
Sarah cemberut mendengar jawaban dari Kevin. Padahal dia pikir setelah dia memberikan servis yang memuaskan untuk Kevin. Pria itu akan luluh dan menuruti permintaanya. Ternyata Sarah salah, tidak semudah itu membuat Kevin menjadi milik dia satu-satunya.
"Sayang, ayolah! kita sudah bahas inikan sebelumnya? jangan mempersulit posisiku sayang, aku tak mungkin meninggalkan Citra dalam kondisi dia sedang hamil. Tunggu sampai dia melahirkan ya, akan ku pikirkan caranya nanti.." Kevin lagi-lagi mengobral janji yang jelas tak akan mungkin dia tepati.
"Katakan saja kalau kau juga mencintai istrimu Citra, iya kan?"Tanya Sarah masih dengan nada ketus.
"Tidak sayang. Aku hanya mencintaimu Sarah." Kevin memeluk Sarah dari belakang namun Sarah hanya diam saja.
Kevin pura-pura frustasi dan mulai memasang tampang memelasnya.
"Apa kau mulai tidak mempercayai kekasihmu ini Sarah?" Tanya Kevin putus asa.
"Kalau memang begitu aku ikhlas bila kau ingin kita menyudahi hubungan ini!" Ucap Kevin lagi sambil menghela nafas berat.
Ucapan Kevin itu sontak langsung membuat Sarah kaget. Sarah langsung berbalik badan dan menggeleng dengan kencang.
"Gak sayang, bukan itu yang aku mau. Aku cuman kepikiran status kita aja. Maafin aku sayang kalau perkataan aku udah bikin kamu kepikiran." Sarah menatap Kevin dalam-dalam. Matanya menampakkan sorot kecemasan yang luar biasa.
Kevin sadar kelemahan Sarah ini. Dia paling takut kalau Kevin tinggalkan. Makanya Kevin selalu memakai cara ini untuk bisa menundukkan sarah dibawah kendalinya. Kena lo! tukas Kevin saat merasa Sarah sudah kembali kedalam genggamannya.
Sarah memeluk Kevin dengan erat.
"Jangan sudahi hubungan ini sayang, aku gak bisa hidup tanpa kamu.."
Sarah terisak melihat Kevin tak juga bergeming.
Kevin akhirnya membalas pelukan Sarah dan menyeringai jahat tanpa Sarah lihat.
"Aku juga gak bisa kehilangan kamu Sar. Makanya kumohon jangan bahas soal ini lagi ya, oke?"
Akhirnya Sarah pasrah dan mengangguk dengan pelan.
Sementara itu dirumah sakit Ansel terus saja melihat jam ditangannya seraya matanya tetap awas menatap ke arah pintu.
jam telah menunjukkan pukul 21.00 wib tapi Kevin tak juga menampakkan batang hidungnya. Kemana dia? tanya Ansel dalam hatinya.
harusnya dia balik ke rumah sakit sejam yang lalu. Ansel melirik Bella yang sedang sibuk menyelimuti Citra yang tengah terlelap.
Tak lama pintu kamar terbuka dan Kevin muncul dari sana. Ansel dan Bella menoleh berbarengan.
__ADS_1
"Darimana saja kau?" Tanya Ansel dengan nada tajam.
"Maaf kak, tadi aku mandi dulu dan ada sedikit hambatan. Ban mobilku tiba-tiba kempes ditengah jalan.." Jawab Kevin agak terbata.
Kevin langsung menghampiri kasur Citra untuk menghindari pertanyaan lain dari Ansel. Kevin melihat istrinya sudah terlelap disana. Kevin menghela nafas lega. Untunglah Citra sudah tidur. Jadi dia tidak harus menjelaskan panjang lebar juga kepada Citra.
Bella mengambil tasnya dan segera mengalungkan di salah satu bahunya.
"Pak, aku akan pulang duluan.." Bella menatap Ansel sesaat tanpa menunggu jawaban dari Ansel dia kemudian bergegas membuka pintu kamar untuk segera keluar dari sana.
Ansel langsung meraih salah satu tangan Bella dan menahan gadis itu.
"Tunggu aku diluar. Kita akan pulang sama-sama." Pinta Ansel. Lalu dilepaskannya tangan Bella dan kembali ditatapnya Kevin.
"Dengar Kevin, jaga baik-baik adikku, kalau kalian butuh sesuatu kau bisa langsung menghubungi pengawal diluar. ada 2 orang yang berjaga didepan rumah sakit.."
Kevin hanya mengangguk pelan.
