SUAMIKU SANG DOSEN KILLER

SUAMIKU SANG DOSEN KILLER
Cinta yang semakin kuat


__ADS_3

Ansel mengangkat dagu Bella perlahan. Dia sadar harusnya kemarin dia langsung menjelaskan semuanya pada Bella, Bella pasti sangat gelisah karenanya.


"Kenapa kau sangat cantik saat sedang malu malu begini Bella?"


Hah? Bella membulatkan matanya! Dia mencubit lengan Pak Ansel.


Ternyata pria ini bisa gombal juga! Tak di sangka.


"Bapak gombal!" Dengus Bella sambil memukul dada bidang suaminya.


"Aku serius Bella.. Apa kau tidak percaya?" Tanya nya sambil kembali melingkarkan lengannya dipinggangnya Bella.


Bella menggeleng cepat.


"Baiklah kalau begitu, aku akan membuktikannya!" Ucap Ansel sambil membalikkan tubuh Bella. Bella kaget dan hendak menoleh namun tubuh kekar Ansel menghimpitnya dari belakang. Kedua lengan Bella berpegangan pada dinding dihadapannya.


"Apa yang mau bapak.." Belum sempat Bella meneruskan kalimatnya Ansel sudah menjilat kupingnya dari belakang.


"Hh~" Bella tak kuasa menahan gejolak di dadanya, tiba tiba Bella merasakan sesuatu di belakang sana menegang.


Ansel membalikkan tubuh Bella dan memagut bibirnya dengan brutal, Ansel menatap mata Bella dengan tatapan penuh gairah.


Kepala Ansel turun ke leher jenjang Bella dan berhenti tepat di dua gundukan kenyal milik Bella. Ini pertama kalinya Ansel menghisap punya Bella. Kedua benda itu terlihat sangat padat dan menantang jiwa kelelakian nya.


"Bella, apa kau mengijinkannya?" Tanya Ansel di sela sela aktifitasnya.


Bella mengangguk perlahan.


Anselpun kembali memainkan lidahnya dengan lihai, sesekali di ciumnya pucuk daging kenyal itu hingga membuat Bella tak sadar mencengkram bahu Ansel dengan kuat. Dia merasakan sensasi aneh di tubuhnya.


Ansel kembali berdiri dan menatap Bella lurus-lurus.


Ansel menggendong tubuh Bella dan membawanya ke dekat Bathup, diangkatnya satu kaki ke agar bisa bersandar di sisi Bathup itu. Tangan Ansel lalu turun perlahan ke bawah sana.


Jari jemari Ansel mengusap usap mahkota milik Bella itu. Bella sampai kaget dan refleks memeluk Ansel.


Bella mencoba mengatur nafasnya. Perlakuan Ansel kali ini benar benar membuatnya semakin tak bisa menahan kegugupannya.


Ansel bisa merasakan nafas Bella yang mulai naik turun tak beraturan. Ansel perlahan memasukkan jarinya ke dalam sana membelah milik Bella dengan perlahan. Bella nyaris berteriak kaget.


"Ah," Bella menggigit bibirnya sendiri.


"Bella, aku tidak bisa menunggu lagi, aku masukin sekarang ya.." Bisik Ansel ditelinga Bella.


Bella mengangguk pelan.


Ansel mencium bibir Bella. Dia menatap Bella dan mulai memasukkan miliknya yang sudah tegang sedari tadi ke dalam mahkota Bella.


Bella memekik sakit saat punya Ansel datang menghujam tubuhnya. Ansel menikmati setiap momen demi momen dengan menatap Bella penuh cinta.


"Pak, terlalu dalam.. Perih.." Lirih Bella saat Ansel sengaja menghentakkan miliknya agar sepenuhnya terbenam di dalam sana.


"Tahan Bella, rasanya hangat sekali di dalam sana.." Ucapnya dengan mengusap pipi Bella secara lembut, Ansel kemudian memagut bibir Bella agar gadis itu tak mengaduh karna dia hendak mempercepat irama naik turunnya.

__ADS_1


"Hmmpp.." Bella memekik perih namun dia tak bisa berteriak karna bibir Ansel sudah membungkam mulutnya. Ansel dengan brutal memompa miliknya dengan sangat cepat.


Bella merasa sekujur tubuhnya bergetar seiring dengan pergerakan tubuh Ansel, tangannya mencengkram seprei kuat kuat seiring hujatan yang Ansel berikan.


"Pak.. sakit.." Bella meringis saat Ansel melepaskan bibirnya dari bibir Bella. Ansel menatapnya dengan lembut. Ansel kemudian menjilat kupingnya sambil memelintir kedua benda bulat milik Bella.


"Ah.." Bella mengerang mendapatkan serangan berkali kali dari Ansel. Nafasnya sampai tersengal, begitu pula dengan Ansel, peluh keringat sudah membanjiri sekujur tubuh kekarnya.


"Pak, perih.."


"Tahan ya Bella, aku ingin lebih lama menikmati ini denganmu.." Ansel mengecup kening Bella sambil terus melakukan irama maju mundur.


Bella memeluk tubuh Ansel dengan kuat. Ditahannya sekuat tenaga perih yang kini mulai mendominasi miliknya. Tapi semakin Bella menjerit Ansel malah semakin terangsang untuk lebih brutal lagi.


