Summer Love

Summer Love
Ch 12. Kegilaan dua keluarga


__ADS_3

Malam harinya, Mamiku datang diantar sopir rumah dengan heboh kerumah ini, beliau sangat antusias saat bercerita banyak hal dengan mami Amelia.


Apalagi mereka berdua sesekali menarik-narik tanganku dan tangan Fauzan, tampaknya mereka sangat menantikan perjodohan ini saat kami baru lahir ke dunia.


Aku hanya memasang tampang malas, begitupun Fauzan. Di jaman semodern ini, masih ada 'ya keluarga yang percaya akan perjodohan aneh macam ini?


"Tadi siang aku gak sengaja ngeliat dek zhari yang lagi diselimutin sama mas Ozan mbak, aku kira kan sih mas Ozan udah ngapa-ngapain dek zhari. Eh untungnya dia masih punya akal mbak" celoteh mami Amelia dengan riang, tampaknya tak memperdulikan wajah ku dan Fauzan yang sudah sekusut keset buluk.


"Ya mas Ozan gak macam-macam orang nya mbak, karna dia kan cuma pengen satu macam" tuduh Mamiku yang seketika membuat wajah Fauzan makin kusut dari detik kedetik.


Percakapan aneh macam apa ini?


"Itu mah nanti mbak kalo mereka udah nikah, mau satu macam apa macam-macam ya biarin aja" mami Amelia nyengir kuda.


"Kalo mau macem-macem sama zhari, inget loh mas dia itu orangnya kaya apa. Awas aja sedia obat sakit kepala ya, zhari orangnya suka seenak jidat" Mamiku memperingatkan Fauzan dengan wajahnya yang nyengir malu kearahku.


"Tenang aja mbak bukan cuma mas Ozan nya aja yang harus sedia obat sakit kepala, dek zhari nya juga harus! Kelakuan Ozan suka gak bisa ditebak. Kadang rajin, kadang males, kadang suka bersih kamarnya, kadang juga suka kotor tuh kamar" tambah mami Amelia.


"Tapi kelihatannya zhari suka aja mbak tinggal disini, apa kita biarin mereka tinggal disini aja ya? Sekalian gitu biar mereka belajar bareng-baren....." ucapan Mamiku terpotong olehku.


"Stop mih!" Selaku dengan mengangkat kedua tangan.


Nampak ketiga orang ini memandangku termasuk si rese yang seperti menyimpan harapan pada diri ini.


"Mih aku pusing" tambahku dengan memijat kepala saat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.


"Oh yaudah sana dek naik, kekamar mas Ozan" jawab mamiku yang seketika membuatku semakin pusing.


"Mih! Please deh sekali aja bisa gak aku tidur dikamar tamu? Dirumah Segede ini mana ada kamar tamu yang ditempati orang? Kenapa harus kamar dia juga? Kalo dikamar dia it's okey asalkan aku menguasai kamarnya" bantahku dengan lugas.


Tampak Fauzan melotot kearahku, matanya seperti mengisyaratkan 'enak saja kamu menguasai kamarku!'

__ADS_1


"Oh tentu bisa dong sayang, yaudah sana naik keatas. Mas Ozan juga sama naik keatas" jawab mami Amelia sembari melirik Fauzan.


Aku dan Fauzan tercekak sendiri, apa? Harus sekamar gitu?


"Sekamar mih?" Tanya Fauzan dengan tampang yang sudah acak-acakan, tampak dia menarik-narik rambutnya karna frustasi.


"Ya iya!" Jawab mami Amelia yang seketika diangguki Mamiku juga.


"Kami percaya kok kalian gak bakalan macem-macem" ucap Mamiku percaya diri.


Hello.... apa dunia ini tampak tak memiliki penghuni selain manusia, hewan dan tumbuhan? Jin mana jin.... setan juga mana setan.... bisa jadi setan ato jin merasuki kami dan.. aku gak bisa bayangin hal itu.


"Mih tapi kan ki...." bantahan fauzan langsung disela mami Amelia.