Akhirnya Ansel pulang kerumah bersama dengan Bella istrinya. Di sepanjang jalan tak ada percakapan yang terjadi pun kontak mata diantara mereka berdua.
Bella justru senang dengan situasi itu. Situasi dimana dia tidak harus bersusah payah untuk melalukan kontak suara maupun fisik dengan pria disebelahnya.
Esoknya saat jarum jam menunjukkan pukul 10.00 wib.
Namun sebelum pergi ke rumah sakit, Ansel membelokkan mobilnya menuju sebuah tempat makan karna dia sudah janjian untuk bertemu dengan Zio disana.
Zio tiba-tiba saja menelponnya tadi dan memaksa untuk bertemu saat ini juga.
Ansel masuk ke dalam restauran sambil mencari keberadaan Zio disana. Zio melambai ke arah Ansel disudut ruangan. Ternyata dia sudah datang duluan.
"Hai men. Gimana keadaan Citra?"
Tanya Zio saat melihat Ansel kini telah duduk didepannya.
"Dia udah gak apa-apa. Dia juga udah dibolehin pulang hari ini."
"Syukurlah men. Gue seneng dengernya."
Tak lama seorang pelayan datang dan menyerahkan buku menu ke tangan Ansel. Setelah selesai memesan pelayan itu kembali untuk menyiapkan pesanan mereka berdua.
__ADS_1
Ansel menatap Zio heran.
"Langsung aja. Lo ngapain nyuruh gue kesini? ada apa? jangan bilang cuman mau nyuruh gue makan siang sama lo doang!"
"Men.." Zio agak ragu memberitahukan Ansel. Tapi kalau dia diam saja sama saja dia menutupi kebusukan Kevin dan Sarah.
Dan Zio tahu betul selama ini Ansel sangat membenci Bella karna dia pikir Bella lah yang jadi duri dalam hubungannya Kevin dan Citra. Ansel menceritakan itu kepada Zio. Zio merasa kasihan kepada Bella yang ternyata tidak salah sama sekali.
Zio menahan nafasnya dan mulai menatap Ansel.
"Men, semalem gue ngeliat Kevin lagi jalan sama cewek. You know itu bukan sekedar temen. Gue yakin karna cewek itu sampe nyium pipi Kevin.."
Kening Ansel berkerut. Dia mencoba membuka telinganya lebar-lebar takut apa yang didengarnya barusan salah.
"Iya, gue samalem liat adik ipar lo itu lagi jalan sama cewek lain!" Zio menegaskan kalimatnya.
"Jam berapa Zi?"
"Sekitar jam 19.00 wib."
Sontak Ansel langsung ternganga. Semalam dan di jam segitu Kevin memang pergi keluar rumah sakit karna dia bilang ingin mengambil barang-barangnya Citra yang tertinggal dirumah.
Ansel tak menyangka Kevin bisa-bisanya pergi dengan wanita lain disaat kondisi adiknya sedang seperti ini. Ansel langsung teringat Bella. Tidak mungkin gadis yang bersama dengan Kevin itu Bella karna Bella ada bersamanya semalam saat Kevin keluar.
"Gue emang gak punya bukti apa-apa. Tapi gue berani bersumpah sama lo Sel. Semua yang gue lihat bisa dipertanggung jawabkan!"
"Siapa cewek itu? Apa lo tau?" Tanya Ansel.
"Iya gue tau! dia Sarah sahabatnya Bella!"
"Hah?" Ansel semakin ternganga. Sarah? gadis itukan yang sudah memberikan informasi kepadanya kalau Bella lah yang selama ini telah menjadi perusak hubungan antara Kevin dan Citra.
Ansel meluruh lemas di kursinya. Astaga kenapa dia bisa sebodoh itu tak menyadari kalau Sarah telah memberikan informasi palsu padanya. Tanpa menyelidikinya lebih dulu dia malah dengan gampangnya melampiaskan semua amarahnya kepada Bella.
"Bella gak salah men. Lo harus cari tau kebenaran ini!" Zio menatap Ansel dengan serius.
Ansel masih memijat kepalanya sendiri. Ansel percaya Zio tidak akan mungkin memberikannya informasi palsu kepadanya.
Ansel terhenyak saat memikirkan nasib Citra yang malang. Suami yang begitu dicintainya tega mengkhianati nya justru saat dia sedang mengandung anak dari laki-laki brengsek itu!.
__ADS_1
Dan Bella. Apa yang sudah dilakukannya pada gadis itu? Ansel memejamkan matanya menahan emosi yang begitu tak terbendung lagi. Sialaaan Kevin!! Ansel mengepalkan ke sepuluh jarinya kuat-kuat.
besambung..