"Aku, mencintaimu Bella.."


"Hmm..." Bella tersenyum malu sambil tetap berpegangan di bahu Ansel.


Nafas mereka kini telah menyatu dengan udara di dalam kamar mandi itu.


Bella merasa serangan Ansel jadi semakin mengganas.


"Pak, ah.." Bella tak tahan rasanya ada sesuatu yang hendak keluar dibawah sana, dia merasakan milik Ansel berdenyut keras.


"Bella, keluarkan saja sayang.. aku juga akan keluar sebentar lagi.." Bisik Ansel.


Ansel menghujam miliknya dengan sangat cepat dan mempererat pegangannya pada pinggang Bella.


"Ah.." Ansel dan Bella mengerang bersamaan seiring dengan berhasilnya mereka sampai dipuncak permainan.


Bella hampir terjatuh lemas namun Ansel buru buru menangkap tubuhnya dengan sigap.


"Bella, kau tidak apa-apa?"


Bella menggeleng pelan. Nafasnya masih terlihat ngosngosan.


Ansel lalu menggendong Bella dan meletakan tubuhnya di dalam bathup. Dia lalu menyalakan kran air, perlahan air turun dan memenuhi isi bathup.


Ansel duduk dibelakang Bella dan memeluknya dari belakang.


"Bella, terima kasih sayang.." Ansel mengecup pundak Bella. Bella tersentak kaget dan mencoba mengatur nafasnya, dia benar benar tak menyangka jika Ansel akan memperlakukan dia dengan sangat romantis hari ini, padahal kemarin dia benar benar gelisah dan sempat meragukan perasaan Ansel kepadanya.


"Pak, maafkan aku.."


"Maaf? untuk apa Bella?" Tanya Ansel bingung.


"Aku sempat khawatir soal bu Diandra kemarin.." Ucap Bella merasa ragu takut kalau Ansel malah marah karna dia membahas soal mantannya itu.


"Apa yang membuatmu khawatir? apa kau ragu pada perasaanku padamu Bella?" Ansel menarik dagu Bella agar Bella mau menatapnya.


Bella menggeleng cepat.


"Tidak pak, maksudku bukan seperti itu.."

__ADS_1


Ansel tersenyum dan mempererat pelukannya pada Bella.


"Bella, maafkan aku sudah membuatmu khawatir, aku memang sibuk kemarin jadi tidak sempat menjelaskan semuanya padamu.."


"Iya, tidak apa-apa aku mengerti bapak sibuk sekali.."


"Apa kau marah?"


Bella menggeleng.


"Syukurlah.. kalau dipikir pikir ucapan Zio ada benarnya juga, apa kau setuju jika kita bulan madu? apa ada tempat yang ingin kau datangi?"


Bella tersentak kaget mendengarnya.


'Astaga apa suaminya salah makan tadi? kenapa dia jadi begitu perhatian saat ini?


"Kenapa malah ngelamun?"


"Eh, engga aku cuman.."


"Kau tidak menyangka aku bisa mengajakmu bulan madu?"


Ansel memotong ucapan Bella. Dia bisa menebak dengan mudah apa yang sedang di pikirkan oleh Bella saat ini.


"Aku laki-laki normal Bella, sejak awal menikah seandainya aku tidak salah paham, mungkin aku tidak akan memperlakukanmu dengan buruk di atas ranjang.. Sejak aku tau yang sebenarnya aku sangat gelisah dan memikirkan sikapku kepadamu, aku ingin menebusnya.." Ansel berbicara begitu panjang dan ini pertama kalinya Bella melihat itu.


"Aku ingin ke Desa Munduk di Bali." Satu kalimat itu tak sadar keluar dari mulut Bella. Dia teringat tentang Desa yang pernah di ceritakan oleh Dj katty temannya.


"Baik, kita atur jadwal dulu ya, nanti kita pergi kesana berdua.."


Bella mengangguk senang, Bella berbalik dan langsung memeluk Ansel.


"Aku.. mencintaimu Pak Ansel." Bella berbisik pelan, dia sangat malu namun dia tak tahan untuk mengungkapkan betapa sayang dia kepada Dosen sekaligus suaminya itu.


Ansel memegang pipi Bella dan mengelusnya. Perlahan wajahnya mendekat dan ibu jarinya mengusap bibir Bella dengan lembut.


Ansel mencium Bella dan kali ini dia memberikan sesappan dan menekan tengkuk Bella untuk memperdalam ciumannya.


"Apa kau ingin pemanasan dulu disini?"


Hah?


Bella melotot kaget.


"Aku cuma bercanda Bella.." Ansel tertawa pelan melihat kekagetan di wajah Bell.


"Tapi kalau serius juga aku sih tidak masalah."


"Pak!" Bella mencubit lengan Ansel.


Mereka pun meneruskan mandinya hingga tak terasa jika mereka sudah menghabiskan waktu selama 2 jam di kamar mandi itu.


bersambung..

__ADS_1


Gimana gerah gak bab kali ini ? Sabar ya sabar author lagi ngatur nafas buat part selanjutnya. Terima kasih sudah mampir ;)


__ADS_2