yakin mau mendengarnya?"
Sasya langsung mengangguk cepat. Dari pada dia mati penasaran mending dia tahu semuanya.
"Dan saat itu juga Kevin ternyata menjalin hubungan juga dengan Citra. Jadi Kevin ini memang pintar dan licik. Dia bisa menyembunyikan hubungannya sampai-sampai kamu dan Bella gak sadarkan? lebih gilanya lagi dari info yang saya dengar Sarah malah tetap mau menerima Kevin meski tau kalau Kevin sudah menghamili Citra."
Astaga Tuhan. Sarah ternganga tak percaya.
"Berarti secara sadar sahabat kamu Sarah sudah menjadi pengkhianat dan juga sudah berani menjadi pengganggu di dalam hubungan rumah tangganya Citra.."
"Dari mana bapak tahu ini semua? mungkin saja informasi itu salah pak!"
Zio tertawa sinis mendengar ucapan Sasya.
"Sya, saya tahu Sarah itu sahabat kamu, memang sulit mempercayai sesuatu jika kamu tidak bisa melihat kebenarannya sendiri. Tapi saya kenal baik Ansel Sya. Kevin tidak tahu dia sedang berhadapan dengan siapa. Semua info itu kita dapat dari sumber yang sangat terpercaya."
Sasya terduduk lemas. Dia teringat akan Bella sahabatnya. Astaga kasihan sekali gadis itu. Sudah ditipu oleh mantannya ternyata Sarah juga sudah mengkhianatinya, menusuknya dari belakang! Menikung nya secara diam-diam! luar biasa kacaunya Sarah!
Padahal Sasya tahu Bella selama ini sudah berbuat begitu banyak untuk menolong Sarah. Bella bahkan tak pernah mengungkit sedikitpun pertolongannya pada Sarah.
Sasya lah yang menjadi saksi waktu itu saat Sarah hendak dikeluarkan dari kampus karna sudah menunggak biaya semesternya.
Bella lah yang menolongnya dan meminjaminya uang meskipun pada akhirnya uang itu tidak pernah diganti.
Juga saat adiknya Sarah mengalami kecelakaan Bella lah yang memberikannya pinjaman untuk berobat.
Kenapa Sarah? kenapa kamu tega berbuat hal serendah itu pada Bella?
Mata Sasya berkaca-kaca. Tak terasa air mata mengalir dikedua pipinya. Dia sedih karna Sarah yang selama ini sudah dianggapnya sebagai salah satu sahabat terbaiknya ternyata sudah tega berbuat jahat pada sahabatnya yang lain yaitu Bella.
Zio ikut bersimpuh disamping Sasya. Dibiarkannya gadis itu menangis tersedu sedu hingga puas. Zio membawa Sasya kedalam pelukannya. Sasya langsung menangis sejadi jadinya Di dalam dekapan pria itu.
__ADS_1
bersambung..