"Udah mas sana naik ajak dek zhari nya juga, atau mau mami yang maksa kalian?" Ancamnya Dengan bengis.


"Tapi mih...." tubuhku tiba-tiba ambruk bersamaan dengan tubuh Fauzan, kami berdua... didorong diwaktu bersamaan?


Pandanganku memandang Fauzan penuh rasa sakit, gimana gak sakit? Aku tertekan woy!


Fauzan pun memandangku dengan lesu, tampak tiba-tiba dia menjadi laki-laki yang lemah.


Aku hanya menghela nafas gusar sembari berdiri, dia pun melakukan hal sama.


"Ya mih!" Ucap kami berbarengan sebelum berbalik dan menaiki tangga.


"Awas loh jangan ada yang diam-diam keluar ya?! Nanti bakalan mami kunci loh seharian!" Teriak mami Amelia dengan girang.


Setelah itu tampak kedua wanita itu tersenyum ceria memandang kami berdua, aku kok mulai bertanya-tanya ya? Apa mereka itu siluman? Kok bisa-bisanya pengen ngeliat anak mereka sendiri tertekan? Hus ngomong apa kamu zhari! Mereka itu ibumu, iya satu ibu kandung satu calon ibu mertua. Mungkin mereka cuma pengen punya cucu aja kali ya? Sampe kaya gini.


Aku menggebug kepalaku karna pikiran aneh yang gak ngotak itu.

__ADS_1


Kami berdua memasuki kamar berbarengan, fauzan langsung mengunci kamar ini, mungkin takut dua wanita itu memaksa hal aneh-aneh! aku terduduk di tepi kasur seraya mata ini menerawang ke segala arah, tentu saja Dengan pandangan kosong.


"Kamu pasti jengkel kan?" Tanya Fauzan yang membuatku seketika mengangguk walau tak menatap matanya.


Dia duduk disampingku, "terkadang aku lebih ingin meneliti tentang sejarah dikedalaman suku-suku bengis daripada menghadapi kegilaan keluarga kita" tambahnya Dengan mengusap wajah gusar.


"Kapan? Aku juga lebih enak meneliti tentang sejarah daripada berharap bisa keparis dengan mengorbankan kewarasan!" Ucapku penuh rasa sakit.


"Emang Paris itu berarti banget ya buat kamu? Yaudah kalo berarti mari kita terperangkap dengan kegilaan ini" tanyanya yang membuatku terlonjak kaget.


"Gak! Cukup! Gue udah ngalamin masa sulit selama 18 tahun hidup, gak ada yang ngertiin gue! Paris emang penting, tapi mental dan kewarasan adalah aset berharga, gak mungkin gue ngorbanin aset berharga gue!" Jawabku dengan dada naik turun.


Dia menghela nafasnya, "selama gue hidup 19 tahun juga, kewarasan gue baru terusik ditahun ini!" Dia menatapku dengan serius.


"Cari cara biar kita sama-sama bebas?" Tambahnya.


Aku merenung sebentar lantas aku menggeleng cepat, cara macam apa yang mampu melawan kegilaan ini? Tanyaku dalam hati bingung.


"Sayangnya kamu benar kita gak punya cara itu" Fauzan memahami gelengan ku, dia lantas langsung saja merebahkan tubuh kekar itu diatas tempat tidur.


"Bisa gak lo jangan tidur di kasur malam ini?" Tanyaku ragu.


Dia terbangun dari tidurnya, merasa terusik akan permintaan ku. "Keluarga kita udah gila! Mari lanjutkan kegilaan ini!" Ucapnya.


...Bersambung........


***


Kalo kalian punya keluarga kaya gini enaknya diapain ya? gak mau anaknya rusak tapi malah memberi celah! yaudah lah jangan dipikirkan. mending kalian pantengin aja terus ya, jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya. semoga kalian selalu diberikan kesehatan❤


Thanks youđź‘‹

__ADS_1


__ADS_2